Parenting Corner

Moms, Ini Gejala dan Penyebab Infeksi Pencernaan pada Anak

20 August 2026

Moms, Ini Gejala dan Penyebab Infeksi Pencernaan pada Anak

Infeksi pencernaan pada anak umumnya disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit yang masuk melalui makanan, minuman, maupun tangan yang terkontaminasi, dan bisa memicu gangguan saluran cerna seperti diare, muntah, nyeri perut, hingga nafsu makan berkurang.

Kondisi ini termasuk salah satu masalah kesehatan yang cukup sering terjadi, terutama pada usia balita dan anak sekolah. Lalu, bagaimana gejala dan langkah pencegahannya?

3 Jenis Infeksi Pencernaan yang Umum Menyerang Anak

Infeksi pencernaan pada anak bisa disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, mulai dari virus, bakteri, hingga parasit. Masing-masing memiliki cara penularan dan gejala yang berbeda. Berikut penjelasannya:

1. Infeksi Virus pada Pencernaan

Virus menjadi salah satu penyebab paling umum infeksi pencernaan pada anak. Beberapa jenis virus yang sering menyerang perut anak adalah rotavirus, norovirus, adenovirus, dan astrovirus.

Infeksi akibat virus perut biasanya menyebabkan diare cair, muntah, demam ringan, dan perut terasa tidak nyaman. Penularannya dapat terjadi melalui makanan, minuman, atau tangan yang terkontaminasi.

Anak yang mengalami infeksi virus umumnya dapat pulih dalam beberapa hari dengan istirahat dan asupan cairan yang cukup.

2. Infeksi Bakteri pada Pencernaan

Selain virus, gangguan pencernaan juga dapat disebabkan oleh bakteri seperti Salmonella, Escherichia coli, dan Shigella.

Infeksi bakteri biasanya terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang kurang higienis. Pada beberapa kasus, gejala dapat berupa diare berat, demam tinggi, muntah, hingga BAB berdarah.

Karena itu, menjaga kebersihan makanan dan perlengkapan makan anak menjadi langkah penting untuk membantu mengurangi risiko infeksi.

3. Infeksi Parasit pada Pencernaan

Parasit seperti Giardia lamblia juga menjadi penyebab infeksi pencernaan pada anak. Penularannya sering terjadi melalui air atau makanan yang terkontaminasi. Infeksi parasit dapat menyebabkan diare berkepanjangan, perut kembung, dan gangguan penyerapan nutrisi pada anak.

Baca Juga: BAB Anak Warna Hijau? Normal Kah?

4 Gejala Infeksi Pencernaan pada Anak

Gejala infeksi pencernaan pada anak dapat berbeda tergantung penyebab dan tingkat keparahannya. Namun, ada beberapa tanda umum yang sering muncul di antaranya:

1. Perut Kembung dan Nyeri Perut

Perut kembung adalah masalah pencernaan akibat adanya tumpukan gas dalam perut. Hal ini bisa terjadi ketika anak banyak menelan udara saat makan atau minum, atau disebabkan oleh pola makan tertentu. Sembelit dan intoleransi laktosa juga dapat menyebabkan perut si Kecil kembung.

Anak yang mengalami masalah pencernaan juga dapat mengeluhkan nyeri perut atau merasa tidak nyaman di area perutnya. Pada anak yang lebih kecil, keluhan ini sering terlihat dari perubahan perilaku seperti menangis atau memegangi perut.

2. Muntah dan Diare (Muntaber)

Salah satu gejala muntaber yang paling sering terjadi adalah muntah disertai diare berulang. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh anak kehilangan banyak cairan sehingga meningkatkan risiko dehidrasi.

Selain BAB cair, si Kecil juga mungkin tampak lebih lemas, tidak nafsu makan, dan rewel.

3. Sembelit

Sembelit adalah gangguan pencernaan akibat anak sulit BAB. Kondisi ini ditandai dengan BAB kurang dari 3 kali dalam seminggu dan tampak mengejan kuat saat BAB. Umumnya, sembelit disebabkan oleh kurangnya asupan serat dan cairan dalam tubuh.

4. Radang Usus pada Anak

Pada beberapa kasus, radang usus anak dapat terjadi akibat infeksi yang menyebabkan peradangan pada saluran cerna. Radang usus anak dapat menimbulkan gejala seperti diare berkepanjangan, nyeri perut, demam, hingga penurunan berat badan.

Jika gejala berlangsung lama atau semakin berat, Moms perlu memeriksakan si Kecil ke pemeriksaan untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.

Bagaimana Bakteri Bisa Masuk Ke Sistem Cerna Anak?

Anak-anak lebih rentan mengalami gangguan pencernaan karena mereka sering memasukkan tangan atau benda ke mulut tanpa menyadari kebersihannya.

Selain itu, sistem imun anak juga masih berkembang sehingga tubuhnya belum sekuat orang dewasa dalam melawan infeksi. Adapun bakteri dan virus yang masuk ke dalam perut dapat menyebar melalui:

  • Tangan yang tidak dicuci sebelum makan

  • Makanan yang kurang matang

  • Air minum yang tidak bersih

  • Peralatan makan yang terkontaminasi

  • Kontak dengan orang yang sedang sakit

Karena itu, kebiasaan mencuci tangan dan menjaga kebersihan makanan sangat penting untuk membantu mencegah infeksi pencernaan pada anak.

Kapan Anak Perlu Segera Dibawa ke Dokter?

Sebagian besar masalah pencernaan anak dapat membaik dengan perawatan di rumah. Namun, ada beberapa kondisi yang perlu segera mendapatkan penanganan medis. Moms disarankan segera membawa si Kecil ke dokter apabila:

  • Anak mengalami muntah terus-menerus

  • Diare berlangsung lebih dari 2 hari

  • BAB berdarah

  • Anak tampak sangat lemas

  • Demam tinggi

  • Anak tidak mau minum

  • Muncul tanda dehidrasi, seperti bibir kering dan jarang buang air kecil

  • Nyeri perut sangat hebat

Pada kondisi tertentu, gejala muntaber yang berat dapat menyebabkan dehidrasi serius sehingga memerlukan penanganan ke dokter segera.

5 Cara Mencegah Infeksi Pencernaan Berulang pada Anak

Agar gangguan pencernaan tidak muncul lagi di kemudian hari, ada beberapa hal yang perlu Moms lakukan pada si Kecil. Misalnya:

1. Menjaga Kebersihan Tangan dan Lingkungan

Ajarkan si Kecil untuk mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet. Moms juga perlu memastikan makanan yang diberikan pada anak sudah dimasak hingga matang dan disimpan dengan baik.

2. Pastikan Anak Mendapat Asupan Cairan yang Cukup

Cairan bantu menjaga fungsi tubuh dan saluran cerna tetap bekerja dengan baik. Pastikan si Kecil mendapatkan asupan cairan sesuai kebutuhannya.

3. Jaga Kebersihan Peralatan Makan

Botol minum, sendok, dan perlengkapan makan anak perlu dibersihkan secara rutin, Moms, agar tidak menjadi tempat berkembangnya bakteri.

4. Bantu Jaga Keseimbangan Bakteri Baik di Usus

Saluran cerna memiliki bakteri baik yang bantu menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam usus. Ketika keseimbangan ini terganggu, bakteri jahat dapat berkembang lebih banyak dan meningkatkan risiko infeksi pencernaan pada anak.

5. Pastikan Anak Mendapat Nutrisi yang Seimbang

Asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang membantu menjaga daya tahan tubuh anak sehingga tidak mudah terkena infeksi, termasuk infeksi pencernaan. Pastikan si Kecil mendapatkan makanan bergizi seperti protein, vitamin, mineral, serta serat dari buah dan sayur untuk mendukung kesehatan saluran cerna.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa probiotik bantu mendukung kesehatan saluran cerna dan menjaga keseimbangan bakteri baik di usus.

Peran Bakteri Baik Dalam Menjaga Kesehatan Usus Anak

Di dalam usus terdapat berbagai jenis bakteri baik yang bantu proses pencernaan dan dukung sistem imun tubuh. Bakteri baik juga membantu menghambat pertumbuhan bakteri jahat di saluran cerna.

Ketika jumlah bakteri baik seimbang, risiko gangguan pencernaan dapat berkurang. Sebaliknya, ketidakseimbangan mikrobiota usus dapat meningkatkan risiko diare dan infeksi.

Karena itu, menjaga kesehatan saluran cerna anak menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang si Kecil secara keseluruhan.

Moms juga bisa bantu lengkapi asupan nutrisi anak dengan LACTOGROW. LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri* dan 0g sukrosa. Selain itu, LACTOGROW juga diperkaya dengan inulin, DHA, ARA, omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk membantu perut si Kecil jadi lebih nyaman dan nutrisi terserap optimal.

Pertanyaan Seputar Infeksi Pencernaan pada Anak

  • Apa tanda-tanda anak mengalami infeksi bakteri di usus?

    Tanda infeksi bakteri di usus bisa berupa diare, muntah, demam, nyeri perut, BAB berdarah, tubuh lemas, dan anak sulit makan atau minum.

  • Bagaimana cara mencegah infeksi pencernaan berulang?

    Cegah infeksi pencernaan dengan mencuci tangan, menjaga kebersihan makanan, memastikan air minum bersih, dan menjaga keseimbangan bakteri baik di usus.

*Nestle adalah satu-satunya pemegang lisensi L. reuteri DSM 17938 untuk produk susu pertumbuhan.


Source:

1. WHO. (2024, March 7). Diarrhoeal Disease. Who.int; World Health Organization: WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease

‌2. IDAI | Gangguan Pencernaan pada Bayi (2). (2017). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/gangguan-pencernaan-pada-bayi-2

3. About Kids Health. Gas (flatulence). (2024, March 15). Aboutkidshealth.ca; AboutKidsHealth. https://www.aboutkidshealth.ca/gas-flatulence

4. NHS Inform. Gastroenteritis. (2026, April 7). NHS Inform. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/stomach-liver-and-gastrointestinal-tract/gastroenteritis-in-children-and-babies/

5. Boston Children’s Hospital. Inflammatory Bowel Disease (IBD). (2026). Childrenshospital.org. https://www.childrenshospital.org/conditions-treatments/inflammatory-bowel-disease

6. Cincinnati Children’s. (n.d.). Gastroenteritis. www.cincinnatichildrens.org. https://www.cincinnatichildrens.org/health/g/gastroenteritis

7. Children’s Health. (2020). 8 ways to improve your family’s gut health - Children’s Health. Childrens.com. https://www.childrens.com/health-wellness/8-ways-to-improve-your-familys-gut-health




Bagikan : Facebook WhatsApp


Artikel Terkait

Lihat Artikel Lainnya