BAB berdarah pada anak sering membuat orang tua panik. Meski tidak selalu berbahaya, kondisi ini tetap perlu diperhatikan agar Si Kecil tidak mengalami komplikasi.
Jika memahami penyebabnya, mengenali tanda bahaya, dan tahu cara mengobati BAB berdarah serta langkah pertolongan pertama di rumah, Moms akan lebih tenang menghadapinya.
Penyebab BAB Berdarah pada Anak
Mengetahui penyebab BAB berdarah pada anak penting agar Moms bisa menentukan cara menangani BAB berdarah pada anak yang sesuai. Beberapa penyebab umum antara lain:
1. Feses Keras atau Sembelit
Tekanan saat buang air besar bisa menyebabkan robekan kecil di anus (fissura ani), yang menyebabkan darah bercampur dengan feses. Kondisi ini sering terjadi pada anak yang jarang minum air atau kurang serat.
2. Infeksi Saluran Pencernaan
Virus atau bakteri tertentu dapat mengiritasi saluran pencernaan dan memicu perdarahan.
Langkah Pertolongan Pertama di Rumah
Jika BAB anak berdarah, Moms bisa mencoba beberapa langkah berikut di rumah sebelum ke dokter:
1. Bantu Melunakkan Feses
Pastikan Si Kecil cukup minum air putih dan konsumsi makanan berserat setiap hari untuk membantu melunakkan feses. Feses yang lebih lunak membuat BAB lebih nyaman dan mengurangi risiko robekan kecil di anus.
2. Posisi BAB yang Nyaman
Ajak Si Kecil duduk dengan posisi nyaman saat buang air besar. Jika memungkinkan, gunakan toilet jongkok agar tekanan saat mengejan berkurang. Untuk toilet duduk, Moms bisa meletakkan bangku kecil di depan kaki Si Kecil sehingga lutut sedikit terangkat untuk meniru posisi jongkok.
3. Jangan Menekan atau Mengucek Area Anus
Hindari mengucek atau menekan area yang iritasi. Biarkan tetap bersih dengan air hangat dan jangan mencoba menghentikan darah dengan menekan langsung, agar tidak memperparah robekan.
4. Berendam dengan Air Hangat
Si Kecil bisa berendam dalam posisi duduk di air hangat selama 10–20 menit beberapa kali sehari. Cara ini membantu otot sekitar anus rileks dan mengurangi ketegangan, terutama pada robekan kecil di anus.
Baca Juga: BAB Anak Warna Hijau? Cek Penyebabnya!
Pola Makan yang Tepat saat BAB Anak Berdarah
Selain pertolongan pertama, pola makan sehari-hari berperan penting dalam membantu pemulihan BAB berdarah pada Si Kecil. Berikut beberapa tips yang bisa Moms terapkan di rumah:
1. Berikan Makanan Tinggi Serat
Pilih sumber serat yang mudah dicerna seperti buah matang (pisang, pepaya), sayuran yang dimasak hingga lunak, serta oatmeal atau bubur gandum. Serat membantu meningkatkan volume dan kelembutan feses sehingga lebih mudah dikeluarkan.
2. Pastikan Asupan Cairan Tercukupi
Air putih yang cukup sangat penting untuk menjaga konsistensi feses tetap lunak. Kurangnya cairan dapat membuat feses keras dan memperparah luka kecil di area anus.
3. Hindari Makanan Pemicu Radang
Batasi makanan yang terlalu pedas, digoreng, atau bertekstur keras hingga kondisi Si Kecil membaik. Jenis makanan ini dapat memperberat kerja pencernaan dan berisiko memperparah ketidaknyamanan saat BAB.
Tanda Bahaya yang Harus Diwaspadai
Meski beberapa kasus ringan bisa ditangani di rumah, Moms tetap perlu waspada dan segera konsultasi ke dokter jika menemukan tanda-tanda berikut:
- Darah bercampur feses dalam jumlah banyak atau berwarna gelap
- Si Kecil mengalami nyeri hebat, demam, muntah, atau tampak lemas
- BAB berdarah terjadi berulang atau berlangsung lebih dari beberapa hari
Pemberian obat BAB berdarah pada anak hanya boleh dilakukan berdasarkan rekomendasi dokter, karena penggunaan obat tanpa pengawasan bisa membahayakan kesehatan Si Kecil.
Untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan Si Kecil, Moms bisa memberikan susu pertumbuhan. Salah satu susu pertumbuhan yang bisa dijadikan pilihan adalah LACTOGROW PRO.
LACTOGROW PRO 1+ untuk anak usia 1–3 tahun dan LACTOGROW PRO 3+ untuk anak usia 4–5 tahun adalah satu-satunya susu pertumbuhan dengan Lactobacillus reuteri yang terbukti secara klinis dapat mendukung kesehatan pencernaan anak, diperkaya dengan Omega 3 & 6, prebiotik Inulin, 13 vitamin, dan 7 mineral.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
- Apa penyebab BAB berdarah dan bagaimana cara menanganinya?
BAB berdarah umumnya disebabkan oleh wasir atau luka pada anus (fisura ani). Penanganan awal meliputi memperbanyak asupan serat dan cairan, serta menghindari mengejan berlebihan.
- Kapan BAB berdarah menjadi kondisi yang perlu perhatian medis?
Perlu segera diperiksakan ke dokter jika darah keluar terus-menerus, jumlahnya banyak, disertai nyeri hebat, penurunan berat badan, atau perubahan pola BAB yang menetap.
- Apa perubahan pola makan yang bisa membantu mengurangi BAB berdarah?
Tingkatkan konsumsi serat dari buah, sayur, dan biji-bijian, minum air yang cukup, serta batasi makanan pedas dan rendah serat.
Referensi:
- Cleveland Clinic. (2023). Rectal bleeding (blood in stool): Causes, colors & treatments. Cleveland Clinic. Retrieved January 2026, from https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/14612-rectal-bleeding
- National Center for Biotechnology Information. (2020). Pediatric functional constipation. In StatPearls. StatPearls Publishing. Retrieved January 2026, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537037/
- Rahgoshay, N., Rahdar, M., Nikoo, L., & Daneshmandi, H. (2025). Sitting vs. squatting: a scoping review of toilet postures and associated health outcomes. BMC public health, 25(1), 2192. https://doi.org/10.1186/s12889-025-23379-8
- Frank, C. (2024). Anal fissures: Symptoms, causes, and treatment options. Harvard Health Publishing. Retrieved January 2026, from https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/anal-fissures-symptoms-causes-and-treatment-options
Disclaimer
Penggunaan madu pada setiap produk LACTOGROW untuk anak diatas satu tahun telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Kecil.
Artikel Terkait