Parenting Corner

Kenapa Perut Bayi Berbunyi? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

20 August 2026

Kenapa Perut Bayi Berbunyi? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Perut bayi berbunyi umumnya merupakan kondisi normal yang menandakan sistem pencernaannya sedang bekerja, sehingga Moms tidak perlu langsung khawatir saat mendengarnya, termasuk setelah si Kecil baru saja makan.

Meski begitu, Moms juga tidak boleh lengah mengingat tidak semua bunyi perut bayi disebabkan oleh saluran cernanya. Mengetahui bedanya, serta apa saja yang menjadi alasan kenapa perut bayi berbunyi, bisa membantu Moms lebih tenang dalam menghadapinya.

Kenapa Perut Bayi Sering Berbunyi?

Perut bayi yang berbunyi adalah hal normal yang tidak perlu dikhawatirkan. Bahkan, suara usus bayi yang Moms dengar adalah tanda sistem pencernaan atau gerakan ususnya baik dan aktif.

Usus manusia, termasuk bayi, berbentuk seperti tabung yang berongga. Itu sebabnya, ketika ASI atau air mengalir di usus bayi, Moms bisa mendengar suara seperti air mengalir di dalam pipa. Selain itu, dinding usus juga akan berkontraksi dan berelaksasi saat terdapat makanan di dalamnya.

Gerakan usus ini disebut dengan gerakan peristaltik. Gerak peristaltik akan memungkinkan ASI mengalir di sepanjang saluran cernanya, termasuk usus besar dan usus kecil. Pergerakan ASI di saluran cerna inilah yang bisa membuat Moms bisa mendengar suara usus bayi.

Bukan cuma cairan, makanan dan gas yang melewati saluran cerna juga bisa menyebabkan perut bayi keroncongan.

3 Perbedaan Suara Lapar, Gas, dan Kolik pada Bayi

Walaupun sering kali alasan kenapa perut bayi berbunyi bukanlah hal yang gawat, suara ini juga bisa jadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu. Terlebih jika disertai gejala lain, seperti anak rewel.

Jadi, Moms juga perlu tahu bagaimana perbedaan suara usus bayi yang jadi tanda ia lapar, perutnya penuh gas, atau kolik.

1. Bunyi Perut Bayi karena Lapar

Perut bayi yang berbunyi karena lapar biasanya terdengar cukup kencang. Suara usus dan pencernaan bayi ini dapat terdengar ketika Moms melewatkan jam makan atau minum ASI si Kecil.

Untuk memastikannya, Moms bisa memberikan makanan. Jika ia dengan antusias menghampiri makanan dan tampak sangat lahap, bisa jadi alasan kenapa perut bayi berbunyi adalah karena ia lapar.

2. Suara Perut Bayi karena Penumpukan Gas

Suara usus bayi karena penumpukan gas bisa seperti gemuruh. Biasanya, disertai dengan perut kembung atau terasa kencang.

Selain suara usus bayi, Moms juga bisa mendapati si Kecil jadi lebih sering kentut sebagai tanda penumpukan gas.

3. Suara Usus Bayi akibat Kolik

Jika perut bayi berbunyi karena kolik, biasanya disertai dengan bayi yang terus rewel dan menangis. Kolik menyebabkan si Kecil merasa perutnya tidak nyaman.

Biasanya, Moms dapat melihat tanda-tanda kolik, seperti kedua kaki dan tangan terangkat ke atas perut dengan tangan mengepal dan wajah kemerahan. Perut bunyi akibat kolik umum terjadi pada bayi berusia 2 minggu sampai 4 bulan.

Baca Juga: Cara Mengatasi Kolik pada Bayi

5 Penyebab Perut Bayi Keroncongan dan Kembung

Perut bayi bunyi adalah hal normal dari sistem pencernaan. Namun, di luar itu, penumpukan gas jadi salah satu penyebab perut bayi berbunyi dan keroncongan yang paling sering.

Berikut ini adalah beberapa penyebab perut bayi kembung sampai berbunyi:

1. Lapar

Lapar dapat menyebabkan perut bayi keroncongan. Ini karena saat lapar, tubuh akan mengeluarkan hormon yang mengirim sinyal ke otak.

Otak kemudian akan memerintahkan dinding lambung untuk berkontraksi dan relaksasi, sehingga terdengarlah bunyi krucuk-krucuk di perut bayi.

2. Terlalu Banyak Menelan Udara

Terlalu banyak menelan udara adalah penyebab bayi kembung yang paling umum. Biasanya, ini terjadi karena perlekatan saat menyusu yang belum baik atau posisi menyusu yang kurang tepat.

Menangis juga bisa menyebabkan si Kecil menelan udara terlalu banyak.

3. Sembelit

Penyebab perut bayi kembung selanjutnya adalah sembelit. Sembelit pada bayi dapat menyebabkan kotoran terlalu lama di usus. Ini akan menyebabkan bakteri terus melakukan fermentasi yang menghasilkan gas.

Selain membuat perut bayi kembung, sembelit juga bisa jadi alasan kenapa perut bayi berbunyi karena banyaknya gas dan kentut terus-menerus.

4. Kolik

Kolik jadi salah satu penyebab Moms mendengar suara usus bayi dan perut kembung. Ini karena bayi yang mengalami kolik diketahui kerap mengalami penumpukan gas.

5. Intoleransi atau Alergi Makanan

Intoleransi atau alergi makanan tertentu juga bisa jadi penyebab perut bayi kembung dan bunyi keroncongan. Misalnya saja, intoleransi laktosa.

Intoleransi makanan dapat menyebabkan penumpukan gas. Bahkan, si Kecil juga bisa mengalami diare.

Kapan Suara Perut Bayi Dianggap Tidak Normal?

Perut bayi berbunyi keroncongan umumnya disebabkan oleh mekanisme pencernaan normal. Namun, Moms perlu mulai waspada jika perut bayi bunyi disertai beberapa gejala berikut:

  • Bunyi perut bayi sangat keras

  • Diare

  • Muntah

  • BAB berdarah

  • Bayi rewel dan terus menangis

  • Demam

  • Buang air kecil sedikit (popok kering)

  • Terlihat tidak seaktif biasanya

  • Tidak mau minum ASI atau makan

4 Cara Mengatasi Perut Bayi Kembung dan Berbunyi di Rumah

Perut bayi berbunyi keroncongan dan kembung umumnya bersifat ringan dan dapat ditangani di rumah.

Berikut ini beberapa cara meredakan perut bayi kembung yang bisa Moms coba di rumah:

1. Sendawakan Bayi

Setelah memberikan si Kecil ASI atau makan, tegakkan posisi si Kecil untuk membantu mengeluarkan gas yang ikut tertelan. Moms juga bisa menepuk lembut punggungnya dengan posisi tegak untuk membantu meredakan perut kembung bayi.

2. Gerakkan Kaki

Menggerakkan kaki si Kecil seperti gerakan bersepeda ataupun membuat lingkaran dapat membantu gerakan usus. Ketika gerakan usus meningkat, gas akan keluar dan meredakan perut kembung pada bayi.

3. Memijat Lembut Perut Bayi

Sama halnya seperti menggerakkan kaki bayi, memijat lembut perut bayi juga dapat meningkatkan gerak usus. Moms akan mendengar suara usus bayi ketika gas sedang melaluinya dan keluar melalui kentut.

Cara ini juga bisa membantu mengatasi perut kembung pada bayi.

4. Tummy Time

Bukan hanya menjadi salah satu cara stimulasi bayi, tummy time juga bisa membantu meredakan perut kembung dan meredakan suara perut bayi.

Saat melakukan tummy time, perut si Kecil akan berusaha bergerak. Ini dapat melepaskan gas yang ada di dalam perut.

Teknik Pijat Perut Bayi untuk Mengeluarkan Gas Berlebih

Teknik memijat perut bayi kembung tidak perlu menggunakan tenaga, ya, Moms. Moms hanya perlu menekan lembut sambil memutar searah jarum jam. Jangan lupa perhatikan reaksi bayi karena itu bisa jadi panduan untuk memijat.

Kementerian Kesehatan RI memberikan sejumlah panduan untuk memijat perut bayi:

  • Perhatikan respons bayi dan pijat sesuai respons tersebut

  • Gunakan lotion atau baby oil agar lebih mudah memijat

  • Atur suhu ruangan agar si Kecil tidak kedinginan

  • Hindari melakukan setelah makan dan minum

  • Hindari memijat bayi saat ia sedang sakit

Apabila Moms telah mencoba cara di atas tapi perut bayi berbunyi terus dan tidak hilang, malah disertai gejala lain, segera periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya, ya.

Mengurus si Kecil memang penuh pertanyaan baru setiap harinya, termasuk soal perut bayi yang berbunyi. Yuk Moms, gabung LACTOCLUB Community untuk berbagi pengalaman, tips parenting, dan mendapatkan insight tumbuh kembang Si Kecil bersama sesama Moms dan Expert!

Pertanyaan Seputar Penyebab Perut Bayi Berbunyi

  1. Apakah normal jika perut bayi sering berbunyi?

Perut bayi sering bunyi termasuk normal sebagai tanda sistem pencernaannya aktif. Ini juga bisa jadi tanda perkembangan sistem cerna si Kecil.

Perut bayi bunyi tergolong tidak normal jika disertai gejala lain, seperti diare, muntah, demam, bahkan penurunan berat badan.

  1. Apa bedanya suara lapar dan suara gas pada perut bayi?

Suara perut bayi lapar biasanya terdengar seperti gemuruh atau keroncongan layaknya orang dewasa yang lapar. Sementara, jika disebabkan oleh pergerakan gas karena proses pencernaan normal, suara perut bayi yang terdengar seperti aliran air di dalam pipa.


Source:

1. IDAI | Kolik pada Bayi (Bagian 1). (2026). Idai.Or.Id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/kolik-pada-bayi-bagian-1

2. Baby massage, Optimalkan Tumbuh Kembang Si Kecil. (n.d.). https://kms.kemkes.go.id/contents/1720749047870-BabymassageKMS.pdf

3‌‌. Mai, T., Fatheree, N. Y., Gleason, W., Liu, Y., & Rhoads, J. M. (2018). Infantile Colic. Gastroenterology Clinics of North America, 47(4), 829–844. https://doi.org/10.1016/j.gtc.2018.07.008

4. CDC. (2025, March 18). Signs Your Child Is Hungry or Full. Infant and Toddler Nutrition. https://www.cdc.gov/infant-toddler-nutrition/mealtime/signs-your-child-is-hungry-or-full.html

‌5. Villines, Z. (2019, March 18). Causes of gas in a baby and how to relieve it. Medicalnewstoday.Com; Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324725

6‌. Moore, K. (2015, October 6). Why Does My Stomach Growl? Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/abdominal-sounds

‌7. Iftikhar, N. (2020, July 27). How to Recognize the Signs Your Baby Is Hungry. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/baby/signs-baby-is-hungry#are-they-getting-enough

8‌. Wolfe, D. (2024, November 18). What to Do About Newborn and Infant Tummy Cramps and Abdominal Pains. Thebump.Com; The Bump. https://www.thebump.com/a/tummy-troubles

‌9. Kuzemchak, S. (2019). 5 Reasons Your Kid May Be Bloated and How to Help. Parents. https://www.parents.com/recipes/scoop-on-food/reasons-your-kid-is-bloated-and-how-to-help/




Bagikan : Facebook WhatsApp


Artikel Terkait

Lihat Artikel Lainnya