Parenting Corner

Ciri-Ciri Anak Diare, Moms Harus Waspada!

16 April 2026

Ciri-ciri anak diare

Perubahan kebiasaan buang air besar pada anak sering membuat orang tua kebingungan. Si Kecil yang biasanya ceria mendadak lebih sering ingin ke toilet dan tampak kurang nyaman. 

Agar tidak khawatir berlebihan, Moms bisa mulai mencari tahu ciri-ciri anak diare, cara agar anak terhindar diare, dan langkah awal yang bisa dilakukan di rumah demi menjaga kesehatan Si Kecil.

Ciri-Ciri Anak Diare

Beberapa tanda yang sering menyertai kondisi diare antara lain:

  • BAB encer atau cair, bisa lebih dari tiga kali sehari
  • Perut terasa mulas atau kembung
  • Nafsu makan menurun
  • Anak tampak lebih rewel atau mudah lelah

Kondisi ini umumnya masih bisa dipantau di rumah selama Si Kecil tetap mau minum dan tampak aktif. 

Namun, perlu dipahami bahwa diare tidak selalu bersifat ringan. Pada situasi tertentu, diare bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, sehingga Moms perlu mengenali tanda-tanda bahaya yang perlu diwaspadai sejak awal.

Tanda Bahaya yang Harus Diwaspadai

Moms perlu lebih waspada jika diare disertai tanda-tanda yang mengarah pada kondisi serius. Berikut beberapa di antaranya:

  • Anak tampak sangat lemas atau mengantuk
  • Mulut dan bibir kering, jarang buang air kecil
  • Mata terlihat cekung atau menangis tanpa air mata
  • Diare berlangsung lebih dari beberapa hari atau disertai darah
  • Demam tinggi atau muntah terus-menerus

Tanda-tanda ini bisa mengarah pada dehidrasi atau infeksi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. 

Agar lebih mudah mengambil keputusan, Moms juga perlu memahami perbedaan diare ringan dan diare berat pada Si Kecil.

Baca Juga: 6 Manfaat Lactobacillus Reuteri untuk Anak

Perbedaan Diare Ringan dan Berat

Diare ringan biasanya masih memungkinkan anak untuk tetap beraktivitas, mau minum, dan tidak menunjukkan tanda dehidrasi. Kondisi ini biasanya bisa ditangani di rumah dengan pemantauan yang cermat.

Sebaliknya, diare berat ditandai dengan kondisi Si Kecil yang tampak lemah, sulit minum, atau menunjukkan tanda kehilangan cairan yang jelas. Pada kondisi ini, penanganan medis diperlukan untuk mencegah komplikasi.

Langkah Awal yang Perlu Dilakukan untuk Pemulihan Anak Diare

Saat Si Kecil mengalami diare, fokus utama adalah menjaga keseimbangan cairan tubuh. Berikut langkah awal yang bisa Moms lakukan di rumah:

1. Cukupi Asupan Cairan

Terus berikan ASI atau susu sesuai usia anak. Pemberian cairan sebaiknya dilakukan sedikit demi sedikit tetapi lebih sering, agar lebih mudah diserap dan membantu mencegah dehidrasi.

2. Berikan Porsi Kecil Namun Lebih Sering

Saat diare, nafsu makan anak memang bisa menurun. Jika Si Kecil masih mau makan, berikan makanan lembut dan mudah dicerna. Tidak perlu memaksa, cukup sesuaikan dengan apa yang bisa diterima anak.

3. Hindari Makanan dan Minuman Tertentu

Hindari minuman manis, bersoda, atau jus berlebihan karena dapat memperburuk diare.

4. Pantau Kondisi Anak Secara Berkala

Perhatikan frekuensi BAB, asupan cairan, dan tanda-tanda dehidrasi untuk menentukan apakah perawatan di rumah masih cukup atau anak perlu dibawa ke tenaga kesehatan.

Tips Agar Anak Tidak Diare

Selain penanganan, membangun kebiasaan sehari-hari juga berperan penting dalam menurunkan risiko diare pada anak. Berikut beberapa kebiasaan yang dapat membantu menurunkan risiko diare pada anak:

  • Membiasakan cuci tangan dengan sabun, terutama sebelum makan, setelah dari toilet, dan setelah bermain.
  • Memastikan makanan dan minuman diolah dengan bersih serta matang sempurna sebelum dikonsumsi.
  • Menjaga kebersihan peralatan makan agar tidak menjadi sumber kuman.
  • Mengajarkan kebiasaan hidup bersih sesuai usia anak, seperti tidak memasukkan tangan atau benda kotor ke dalam mulut.

Menjaga kesehatan pencernaan Si Kecil tidak hanya bergantung pada penanganan saat diare terjadi, tetapi juga pada dukungan nutrisi sehari-hari yang tepat. Asupan gizi yang seimbang membantu sistem pencernaan anak bekerja lebih optimal dan mendukung daya tahan tubuhnya.

Sebagai pilihan, Moms bisa memilih LACTOGROW PRO yang diformulasikan untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan Si Kecil. 

LACTOGROW PRO 1+ untuk anak usia 1–3 tahun dan LACTOGROW PRO 3+ untuk anak usia 4–5 tahun adalah satu-satunya susu pertumbuhan dengan Lactobacillus reuteri yang terbukti secara klinis dapat mendukung kesehatan pencernaan anak, diperkaya dengan Omega 3 & 6, prebiotik Inulin, 13 vitamin, dan 7 mineral.

Pertanyaan Seputar Ciri Anak Diare

  1. Bagaimana mengenali tanda-tanda anak sedang mengalami diare?
    Anak mengalami diare jika mengalami BAB yang frekuesinya lebih sering dan konsistensi feses lebih encer dari biasanya.
     
  2. Apa perubahan perilaku yang biasanya muncul saat anak diare?
    Anak bisa menjadi lebih rewel, lemas, nafsu makan menurun, atau sering merasa ingin BAB.
     
  3. Kapan diare pada anak perlu penanganan segera?
    Segera cari penanganan jika diare lebih dari 24 jam, disertai demam tinggi, muntah terus-menerus, darah pada feses, atau tanda dehidrasi.

Referensi:

  1. UC Davis Health. (2025). Diarrhea in children: At-home treatments and when to be concerned about diarrhea in your child. Retrieved January 2026, from https://health.ucdavis.edu/blog/cultivating-health/diarrhea-in-children-at-home-treatments-and-when-to-be-concerned-about-diarrhea-in-your-child/2025/05 
  2. Health Direct. (2024). Diarrhoea in children. Retrieved January 2026, from https://www.healthdirect.gov.au/diarrhoea-in-children 
  3. Children’s Health. (2025). How to treat diarrhea in infants, toddlers and kids. Retrieved January 2026, from https://www.childrens.com/health-wellness/how-to-treat-diarrhea-in-kids 
  4. Darmawanti, Bhinuri. (2021). Hal-hal yang Harus Diketahui Para Orang Tua Seputar Diare Pada Anak. Retrieved January 2026, from https://ayosehat.kemkes.go.id/hal-hal-yang-harus-diketahui-para-orang-tua-seputar-diare-pada-anak 



Disclaimer

Penggunaan madu pada setiap produk LACTOGROW untuk anak diatas satu tahun telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Kecil.

Bagikan : Facebook WhatsApp