Diare pada bayi sering menimbulkan kekhawatiran. Meski begitu, banyak kasus yang tergolong ringan dan bisa ditangani di rumah, selama Moms memahami cara mengatasi diare pada bayi dengan tepat serta tetap waspada terhadap tanda-tanda yang membutuhkan penanganan medis.
Penyebab Diare pada Bayi
Mengetahui penyebab diare membantu Moms menentukan cara menghentikan diare pada bayi yang sesuai dan aman dilakukan di rumah. Berikut beberapa penyebab diare yang umum terjadi pada bayi:
1. Infeksi
Salah satu penyebab diare yang paling sering terjadi adalah infeksi virus, seperti rotavirus, yang mudah menular pada bayi dan anak kecil. Selain itu, infeksi bakteri seperti E. coli juga dapat memicu diare, meskipun kasusnya relatif lebih jarang.
2. Intoleransi atau Alergi Makanan
Diare juga dapat dipicu oleh intoleransi atau alergi makanan, misalnya alergi terhadap protein susu sapi.
3. Perubahan Pola Makan
Pada bayi yang baru mulai MPASI, perubahan pola makan atau minum dapat menyebabkan diare ringan. Hal ini umumnya terjadi karena sistem pencernaan bayi masih dalam tahap adaptasi terhadap jenis makanan baru.
Langkah Pertolongan Pertama saat Bayi Diare di Rumah
Saat diare terjadi, langkah pertama sangat menentukan keberhasilan dan mencegah kondisi bertambah parah. Berikut langkah yang bisa Moms lakukan:
1. Tetap Berikan ASI
Moms disarankan untuk tetap memberikan ASI sesering mungkin karena ASI membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus mendukung daya tahan tubuh bayi. Untuk bayi yang mengonsumsi susu formula, pemberian susu tidak perlu dihentikan, selama disiapkan sesuai aturan dan takaran yang dianjurkan.
*ASI (Air Susu Ibu) adalah nutrisi terbaik, namun artikel/konten terkait ASI bertujuan untuk edukasi dan tidak menggantikan saran medis profesional. Hasil menyusui dapat bervariasi. Selalu konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi untuk kondisi kesehatan spesifik, teknik menyusui, atau masalah gizi.
2. Ganti Cairan yang Hilang
Jika diare cukup sering, cairan tubuh bayi bisa cepat berkurang. Dalam kondisi ini, Moms dapat memberikan larutan oralit sesuai anjuran tenaga kesehatan untuk membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.
3. Pantau Kondisi Si Kecil Secara Rutin
Diare adalah buang air besar yang frekuesinya lebih sering dan konsistensi feses lebih encer dari biasanya. Selama terjadi diare, tubuh akan kehilangan cairan dan elektrolit secara cepat. Oleh karena itu, selama bayi diare, Moms perlu memantau frekuensi buang air besar, perubahan konsistensi feses, serta munculnya gejala lain seperti muntah atau demam.
Baca Juga: Tabel Berat Badan Bayi Normal 0-6 Bulan
Jenis Cairan dan Makanan yang Aman saat Bayi Diare
Pemilihan cairan dan makanan yang tepat berperan besar dalam pemulihan pencernaan bayi. Pilihan ini kerap digunakan sebagai cara mengatasi diare pada bayi secara alami, karena lebih mudah dicerna dan membantu menenangkan saluran pencernaan.
- ASI
- Larutan oralit
- Air kelapa, dapat diberikan pada bayi di atas usia 6 bulan dalam jumlah terbatas dan tanpa tambahan gula.
- Untuk bayi yang sudah mulai MPASI, Moms dapat memberikan bubur nasi atau bubur saring dengan tekstur lembut, pisang yang dihaluskan, serta wortel atau kentang yang dimasak dan dihaluskan.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun banyak Moms mencoba cara mengatasi diare pada bayi di rumah, ada kondisi tertentu yang memerlukan pemeriksaan medis. Segera bawa bayi ke dokter jika:
- Diare berlangsung lebih dari 24–48 jam
- Terdapat darah atau lendir pada feses.
- Bayi tampak sangat lemas atau menunjukkan tanda dehidrasi.
- Bayi mengalami demam tinggi.
- Bayi muntah terus-menerus hingga sulit minum cairan.
Pada kondisi ini, obat diare pada bayi hanya boleh diberikan berdasarkan rekomendasi dokter. Pemberian obat tanpa pengawasan medis dapat berisiko dan tidak dianjurkan.
Tips Mencegah Diare pada Bayi
Selain mengetahui cara mengatasi diare pada bayi, langkah pencegahan juga penting agar diare tidak mudah berulang. Beberapa kebiasaan berikut bisa Moms lakukan untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan Si Kecil:
1. Perkenalkan Makanan Baru secara Bertahap
Saat mulai MPASI, berikan satu jenis makanan baru terlebih dahulu dan amati reaksi tubuh bayi sebelum menambah variasi lain.
2. Cuci Tangan secara Rutin
Biasakan mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan, menyusui, atau menyentuh bayi, serta setelah mengganti popok.
3. Jaga Kebersihan Perlengkapan Bayi
Pastikan botol susu, dot, sendok, mangkuk, dan mainan bayi selalu dicuci bersih dan dikeringkan dengan baik.
4. Simpan Makanan dan Minuman Bayi dengan Benar
Hindari menyimpan susu atau makanan bayi terlalu lama di suhu ruang, karena dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri.
Untuk membantu Moms lebih tenang dalam memantau kesehatan pencernaan Si Kecil, termasuk memahami cara mengatasi diare pada bayi dan perubahan kondisi pencernaannya, Moms bisa bergabung dengan Lactoclub Community.
Lewat Lactoclub Community, Moms dapat berbagi pengalaman dengan orang tua lain, mendapatkan informasi tepercaya, serta tips dari para ahli seputar pencernaan dan tumbuh kembang anak.
Pertanyaan Seputar Cara Mengatasi Diare Pada Bayi
- Apa langkah pertama yang perlu dilakukan saat bayi mengalami diare?
Pastikan bayi tetap terhidrasi dengan memberi ASI lebih sering atau cairan sesuai anjuran usia.
- Kapan diare pada bayi perlu dibawa ke dokter?
Segera ke dokter jika diare lebih dari 24 jam, disertai demam, muntah, bayi tampak lemas, atau tanda dehidrasi.
- Apa makanan atau cairan yang sebaiknya diberikan saat bayi diare?
Berikan ASI, oralit bila dianjurkan, dan makanan lembut yang mudah dicerna sesuai usia bayi.
Referensi:
- Cleveland Clinic. (n.d.). Baby diarrhea: Causes, symptoms, and how to cope. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/baby-diarrhea
- Kliegman, R. M., Stanton, B. F., St Geme, J. W., Schor, N. F., Behrman, R. E., & Marcdante, K. (Eds.). (2019). Diarrhoea: Clinical features and diagnosis. In Nelson Textbook of Pediatrics (21st ed.). National Library of Medicine (US). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK219097/
- Seattle Children’s Hospital. (n.d.). Diarrhea (0–12 months). Seattle Children’s Hospital. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/diarrhea-0-12-months/
Artikel Terkait