Kami percaya bahwa ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi dan kami sepenuhnya mendukung rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia genap enam bulan. Nutrisi maternal yang sehat merupakan kunci untuk memulai dan melanjutkan pemberian ASI.
Lihat SelengkapnyaMaag saat hamil, terutama keluhan heartburn, cukup umum terjadi akibat perubahan hormonal dan meningkatnya tekanan di dalam perut seiring pertumbuhan kehamilan. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa panas di dada atau tenggorokan, nyeri ulu hati, dan mual.
Keluhan yang ringan umumnya dapat diredakan dengan perubahan pola makan dan posisi tubuh. Akan tetapi, jika gejala terasa berat atau menetap, Moms perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Perbedaan Heartburn, Nyeri Ulu Hati, dan Gangguan Lambung Lainnya
Heartburn saat hamil biasanya terasa seperti rasa terbakar atau panas di bagian tengah dada yang dapat menjalar ke arah tenggorokan. Keluhan ini terjadi ketika isi lambung naik kembali ke kerongkongan dan dapat disertai rasa asam atau makanan yang terasa kembali ke mulut.
Sementara itu, nyeri ulu hati terasa pada bagian atas perut, tepat di bawah tulang dada. Rasa yang muncul dapat berupa perih, terbakar, atau tidak nyaman dan tidak selalu berkaitan dengan naiknya asam lambung.
Istilah "maag" yang sering digunakan masyarakat dapat mencakup berbagai keluhan pada saluran cerna bagian atas, termasuk dispepsia, juga dapat menimbulkan keluhan pada area perut bagian atas. Bentuknya dapat berupa rasa penuh setelah makan, cepat kenyang, kembung, sendawa, atau mual.
Meski gejalanya bisa terasa mirip, maag dan gangguan lambung lainnya dapat dibedakan dari lokasi serta karakter rasa tidak nyaman yang muncul. Jika Moms masih ragu mengenai penyebab keluhan yang dirasakan, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan yang sesuai.
Kebiasaan yang Dapat Memperberat Maag Saat Hamil
Selain akibat perubahan yang terjadi pada tubuh selama kehamilan, beberapa kebiasaan berikut juga dapat membuat keluhan maag saat hamil lebih mudah muncul atau terasa lebih parah.
Makan dalam porsi besar
Makan dalam porsi besar sekaligus dapat membuat lambung lebih penuh sehingga isi lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. Sebagai gantinya, Moms dapat memilih porsi makan yang lebih kecil dan makan secara perlahan.
Langsung berbaring setelah makan
Langsung berbaring setelah makan juga dapat meningkatkan kemungkinan isi lambung naik kembali ke kerongkongan. Sebaiknya Moms tetap duduk atau berdiri tegak setelah makan dan hindari makan terlalu dekat dengan waktu tidur.
Konsumsi makanan atau minuman tertentu
Beberapa makanan dan minuman, seperti makanan pedas, berlemak, atau berkafein, juga dapat memicu keluhan. Namun, pemicunya bisa berbeda pada setiap orang. Moms dapat mengamati makanan atau minuman yang memicu gejala, lalu membatasinya sesuai toleransi.
Cara Mengatasi Maag Ibu Hamil
Jika keluhan masih ringan, perubahan pola makan dan kebiasaan sehari-hari dapat membantu mengurangi maag saat hamil. Moms dapat mencoba beberapa cara berikut di rumah.
- Makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering daripada makan dalam jumlah besar sekaligus agar lambung tidak terlalu penuh.
- Makan secara perlahan dan hindari makan terlalu dekat dengan waktu tidur.
- Tetap duduk tegak saat dan setelah makan serta tidak langsung berbaring.
- Membatasi makanan atau minuman yang memicu keluhan, seperti makanan pedas, berlemak, atau minuman berkafein.
- Mengatur posisi tidur dengan membuat kepala dan bahu sedikit lebih tinggi untuk membantu mengurangi asam lambung yang naik.
Jika perubahan pola makan dan kebiasaan belum cukup membantu, obat tertentu dapat digunakan selama kehamilan. Namun, Moms perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau bidan karena tidak semua obat untuk maag cocok digunakan selama kehamilan.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun heartburn saat hamil umumnya bukan kondisi serius, Moms sebaiknya tidak langsung menganggap semua rasa nyeri di dada atau perut sebagai maag. Beberapa gejala dapat menunjukkan kondisi lain yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Segera hubungi tenaga kesehatan jika Moms juga mengalami kondisi berikut.
- Nyeri dada yang berat, terutama jika terasa berbeda dari keluhan heartburn yang biasa.
- Muntah terus-menerus, terutama jika membuat Moms sulit makan atau minum.
- Sulit atau sakit saat menelan.
- Muntah darah atau terdapat darah dalam muntahan.
- Nyeri perut bagian atas yang menetap, terutama jika terasa berat atau disertai sakit kepala berat, gangguan penglihatan, atau pembengkakan yang tiba-tiba.
Jika maag saat hamil sering terjadi, mengganggu aktivitas atau tidur, atau tidak membaik setelah perubahan pola makan dan kebiasaan, konsultasikan dengan dokter atau bidan. Pemeriksaan dapat membantu memastikan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai selama kehamilan.
Memahami penyebab maag saat hamil dan cara mengatasinya dapat membantu Moms menjalani kehamilan dengan lebih nyaman. Ingin mendapatkan lebih banyak insight seputar kehamilan dan tumbuh kembang Si Kecil? Yuk, gabung LACTOCLUB Community untuk berbagi pengalaman, mendapatkan tips parenting dan berdiskusi bersama Expert!
FAQ Mengenai Maag saat Hamil
Kenapa ibu hamil lebih mudah terkena maag atau asam lambung naik?
Selama kehamilan, perubahan hormon dapat membuat otot yang membatasi lambung dan kerongkongan menjadi lebih rileks sehingga isi lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. Seiring bertambahnya usia kehamilan, rahim yang membesar juga dapat meningkatkan tekanan pada lambung. Kedua hal ini membuat keluhan seperti heartburn, rasa asam di mulut, atau nyeri ulu hati lebih mudah terjadi.
Makanan apa yang perlu dihindari agar maag tidak kambuh saat hamil?
Moms dapat membatasi makanan dan minuman yang diketahui memicu keluhan, misalnya makanan pedas, makanan tinggi lemak, serta minuman berkafein. Namun, pemicu maag dapat berbeda pada setiap orang. Karena itu, Moms dapat mengamati makanan atau minuman yang membuat gejala muncul atau memburuk, kemudian membatasinya sesuai toleransi.
Apakah maag saat hamil bisa berdampak pada kondisi janin?
Keluhan heartburn yang ringan umumnya tidak diketahui memberikan dampak langsung terhadap janin.
Namun, jika keluhan terasa berat atau menyebabkan Moms terus-menerus muntah hingga sulit makan dan minum, kondisi tersebut perlu diperiksakan karena dapat memengaruhi kecukupan asupan dan kondisi kesehatan Moms selama kehamilan. Segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika keluhan menetap, semakin berat, atau disertai tanda bahaya lainnya.
Sumber:
- Altuwaijri M. (2022). Evidence-based treatment recommendations for gastroesophageal reflux disease during pregnancy: A review. Medicine, 101(35), e30487. https://doi.org/10.1097/MD.0000000000030487
- Cleveland Clinic. (2024, April 26). Heartburn during pregnancy: Causes & treatment. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12011-heartburn-during-pregnancy
- Jewell, T. (2025, January 14). Epigastric pain: Causes, treatment, and more. Healthline. https://www.healthline.com/health/epigastric-pain
- Ali, R. A. R., Hassan, J., & Egan, L. J. (2022). Review of recent evidence on the management of heartburn in pregnant and breastfeeding women. BMC gastroenterology, 22(1), 219. https://doi.org/10.1186/s12876-022-02287-w
- Medicines used in pregnancy – NHS Somerset ICB. Retrieved August 31, 2026, from https://nhssomerset.nhs.uk/prescribing-and-medicines-management/prescribing-guidelines-by-clinical-area/medicines-in-pregnancy-children-and-lactation/medicines-used-in-pregnancy/
- Indigestion and heartburn in pregnancy – NHS. Retrieved August 31, 2026, from https://www.nhs.uk/pregnancy/common-symptoms/indigestion-and-heartburn/
Artikel Terkait