Kami percaya bahwa ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi dan kami sepenuhnya mendukung rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia genap enam bulan. Nutrisi maternal yang sehat merupakan kunci untuk memulai dan melanjutkan pemberian ASI.
Lihat Selengkapnya
Warna feses saat anak buang air besar (BAB) dapat berubah, tergantung makanan yang dikonsumsi, proses pencernaan, hingga kondisi kesehatan Si Kecil. Namun, BAB anak warna abu-abu yang benar-benar pucat, putih, atau seperti dempul perlu mendapat perhatian, terutama jika perubahan tersebut terjadi berulang atau disertai keluhan lain.
Perbedaan BAB Pucat Normal dan Berbahaya
Salah satu faktor yang memengaruhi warna feses adalah empedu. Empedu diproduksi oleh hati dan dialirkan ke saluran pencernaan. Pigmen yang terkandung di dalam empedu kemudian memberikan warna pada feses.
Jika aliran empedu ke usus berkurang atau terhambat, feses dapat kehilangan sebagian pigmennya sehingga terlihat lebih pucat. Kondisi ini dapat berkaitan dengan gangguan pada hati, saluran empedu, pankreas, atau bagian lain dari sistem pencernaan sehingga perlu dinilai lebih lanjut oleh dokter.
Namun, tidak semua perubahan warna BAB menunjukkan adanya gangguan kesehatan. Makanan, obat, atau suplemen tertentu juga dapat membuat warna feses berubah sementara. Oleh sebab itu, Moms perlu memperhatikan seberapa pucat warna feses dan apakah warna feses kembali normal pada BAB berikutnya atau justru kembali berubah.
Feses yang hanya tampak sedikit lebih terang belum tentu menunjukkan masalah. Sebaliknya, warna feses tidak normal anak yang terlihat benar-benar putih, abu-abu sangat pucat, atau seperti dempul perlu lebih diperhatikan, terutama jika terjadi lebih dari satu kali.
Tips Mengatasi BAB Anak Pucat di Rumah
Saat menemukan perubahan warna BAB, Moms dapat mengamati dan mendokumentasikan perubahan yang terjadi. Foto feses dapat membantu menunjukkan warna BAB, terutama jika warnanya kembali normal sebelum Si Kecil sempat diperiksa oleh dokter.
Selain itu, Moms juga dapat mencatat beberapa hal berikut.
- Warna dan konsistensi feses.
- Seberapa sering Si Kecil BAB.
- Kapan perubahan warna pertama kali terlihat.
- Apakah warna BAB kembali normal pada BAB berikutnya.
- Makanan, obat, atau suplemen yang dikonsumsi Si Kecil.
- Warna urine.
- Ada atau tidaknya kulit atau bagian putih mata yang tampak kuning.
- Keluhan lain seperti gatal, demam, muntah, atau nyeri perut.
Catatan tersebut dapat membantu dokter memahami pola perubahan BAB dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika penyebab feses anak pucat belum diketahui dan warna BAB sering tampak putih atau abu-abu yang cenderung sangat pucat, sebaiknya Moms membawa Si Kecil ke dokter untuk diperiksa daripada mencoba mengatasinya sendiri di rumah.
Moms juga perlu segera berkonsultasi jika perubahan warna BAB disertai gejala lain, seperti:
- kulit atau bagian putih mata tampak kuning,
- urine berwarna lebih gelap dari biasanya,
- gatal pada kulit,
- nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut,
- demam,
- mual atau muntah,
- nafsu makan menurun, atau
- berat badan turun atau pertumbuhan tidak sesuai.
Setelah penyebab perubahan warna BAB dievaluasi dan kondisi Si Kecil mendapatkan penanganan yang sesuai, pastikan kebutuhan nutrisi hariannya tetap terpenuhi melalui pola makan yang beragam dan bergizi seimbang.
Sebagai pelengkap asupan nutrisi harian Si Kecil, Moms dapat memberikan LACTOGROW. LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri* dan 0g sukrosa. Selain itu, LACTOGROW juga diperkaya dengan inulin, DHA, ARA, omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk membantu menjaga kenyamanan pencernaan Si Kecil.
Pencernaan yang sehat berperan penting dalam proses penyerapan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya. Yuk dukung kesehatan pencernaan Si Kecil dengan LACTOGROW!
FAQ Tentang BAB Anak Berwarna Abu-abu atau Pucat
Apa arti feses anak berwarna abu-abu atau pucat?
Feses anak yang berwarna abu-abu atau pucat dapat terjadi ketika jumlah pigmen empedu yang masuk ke saluran pencernaan berkurang. Jika feses terlihat benar-benar putih, abu-abu sangat pucat, atau seperti dempul, terutama jika terjadi berulang, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan aliran empedu atau masalah pada hati, saluran empedu, maupun pankreas dan perlu diperiksakan ke dokter.
Apakah BAB warna abu-abu selalu berbahaya?
Tidak selalu. Warna feses dapat berubah sementara akibat makanan, obat, atau suplemen tertentu. Feses yang hanya sedikit lebih terang dan kembali normal pada BAB berikutnya belum tentu menandakan masalah kesehatan. Namun, jika feses berulang kali terlihat putih atau abu-abu sangat pucat, sebaiknya Si Kecil diperiksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Apa yang perlu dilakukan orang tua saat menemukan BAB anak warna abu-abu?
Moms dapat memotret feses dan mencatat perubahan warna, konsistensi, serta frekuensi BAB Si Kecil. Perhatikan juga makanan, obat, atau suplemen yang dikonsumsi dan gejala lain yang menyertai. Segera konsultasikan ke dokter jika warna pucat terjadi berulang atau disertai kulit atau mata menguning, urine berwarna gelap, demam, muntah, nyeri perut, nafsu makan menurun, atau berat badan turun.
Sumber:
- Johns Hopkins Medicine. (n.d.). What can your child’s poop color tell you? Retrieved from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/stool-color-guide
- Children’s Hospital Colorado. (2026, May 12). Baby poop guide. Retrived from https://www.childrenscolorado.org/just-ask-childrens/articles/baby-poop-guide/
- Cleveland Clinic. (2025, February 11). Clay colored or pale stool. Retrieved from https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/clay-colored-or-pale-stool
Artikel Terkait