Parenting Corner

Adakah Manfaat Susu Tanpa Sukrosa untuk Anak?

15 May 2026

Adakah Manfaat Susu Tanpa Sukrosa untuk Anak?

Di masa pertumbuhan, susu sering menjadi bagian dari asupan harian anak. Namun, tidak sedikit produk susu anak yang mengandung gula tambahan cukup tinggi. Padahal, kebiasaan konsumsi gula sejak dini dapat memengaruhi kesehatan gigi, berat badan, dan preferensi rasa anak di masa depan.

Di sinilah susu tanpa gula tambahan untuk anak menjadi pilihan yang relevan, terutama untuk mendukung pola makan sehat sejak dini. 

Pentingnya Memilih Susu Tanpa Sukrosa untuk Anak

Memilih susu tanpa gula tambahan untuk anak bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari, tetapi juga mendukung kesehatan dan kebiasaan makan yang baik sejak dini.

Ketika membiasakan anak mengonsumsi susu tanpa sukrosa sejak kecil, Moms juga dapat mencegah beberapa masalah kesehatan yang sering muncul akibat gula berlebih, antara lain:

1.    Kerusakan Gigi

Gula merupakan sumber utama bakteri penyebab karies. Anak yang sering mengonsumsi susu tinggi gula berisiko mengalami gigi berlubang lebih cepat. 

2.    Kenaikan Berat Badan Berlebih

Susu tinggi gula menambah kalori ekstra yang tidak dibutuhkan tubuh, sehingga jika dikonsumsi berlebihan, bisa menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat. 

3.    Preferensi Rasa Manis

Anak yang terbiasa dengan rasa manis tinggi cenderung menolak makanan sehat yang rasanya cenderung lebih hambar.  Ketika Moms memperkenalkan susu tanpa gula tambahan sejak dini, Si Kecil belajar menikmati rasa alami dan lebih mudah menerima buah, sayur, dan makanan bergizi lainnya, yang membentuk kebiasaan makan sehat jangka panjang.

Selain mencegah risiko-risiko tersebut, mengonsumsi susu tanpa gula tambahan juga  memberikan manfaat langsung bagi anak. Anak mendapatkan energi lebih stabil sepanjang hari, sehingga tetap aktif dan fokus dalam berbagai aktivitas. Kebiasaan ini pun berdampak positif di masa depan dalam membantu membentuk pola makan sehat.

Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memilih Susu Tanpa Sukrosa untuk Anak 

Hal yang paling penting ketika memilih susu untuk anak adalah membaca label nutrisi dengan cermat. Jangan mudah terkecoh dengan kemasan menarik atau klaim “rendah gula” yang terlihat besar di depan. Ketika memeriksa label secara teliti, Moms bisa memastikan anak mendapatkan susu yang tepat dan aman untuk pertumbuhan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membaca label:

1.    Total Sugar dan Added Sugar

Total sugar mencakup semua jenis gula dalam produk, termasuk laktosa yang secara alami ada dalam susu. Namun yang paling penting diperhatikan adalah added sugar, yaitu gula tambahan

dalam produk. Semakin sedikit kandungan gula tambahan, semakin aman untuk konsumsi harian anak. 

2.    Nama Alias Gula

Gula tambahan bisa muncul dengan berbagai nama, misalnya sirup jagung, fruktosa, maltosa, dextrose, atau sukrosa.

3.    Urutan Komposisi Bahan

Bahan yang tercantum paling atas biasanya jumlahnya paling banyak. Jika gula atau berbagai nama alias gula muncul di bagian atas daftar, artinya kandungannya cukup tinggi,  dan sebaiknya Moms mempertimbangkan kembali sebelum membeli.

Tips Transisi ke Susu Tanpa Sukrosa

Jika anak sudah terbiasa dengan susu manis dengan tambahan gula, perkenalkan susu tanpa sukrosa secara bertahap agar mereka tidak menolak minuman baru. Berikut beberapa hal yang bisa Moms lakukan di rumah:

1.    Campur dengan Susu Plain

Jika masih ada stok susu manis di rumah, Moms bisa mulai dengan mencampurnya bersama susu plain tanpa pemanis tambahan. Dengan cara ini, rasa manis akan sedikit berkurang, tapi anak tetap merasa minum susu seperti biasanya. 
Secara bertahap, Moms bisa menambah proporsi susu tanpa sukrosa dan mengurangi susu manis hingga anak terbiasa dengan rasa yang lebih alami.

2.    Tambahkan Rasa Alami dari Buah

Agar anak lebih tertarik dengan susu tanpa sukrosa, Moms bisa menambahkan rasa manis alami dari buah. Pilih buah yang sesuai dengan usia anak, seperti pisang, stroberi, atau blueberry, dan haluskan atau potong kecil-kecil sebelum dicampur ke dalam susu.

Kombinasikan Konsumsi Susu dengan Makanan Sehat Lainnya

Meskipun susu tanpa gula sangat membantu untuk memenuhi sebagian nutrisi penting, anak tetap perlu mendapatkan makanan padat gizi yang seimbang, ya, Moms. Susu bisa diberikan sebagai cemilan atau di

waktu selingan, sementara saat jadwal makan utama, pastikan Si Kecil tetap mendapatkan makanan lengkap dengan gizi seimbang.

Kalau Moms sedang mencari susu tanpa gula yang praktis dan aman untuk anak, LACTOGROW bisa jadi pilihan. 

LACTOGROW PRO 1+ untuk anak usia 1–3 tahun dan LACTOGROW PRO 3+ untuk anak usia 4–5 tahun adalah satu-satunya susu pertumbuhan dengan Lactobacillus reuteri yang terbukti secara klinis dapat mendukung kesehatan pencernaan anak, diperkaya dengan Omega 3 & 6, prebiotik Inulin, 13 vitamin, dan 7 mineral.

Selain itu juga, susu ini tidak mengandung gula tambahan (sukrosa), tetap kaya protein, kalsium, dan vitamin yang mendukung pertumbuhan anak, sehingga bisa menjadi bagian dari pola makan seimbang harian mereka. 

Pertanyaan Seputar Susu Tanpa Sukrosa untuk Anak

1.    Apa kelebihan memberikan susu tanpa sukrosa untuk anak? 

Susu tanpa sukrosa membantu mengurangi risiko obesitas, kerusakan gigi, dan kebiasaan konsumsi gula berlebih sejak dini, sekaligus tetap memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

2.    Bagaimana mengetahui jumlah gula dalam susu anak? 

Periksa label informasi nilai gizi pada kemasan, khususnya bagian “total gula” per sajian, lalu bandingkan dengan kebutuhan harian anak sesuai usianya.

3.    Kapan anak sebaiknya mulai konsumsi susu tanpa sukrosa? 

Sejak usia di atas 1 tahun, anak sebaiknya dibiasakan mengonsumsi susu dengan kandungan gula rendah untuk membentuk pola makan sehat sejak dini.


Referensi:

1.    World Health Organization. (2025, August 14). Sugars and dental caries. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sugars-and-dental-caries  
2.    Centers for Disease Control and Prevention. (2024, January 5). Get the facts: Added sugars. https://www.cdc.gov/nutrition/php/data-research/added-sugars.html 

3.    Baghlaf, K., Muirhead, V., & Pine, C. (2020). Relationships between children's sugar consumption at home and their food choices and consumption at school lunch. Public health nutrition, 23(16), 2941–2949. https://doi.org/10.1017/S1368980019003458  

4.    European Commission. (n.d.). Nutrition claims – Food Safety. European Commission. Retrieved January 2026, from https://food.ec.europa.eu/food-safety/labelling-and-nutrition/nutrition-and-health-claims/nutrition-claims_en 




Bagikan : Facebook WhatsApp