Kami percaya bahwa ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi dan kami sepenuhnya mendukung rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia genap enam bulan. Nutrisi maternal yang sehat merupakan kunci untuk memulai dan melanjutkan pemberian ASI.
Lihat Selengkapnya
Menangis memang hal yang lazim dilakukan oleh bayi. Entah karena popoknya basah, lapar, haus, atau mengantuk, bayi cenderung akan mengekspresikannya dengan cara menangis.
Akan tetapi, Moms harus waspada saat Si Kecil terus menangis tanpa terkendali. Pasalnya, hal itu bisa saja menandakan adanya masalah kolik infantil pada bayi. Cara mengatasi kolik pada bayi adalah pengetahuan penting yang harus dipahami oleh orang tua.
Bayi yang mengalami kolik memang bisa membuat orang tua frustrasi karena seringkali sulit diketahui penyebabnya. Oleh karena itu, Moms harus memahami apa itu kolik pada bayi, serta tanda dan cara mengatasinya.

Apa Itu Kolik Pada Bayi?
Sebelum memahami cara mengatasi kolik pada bayi, ada baiknya para Moms harus memahami apa itu kolik pada bayi.
Kolik bayi atau infant distress syndrome adalah kondisi pada bayi berusia kurang dari 5 bulan saat gejala mulai muncul, yang ditandai dengan episode menangis dan rewel berulang dalam waktu lama tanpa penyebab yang jelas serta sulit ditenangkan atau dihentikan oleh pengasuh. Setelah evaluasi yang sesuai, gejala tersebut tidak dapat sepenuhnya dijelaskan oleh kondisi medis lain.
Tangisan tersebut terjadi tanpa adanya penyebab fisik yang jelas. Bahkan, meskipun tampak kesakitan, bayi tetap menyusu dengan normal dan berat badannya tetap bertambah selayaknya bayi yang sehat.
Karena tidak memiliki penyebab yang jelas, tangisan bayi kolik sulit ditenangkan. Bahkan setelah kebutuhan dasarnya, seperti menyusu maupun ganti popok, sudah terpenuhi.
Kolik lebih sering terjadi pada 2 minggu sampai 4 bulan pertama kehidupan dan akan berkurang serta berhenti sekitar usia bayi 4 bulan atau lebih cepat.
Apa Saja Tanda Kolik pada Bayi?
Setelah mengetahui apa itu kolik pada bayi, Moms perlu tahu tanda kolik pada bayi. Kolik pada bayi yang umum terlihat adalah menangis atau rewel selama beberapa jam sehari tanpa alasan yang jelas.
Bayi yang mengalami kolik sering menangis pada waktu yang cenderung berulang, terutama dari jam 6 sore sampai tengah malam.
Si Kecil juga dapat menunjukkan ciri-ciri bayi kolik seperti berikut.
- Sering bersendawa atau mengeluarkan banyak gas. Hal ini bisa terjadi karena ia menelan udara sambil menangis.
- Episode menangis dan rewel berulang dalam waktu lama, sulit ditenangkan, tanpa penyebab yang jelas, dan mulai muncul sebelum bayi berusia 5 bulan.
- Wajah memerah.
- Perutnya terasa kencang.
- Kaki menekuk ke arah perut saat menangis.
- Mengepalkan tangan saat menangis.
Gejala kolik bisa menyerupai kondisi medis lainnya. Jika Moms tidak bisa memastikan apakah gejala Si Kecil berkaitan dengan kolik atau kondisi lain yang lebih serius, cobalah berkonsultasi ke dokter anak untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.
Setelah memastikan tidak ada masalah lainnya, biasanya dokter hanya akan bertanya tentang gejala dan riwayat kesehatannya. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dengan berfokus pada hal-hal seperti tingkat energi, warna kulit, pernapasan, suhu tubuh, dan berat bayi.
Faktor yang Dapat Memengaruhi Terjadinya Kolik
Para ahli menduga bahwa hal berikut ini bisa menjadi pemicu kolik.
Sensitif dan Kesulitan Menyesuaikan Diri dengan Dunia
Bayi baru lahir masih belajar beradaptasi dengan berbagai rangsangan di lingkungan sekitarnya, seperti cahaya, suara, dan sentuhan.
Pada sebagian bayi, rangsangan yang berlebihan dapat membuatnya lebih mudah rewel atau menangis. Kondisi ini diduga dapat menjadi salah satu faktor yang memicu atau memperburuk kolik.
Tidak Mampu Menenangkan Diri
Beberapa bayi sangat sensitif terhadap rangsangan karena sistem saraf mereka belum matang. Seiring bertambahnya usia bayi, mereka akan lebih mampu mengendalikan sistem sarafnya. Pada saat itulah kolik biasanya akan membaik.
Alergi Susu atau Intoleransi
Intoleransi laktosa atau alergi susu sapi dapat menimbulkan gejala seperti mual, diare, atau konstipasi yang membuat bayi merasa tidak nyaman dan lebih rewel. Pada sebagian bayi, keluhan tersebut dapat berkaitan dengan gejala yang menyerupai atau memperburuk kolik.
Mikrobiota
Meski penyebab pasti kolik pada bayi hingga kini belum diketahui, salah satu faktor yang diduga berperan adalah ketidakseimbangan mikrobiota di saluran pencernaan. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan dan fungsi pencernaan bayi sehingga berpotensi menimbulkan rasa tidak nyaman.
Lingkungan
Masalah kolik pada bayi juga bisa dipicu karena pengaruh masalah lingkungan, misalnya suhu di area sekitarnya terlalu panas atau terlalu dingin. Selain masalah suhu udara, faktor kebisingan juga bisa menjadi pemicu kolik pada bayi.
Cemas pada Orang Tua
Kecemasan dan stres yang dialami orang tua juga diduga dapat memengaruhi kondisi bayi yang mengalami kolik. Perasaan tersebut dapat membuat orang tua lebih sulit merespons dan menenangkan bayi secara optimal sehingga interaksi dan bonding selama proses pengasuhan dapat ikut terpengaruh.
Membedakan Tangisan Kolik dan Alasan Lainnya
Meskipun penyebab bayi kolik tidak diketahui secara pasti, Moms tetap bisa membedakan tangisan yang berkaitan dengan kolik dan tangisan yang disebabkan kondisi lainnya. Berikut beberapa hal yang dapat Moms perhatikan.
Tangis bayi karena kebutuhan dasar
Bayi bisa menangis ketika kebutuhan dasarnya tidak terpenuhi, seperti karena lapar, popok basah, atau lelah dan mengantuk. Tangisan Si Kecil karena kebutuhan dasar ini akan langsung mereda setelah kebutuhan dasarnya terpenuhi, yakni setelah menyusu, ganti popok, dan tidur nyenyak.
Pada kolik, tangisan terjadi tanpa penyebab yang jelas dan tidak berhenti meskipun semua kebutuhan dasar bayi sudah terpenuhi dengan baik. Kolik juga tidak membaik dengan cara menenangkan yang biasa.
Tangis bayi karena refluks
Refluks adalah naiknya makanan atau susu dari lambung ke kerongkongan saat bayi sedang atau selesai menyusu. Kondisi ini disebabkan karena otot katup kerongkongan yang masih lemah. Bayi dapat menangis karena refluks menimbulkan rasa tak nyaman pada perut dan nyeri saat menelan.
Sementara itu, tangisan bayi kolik tidak berkaitan dengan waktu menyusu. Bayi juga tidak menunjukkan reaksi muntah yang berlebih seperti pada refluks.
Tangis bayi karena alergi
Reaksi alergi dapat membuat bayi menangis, misalnya pada alergi protein susu sapi. Selain menangis, gejala lain yang mungkin menyertainya yakni gangguan pencernaan, ruam dan gatal pada kulit, pembengkakan, hingga gangguan pernapasan.
Berbeda dengan tangisan karena alergi, bayi kolik tidak disertai gejala lain. Bayi tampak sehat secara fisik dan tetap tumbuh serta berkembang dengan normal.
Tangis bayi karena infeksi
Tangisan bayi karena infeksi bersifat konstan karena Si Kecil merasakan sakit. Kondisi ini juga dapat disertai gejala lain yang cukup jelas, seperti demam, muntah, diare, tubuh lesu, atau pembengkakan di bagian tubuh tertentu.
Sementara pada bayi kolik, di luar episode tangisan mereka akan tetap tampak sehat dan aktif, menyusu dengan baik, serta tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit serius atau demam.
Cara Mengatasi Kolik Pada Bayi
Mencari solusi bayi kolik memang terbilang gampang-gampang susah. Namun, langkah pertama yang harus orang tua lakukan adalah berkonsultasi dengan dokter anak untuk memastikan bahwa tangisan tersebut tidak terkait dengan kondisi medis serius yang mungkin memerlukan perawatan.
Selain itu, cara mengatasi kolik abdomen pada bayi adalah dengan tidak memberikan si Kecil makanan dalam jumlah besar karena bisa membuat perutnya tidak nyaman. Sebagai gantinya, beri ia makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering.
Saat tangisan bayi terasa kencang, Moms bisa coba menggendongnya. Gerak dan kontak tubuh selama menggendong akan meyakinkan si Kecil bahwa semuanya akan aman dan membuatnya lebih tenang.
Moms bisa juga menimang Si Kecil dan menghidupkan white noise seperti suara penyedot debu atau kipas angin. Memperdengarkan suara yang menenangkan disertai gerakan ritmis diyakini dapat membantu meringankan kolik pada bayi dua bulan.
Moms juga bisa membaringkan bayi secara telungkup di lutut dan gosok punggungnya dengan lembut untuk membuatnya merasa terhibur. Membalut si Kecil dengan selimut besar dan tipis agar ia merasa aman dan hangat juga bisa menjadi cara mengatasi kolik pada bayi baru lahir.
Cara-cara mengatasi bayi kolik di atas mungkin saja ampuh untuk beberapa bayi, tetapi bisa juga tidak. Orang tua perlu mencoba berbagai cara yang cocok dalam mengatasi anak saat kolik. Hal terpenting dalam cara mengatasi kolik pada bayi adalah membuat diri Moms tetap positif dan tidak panik.
Kapan Bayi Kolik Perlu Periksa ke Dokter?
Kolik biasanya dimulai dalam beberapa minggu setelah bayi lahir dan mencapai puncaknya sekitar usia enam minggu. Kolik biasanya akan membaik dan berhenti dengan sendirinya setelah bayi berusia 3–4 bulan.
Meski demikian, Moms perlu waspada jika:
- kolik tidak berhenti setelah usia 4 bulan,
- pola tangisan berubah, serta
- muncul gejala seperti demam, muntah, diare, feses berdarah, atau gangguan pencernaan lainnya.
Tangisan bayi yang sangat keras dan terus menerus memang bisa membuat orangtua merasa frustrasi. Saat merasa kewalahan dan tegang, Moms bisa meminta bantuan anggota keluarga lain untuk menjaga si Kecil sementara Moms menenangkan diri sejenak.
Kolik umumnya akan membaik seiring bertambahnya usia Si Kecil. Namun, kesehatan dan kenyamanan pencernaan tetap penting untuk Moms perhatikan di setiap tahap pertumbuhannya. Pencernaan yang sehat berperan dalam proses penyerapan nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil.
Ingin mendapatkan lebih banyak insight seputar dan tumbuh kembang Si Kecil, termasuk tentang kolik dan cara mengatasinya? Yuk, gabung di LACTOCLUB Community untuk berbagi pengalaman, mendapatkan tips parenting, dan berdiskusi bersama Expert!
FAQ Mengenai Kondisi Kolik pada Bayi
1. Apa yang dimaksud dengan kolik pada bayi?
Kolik pada bayi yakni kondisi ketika bayi sehat menangis berlebihan dan terus-menerus tanpa penyebab medis yang jelas selama berjam-jam. Kondisi ini biasanya dimulai saat bayi memasuki usia 2 minggu dan akan mereda atau berhenti di usia 4-5 bulan.
2. Sampai usia berapa kolik pada bayi biasanya berlangsung?
Kolik pada bayi biasanya berlangsung hingga usia sekitar 4 bulan dan maksimal sudah berhenti di usia 5 bulan.
3. Apakah kolik pada bayi bisa dicegah sejak awal?
Kolik pada bayi tidak bisa dicegah karena merupakan bagian perkembangan yang normal. Biasanya berkaitan dengan perkembangan sistem saraf dan pencernaan bayi yang belum matang. Meski tidak bisa dicegah, gejala kolik pada bayi bisa dikurangi dengan memastikan kenyamanan bayi.
Sumber:
- The Rome Foundation. (2026). Rome V, disorders of gut-brain interaction 5th edition. https://theromefoundation.org/rome-iv/rome-v-disorders-of-gut-brain-interaction-5th-edition/
- Crying or Colic? - Kaiser Permanente. Retrieved on August 26 2026 from https://mydoctor.kaiserpermanente.org/ncal/article/crying-or-colic-1211921
- Colic and crying - self-care - Medline Plus. Retrieved on August 26 2026 from https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000753.htm
- Colic - NHS. Retrieved on August 26 2026 from https://www.nhs.uk/conditions/colic/
- Colic - Cleveland Clinic. Retrieved on August 26 2026 from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10823-colic
- Crying baby: What to do when your newborn cries - Mayo Clinic. Retrieved on August 26 2026 from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/healthy-baby/art-20043859
- Reflux in babies - NHS. Retrieved on August 26 2026 from https://www.nhs.uk/conditions/reflux-in-babies/
- Allergy Symptoms in Babies - Solid Starts. Retrieved on August 26 2026 from https://solidstarts.com/articles/symptoms-of-allergic-reactions/
- Constantly crying - CMPA. Retrieved on August 26 2026 from https://www.cowsmilkallergy.com/hcp/pediatric-symptoms/constantly-crying
- Excessive Crying in Infants - UF Health. Retrieved on August 26 2026 from https://ufhealth.org/conditions-and-treatments/excessive-crying-in-infants
Artikel Terkait