Parenting Corner

Anak Diare Tidak Mau Makan? Ini Cara Menjaga Cairan dan Nutrisi

20 October 2026

Anak Diare Tidak Mau Makan? Ini Cara Menjaga Cairan dan Nutrisi

Saat anak diare tidak mau makan, prioritaskan pemberian cairan seperti oralit dan ASI, lalu tawarkan makanan yang familiar dalam porsi kecil tetapi lebih sering tanpa memaksa. Penurunan nafsu makan ini umumnya bersifat sementara dan akan kembali seiring kondisi Si Kecil membaik.

Anak diare dan tidak mau makan merupakan kondisi yang cukup umum terjadi. Rasa mual, nyeri perut, demam, atau rasa tidak nyaman selama diare dapat membuat anak diare tidak nafsu makan untuk sementara. Simak tipsnya dalam uraian berikut.

Kenapa Anak Diare Tidak Mau Makan?

Diare dapat membuat tubuh Si Kecil terasa tidak nyaman. Selain buang air besar (BAB) lebih sering dan lebih cair, anak dapat mengalami mual, kram atau nyeri perut, demam, atau merasa lemas. Kondisi tersebut dapat membuat nafsu makannya menurun untuk sementara.

Pada beberapa anak, pengalaman muntah atau rasa tidak nyaman setelah makan juga dapat membuat mereka enggan makan. Karenanya, anak diare tidak mau makan tidak selalu berarti Si Kecil mengalami masalah makan yang menetap.

Nafsu makan anak umumnya dapat kembali secara bertahap setelah kondisinya membaik. Meski begitu, saat masa pemulihan pun makanan tetap perlu diberikan sesuai kemampuan Si Kecil. Pasalnya, ia membutuhkan energi dan zat gizi untuk mempertahankan kondisi tubuh dan mendukung pemulihannya.

Cara Agar Anak Diare Mau Makan

Jika Si Kecil belum mau makan banyak, Moms tidak perlu langsung khawatir atau memaksanya. Beberapa cara agar anak diare mau makan dapat dilakukan dengan membuat waktu makan lebih nyaman dan menyesuaikan makanan dengan kondisi Si Kecil.

Berikan Porsi Kecil tetapi Lebih Sering

Porsi yang terlalu banyak sekaligus dapat membuat anak semakin tidak nyaman.

Pilih Makanan yang Familiar

Tawarkan makanan yang biasa dikonsumsi Si Kecil dan selama ini dapat ditoleransi dengan baik.

Sesuaikan Tekstur Makanan

Pilih makanan dengan tekstur yang mudah dimakan sesuai usia dan kemampuan makan Si Kecil.

Berikan Waktu untuk Makan

Biarkan Si Kecil makan sesuai kemampuannya tanpa terburu-buru.

Jangan Memaksa

Jika Si Kecil baru mampu makan beberapa suap, tawarkan kembali makanan setelah beberapa waktu.

Baca Juga: Flu Perut pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Utamakan Cairan untuk Mencegah Dehidrasi

Saat diare, Si Kecil kehilangan lebih banyak cairan dan elektrolit. Jika tidak segera digantikan, Si Kecil berisiko mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, pastikan Si Kecil tetap mendapatkan cukup cairan selama diare.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memberikan oralit untuk membantu mengganti cairan dan elektrolit yang hilang. Berikan oralit sesuai petunjuk penggunaannya.

Jika Si Kecil masih menyusu, ASI tetap dapat diberikan. Hindari pemberian minuman tinggi gula seperti minuman manis atau minuman bersoda karena kandungan gulanya dapat memperburuk diare pada kondisi tertentu.

Jika Si Kecil muntah setelah minum, jangan langsung memberikan cairan dalam jumlah banyak. Tunggu beberapa saat, kemudian coba berikan kembali secara perlahan dengan jumlah yang lebih kecil tetapi lebih sering.

Kapan Anak Diare Tidak Mau Makan Perlu Diperiksa?

Nafsu makan yang menurun sementara dapat terjadi selama diare. Namun, kondisi perlu mendapat perhatian lebih jika anak juga tidak mampu mempertahankan cairan atau menunjukkan tanda-tanda kondisi yang memburuk.

Segera konsultasikan Si Kecil kepada dokter jika ia menunjukkan tanda-tanda berikut.

  • Tidak mau atau tidak mampu minum.
  • Selalu muntah sehingga kesulitan mempertahankan asupan cairan.
  • Buang air kecil jauh lebih jarang dari biasanya.
  • Mengalami mulut dan lidah kering.
  • Sangat lemas, mengantuk, atau sulit dibangunkan.
  • Diare disertai darah pada feses.
  • Demam tinggi atau nyeri perut berat.
  • Berat badan menurun atau anak tidak menunjukkan perbaikan.
  • Diare berlangsung terus-menerus atau semakin berat.

Setelah diare membaik dan nafsu makan kembali, bantu Si Kecil kembali ke pola makan bergizi seimbang agar kebutuhan energi dan zat gizinya terpenuhi. Moms dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil dengan memberikan LACTOGROW sebagai bagian dari asupan hariannya.

LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri dan 0g sukrosa. Selain itu, LACTOGROW juga diperkaya dengan inulin, DHA, ARA, omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk membantu menjaga kenyamanan pencernaan Si Kecil.

Sebagai pelengkap asupan nutrisi harian Si Kecil, Moms dapat memilih LACTOGROW. LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri dan 0g sukrosa, serta diperkaya dengan inulin, DHA, ARA, omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk melengkapi kebutuhan nutrisi Si Kecil.

Inulin merupakan serat prebiotik yang dapat membantu mendukung keseimbangan mikrobiota usus dan kesehatan saluran cerna. Pencernaan yang sehat berperan penting dalam penyerapan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Yuk dukung kesehatan pencernaan Si Kecil dengan LACTOGROW!*

*Nestle adalah satu-satunya pemegang lisensi L. reuteri DSM 17938 untuk produk susu pertumbuhan.

FAQ Mengenai Kondisi Anak Diare yang Tidak Mau Makan

Kenapa anak jadi tidak mau makan saat diare?

Saat diare, Si Kecil dapat mengalami mual, kram atau nyeri perut, demam, muntah, dan tubuh terasa lemas. Berbagai keluhan tersebut dapat membuat nafsu makan menurun untuk sementara. Nafsu makan biasanya akan kembali secara bertahap seiring kondisi Si Kecil membaik.

Bagaimana cara membujuk anak makan saat diare tanpa memperparah kondisinya?

Moms tidak perlu memaksa Si Kecil untuk menghabiskan makanan dalam jumlah banyak. Cobalah menawarkan makanan yang sudah familiar dan dapat ditoleransi dalam porsi kecil tetapi lebih sering. Sesuaikan teksturnya dengan usia dan kemampuan makan Si Kecil, serta berikan waktu agar ia dapat makan sesuai kemampuannya. Selain makanan, pastikan kebutuhan cairan tetap menjadi prioritas untuk membantu mencegah dehidrasi.

Apa risiko jika anak diare terus menolak makan dalam waktu lama?

Jika berlangsung lama, berkurangnya asupan makanan dapat membuat Si Kecil tidak mendapatkan energi dan zat gizi yang cukup selama masa pemulihan. Kondisi perlu lebih diwaspadai jika anak juga menolak minum, muntah berulang, mengalami penurunan berat badan, tampak sangat lemas, atau menunjukkan tanda dehidrasi. Jika hal tersebut terjadi atau kondisi Si Kecil tidak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan dokter.

Sumber:




Bagikan : Facebook WhatsApp