Parenting Corner

Perut Anak Berbunyi dan Mencret? Pahami Penyebabnya!

10 September 2026

perut anak berbunyi dan mencret

Perut anak berbunyi dan mencret biasanya terjadi akibat gangguan pada sistem pencernaan, baik yang bersifat ringan maupun akibat infeksi, di mana suara yang lebih keras berasal dari peningkatan aktivitas usus saat mencerna makanan, cairan, dan gas. Saat diare, gerakan usus menjadi lebih cepat sehingga suara perut terdengar lebih jelas dan sering, kombinasi yang cukup umum terjadi saat sistem pencernaan anak sedang tidak seimbang.

Meski kondisi ini umumnya dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah, Moms tetap perlu memahami penyebabnya agar bisa mengenali kondisi mana yang masih tergolong normal dan kapan anak perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.

Kenapa Perut Anak Bisa Berbunyi Keras Sebelum dan Saat Diare? 

Perut berbunyi pada Si Kecil terjadi karena lambung dan usus tetap bergerak dalam proses mencerna makanan, cairan, serta udara yang ikut tertelan. Saat campuran ini bergerak di dalam saluran cerna, akan muncul suara gemuruh yang bisa terdengar dari luar tubuh.

Sebelum diare terjadi, aktivitas usus dapat meningkat sebagai respons awal terhadap gangguan pencernaan. Kondisi ini biasanya dipicu oleh makanan tertentu yang sulit dicerna, produksi gas berlebih, infeksi ringan pada saluran cerna, atau ketidakseimbangan sementara pada bakteri usus. Pada fase ini, perut anak bisa terdengar lebih aktif dari biasanya meski belum ada perubahan pada konsistensi feses.

Jika gangguan pada saluran cerna berlanjut, barulah pada sebagian kasus dapat berkembang menjadi diare. Pada tahap awal inilah sering muncul keluhan seperti perut mulas bunyi, yang terdengar lebih jelas akibat peningkatan pergerakan usus sebagai respons tubuh terhadap iritasi di saluran cerna.

Apa Arti Suara Usus yang Sangat Aktif Saat Mencret? 

Suara usus aktif saat mencret biasanya terjadi karena usus anak bergerak lebih cepat untuk mendorong cairan dan sisa makanan keluar dari saluran cerna. Usus meningkatkan kontraksi untuk mempercepat pengeluaran cairan, sisa makanan, dan zat yang dianggap mengganggu dari dalam saluran cerna. 

Proses ini membuat pergerakan udara dan cairan di dalam usus menjadi lebih intens sehingga bunyi perut terdengar lebih jelas dan kadang lebih keras dari biasanya. Kondisi ini umumnya muncul pada diare atau gangguan infeksi pada saluran cerna.

Selain itu, peningkatan suara usus juga bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor lain, seperti:

  • Produksi gas berlebih di dalam usus
  • Infeksi pada saluran cerna
  • Intoleransi terhadap makanan tertentu
  • Konsumsi makanan tinggi serat atau minuman bersoda

Meski sering bersifat sementara, Moms perlu lebih waspada jika kondisi ini disertai gejala lain seperti perut kembung berat, muntah berulang, demam tinggi, atau adanya darah pada BAB Si Kecil.

Kombinasi Perut Bunyi dan Mencret Bisa Jadi Tanda Gastroenteritis 

Salah satu penyebab paling umum dari perut anak berbunyi dan mencret adalah gastroenteritis, yaitu peradangan pada lambung dan usus akibat infeksi. Kondisi ini menyebabkan gangguan pada proses pencernaan dan penyerapan cairan, sehingga memunculkan diare disertai suara usus yang lebih aktif dari biasanya.

Gejala gastroenteritis pada anak umumnya meliputi:

  • Diare atau BAB encer berulang
  • Mual dan/atau muntah
  • Nyeri perut atau rasa mulas
  • Tubuh anak tampak lemas dan kurang aktif

Sebagian besar kasus gastroenteritis disebabkan oleh infeksi virus. Namun, bakteri dan parasit dari makanan atau minuman yang terkontaminasi juga dapat menjadi pemicunya. Pada kondisi ini, tubuh akan berusaha mengeluarkan penyebab infeksi melalui peningkatan gerakan usus yang kemudian menghasilkan suara perut yang lebih jelas.

Baca Juga: Perbedaan L.Reuteri dan Rhamnosus

Suara Usus Normal vs Tanda Infeksi, Apa Bedanya? 

Suara usus sebenarnya merupakan hal yang normal dan terjadi pada setiap anak. Dalam kondisi sehat, suara ini biasanya terdengar ringan, sesekali, atau seperti “krucuk-krucuk”, terutama saat anak merasa lapar atau setelah makan.

Namun, Moms perlu waspada jika suara usus aktif terdengar lebih sering, lebih keras, dan disertai gejala lain seperti:

  • Diare atau mencret berulang
  • Nyeri atau kram perut yang parah
  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Perut terasa kembung atau tidak nyaman

Pada infeksi saluran cerna, gerakan usus meningkat sebagai respons tubuh terhadap iritasi atau infeksi. Peningkatan ini menyebabkan lebih banyak cairan, gas, dan kontraksi otot usus, sehingga bunyi perut terdengar lebih dominan.

Tidak semua suara perut menandakan kondisi berbahaya, tetapi kombinasi dengan gejala lain menjadi kunci penting untuk mengenali apakah Si Kecil mengalami gangguan pencernaan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

5 Pertolongan Pertama Saat Anak Mencret dan Perut Berbunyi 

Saat Si Kecil mengalami kondisi perut mulas bunyi disertai diare, fokus utama perawatan di rumah adalah menjaga keseimbangan cairan tubuh agar tidak terjadi dehidrasi. Diare menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah cukup banyak, sehingga perlu segera digantikan untuk menjaga kondisi anak tetap stabil.

Berikut langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan di rumah:

1. Berikan cairan secara cukup dan rutin

Air putih, oralit, atau cairan elektrolit dapat membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat diare. Pemberian cairan secara berkala penting untuk mencegah dehidrasi, terutama jika anak sering buang air besar.

2. Sajikan makanan yang ringan dan mudah dicerna

Pilihan seperti pisang, nasi, apel, atau roti lebih mudah diproses oleh sistem pencernaan yang sedang sensitif. Makanan ini membantu menjaga energi anak tanpa membebani kerja usus.

3. Hindari makanan yang dapat memperburuk kondisi pencernaan

Makanan pedas, berlemak, minuman berkafein, dan minuman bersoda sebaiknya dihindari karena dapat memperparah iritasi saluran cerna serta meningkatkan risiko diare berlanjut.

4. Pastikan anak cukup istirahat

Istirahat yang cukup membantu tubuh Si Kecil fokus pada proses pemulihan. Saat tubuh lebih rileks, kerja sistem pencernaan juga menjadi lebih stabil.

5. Konsultasikan sebelum memberikan obat diare

Pemberian obat sebaiknya tidak dilakukan tanpa arahan dokter, terutama pada anak, agar sesuai dengan penyebab dan kondisi yang dialami.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun sebagian besar kasus perut anak berbunyi dan mencret dapat membaik dengan perawatan di rumah, ada kondisi tertentu yang membutuhkan pemeriksaan medis segera.

Moms perlu segera membawa Si Kecil ke dokter jika muncul tanda-tanda berikut:

  • Nyeri perut berat atau terdapat darah pada BAB.
  • Muntah terus-menerus dan tidak dapat menerima cairan.
  • Demam tinggi yang tidak turun.
  • Tanda dehidrasi seperti mulut kering, sangat haus, menangis tanpa air mata, atau jarang pipis.
  • Diare terjadi sangat sering atau anak tampak sangat lemas.

Pada beberapa kondisi, probiotik juga dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Dukungan ini dapat membantu menjaga kesehatan saluran cerna sebagai bagian dari pemulihan dan pemeliharaan fungsi pencernaan yang optimal.

Selain itu, kebutuhan nutrisi harian anak juga tetap perlu dipenuhi melalui pola makan bergizi seimbang, asupan cairan yang cukup, serta kebiasaan hidup sehat. Sebagai pelengkap asupan nutrisi hariannya, Moms dapat memilih LACTOGROW.

Pencernaan sehat merupakan kunci penyerapan nutrisi optimal. Karena itu, menjaga kesehatan saluran cerna menjadi langkah penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri* dan juga 0gr sukrosa. Selain itu, LACTOGROW mengandung inulin serta diperkaya dengan omega 3 dan 6, 13 vitamin, serta 7 mineral untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil. LACTOGROW dukung pencernaan sehat Si Kecil agar nutrisinya terserap optimal.

Pertanyaan Seputar Perut Anak Berbunyi dan Mencret

  1. Mengapa perut anak berbunyi keras sebelum diare?
    Perut anak bisa berbunyi lebih keras sebelum diare karena aktivitas usus meningkat saat sistem pencernaan mulai tidak seimbang. Pada fase ini, usus bergerak lebih aktif untuk mengolah makanan, cairan, serta gas di dalam saluran cerna.
     
  2. Apa arti suara usus yang sangat aktif saat mencret?
    Suara usus yang sangat aktif saat mencret menandakan bahwa usus sedang bekerja lebih cepat dari biasanya untuk mengeluarkan cairan dan sisa makanan dari dalam tubuh. Kondisi ini umum terjadi pada diare atau infeksi saluran cerna, ketika tubuh berusaha membersihkan penyebab gangguan. 

*Nestle adalah satu-satunya pemegang lisensi L. reuteri DSM 17938 untuk produk susu pertumbuhan.


Referensi:

Stringer, Andrea. (2023). Curious kids: what are tummy rumbles? . Retrieved May 2026, from https://theconversation.com/curious-kids-what-are-tummy-rumbles-216163

Shmerling, Robert H, (2026). Stomach growling and other digestive noise. Retrieved May 2026, from https://www.health.harvard.edu/digestive-health/stomach-growling-and-other-digestive-noise

Gillespie, Claire. (2024). Common Causes of Stomach Gurgling and Diarrhea. Retrieved May 2026, from https://www.healthcentral.com/digestive-health/gurgling-and-diarrhea

International Foundation for Gastrointestinal Disorders. Abdominal Noises. Retrieved May 2026, from https://iffgd.org/gi-disorders/symptoms-causes/abdominal-noises/

Ames, Hana. (2025). What to know about stomach gurgling and diarrhea. Retrieved May 2026, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/stomach-gurgling-and-diarrhea#treatment

Stanford Medicine Children’s Health. Diarrhea in Children. Retrieved May 2026, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=diarrhea-in-children-90-P01990




Bagikan : Facebook WhatsApp