Waktu baca: 2 menit
Ditulis Oleh: Tim Penulis
Ditinjau Oleh: Mifta Novikasari S.P. M.K.M
Probiotik adalah bakteri baik yang dapat membantu kesehatan tubuh kita, terutama untuk sistem pencernaan. Salah satu jenis probiotik yang paling banyak diteliti adalah Lactobacillus reuteri DSM 17938. Di bawah ini kita akan membahas lebih lanjut tentang bakteri probiotik ini dan bagaimana manfaat Lactobacillus reuteri untuk perut anak sehat. Yuk, kita simak bersama!
Asal Usul Lactobacillus reuteri
Lactobacillus reuteri atau L. reuteri adalah salah satu jenis bakteri probiotik yang paling banyak diteliti. Bakteri ini pertama kali ditemukan di dalam ASI dan saat ini ditemukan hampir di semua vertebrata dan mamalia, termasuk di dalam saluran pencernaan manusia.
Nama "reuteri" diambil dari nama Gerhard Reuter, seorang ahli mikrobiologi dari Jerman yang menghabiskan sebagian besar karirnya untuk memahami bakteri di usus manusia. Namun, perlu diketahui bahwa keberadaan L. reuteri di ASI bisa berkurang seiring waktu, terutama setelah Si Kecil mulai mengkonsumsi makanan padat. Hal ini bisa berdampak pada kesehatan usus, karena L. reuteri memiliki banyak manfaat bagi kesehatan usus.
Manfaat Lactobacillus reuteri untuk Perut Anak
Beberapa studi klinis menunjukkan bahwa Lactobacillus reuteri DSM 17938 dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus pada bayi, yang berperan dalam mendukung kesehatan saluran cerna.
● Probiotik vs Bakteri Jahat
Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis sampel feses dari 60 bayi. Sebagian diberikan probiotik, sedangkan sebagian lainnya tidak. Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi probiotik L. reuteri memiliki efek yang baik dalam melawan beberapa jenis bakteri jahat.
● Metabolit dari Probiotik
Yang menarik, manfaat probiotik reuteri ini dapat menghasilkan menghasilkan metabolit seperti reuterin yang dalam studi laboratorium menunjukkan aktivitas terhadap beberapa mikroorganisme.
Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa dengan adanya probiotik, jumlah bakteri jahat dapat berkurang.
● Probiotik untuk Pencegahan Penyakit Usus
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa probiotik tertentu, termasuk L. reuteri, dapat membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan tertentu, namun penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi klinis.
Nah, sekarang kita akan membahas lebih lanjut tentang manfaat probiotik ini.
Probiotik dan Kesehatan Usus Si Kecil
Bayi baru lahir memiliki mikrobiota usus yang masih berkembang dan akan dipengaruhi oleh proses persalinan, ASI, dan lingkungan.
Terdapat hubungan antara usus dan otak (gut-brain axis), yang menunjukkan bahwa mikrobiota dapat berperan dalam regulasi sistem saraf dan respons stres.
Namun, tidak semua bakteri ini baik untuk kesehatan. Ada beberapa jenis bakteri yang bisa menyebabkan masalah kesehatan, seperti diare dan infeksi usus. Nah, di sinilah probiotik seperti Lactobacillus reuteri DSM 17938 berperan.
Lactobacillus reuteri DSM 17938: Pahlawan Kecil di Usus Si Kecil
Lactobacillus reuteri DSM 17938 adalah jenis bakteri probiotik yang bisa membantu melindungi usus sehat anak dari bakteri jahat. Bakteri ini bekerja dengan cara menghasilkan metabolit dalam melawan berbagai jenis bakteri jahat, termasuk yang bisa menyebabkan diare dan infeksi usus.
Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa probiotik ini bisa mengurangi jumlah bakteri jahat di usus. Bakteri jahat ini diketahui bisa meningkatkan risiko penyakit usus, sebuah kondisi yang bisa menyebabkan peradangan dan infeksi di usus.
Jadi, dengan memberikan probiotik ini sejak dini, kita bisa membantu melindungi usus dari bakteri jahat dan mencegah kondisi seperti penyakit usus.
Baca Juga: Susu untuk Pencernaan Anak
Pentingnya Penemuan L. reuteri
Penemuan L. reuteri ini sangat penting karena bakteri ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan kita. Lactobacillus reuteri untuk perut anak dapat menghasilkan molekul yang dapat melawan bakteri jahat dan merombak komposisi bakteri di usus.
Selain itu, L. reuteri juga dapat memperkuat dinding usus, sehingga dapat mengurangi perpindahan bakteri dari usus ke jaringan tubuh. Perpindahan bakteri ini telah dihipotesiskan sebagai pemicu peradangan.
L. reuteri telah dipelajari dalam konteks respon imun dan inflamasi, namun manfaat klinisnya dapat bervariasi tergantung kondisi dan populasi.
Jenis Bakteri Baik dalam Probiotik
Jenis bakteri baik ada bermacam-macam dan masing-masing memiliki kegunaan serta manfaat yang berbeda dalam kesehatan. Berikut ini beberapa jenis bakteri baik yang telah dikenal dan diteliti manfaatnya:
1. Lactobacillus
Jenis bakteri baik yang dapat ditemukan di dalam pencernaan dan probiotik. Ada lebih dari 50 spesies lactobacillus yang sudah dikenali, di antaranya:
- Lactobacillus acidophilus,
- telah dipelajari untuk membantu mengurangi durasi diare dalam kondisi spesifik.
- Lactobacillus rhamnosus GG, membantu mengatasi diare perjalanan dan eksim pada bayi
- Lactobacillus plantarum, dapat meningkatkan sistem imun melawan penyakit akibat bakteri
2. Bifidobacteria
Merupakan bakteri baik yang menyusun sebagian besar bakteri di usus dan menjadi penghuni sistem pencernaan sejak setelah bayi lahir. Ada lebih dari 30 strain bakteri ini yang dikenal, seperti:
- Bifidobacteria bifidum, yang membantu melindungi dari bakteri penyakit
- Bifidobacteria infantis, yang dapat meringankan gejala radang usus.
- Bifidobacteria lactis, yang membantu meningkatkan kolesterol pada wanita.
3. Streptococcus thermophilus
Merupakan bakteri penghasil enzim laktase yang penting dalam mencerna susu.
4. Saccharomyces boulardii<H3, bold>
Bakteri dalam ragi yang membantu mencegah dan mengatasi diare perjalanan dan akibat antibiotik.1
Perbedaan Probiotik dan Prebiotik
Probiotik dan prebiotik terdengar mirip, namun keduanya adalah dua hal yang berbeda. Meskipun, baik probiotik maupun prebiotik sama-sama memberi manfaat bagi kesehatan pencernaan.
Probiotik secara sederhana adalah bakteri baik, seperti L. reuteri dan Bifidobacterium. Probiotik merupakan bakteri hidup yang memberi manfaat bagi kesehatan tubuh. Sedangkan prebiotik adalah makanan untuk probiotik, umumnya berupa serat pangan yang tidak dapat dicerna usus.
Prebiotik merupakan komponen pangan yang dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme yang bermanfaat di usus.
Tips Pola Makan Ramah Usus
Pola makan dapat mempengaruhi kesehatan sistem pencernaan, terutama usus. Bagaimana pola makan yang ramah untuk usus? Berikut beberapa tipsnya:
- Penuhi kebutuhan serat makanan untuk membantu pencernaan dan mencegah sembelit. Disarankan untuk memenuhi 30 gram serat per hari.
- Minum cukup cairan, terutama air putih. Air baik untuk pencernaan dan melancarkan serta melembutkan feses.
- Kurangi makanan berlemak yang sulit dicerna dan mendorong usus bekerja lebih berat.
- Kurangi makan makanan pedas yang dapat memicu sakit perut hingga diare.
- Kenali pemicu masalah pencernaan. Bisa berbeda setiap orang, misal makanan asam atau mengandung susu.
- Konsumsi probiotik atau bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan dan pencernaan. Probiotik juga dapat mengandung bakteri baik untuk sembelit.2
Pengaruh Stres dan Kesehatan Usus Anak
Tahukah Moms jika kesehatan usus Si Kecil dapat saling mempengaruhi dengan otak anak? Hubungan yang dikenal dengan gut-brain axis (poros usus-otak) ini telah banyak diteliti dan diketahui sinyal saraf dengan hormon stres saling mempengaruhi.
Stres pada anak dapat mendorong Si Kecil untuk makan makanan yang disukai sehingga mempengaruhi bakteri usus yang berkembang. Stres juga dapat mempengaruhi komposisi bakteri usus melalui hormon stres, peradangan, dan perubahan otonom.
Sebaliknya, bakteri di usus dapat melepaskan hormon yang dapat mengubah perilaku makan dan suasana hati Si Kecil. Bakteri di usus juga dapat meningkatkan respons stres dan meningkatkan risiko depresi, yang dapat ditekan melalui konsumsi probiotik.3
Cara Memperbaiki Kualitas Mikrobiota
Menjaga kualitas mikrobiota dalam usus penting sebagai upaya menjaga kualitas kesehatan tubuh dan juga pikiran. Beberapa cara untuk memperbaiki kualitas mikrobiota dalam tubuh di antaranya:
- Mengonsumsi beragam serat prebiotik.
- Mengonsumsi makanan sumber probiotik seperti yogurt dan tempe.
- Pola makan tinggi gula dapat mempengaruhi komposisi mikrobiota usus, sehingga keseimbangan konsumsi tetap penting.
- Mengelola stres dan cukup beristirahat.
- Hindari penggunaan antibiotik yang tidak perlu.
Untuk membantu menjaga kesehatan usus dan pencernaan Si Kecil, Moms dapat memberikan asupan probiotik. Selain dari makanan seperti tempe, probiotik juga bisa didapat dari susu pertumbuhan seperti LACTOGROW PRO 3+ untuk anak usia 4–5 tahun.
LACTOGROW PRO 3+ mengandung L. reuteri yang telah teruji secara klinis dan berperan dalam mendukung kesehatan pencernaan anak. Selain itu, juga dilengkapi dengan serat pangan (inulin) yang membantu mendukung fungsi pencernaan dan penyerapan nutrisi.
Diperkaya dengan Omega 3 & 6, serta 12 vitamin dan 2 mineral, LACTOGROW PRO 3+ membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil. Tersedia dalam pilihan rasa Madu dan Vanilla.
Dengan memahami manfaat probiotik dan perannya dalam menjaga kesehatan pencernaan, Moms dapat lebih bijak dalam memilih asupan yang tepat untuk Si Kecil.
Pertanyaan Seputar Lactobacillus reuteri
1. Bagaimana L. reuteri membantu sistem pencernaan anak?
L. reuteri membantu sistem pencernaan anak dengan melindungi usus dari bakteri jahat. Bakteri ini bekerja dengan cara menghasilkan senyawa yang ampuh dalam melawan berbagai jenis bakteri jahat, termasuk yang bisa menyebabkan diare dan infeksi usus.
2. Apakah L. reuteri aman dikonsumsi setiap hari?
L. reuteri DSM 17938 umumnya dianggap aman pada populasi anak sehat berdasarkan studi klinis, namun sebaiknya digunakan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Mengonsumsi probiotik dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri di usus yang penting untuk kesehatan tubuh.
Referensi:
- Good vs. Bad Germs - Healthline. Retrieved on May 10th 2026 from https://www.healthline.com/health/cold-flu/good-bad-germs
- Good bacteria for your gut - Mayo Clinic. Retrieved on May 10th 2026 from https://www.mayoclinichealthsystem.org/hometown-health/speaking-of-health/good-bacteria-for-your-gut
- Good foods to help your digestion - NHS. Retrieved on May 10th 2026 from https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/digestive-health/good-foods-to-help-your-digestion/
- Madison, A., & Kiecolt-Glaser, J. K. (2019). Stress, depression, diet, and the gut microbiota: human-bacteria interactions at the core of psychoneuroimmunology and nutrition. Current opinion in behavioral sciences, 28, 105–110. https://doi.org/10.1016/j.cobeha.2019.01.011
Disclaimer
Penggunaan madu pada setiap produk LACTOGROW untuk anak diatas satu tahun telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Kecil.
Artikel Terkait