Parenting Corner

Apa Saja Vitamin yang Baik untuk Pencernaan Anak?

20 August 2026

Apa Saja Vitamin yang Baik untuk Pencernaan Anak?

Ditulis Oleh: Tim Penulis

Ditinjau Oleh: Mifta Novikasari S.P. M.K.M

Kebutuhan vitamin anak, seperti vitamin A, D, dan B kompleks, penting dipenuhi untuk menjaga fungsi pencernaan tetap sehat dan penyerapan nutrisi optimal, mengingat kesehatan pencernaan berperan besar dalam mendukung tumbuh kembang si Kecil.

Jika pencernaan terganggu, si Kecil bisa jadi susah makan, kembung, atau bahkan diare, sehingga penting bagi Moms untuk mengenali vitamin apa saja yang mendukung fungsi cerna.

5 Vitamin dan Mineral yang Penting untuk Pencernaan Anak

Untuk menjaga kesehatan pencernaannya, si Kecil membutuhkan berbagai vitamin dan mineral penting yang bekerja saling melengkapi. Setiap jenis nutrisi ini memiliki peran berbeda, mulai dari melindungi saluran cerna hingga membantu penyerapan nutrisi agar tumbuh kembang anak tetap optimal.

Lalu, vitamin apa yang bagus untuk pencernaan anak?

1. Vitamin A

Vitamin A adalah salah satu vitamin penting untuk menjaga kesehatan pencernaan anak. Nutrisi ini berperan dalam menjaga lapisan pelindung usus tetap kuat, sehingga kuman tidak mudah masuk dan mengganggu sistem cerna si Kecil

Selain itu, vitamin A juga membantu mengatur sistem imun di dalam usus dan mendukung keseimbangan bakteri baik agar pencernaan tetap sehat. Di dalam saluran pencernaan, vitamin A akan diubah menjadi bentuk aktif yang membantu menjalankan berbagai fungsi tersebut secara optimal.

Karena itu, memastikan asupan vitamin A cukup setiap hari penting untuk mendukung kesehatan usus sekaligus daya tahan tubuh anak, Moms.

2. Vitamin B2 & B12

Vitamin B2 (riboflavin) dan B12 (kobalamin) punya peran penting untuk menjaga kesehatan usus anak, mendukung keseimbangan bakteri baik di usus, hingga menjaga nafsu makan anak.

Vitamin B2 berfungsi menjaga kesehatan jaringan mulut dan saluran cerna, sehingga mencegah iritasi atau peradangan. Vitamin B2 juga berperan dalam mengaktifkan vitamin lain, seperti vitamin B6 dan folat, yang penting untuk kesehatan pencernaan si Kecil.

Sementara itu, vitamin B12 membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Nutrisi ini juga mendukung produksi zat penting di usus yang berperan dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan dan komunikasi antara usus dan otak (brain-gut axis).

Kekurangan vitamin B dapat membuat anak mudah lemas dan nafsu makan menurun, juga lebih rentan terhadap gangguan pencernaan dan masalah penyerapan nutrisi.

3. Vitamin D

Vitamin D membantu memperkuat lapisan usus agar tidak mudah “bocor” dan mencegah kuman masuk, sehingga risiko peradangan bisa berkurang. Selain itu, vitamin D membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus.

Asupan yang cukup mendukung pertumbuhan bakteri baik dan menekan bakteri jahat, sehingga pencernaan anak tetap lancar dan tidak mudah terganggu. Nutrisi ini juga membantu mengatur sistem imun di usus agar tidak bereaksi berlebihan.

Vitamin D juga mendukung penyerapan kalsium dan nutrisi penting lainnya di dalam usus. Jika kebutuhan vitamin D tidak terpenuhi, keseimbangan mikrobiota usus si Kecil bisa terganggu dan risiko masalah pencernaan meningkat.

Baca Juga: BAB Anak Warna Hijau? Apakah Normal? Cek di Sini!

4. Vitamin C

Vitamin C membantu menjaga kesehatan pencernaan anak dengan mendukung lapisan pelindung usus agar tetap kuat dan sehat. Nutrisi ini juga membantu mengurangi peradangan pada lambung serta menjaga keseimbangan bakteri baik di saluran cerna, sehingga pencernaan si Kecil dapat bekerja lebih optimal.

Selain itu, vitamin C berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi dari makanan. Penyerapan nutrisi yang baik akan mendukung tumbuh kembang dan daya tahan tubuh anak secara keseluruhan.

Karena tubuh tidak bisa memproduksi vitamin C sendiri, anak perlu mendapat asupan vitamin ini setiap hari dari makanan bergizi, seperti buah dan sayuran. Dengan kebutuhan vitamin C yang tercukupi, kesehatan usus dan pencernaan anak pun bisa lebih terjaga.

5. Zinc

Pada anak usia di atas 6 bulan, konsumsi suplemen zink dapat membantu mempercepat pemulihan diare. Rata-rata, zinc bisa membantu mempersingkat durasi diare sekitar setengah hingga satu hari, terutama pada anak yang mengalami kekurangan gizi.

Zinc juga membantu mengurangi risiko diare berlangsung lebih lama dan menurunkan kemungkinan infeksi berulang dalam beberapa bulan setelah anak sembuh.

Menurut anjuran WHO dan UNICEF, anak yang mengalami diare akut umumnya disarankan mendapat suplemen zink 20 mg setiap hari selama 10–14 hari.

Selain itu, zink juga berperan sebagai vitamin penambah nafsu makan anak. Jika anak kekurangan zinc, ia bisa jadi lebih susah makan, cepat bosan dengan makanan, atau cenderung pilih-pilih makanan (picky eater).

Sumber Vitamin Pencernaan dari Makanan Sehari-hari

Kebutuhan vitamin anak idealnya dipenuhi dari makanan sehari-hari. Karena itu, penting bagi Moms untuk memberikan menu bergizi seimbang dengan variasi makanan yang beragam.

Beberapa sumber vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan pencernaan anak antara lain:

  • Vitamin A: wortel, hati ayam, telur, ubi oranye

  • Vitamin B kompleks: daging, ikan, telur, susu, biji-bijian

  • Vitamin C: jeruk, stroberi, tomat, brokoli

  • Zinc: daging merah, seafood, tempe, kacang-kacangan

Nutrisi tersebut membantu menjaga kesehatan saluran cerna, mendukung keseimbangan bakteri baik di usus, sekaligus membantu proses penyerapan nutrisi agar lebih optimal.

Namun meski ada suplemen tambahan, makanan tetap menjadi sumber utama vitamin dan mineral untuk anak, ya. Jadi, usahakan si Kecil makan dengan pola gizi seimbang setiap hari agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi dengan baik.

Nah, kesehatan pencernaan anak tidak hanya dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi, tetapi juga keseimbangan bakteri baik di dalam usus. Di sinilah probiotik alami seperti dari yoghurt, tempe, dan kefir berperan penting.

Manfaat Kombinasi Probiotik & Vitamin untuk Usus Sehat

Probiotik adalah mikroorganisme baik yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus agar sistem pencernaan anak tetap sehat dan nyaman. Jika jumlah bakteri baik terjaga, proses cerna makanan pun bisa berjalan lebih optimal.

Probiotik juga dapat mendukung daya tahan tubuh anak. Sebab, sebagian besar sistem imun tubuh berada di saluran cerna. Anak dengan kondisi usus yang sehat umumnya lebih jarang mengalami gangguan pencernaan seperti diare, sembelit, atau perut kembung.

Manfaat probiotik akan bekerja lebih optimal bila didukung asupan vitamin dan mineral yang cukup. Kombinasi probiotik dengan vitamin seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan zinc dapat membantu penyerapan nutrisi sekaligus menjaga lapisan saluran cerna tetap sehat.

Vitamin vs Makanan, Kapan Anak Perlu Suplemen?

Makanan tetap menjadi sumber utama vitamin pencernaan anak. Jika pola makan si Kecil sudah seimbang, umumnya kebutuhan vitamin dan mineral hariannya bisa tercukupi dari makanan.

Namun, suplemen bisa dipertimbangkan bila anak mengalami kondisi seperti:

  • Susah makan atau GTM

  • Sedang diare, infeksi, atau gangguan pencernaan

  • Asupan makan tidak optimal

  • Kebutuhan nutrisi meningkat

  • Direkomendasikan dokter

Contohnya, saat anak diare dokter dapat menyarankan pemberian zinc untuk membantu mempercepat pemulihan usus dan mengurangi durasi diare.

Agar aman dan sesuai kebutuhan anak, pemberian suplemen sebaiknya tetap mengikuti anjuran dokter atau tenaga kesehatan, ya Moms.

Moms juga bisa bantu lengkapi asupan nutrisi anak dengan LACTOGROW. LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri* dan 0g sukrosa. Selain itu, LACTOGROW juga diperkaya dengan inulin, DHA, ARA, omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk membantu perut si kecil jadi lebih nyaman dan nutrisi terserap optimal.

Pertanyaan Seputar Vitamin untuk Pencernaan Anak

  • Vitamin apa yang penting untuk kesehatan pencernaan?

    Vitamin yang dapat dikonsumsi untuk kesehatan pencernaan adalah Vitamin B kompleks (terutama B1, B2, B3, B12), Vitamin A, Vitamin C, dan Vitamin D.

  • Mengapa zink diberikan saat anak diare?

    Pemberian zinc saat anak diare bermanfaat untuk membantu mempercepat pemulihan serta mengurangi lama dan tingkat keparahan diare. Zinc juga dapat membantu menurunkan risiko diare kembali dalam beberapa bulan setelah sembuh.

*Nestle adalah satu-satunya pemegang lisensi L. reuteri DSM 17938 untuk produk susu pertumbuhan.


Source:

1. Spencer, S. P. et al. Adaptation of innate lymphoid cells to a micronutrient deficiency promotes type 2 barrier immunity. Science 343, 432–437 (2014)

2. Sandoiu, A. (2019, January 3). Immune system vs. gut bacteria: How vitamin A “keeps the peace.” Medicalnewstoday.Com; Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324066#Vitamin-A-keeps-immune-response-in-check

3. Hossain, K. S., Amarasena, S., & Mayengbam, S. (2022). B Vitamins and Their Roles in Gut Health. Microorganisms, 10(6), 1168. https://doi.org/10.3390/microorganisms10061168

4. Akimbekov, N. S., Digel, I., Sherelkhan, D. K., Lutfor, A. B., & Razzaque, M. S. (2020). Vitamin D and the Host-Gut Microbiome: A Brief Overview. ACTA Histochemica et Cytochemica, 53(3), 33–42. https://doi.org/10.1267/ahc.20011

5. Seyed-Amir Tabatabaeizadeh, Niayesh Tafazoli, Ferns, G. A., Amir Avan, & Majid Ghayour-Mobarhan. (2018). Vitamin D, the gut microbiome and inflammatory bowel disease. Journal of Research in Medical Sciences : The Official Journal of Isfahan University of Medical Sciences, 23, 75. https://doi.org/10.4103/jrms.JRMS_606_17

6. Wang, J., Mei, L., Hao, Y., Xu, Y., Yang, Q., Dai, Z., Yang, Y., Wu, Z., & Ji, Y. (2024). Contemporary Perspectives on the Role of Vitamin D in Enhancing Gut Health and Its Implications for Preventing and Managing Intestinal Diseases. Nutrients, 16(14), 2352. https://doi.org/10.3390/nu16142352

7. practicalgast. (2025, March 14). Exploring the Role of Vitamin C in Gastrointestinal Function and Disorders - Practical Gastro. Practical Gastro. https://practicalgastro.com/2025/03/14/exploring-the-role-of-vitamin-c-in-gastrointestinal-function-and-disorders/

8. Trangkanont, T., Puwanant, M., & Chotsampancharoen, T. (2025). Clinical Characteristics and Outcomes of Pediatric Vitamin C Deficiency. Nutrients, 17(23), 3755. https://doi.org/10.3390/nu17233755

9. Lazzerini, M., & Wanzira, H. (2016). Oral zinc for treating diarrhoea in children. Cochrane Database of Systematic Reviews. https://doi.org/10.1002/14651858.cd005436.pub5

10.Zinc supplementation in the management of diarrhoea. (2026). Who.Int. https://www.who.int/tools/elena/bbc/zinc-diarrhoea#

11. Applegate, J. A., Fischer Walker, C. L., Ambikapathi, R., & Black, R. E. (2013). Systematic review of probiotics for the treatment of community-acquired acute diarrhea in children. BMC Public Health, 13(S3). https://doi.org/10.1186/1471-2458-13-s3-s16

12. Richmond. (2026). Kids and vitamins | Children’s Hospital of Richmond at VCU. Chrichmond.Org. https://www.chrichmond.org/services/gastroenterology-and-nutrition/feeding/kids-and-vitamins/

13. Multivitamins for Children: What Parents Need to Know About Vitamins and Supplements. (2026, March 27). Southwest Pediatric Associates. https://swpedi.com/multivitamins-for-children/

14. Barkhidarian, B., Roldos, L., Iskandar, M. M., Saedisomeolia, A., & Kubow, S. (2021). Probiotic Supplementation and Micronutrient Status in Healthy Subjects: A Systematic Review of Clinical Trials. Nutrients, 13(9), 3001. https://doi.org/10.3390/nu13093001

15. Hord, Y. (2024). Supplemental micronutrients, tight junctions and epithelial barrier function: A narrative review. Vitamins & Minerals, 13(2).




Bagikan : Facebook WhatsApp


Artikel Terkait

Lihat Artikel Lainnya