Diare dan demam pada anak sering kali membuat Moms panik. Apalagi jika kondisi ini muncul bersamaan. Diare disertai demam pada anak memang cukup umum terjadi, namun tetap perlu diperhatikan dengan baik agar Si Kecil tidak mengalami dehidrasi atau komplikasi lain.
Melalui artikel ini, Moms akan memahami penyebab diare dan demam anak, langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan di rumah, pilihan cairan dan nutrisi yang aman, serta cara mengatasi diare dan demam pada anak dengan tepat.
Mengapa Diare dan Demam Sering Bersamaan?
Diare dan demam yang terjadi bersamaan pada anak paling sering disebabkan oleh infeksi, terutama infeksi yang memicu respons peradangan di dalam tubuh. Virus seperti rotavirus dan norovirus menyerang saluran pencernaan dan memicu peradangan. Sebagai respon, tubuh anak akan meningkatkan suhu (demam) untuk membantu melawan infeksi.
Namun, pada beberapa kasus, kondisi ini juga dapat terjadi akibat infeksi bakteri atau infeksi lain dalam tubuh.
Langkah Pertolongan Pertama di Rumah saat Anak Diare Disertai Demam
Saat Moms menghadapi kondisi diare dan demam pada Si Kecil, ada beberapa langkah awal yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu meredakan gejala:
1. Pastikan Asupan Cairan Tetap Tercukupi
Pastikan Si Kecil tetap mendapatkan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
2. Pantau Suhu Tubuh secara Rutin
Gunakan termometer untuk memantau demam. Berikan kompres hangat untuk membantu Si Kecil merasa lebih nyaman.
3. Berikan Waktu Istirahat yang Cukup
Istirahat yang cukup membantu tubuh anak memusatkan energi untuk melawan infeksi penyebab diare dan demam, sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih optimal.
Jenis Cairan dan Nutrisi yang Aman saat Anak Diare dan Demam
Ketika diare disertai demam, tubuh Si Kecil kehilangan banyak cairan dan energi. Oleh karena itu, Moms perlu lebih cermat dalam memilih makanan dan minuman agar kondisinya tetap stabil dan tidak semakin lemas.
Pilihan Cairan yang Dianjurkan
Cairan berikut membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat diare sekaligus mencegah dehidrasi:
- ASI. Jika ASI tidak bisa diberikan, susu formula bisa diberikan sesuai dengan anjuran dokter
- Air putih
- Larutan oralit jika dianjurkan oleh tenaga kesehatan
Pada bayi usia di bawah 6 bulan, cairan utama yang dianjurkan adalah ASI atau susu formula jika ASI tidak bisa diberikan, dan harus dengan anjuran dokter. Pemberian air putih atau cairan lain sebaiknya tidak diberikan tanpa anjuran tenaga kesehatan.
Baca Juga: 6 Manfaat Lactobacillus Reuteri untuk Anak
Pilihan Makanan yang Aman
Moms dapat memilih makanan dengan tekstur lembut dan mudah dicerna, seperti bubur, pisang, kentang, atau wortel. Sajikan dalam porsi kecil namun lebih sering.
Sementara itu, sebaiknya hindari dulu makanan yang berminyak, pedas, atau terlalu manis, karena dapat memperberat kerja saluran cerna dan membuat diare berlangsung lebih lama.
Tanda Bahaya yang Harus Diwaspadai
Meskipun sebagian besar kasus diare dan demam bisa membaik dengan perawatan di rumah, Moms sebaiknya segera membawa Si Kecil ke dokter jika muncul kondisi berikut:
- Demam tinggi (≥39°C) yang tidak kunjung turun.
- Diare disertai darah atau lendir, atau berlangsung lebih dari 48 jam tanpa perbaikan.
- Anak tampak sangat lemas, jarang buang air kecil, atau menunjukkan tanda dehidrasi.
- Muntah terus-menerus hingga sulit menerima cairan.
Setelah kondisi diare dan demam pada anak mulai membaik, pemenuhan nutrisi tetap penting untuk membantu pemulihan dan menjaga daya tahan tubuh Si Kecil. Jangan lupa untuk selalu memenuhi nutrisi harian Si Kecil dengan pola makan yang bergizi seimbang ya, Moms.
LACTOGROW PRO 1+ untuk anak usia 1–3 tahun dan LACTOGROW PRO 3+ untuk anak usia 4–5 tahun adalah satu-satunya susu pertumbuhan dengan Lactobacillus reuteri yang terbukti secara klinis dapat mendukung kesehatan pencernaan anak, diperkaya dengan Omega 3 & 6, prebiotik Inulin, 13 vitamin, dan 7 mineral.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
- Apa penyebab diare yang disertai demam?
Diare disertai demam umumnya disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit pada saluran pencernaan.
- Bagaimana mengetahui apakah diare dan demam termasuk kondisi serius?
Kondisi dianggap serius jika disertai diare lebih dari 24 jam, demam tinggi, muntah terus-menerus, darah pada feses, atau tanda dehidrasi.
- Apa penanganan awal yang dapat dilakukan di rumah?
Pastikan cukup cairan dengan oralit atau ASI, berikan makanan ringan sesuai toleransi, dan pantau kondisi hingga membaik.
Referensi:
- Blumberg, D. (2025, May). Diarrhea in children: At-home treatments and when to be concerned about diarrhea in your child. UC Davis Health.
- https://health.ucdavis.edu/blog/cultivating-health/diarrhea-in-children-at-home-treatments-and-when-to-be-concerned-about-diarrhea-in-your-child/2025/05
- Patel Pediatric Health Center. (n.d.). Diarrhea and your child. Patel Pediatric Health Center. https://www.patelphc.com/resources/diarrhea-and-your-child
Disclaimer
Penggunaan madu pada setiap produk LACTOGROW untuk anak diatas satu tahun telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Kecil.
Artikel Terkait