Kami percaya bahwa ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi dan kami sepenuhnya mendukung rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia genap enam bulan. Nutrisi maternal yang sehat merupakan kunci untuk memulai dan melanjutkan pemberian ASI.
Lihat Selengkapnya
Minyak ikan untuk anak merupakan salah satu sumber asam lemak omega-3, terutama DHA dan EPA, yang berperan dalam mendukung fungsi sel, perkembangan otak, dan penglihatan Si Kecil. Namun, anak tidak selalu membutuhkan suplemen minyak ikan karena omega-3 juga dapat diperoleh dari makanan, seperti ikan berlemak, serta beberapa sumber nabati.

Lantas, apa saja manfaat minyak ikan untuk anak? Apa saja sumber omega-3 yang bisa diberikan melalui makanan, dan kapan Si Kecil mungkin membutuhkan suplemen? Yuk, simak penjelasannya berikut!
Jenis Omega-3
Omega-3 merupakan kelompok asam lemak yang memiliki berbagai peran penting dalam tubuh. Tiga jenis omega-3 yang perlu Moms ketahui adalah ALA, EPA, dan DHA.
ALA (Alpha-Linolenic Acid)
ALA merupakan jenis omega-3 yang bersifat esensial, artinya tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri dalam jumlah yang cukup dan perlu mendapatkannya dari makanan. Sumber ALA antara lain chia seed, kenari, kedelai, dan minyak nabati tertentu. Tubuh dapat mengubah ALA menjadi EPA dan DHA, tetapi prosesnya berlangsung dalam jumlah yang terbatas.
EPA (Eicosapentaenoic Acid)
EPA merupakan jenis omega-3 yang banyak ditemukan pada ikan dan makanan laut. EPA berperan dalam pembentukan senyawa yang terlibat dalam berbagai proses dan komunikasi sel di dalam tubuh.
DHA (Docosahexaenoic Acid)
DHA juga banyak ditemukan pada ikan berlemak dan merupakan komponen penting membran sel. DHA terutama banyak terdapat pada jaringan otak dan retina mata sehingga berperan dalam mendukung fungsi otak dan penglihatan.
Manfaat Omega-3 untuk Anak
Bagi anak-anak, omega-3 yang terkandung dalam minyak ikan memiliki beberapa manfaat penting, termasuk mendukung perkembangan otak dan mata Si Kecil. Omega-3 juga telah diteliti terkait dengan gejala ADHD, fungsi kognitif, memori, kemampuan koordinasi, dan konsentrasi. Namun, bukti ilmiah mengenai manfaatnya pada aspek-aspek tersebut masih beragam sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.
Selain itu, omega-3 berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh. Dalam jangka panjang, konsumsi omega-3 sebagai bagian dari pola makan seimbang juga dikaitkan dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Sebagai acuan, kebutuhan asam lemak omega-3 pada anak berbeda sesuai usia. Bayi usia 0–12 bulan membutuhkan sekitar 0,5 gram ALA per hari, sedangkan anak usia 1–3 tahun membutuhkan sekitar 0,7 gram dan anak usia 4–8 tahun sekitar 0,9 gram per hari.
Namun, perlu diingat bahwa angka tersebut merupakan kebutuhan ALA, bukan dosis minyak ikan. Jika Si Kecil mengonsumsi suplemen minyak ikan, perhatikan kandungan EPA dan DHA pada produk serta berikan sesuai anjuran dokter.
Sumber Omega-3 untuk Anak
Kebutuhan omega-3 Si Kecil dapat dipenuhi melalui pola makan yang beragam dan bergizi seimbang. Sumber omega-3 dapat berasal dari makanan hewani maupun nabati dengan jenis omega-3 yang berbeda.
Ikan berlemak merupakan salah satu sumber EPA dan DHA yang baik untuk anak. Moms dapat memilih ikan seperti salmon, sarden, atau ikan kembung yang termasuk pilihan ikan dengan kadar merkuri lebih rendah. Selain dari ikan, omega-3 dalam bentuk ALA juga dapat diperoleh dari sumber nabati, seperti chia seed, kacang kenari, dan kedelai.
Saat memilih ikan untuk Si Kecil, perhatikan jenis ikan yang diberikan karena beberapa jenis ikan memiliki kadar merkuri yang lebih tinggi.
Selain memilih jenis ikan yang tepat, Moms juga perlu memerhatikan beberapa hal berikut.
- Pastikan ikan dimasak hingga matang.
- Periksa kembali agar tidak ada tulang atau duri yang tertinggal.
- Sesuaikan tekstur dan potongan ikan dengan kemampuan makan Si Kecil.
- Hindari memberikan ikan mentah atau setengah matang untuk mengurangi risiko paparan mikroorganisme penyebab penyakit.
Usia tepat mengonsumsi minyak ikan
Anak usia 1 tahun ke atas umumnya sudah dapat memperoleh asupan omega-3 dari berbagai sumber makanan, termasuk ikan, serta produk pangan yang difortifikasi omega-3. Jika mempertimbangkan pemberian suplemen minyak ikan, sebaiknya disesuaikan dengan usia, kebutuhan, dan anjuran tenaga kesehatan.
Apakah Anak Perlu Suplemen Omega-3?
Tidak semua anak membutuhkan suplemen minyak ikan. Jika Si Kecil sehat dan kebutuhan zat gizinya sudah terpenuhi melalui pola makan yang beragam dan seimbang, suplemen tidak diperlukan.
Suplemen dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu, misalnya ketika asupan omega-3 dari makanan tidak mencukupi, anak memiliki kondisi kesehatan tertentu, atau menjalani pola makan yang sangat terbatas. Keputusan pemberian suplemen sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Namun, tidak ada satu dosis tunggal yang berlaku untuk semua anak. Kebutuhan suplemen dapat berbeda-beda, tergantung usia, pola makan, kondisi kesehatan, jenis produk, serta kandungan EPA dan DHA di dalamnya.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memberikan Suplemen
Jika Si Kecil membutuhkan suplemen, Berikut hal yang perlu Moms perhatikan.
Perhatikan Dosis dan Kandungan Produk
Periksa kandungan EPA dan DHA serta bahan lain yang terdapat dalam produk. Berikan sesuai dosis yang tercantum pada label atau berdasarkan rekomendasi tenaga kesehatan.
Pertimbangkan Alergi dan Kondisi Kesehatan Anak
Sebelum memberikan minyak ikan atau suplemen berbahan dasar ikan, perhatikan apakah Si Kecil memiliki alergi terhadap ikan atau bahan tertentu yang terdapat dalam produk.
Perhatikan Interaksi dengan Obat atau Suplemen Lain
Beberapa suplemen dapat berinteraksi dengan obat tertentu. Oleh karena itu, beri tahu dokter mengenai obat atau suplemen lain yang sedang dikonsumsi Si Kecil.
Risiko Konsumsi Suplemen secara Berlebihan
Mengonsumsi suplemen dalam jumlah berlebihan tidak membuat manfaatnya menjadi lebih besar. Sebaliknya, dosis yang terlalu tinggi dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan.
Beberapa anak dapat mengalami keluhan seperti sakit perut, mual, atau diare. Pada dosis yang tinggi, omega-3 dapat memengaruhi proses pembekuan darah. Oleh karena itu, penggunaan suplemen perlu memperhatikan dosis yang dianjurkan, terutama pada anak yang sedang mengonsumsi obat tertentu.
Pada dasarnya, pola makan yang beragam tetap menjadi dasar untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Sebagai pelengkap asupan nutrisi harian Si Kecil, Moms juga dapat memberikan susu pertumbuhan seperti LACTOGROW.
LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri* dan 0g sukrosa. LACTOGROW diperkaya dengan inulin, DHA, ARA, omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk melengkapi kebutuhan nutrisi Si Kecil. Inulin merupakan serat prebiotik yang dapat membantu mendukung keseimbangan mikrobiota usus dan kesehatan saluran cerna. Pencernaan yang sehat berperan penting dalam proses penyerapan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Yuk, dukung kesehatan pencernaan Si Kecil dengan LACTOGROW!
*Nestle adalah satu-satunya pemegang lisensi L. reuteri DSM 17938 untuk produk susu pertumbuhan.
FAQ Tentang Minyak Ikan untuk Anak
Apa manfaat minyak ikan bagi tumbuh kembang anak?
Minyak ikan merupakan sumber omega-3, terutama DHA dan EPA, yang berperan dalam mendukung perkembangan dan fungsi otak serta penglihatan anak.
Dari mana saja anak bisa mendapatkan asupan minyak ikan?
Omega-3 yang menjadi komponen utama minyak ikan dapat diperoleh dari ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan ikan kembung. [156. [ENR]...Suplemen_ | PDF]
Apakah anak perlu suplemen tambahan selain minyak ikan dari makanan?
Tidak selalu. Jika kebutuhan gizi anak sudah terpenuhi dari makanan yang beragam dan seimbang, suplemen omega-3 umumnya tidak diperlukan, kecuali ada kondisi tertentu yang membutuhkan tambahan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Sumber:
- Linus Pauling Institute. (2019). Essential Fatty Acids. Retrieved August 2026, from https://lpi.oregonstate.edu/mic/other-nutrients/essential-fatty-acids
- Cleveland Clinic. (2022). Omega-3 Fatty Acids. Retrieved August 2026, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/17290-omega-3-fatty-acids
- The University of Sydney. (2025). Do kids really need vitamin supplements?. Retrieved August 2026, from https://www.sydney.edu.au/news-opinion/news/2025/10/28/do-kids-really-need-vitamin-supplements.html
- National Health Service UK. (2024). Vitamins for children. Retrieved August 2026, from https://www.nhs.uk/baby/weaning-and-feeding/vitamins-for-children/
- Healthy Children.org. (2026). Nutritional Supplements, Vitamins & Boosting Your Child’s Immunity. Retrieved August 2026, from https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Do-Kids-Really-Need-Vitamins-or-Supplements-to-Stay-Healthy-and-Boost-Immunity.aspx
- Mayo Clinic. (2025). Multivitamins: Do young children need them?. Retrieved August 2026, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/multivitamins/faq-20058310
Artikel Terkait