Parenting Corner

Penyebab Muntaber pada Anak, Cara Mencegah Dehidrasi, dan Penularannya

28 October 2026

Penyebab Muntaber

Muntaber, atau muntah dan berak, adalah kondisi yang ditandai dengan muntah dan buang air besar (BAB) secara berulang. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh peradangan pada lambung dan usus akibat infeksi virus atau bakteri.

Muntaber atau sering disebut dengan gastroenteritis dapat dialami siapa saja, tetapi anak-anak termasuk dalam kelompok yang paling berisiko. Karenanya, sebagai orang tua, Moms perlu tahu apa penyebab muntaber pada anak agar dapat mencegah dan memberi penanganan pertama dengan tepat.

Gejala dan Penyebab Muntaber pada Anak

Moms mungkin masih sulit membedakan antara muntaber dengan muntah biasa yang disertai diare. Pada dasarnya, muntah adalah reaksi tubuh untuk mengeluarkan isi perut dari dalam lambung melalui mulut. Reaksi ini membutuhkan kerja otot perut, dada, dan leher.

Muntah bisa disebabkan banyak hal, seperti terlalu banyak makan, pusing, mabuk kendaraan, hingga mual terkait kehamilan. Muntah juga bisa menjadi gejala dari banyak kondisi kesehatan, termasuk menjadi gejala muntaber anak.

Sementara itu, muntaber atau gastroenteritis adalah peradangan pada saluran pencernaan, termasuk lambung dan usus, yang dapat menyebabkan gejala utama berupa diare, mual, dan muntah. Terkadang kondisi ini juga disertai nyeri perut dan demam.

Penyebab muntaber yang utama adalah infeksi virus, bakteri, atau parasit. Virus yang kerap menyebabkan muntaber yakni norovirus, rotavirus, dan adenovirus.

Sementara bakteri penyebab muntaber pada anak di antaranya Campylobacter, Salmonella dan E. coli yang dapat masuk ke tubuh anak-anak melalui makanan dan minuman yang tidak higienis atau sudah tercemar.

Ada juga parasit yang menjadi penyebab anak terserang muntaber, seperti Giardia intestinalis dan Cryptosporidium parvum. Parasit ini biasanya masuk ke tubuh melalui minuman atau permukaan tangan yang menyentuh benda terkontaminasi.

Cara Mencegah Dehidrasi Akibat Muntaber

Bahaya utama dari muntaber pada anak adalah dehidrasi karena cairan tubuh banyak terbuang melalui muntah dan diare. Dehidrasi akan membuat anak mudah haus, tetapi dehidrasi parah dapat berakibat fatal.

Karenanya, fokus penanganan muntaber pada anak adalah menjaga agar asupan cairan tubuh terjaga sehingga anak tidak sampai mengalami dehidrasi. Berikut beberapa cara mencegah dehidrasi pada anak muntaber.

  • Dorong anak untuk tetap minum sedikit demi sedikit dan sering. Berikan setiap 10–15 menit sekali dan tingkatkan jumlahnya secara bertahap. Apabila Si Kecil kembali muntah atau buang air, ulang pemberian cairan dari awal.
  • Untuk mengembalikan elektrolit tubuh, Moms perlu menyiapkan larutan oralit. Moms bisa membeli serbuk oralit di apotek maupun toko kelontong. Oralit penting untuk mengembalikan cairan dan elektrolit tubuh, seperti natrium dan kalium.
  • Untuk bayi yang masih menyusu, tetap berikan ASI sesuai kebutuhan Si Kecil. Jika anak mengonsumsi susu formula dan muntah berulang, berikan cairan rehidrasi oral (ORS) sedikit demi sedikit tetapi lebih sering untuk membantu mencegah dehidrasi. Setelah muntah mereda dan anak dapat menoleransi cairan, susu formula dapat diberikan kembali secara bertahap dalam porsi kecil.

Tips Cegah Penularan Muntaber

Virus, bakteri, dan parasit yang menjadi penyebab muntaber sangat mudah menyebar. Tak jarang, saat ada satu anak menderita muntaber dan masih bermain bersama teman-temannya, ia dapat dengan mudah menularkan penyakit tersebut. Muntaber juga dapat menyebar dengan cepat di antara anggota keluarga.

Moms bisa melindungi Si Kecil dan anggota keluarga lainnya dengan menerapkan cara mencegah muntaber sebagai berikut.

  • Ajarkan kebiasaan mencuci tangan rutin setelah dari toilet serta sebelum dan sesudah makan menggunakan sabun dan air mengalir.
  • Pastikan bahan makanan dan peralatan memasak telah dicuci bersih sebelum proses memasak dimulai.
  • Hindari berbagi pemakaian alat makan, handuk mandi, dan pakaian dengan anggota keluarga yang sedang mengalami muntaber.
  • Selalu perhatikan kebersihan fasilitas sanitasi, terutama toilet, yang bisa menjadi pusat penyebaran virus dan bakteri penyebab muntaber.

Tanda Anak Butuh Pertolongan Medis

Meskipun muntaber umumnya dapat ditangani di rumah, Moms tetap harus ekstra waspada terhadap tanda kegawatan yang mungkin dialami Si Kecil yang menderita muntaber. Berikut beberapa di antaranya.

  • Muncul tanda dehidrasi, yakni mata cekung, air mata tidak keluar, mulut kering, dan urine tidak keluar.
  • Terdapat bercak darah pada feses atau muntah, yang menandakan adanya luka di saluran pencernaan.
  • Nyeri perut yang hebat.
  • Demam tinggi.
  • Tubuh anak sangat lemas.

Apabila Moms menemukan tanda-tanda di atas pada Si Kecil, jangan ragu untuk segera membawanya ke dokter agar mendapat penanganan medis yang tepat.

Untuk membantu pemulihan Si Kecil, pastikan Moms memenuhi kebutuhan gizi hariannya dengan memberikan makanan yang beragam. Moms juga dapat melengkapi asupan hariannya dengan memberikan susu pertumbuhan, seperti LACTOGROW.

LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri* dan juga 0gr sukrosa. Selain itu, LACTOGROW mengandung serat inulin serta diperkaya dengan omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil.

Pencernaan yang sehat berperan penting dalam proses penyerapan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya. Yuk dukung kesehatan pencernaan Si Kecil dengan LACTOGROW!

Demikian Moms, informasi seputar penyebab muntaber pada anak, serta cara mencegah penularannya. Semoga artikel ini dapat membantu Moms dalam melindungi kesehatan Si Kecil, terutama dari risiko muntaber.

*Nestle adalah satu-satunya pemegang lisensi L. reuteri DSM 17938 untuk produk susu pertumbuhan.

FAQ Tentang Penyebab Muntaber pada Anak

1. Apa penyebab muntaber pada anak?

Muntaber atau muntah dan diare berulang bisa diakibatkan peradangan pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau parasit.

2. Bagaimana cara mencegah penularan muntaber di rumah?

Muntaber termasuk penyakit yang mudah menular. Cara mencegah penularannya di rumah yakni dengan menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan sebelum dan setelah makan, atau setelah dari toilet, serta menghindari memakai barang yang sama dengan anggota keluarga yang sakit, misalnya handuk, alat makan, dan pakaian. Penting juga untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama toilet.

3. Bagaimana cara mencegah dehidrasi saat anak mengalami muntaber?

Mencegah dehidrasi pada anak yang menderita muntaber bisa dilakukan dengan menjaga asupan cairan tubuhnya. Berikan asupan cairan pengganti secara bertahap, baik melalui air minum, makanan berkuah, atau larutan oralit. Beri asupan cairan sedikit demi sedikit namun sering. Jangan langsung memberi banyak cairan sekaligus agar tidak memicu muntah kembali.

Sumber:

  • Mengenal Gastroenteritis - Kemkes. Retrieved on August 26 2026 from https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1962/mengenal-gastroenteritis
  • Vomiting (Emesis) - Cleveland Clinic. Retrieved on August 26 2026 from https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/vomiting
  • Gastroenteritis: First aid - Mayo Clinic. Retrieved on August 26 2026 from https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-gastroenteritis/basics/art-20056595
  • Gastroenteritis In children - Harvard Health. Retrieved on August 26 2026 from https://www.health.harvard.edu/digestive-health/gastroenteritis-in-children-a-to-z
  • Gastroenteritis in Children - MSD Manual. Retrieved on August 26 2026 from https://www.msdmanuals.com/home/children-s-health-issues/gastrointestinal-disorders-in-children/gastroenteritis-in-children
  • Gastroenteritis in children - Better Health. Retrieved on August 26 2026 from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/gastroenteritis-in-children



Bagikan : Facebook WhatsApp