Parenting Corner

BAB Anak Warna Hijau: Penyebab dan Apakah Hal yang Normal?

29 May 2026

BAB anak berwarna hijau

Wactu Baca: 3 menit

BAB Si Kecil memiliki berbagai kemungkinan warna, mulai dari kuning, cokelat, hingga hijau. Sebenarnya, perubahan warna feses ini bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari jenis makanan yang dikonsumsi, hingga kondisi medis tertentu.

BAB anak warna hijau juga bukan hal yang tidak biasa, karenanya Moms jangan terburu-buru khawatir jika mendapati feses Si Kecil memiliki warna kehijauan. Yuk, kenali berbagai penyebab BAB anak berubah warna dan cari tahu kapan perubahan warna ini perlu diwaspadai.

Makanan dan Kondisi Medis yang Memengaruhi Warna BAB

Warna BAB anak bisa berubah karena berbagai faktor, terutama dari makanan yang dikonsumsi atau kondisi sistem pencernaannya. Berikut beberapa penyebab BAB anak berubah warna:

1. Konsumsi Makanan Tertentu

Beberapa jenis makanan dapat memengaruhi warna feses anak. Misalnya, buah blueberry bisa membuat feses tampak kebiruan atau biru tua. Makanan yang kaya beta karoten, seperti wortel dan labu, dapat menyebabkan feses berwarna oranye.

Sementara itu, penyebab warna pup hijau sering berasal dari konsumsi makanan atau minuman berwarna hijau, seperti sayuran hijau yang mengandung klorofil. Biasanya, perubahan ini bersifat sementara dan tidak berbahaya.

2. Gangguan Saluran Cerna

Selain makanan, BAB anak berubah warna juga bisa menandakan adanya gangguan pada sistem pencernaan anak. Berikut beberapa gangguan yang mungkin terjadi:

  • Infeksi Saluran Cerna

Infeksi ini bisa mempercepat proses pencernaan dan menyebabkan feses belum sempat berubah warna secara normal.

  • Ketidakseimbangan Flora Usus

Mikrobiota usus yang terganggu, misalnya setelah minum antibiotik atau infeksi tertentu, bisa mempengaruhi warna dan konsistensi feses anak. 

Bagaimana infeksi bisa menyebabkan BAB anak hijau? Hal ini tak lepas dari peran cairan empedu dalam proses pencernaan di dalam usus. Cairan empedu dihasilkan oleh hati untuk membantu mencerna lemak. Cairan ini berwarna kehijauan namun seiring proses di saluran pencernaan, dan berkat kerja enzim di usus, warna cairan empedu berubah menjadi kecokelatan sehingga mengubah warna feses menjadi cokelat.

Saat saluran cerna mengalami infeksi, baik karena virus atau bakteri, keseimbangan gerakan di usus terganggu, menyebabkan feses bergerak lebih cepat dan membuat cairan empedu tidak sempat dipecah dan berubah warna. Hasilnya, feses keluar melalui BAB masih mengandung cairan empedu yang berwarna kehijauan. Kondisi ini biasanya disertai dengan diare pada anak. Itulah mengapa feses warna hijau bisa menjadi tanda infeksi pencernaan pada anak 

Setelah tahu apa saja faktor penyebab feses anak hijau, Moms tidak perlu langsung khawatir jika Si Kecil mengalami BAB warna hijau. Pastikan dahulu apakah perubahan tersebut berkaitan dengan asupan makanan atau minuman yang dikonsumsi anak sebelumnya. Jika iya, Moms bisa tenang karena hal itu tidak berbahaya. Pastikan juga bahwa Si Kecil tidak mengeluhkan sakit saat BAB yang berarti tidak ada masalah serius dalam   

Baca Juga: Kenapa BAB Anak Warna Hitam? Cek di Sini!

Kapan BAB Anak Warna Hijau Menjadi Berbahaya?

Isu mengenai apakah normal BAB anak warna hijau menjadi perhatian banyak orang tua, meskipun dalam banyak kasus, kondisi ini masih dianggap wajar tergantung pada faktor penyebabnya. Jika feses hijau hanya terjadi sesekali dan anak tetap aktif, ceria, serta tidak menunjukkan tanda-tanda sakit, biasanya kondisi ini tidak berbahaya.

Namun, Moms sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter jika si Kecil menunjukkan tanda-tanda berikut:

  • Warna hijau muncul terus-menerus selama beberapa hari
  • Feses disertai lendir atau darah
  • Anak tampak lemas, tidak mau makan, atau menunjukkan tanda dehidrasi seperti bibir kering, jarang buang air kecil, atau menangis tanpa air mata

Kondisi-kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pencernaan yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Pemeriksaan dan Penanganan Medis BAB Anak Berwarna Hijau

Jika warna BAB anak berubah disertai gejala yang mengkhawatirkan, dokter biasanya akan menanyakan riwayat makanan dan keluhan lain yang menyertai. Jika diperlukan, pemeriksaan feses dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya infeksi atau masalah lain pada sistem pencernaan.

Penanganan akan disesuaikan dengan penyebab yang ditemukan. Misalnya, pemberian cairan elektrolit jika anak mengalami diare, atau penggantian jenis susu jika terdiagnosis intoleransi laktosa.

Jika warna BAB yang disebabkan oleh makanan atau gangguan pencernaan, Moms perlu memperhatikan asupan nutrisi harian Si Kecil. Beberapa kebiasaan sehat yang bisa diterapkan:

  • Berikan makanan seimbang sesuai usia anak
  • Jaga kebersihan makanan dan alat makan
  • Pastikan anak cukup cairan
  • Amati perubahan warna feses secara berkala
     

Moms juga bisa membantu mengatasi masalah kesehatan saluran cerna Si Kecil dengan memberinya asupan probiotik dan juga serat. Probiotik merupakan bakteri baik yang bermanfaat untuk menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam usus. Bakteri baik ini akan membantu melindungi dari infeksi, membantu mencerna makanan, serta meningkatkan sistem imun. Sementara serat dari makanan merupakan sumber makanan untuk bakteri baik sehingga dapat bekerja lebih optimal. Serat juga ampuh mengatasi sembelit, yang kerap dialami anak.

Dengan sistem pencernaan yang sehat, proses penyerapan makanan, termasuk pembentukan feses juga akan berjalan normal, sehingga BAB anak juga lebih lancar.

Moms bisa memberikan asupan probiotik dari yogurt atau makanan fermentasi, seperti tempe. Sedangkan, serat makanan banyak dari sayuran dan buah-buahan. Jika Moms ingin memberikan manfaat probiotik kepada Si Kecil usia 1-3 tahun, Moms bisa memberinya LACTOGROW PRO 1+

LACTOGROW PRO 1+ mengandung L. reuteri yang membantu mendukung kesehatan pencernaan anak, sehingga Si Kecil bisa tetap aktif dan berkembang dengan optimal. Dilengkapi dengan serat inulin yang berperan dalam menjaga sistem pencernaan serta membantu penyerapan nutrisi.

Selain itu, LACTOGROW PRO 1+ juga diperkaya dengan Omega 3 & 6 yang mendukung perkembangan kognitif dan aktivitas otot anak, serta dilengkapi 13 vitamin dan 7 mineral untuk membantu menunjang tumbuh kembang Si Kecil secara menyeluruh.

Sekarang Moms sudah lebih tahu kan, penyebab BAB anak warna hijau dan cara mengatasinya? Selalu berikan yang terbaik untuk Si Kecil ya, Moms agar selalu sehat dan tumbuh kembangnya optimal!
 

Pertanyaan Seputar BAB anak berwarna hijau

  1. Mengapa BAB anak berwarna hijau?

    BAB anak berwarna hijau bisa disebabkan berbagai faktor, di antaranya makanan yang dikonsumsi, seperti sayuran hijau berklorofil, atau bisa juga akibat gangguan saluran cerna karena infeksi atau ketidakseimbangan flora di usus. BAB anak berwarna hijau seringkali tidak berbahaya, namun jika berlangsung lama dan disertai gejala lain, seperti lendir atau darah pada feses dan anak menjadi lemas, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter anak.
     

  2. Apakah feses hijau tanda anak tidak cocok susu?

    Feses hijau pada anak juga bisa disebabkan oleh susu yang diminum. Pada bayi, ini bisa disebabkan ketidakseimbangan laktosa dalam ASI yang diproduksi ibu, sedangkan pada anak kemungkinan disebabkan kandungan zat besi dalam susu formula atau susu pertumbuhan yang tidak terserap tubuh anak, bukan karena tidak cocok dengan susu yang diminum. Namun jika anak memiliki sensitivitas terhadap protein tertentu dalam susu, bisa mengalami iritasi di usus, menyebabkan reaksi peradangan yang mempercepat proses pencernaan sehingga feses menjadi hijau.

     


Referensi:

  1. Stools - Unusual Color - Children's Hospital Colorado. Retrieved on May 3rd 2026 from https://www.childrenscolorado.org/conditions-and-advice/conditions-and-symptoms/symptoms/stools-unusual-color/

     

  2. Why is my kid’s poop green? - Medical News Today. Retrieved on May 3rd 2026 from https://www.medicalnewstoday.com/articles/322595

     

  3. 5 Ways to Boost Your Child’s Gut Health - Stanford Children's Health. Retrieved on May 3rd 2026 from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=5-ways-to-boost-your-childs-gut-health-197-29161




Bagikan : Facebook WhatsApp