Kami percaya bahwa ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi dan kami sepenuhnya mendukung rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia genap enam bulan. Nutrisi maternal yang sehat merupakan kunci untuk memulai dan melanjutkan pemberian ASI.
Lihat Selengkapnya
Melihat Si Kecil tidak buang air besar (BAB) selama tiga hari berturut-turut tentu membuat Moms cemas. Kondisi anak sulit BAB beberapa hari memang bisa membuat khawatir, tetapi anak tidak BAB 3 hari belum tentu menandakan sembelit atau kondisi yang berbahaya.
Pola BAB anak sangat bervariasi, tergantung pada usia, jenis asupan makanan, dan kondisi tubuh masing-masing. Bayi yang mendapat ASI eksklusif, misalnya, wajar jika tidak BAB hingga satu minggu karena sebagian besar kandungan ASI dapat dicerna dan diserap dengan baik oleh tubuh.
Pada anak yang usianya lebih tua, pola BAB dapat bervariasi. Sebagian anak sehat dapat BAB setiap dua hari sekali selama feses tetap lunak dan tidak menimbulkan rasa sakit. Karena itu, sembelit tidak hanya ditentukan dari frekuensi BAB, tetapi juga dari konsistensi feses, ada-tidaknya rasa sakit, dan kondisi umum Si Kecil.
Ciri Sembelit pada Anak
Moms patut menduga Si Kecil mengalami sembelit apabila ia menunjukkan gejala berikut.
- Feses berbentuk keras, kering, atau bulat-bulat kecil menyerupai kotoran kambing.
- Anak tampak mengejan keras, menangis, atau kesakitan saat berusaha BAB.
- Muncul perilaku menahan BAB (retentive posture), seperti merapatkan bokong, menyilangkan kaki, menolak duduk di toilet, atau bersembunyi di pojokan saat dorongan BAB datang.
- Perut terasa kembung, kram, dan celana dalam kotor oleh rembesan kotoran cair (soiling) akibat feses cair melewati sela-sela sumbatan kotoran keras di rektum.
Penyebab Umum Sembelit pada Anak
Sembelit pada anak paling sering bersifat fungsional, yang artinya tidak didasari oleh penyakit organ dalam tubuh. Beberapa penyebab umumnya adalah sebagai berikut.
Menahan BAB
Kebiasaan menahan BAB biasanya dipicu oleh rasa takut akibat pengalaman BAB keras yang menyakitkan sebelumnya. Ketika anak menahan BAB, air dalam feses akan diserap oleh dinding usus sehingga feses menjadi semakin kering, keras, dan besar.
Kondisi ini dapat menciptakan lingkaran setan yang menyakitkan. Toilet fobia, seperti takut menggunakan toilet sekolah yang kotor, atau keasyikan bermain juga dapat membuat anak menahan BAB.
Kurang Cairan & Serat
Kurang minum, termasuk air putih, dapat membuat feses menjadi lebih keras. Sementara itu, kurangnya asupan serat dapat berkontribusi terhadap feses yang lebih keras dan sulit dikeluarkan.
Perubahan Rutinitas
Transisi dari ASI ke susu formula, memulai MPASI, konsumsi produk susu sapi yang berlebihan, atau stres di lingkungan baru juga dapat memengaruhi pola BAB Si Kecil. Salah satu dampaknya adalah sembelit.
Pertolongan Awal yang Aman di Rumah saat Anak Tidak BAB 3 Hari
Moms bisa meringankan sembelit fungsional ketika anak tidak BAB 3 hari secara mandiri di rumah melalui cara aman berikut.
- Tambah asupan cairan. Pastikan Si Kecil mendapatkan asupan cairan yang cukup untuk membantu menjaga konsistensi feses.
- Berikan Si Kecil serat. Tambahkan makanan berserat seperti oatmeal atau buah dan sayur kaya serat seperti pepaya, mangga, brokoli, atau labu kuning secara bertahap.
- Ajak anak bergerak. Aktivitas fisik dapat membantu mendukung fungsi saluran cerna dan keteraturan BAB.
- Buat rutinitas BAB. Biasakan Si Kecil duduk di toilet selama 3–10 menit sekitar 15 menit setelah makan untuk melatih refleks usus besarnya. Gunakan pijakan kaki agar lututnya lebih tinggi dari pinggul.
- Pijat dan mandi air hangat. Pijat perut melingkar searah jarum jam atau mandikan ia dengan air hangat untuk mengendurkan otot perut yang tegang.
Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Anak Sembelit
Hindari tindakan berisiko tinggi berikut saat Si Kecil mengalami sembelit untuk menjaga keamanannya.
- Jangan sembarang memberikan obat pencahar, supositoria, atau enema tanpa petunjuk dokter karena jenis dan dosisnya perlu disesuaikan dengan usia serta kondisi Si Kecil.
- Jangan memberi jus buah plum jika usia Si Kecil di bawah 3 bulan. Untuk jumlah jus yang boleh diberikan konsultasikan dengan dokter.
- Jangan menambahkan gula atau sereal beras ke susu formula untuk mengatasi sembelit.
- Jangan melakukan intervensi rektal (memasukkan ramuan atau jari ke anus) tanpa izin medis karena dapat memicu trauma fisik dan psikis.
- Jangan memarahi anak jika ia kesulitan BAB atau celananya kotor.
Waspadai Tanda Bahaya dan Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun sembelit umumnya tidak serius, Moms harus segera berkonsultasi ke dokter anak jika kondisi ini berlangsung lebih dari dua minggu atau jika disertai tanda bahaya berikut.
- Anak muntah-muntah, terutama jika muntahannya berwarna hijau.
- Perut tampak sangat membesar, kembung parah, atau membuncit tegang.
- Nyeri perut hebat dan menetap hingga membuat Si Kecil terus menangis rewel.
- Terdapat darah segar pada kotoran atau celana dalam.
- Berat badan Si Kecil turun atau pertumbuhan fisiknya terganggu.
- Sembelit terjadi sejak lahir atau minggu-minggu pertama kelahiran (waspadai kelainan penyakit Hirschsprung).
- Keluhan terus berulang dan tidak kunjung membaik meski pola makan telah diubah.
Mengenali ciri, penyebab, serta tanda bahaya ketika anak tidak BAB 3 hari dapat membantu Moms melatih kebiasaan sehat Si Kecil dan menentukan waktu konsultasi medis secara tepat.
—-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Selain memastikan kebutuhan serat dan cairan terpenuhi, Moms juga dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan Si Kecil melalui pola makan bergizi seimbang dan pilihan susu pertumbuhan yang sesuai.
LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri* dan juga 0gr sukrosa. Selain itu, LACTOGROW mengandung serat inulin serta diperkaya dengan omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil. LACTOGROW dukung pencernaan sehat Si Kecil agar nutrisinya terserap optimal.
FAQ Tentang Kondisi Anak Tidak BAB 3 Hari
Berapa lama anak tidak BAB dan kapan waktu tepat perlu diperiksakan ke dokter?
Salah satu tanda sembelit adalah frekuensi BAB yang lebih jarang dari biasanya disertai feses keras, nyeri saat BAB, atau perilaku menahan BAB. Moms dianjurkan memeriksakan Si Kecil ke dokter apabila sembelit ini berlangsung lebih dari dua minggu.
Segera bawa ia ke dokter jika sembelit disertai tanda bahaya seperti demam, muntah, perut membesar tegang, berat badan turun, atau ada bercak darah pada fesesnya.
Apa tanda bahaya jika anak tidak BAB lebih dari 3 hari?
Tanda bahaya yang perlu diwaspadai meliputi muntah berwarna hijau, perut kembung parah atau membuncit tegang, serta nyeri perut hebat yang membuat anak terus menangis rewel. Selain itu, Moms juga harus segera waspada jika menemukan darah segar pada kotoran, berat badan anak menurun, atau keluhan yang terus berulang meskipun pola makan telah diubah.
Apa saja pertolongan pertama yang bisa dilakukan di rumah saat anak tidak BAB?
Pertolongan pertama yang bisa dilakukan di rumah meliputi pemberian cairan seperti air hangat atau jus buah serta makanan berserat secara bertahap. Selain itu, ajak anak lebih aktif bergerak dan buatlah rutinitas duduk di toilet sekitar 15 menit setelah makan.
Moms juga bisa memijat perut anak dengan gerakan melingkar searah jarum jam atau memandikannya dengan air hangat untuk membantu mengendurkan otot perut yang tegang.
Sumber:
- Setiap habis makan kok buang air besar (BAB)? – Ikatan Dokter Anak Indonesia. Retrieved August 24, 2026, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/setiap-habis-makan-kok-buang-air-besar-bab
- Constipation and children – Better Health Channel. Retrieved August 24, 2026, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/constipation-and-children
- Your child might have functional constipation – Texas Children’s. Retrieved August 24, 2026, from https://www.texaschildrens.org/content/wellness/your-child-might-have-functional-constipation
- Sembelit (konstipasi) pada anak – Ikatan Dokter Anak Indonesia. Retrieved August 24, 2026, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/sembelit-konstipasi-pada-anak
- Konstipasi pada anak – Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Retrieved August 24, 2026, from https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2652/konstipasi-pada-anak
- Constipation in children – Children’s Hospital of Orange County. Retrieved August 24, 2026, from https://choc.org/conditions/gastroenterology/constipation-in-children/
- Baby constipated? 7 ways to deal with difficulty with bowel movements in your little one – EMC Healthcare. Retrieved August 24, 2026, from https://www.emc.id/en/care-plus/baby-constipated-7-ways-to-deal-with-difficulty-with-bowel-movements-in-your-little-one
- National clinical constipation pathway for primary care for children – NHS England. Retrieved August 24, 2026, from https://www.england.nhs.uk/long-read/national-clinical-constipation-pathway-for-primary-care-for-children/
- 10 signs that a child’s stomachache could be something serious – Harvard Health Publishing. Retrieved August 24, 2026, from https://www.health.harvard.edu/blog/10-signs-that-a-childs-stomachache-could-be-something-serious-2017112112781
- Infant constipation: How is it treated? - Mayo Clinic. Retrieved September 1, 2026, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/expert-answers/infant-constipation/faq-20058519
Artikel Terkait