Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.

Tantrum: do's & don'ts

superl4ct0
Submitted by superl4ct0 on

Menghadapi tantrum memang tidak mudah, Mom. Tapi, perlu diketahui bahwa pola asuh positif adalah kunci untuk menghadapi momen menantang ini sambil tetap menjaga kebahagiaan bersama.

Yuk, jadi ahlinya dalam menangani tantrum dengan memperhatikan hal-hal berikut ini!

Biarkan si Kecil ikut ambil keputusan

superl4ct0
Submitted by superl4ct0 on

Kami paham kalau si Kecil adalah cahaya hidup dan Mom tahu semua tentangnya. Tapi ternyata, si Kecil mungkin sudah mampu melakukan lebih dari yang Mom duga.

Inilah saat yang tepat untuk membiarkannya mulai mengambil keputusan sendiri. Hal ini bisa sangat membantu membangun rasa percaya diri dan harga diri si Kecil. Yuk, lihat contohnya di dunia nyata:

Emosi dan tantrum

superl4ct0
Submitted by superl4ct0 on

Masih ingat saat si Kecil marah sambil menangis di supermarket? Ia melihat sesuatu diinginkan, Mom menjelaskan dengan tenang kalau tidak bisa, dan… tantrum pun meledak! Tidak perlu khawatir, karena semua ibu mengalami hal ini.

Tantrum adalah kondisi yang sangat normal. Ini merupakan bagian dari proses belajar si Kecil  dalam mengelola emosi negatifnya yang meletup. Sekitar 80% anak prasekolah masih mengalami tantrum sesekali, jadi Mom tidak sendiri.

Kenapa belajar bahasa itu penting

superl4ct0
Submitted by superl4ct0 on

Belajar bahasa adalah bagian penting dari tumbuh kembang anak. Oleh sebab itu, membaca bersama si Kecil adalah salah satu hal terbaik yang bisa Mom lakukan untuk mendukungnyai. Ini adalah masa perkembangan yang luar biasa, baik untuk si Kecil maupun untukmu juga, Mom. Jadi, ayo kita pelajari lagi!

Ngobrol dengan si Kecil: do's & don'ts

superl4ct0
Submitted by superl4ct0 on

Si Kecil sedang menyerap banyak hal secepat kilat sekarang! Jadi, untuk membantunya belajar berbicara, membayangkan sesuatu, dan menggunakan imajinasinya, ajak dia ngobrol sesering mungkin sepanjang hari dan luangkan waktu untuk membaca buku bersama.

Menyeimbangkan waktu ngobrol yang cukup sambil membatasi waktu layar memang agak rumit. Saatnya kita ulas lagi bersama!

Si kecil dan teknologi

superl4ct0
Submitted by superl4ct0 on

Anak zaman sekarang lebih sering terpapar TV, media digital, dan video game dibandingkan sebelumnya. Studi menunjukkan terlalu banyak waktu layar bisa menghambat perkembangan kemampuan berbahasa. Wah, hati-hati!

Tapi tenang aja, Mom. Panduan WHO tentang waktu layar pasif menurut usia bisa jadi acuan yang bagus. Yuk, kita cek bareng-bareng!