Kami percaya bahwa ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi dan kami sepenuhnya mendukung rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia genap enam bulan. Nutrisi maternal yang sehat merupakan kunci untuk memulai dan melanjutkan pemberian ASI.
Lihat Selengkapnya
Perut terasa penuh atau begah karena gas yang tidak kunjung keluar bisa membuat anak susah kentut sehingga ia merasa tidak nyaman. Kondisi ini dapat terjadi karena udara yang tertelan saat makan atau minum, makanan tertentu, perubahan pola makan, kurang bergerak, atau sembelit.
Kondisi anak biasanya dapat membaik setelah gas keluar atau ia buang air besar (BAB). Namun, jika perut Si Kecil semakin membesar atau ia mengalami nyeri, muntah, dan tampak sangat kesakitan, Moms sebaiknya waspada. Simak penyebab, cara mengatasinya, dan kapan Si Kecil harus dibawa ke dokter.
Perbedaan Gas Biasa dan Perut Kembung
Keberadaan gas di dalam saluran pencernaan merupakan hal yang normal. Penumpukan gas memang membuat Si Kecil sesekali merasa begah, bersendawa, atau ingin kentut. Namun, masalah gas ringan biasanya tidak disertai nyeri hebat dan dapat membaik setelah gas keluar atau Si Kecil kentut atau BAB.
Sementara itu, perut kembung pada anak perlu lebih diperhatikan jika perut terlihat semakin membesar, terasa sangat tegang, atau disertai nyeri yang menetap maupun semakin berat. Moms juga perlu mengamati kondisi Si Kecil secara keseluruhan, misalnya apakah ia masih aktif, mau makan dan minum, serta dapat BAB seperti biasa.
Penyebab Anak Susah Kentut
Produksi gas merupakan bagian normal dari proses pencernaan. Gas dapat terbentuk ketika bakteri di usus memecah makanan maupun ketika Si Kecil tanpa sadar menelan udara saat makan, minum, atau berbicara.
Berikut beberapa kondisi dapat membuat gas terasa lebih banyak atau lebih sulit dikeluarkan.
- Makan atau minum terlalu cepat sehingga lebih banyak udara tertelan.
- Minum menggunakan sedotan atau dari botol tertentu.
- Mengonsumsi minuman berkarbonasi.
- Mengonsumsi makanan tertentu yang pada sebagian anak lebih mudah menghasilkan gas.
- Mengalami perubahan pola makan secara tiba-tiba.
- Mengalami sembelit sehingga feses yang menumpuk dapat membuat gas lebih sulit keluar.
- Kurang bergerak atau melakukan aktivitas fisik.
Jadi, masalah anak susah kentut tidak selalu berarti ada gangguan serius pada saluran pencernaan. Moms juga dapat memperhatikan apakah Si Kecil masih bisa BAB, makan dan minum dengan baik, serta tetap aktif seperti biasanya.
Cara Agar Anak Bisa Kentut dengan Aman
Berikut beberapa cara agar anak bisa kentut yang dapat dicoba di rumah untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
Ajak anak bergerak aktif
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan, bermain, atau melakukan gerakan tubuh dapat membantu pergerakan usus. Anak tidak perlu melakukan olahraga berat. Aktivitas sehari-hari yang sesuai usianya sudah cukup.
Bantu anak makan lebih perlahan
Makan terburu-buru dapat membuat lebih banyak udara tertelan. Biasakan Si Kecil makan dengan tenang, mengunyah makanan dengan baik, dan tidak terburu-buru saat minum.
Perhatikan makanan yang memicu gas
Jika anak berulang kali mengalami kembung setelah mengonsumsi makanan tertentu, catatlah makanan dan gejalanya. Jangan langsung menghilangkan beberapa jenis makanan sekaligus dari menu anak, terutama makanan bergizi, tanpa mengetahui apakah makanan tersebut benar-benar menjadi pemicu.
Berikan kompres hangat
Menempelkan kompres hangat pada perut dapat membantu memberikan rasa nyaman ketika Si Kecil mengalami kembung ringan. Pastikan suhunya tidak terlalu panas dan jangan memberikan tekanan kuat pada perut.
Atasi sembelit jika ada
Kalau Si Kecil juga mengalami sembelit yang ditandai dengan BAB keras, jarang BAB, atau perlu mengejan saat BAB, ini bisa semakin mempersulit keluarnya gas. Untuk membantu mengatasinya, pastikan Si Kecil cukup minum, mendapatkan makanan berserat sesuai usianya, dan tetap aktif bergerak.
Kapan Harus ke Dokter?
Tidak semua anak yang susah kentut membutuhkan pemeriksaan dokter. Namun, keluhan yang disertai gejala tertentu dapat menunjukkan adanya masalah pada saluran pencernaan yang perlu segera diperiksa.
Segera bawa Si Kecil ke dokter jika ia mengalami kondisi berikut.
- Nyeri perut hebat atau nyeri yang semakin memburuk.
- Perut semakin membesar atau terasa sangat tegang.
- Muntah berulang, terutama muntah berwarna hijau.
- Tidak dapat BAB maupun buang gas.
- Demam.
- Darah pada feses.
- Anak terlihat sangat lemas atau sulit dibangunkan.
- Tidak mau minum atau menunjukkan tanda dehidrasi.
Setelah keluhan membaik, pastikan kebutuhan nutrisi harian Si Kecil tetap terpenuhi melalui pola makan beragam dan bergizi seimbang. Sebagai pelengkap asupan nutrisi harian Si Kecil, Moms dapat memilih LACTOGROW. LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri* dan 0g sukrosa. Selain itu, LACTOGROW juga diperkaya dengan inulin, DHA, ARA, omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk membantu menjaga kenyamanan pencernaan Si Kecil. Pencernaan yang sehat berperan penting dalam proses penyerapan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya. Yuk, dukung kesehatan pencernaan Si Kecil dengan LACTOGROW!
FAQ Mengenai Anak Susah Kentut yang Perlu Diketahui
Kenapa anak bisa susah kentut atau buang gas?
Anak dapat susah kentut karena gas menumpuk atau lebih sulit keluar dari saluran pencernaan. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh udara yang tertelan saat makan atau minum terlalu cepat, konsumsi makanan atau minuman tertentu, perubahan pola makan, kurang bergerak, hingga sembelit. Jika Si Kecil masih aktif, dapat BAB, serta makan dan minum seperti biasa, keluhan umumnya dapat dipantau terlebih dahulu.
Cara alami apa yang bisa membantu anak kentut lebih lancar?
Moms dapat mengajak Si Kecil bergerak atau bermain sesuai usianya untuk membantu pergerakan usus. Biasakan juga anak makan dan minum lebih perlahan, cukupi kebutuhan cairan, serta perhatikan makanan yang mungkin memicu gas. Kompres hangat pada perut juga dapat diberikan untuk membantu memberikan rasa nyaman saat Si Kecil mengalami kembung ringan.
Apakah anak susah kentut bisa jadi tanda gangguan pencernaan serius?
Tidak selalu. Namun, susah kentut perlu segera diperiksakan jika disertai nyeri perut hebat, perut semakin membesar atau terasa sangat tegang, muntah berulang terutama yang berwarna hijau, tidak dapat BAB maupun buang gas, demam, atau darah pada feses. Segera cari pertolongan medis jika Si Kecil juga tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, tidak mau minum, atau menunjukkan tanda dehidrasi.
Sumber:
- SPARSH Hospital. (2026). Gas and bloating in children. SPARSH Hospital. https://www.sparshhospital.com/blog/gas-and-bloating-in-children/
- WebMD. (n.d.). Gas pain in children. WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/gas-pain-children
- Sanidhya Clinic. (2025, July 25). Gas problems in kids: Causes, symptoms, and when to worry. https://www.sanidhyaclinic.com/post/gas-problems-in-kids-causes-symptoms-and-when-to-worry
Artikel Terkait