Flu perut pada anak, atau dalam bahasa medis dikenal dengan sebutan gastroenteritis, adalah salah satu masalah pencernaan yang cukup umum terjadi, terutama pada anak-anak karena sistem imunnya yang masih terus berkembang.
Flu perut biasanya bukan kondisi serius ya, Moms. Namun, tetap saja, tanpa penanganan yang tepat, gastroenteritis bisa berakibat fatal.
Apa Itu Flu Perut?
Flu perut, alias gastroenteritis, adalah infeksi saluran cerna menyebabkan si Kecil mengalami muntah dan diare. Itu sebabnya, flu perut juga dikenal dengan sebutan muntaber pada anak karena gejala yang muncul.
Walau dapat disebabkan oleh bakteri, flu perut pada anak lebih umum disebabkan oleh infeksi virus (viral gastroenteritis).
Meski bernama ‘flu’, flu perut pada anak tidak memiliki hubungan sama sekali dengan virus influenza penyebab flu. Virus influenza adalah virus yang menyerang saluran pernapasan, sedangkan flu perut disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang saluran cerna, yaitu norovirus dan rotavirus.
Penyebab Flu Perut pada Anak
Flu perut, atau gastroenteritis, dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, dan parasit. Akan tetapi, infeksi virus jadi penyebab yang paling umum seorang anak mengalami gastroenteritis. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sekitar 60-70% kasus diare pada anak disebabkan oleh infeksi virus.
Gastroenteritis yang disebabkan oleh virus disebut dengan viral gastroenteritis. Terdapat dua jenis virus yang umum menyebabkan flu perut pada anak, yaitu:
1. Norovirus
Norovirus adalah virus penyebab flu perut pada anak yang paling umum, yang biasanya menyebar lewat makanan atau minuman yang terkontaminasi.
Selain itu, menyentuh wajah, mulut, mata, dan hidung yang terkontaminasi virus, juga bisa menyebabkan si Kecil tertular gastroenteritis.
2. Rotavirus
Seperti halnya norovirus, rotavirus penyebab gastroenteritis viral pada anak juga dapat menginfeksi anak ketika ia menyentuh wajah, mengucek mata, atau memasukkan jarinya dengan tangan yang terkontaminasi virus.
Biasanya, infeksi rotavirus menimbulkan gejala yang lebih berat pada bayi dan anak-anak.
Selain virus, bakteri E.coli juga jadi salah satu penyebab anak mengalami flu perut alias muntaber. Biasanya, si Kecil mengalami muntaber karena mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung bakteri.
Saat anak mengalami flu perut akibat mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri, kondisi ini umum dikenal dengan sebutan keracunan makanan.
Gejala Gastroenteritis pada Anak
Infeksi virus ataupun bakteri yang menyerang si Kecil akan membuat saluran cernanya meradang dan mengalami beberapa gejala. Perut mual, muntah-muntah dan diare adalah gejala utama yang khas pada anak yang mengalami flu perut. Maka itu, kondisi ini dikenal juga dengan sebutan muntaber pada anak.
Berikut ini adalah beberapa gejala flu perut pada anak yang sering muncul:
Mual
Muntah
Diare
Sakit atau keram perut
Demam ringan
Baca Juga: BAB Anak Warna Hijau Apakah Normal? Cek di Sini!
Berapa Lama Flu Perut pada Anak Biasanya Sembuh?
Walaupun gejalanya bisa ringan hingga berat, flu perut pada anak biasanya bukanlah kondisi yang serius. Sering kali, gejala muntaber pada anak, seperti perut mual, muntah, dan diare akan mulai membaik dalam hitungan 1-2 hari.
Itu sebabnya, Moms mungkin tidak membutuhkan obat khusus untuk mual dan muntah yang dialami anak.
Namun, dalam kasus yang lebih jarang, muntaber mungkin saja bisa lebih lama, hingga 14 hari. Biasanya, ini dapat terjadi pada anak yang sistem imunnya lemah atau belum terbentuk sempurna.
Perawatan Flu Perut pada Anak di Rumah
Ketika si Kecil mengalami flu perut, perut mual, muntah, dan diare adalah gejala yang sering muncul. Keduanya, berisiko meningkatkan dehidrasi pada anak karena banyaknya cairan yang keluar. Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini bisa berakibat fatal.
Memastikan kebutuhan cairan si Kecil terpenuhi adalah cara utama yang dapat Moms lakukan untuk merawat si Kecil yang sedang terinfeksi gastroenteritis viral. Beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain:
Memenuhi kebutuhan cairan dengan memberikan air kaldu, buah tinggi air, atau susu setiap 5-10 menit
Jika si Kecil masih menyusu, tetap berikan ASI atau susu, selama si Kecil tidak memuntahkannya
Berikan si Kecil jus buah asli yang dibekukan untuk membangkitkan nafsu makan anak
Berikan makanan yang tidak terlalu banyak bumbu, seperti sup, bubur, atau roti panggang
Hindari memberikan minuman tinggi gula karena dapat memperburuk diare
Biarkan si Kecil banyak istirahat
Sering kali, gastroenteritis viral dapat sembuh dengan sendirinya. Moms tidak perlu memberikan obat khusus untuk mengatasi gejala mual, muntah, dan diare pada anak. Selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan obat apa pun ya, Moms.
Kapan si Kecil Harus Menemui Dokter Jika Terkena Flu Perut?
Flu perut pada anak biasanya dapat sembuh dengan sendirinya dengan perawatan yang tepat. Namun, Moms tetap perlu waspada.
Berikut ini adalah beberapa tanda Moms perlu membawa si Kecil ke dokter jika terkena flu perut pada anak:
Berusia kurang dari 6 bulan
Demam pada di bawah 3 bulan
Berusia di atas 3 tahun dan demam di atas 39oC
Berat badan kurang dari 8 kg
Sangat rewel dan tidak mau makan
Rewel karena sakit perut
Buang air besar berdarah
Feses berwarna hitam pekat
Muntah berwarna kehijauan
Selalu muntah ketika makanan atau minuman masuk
Dehidrasi adalah risiko paling fatal pada anak yang mengalami flu perut atau muntaber. Itu sebabnya, Moms juga perlu mewaspadai tanda-tanda dehidrasi pada bayi, seperti:
Anak tampak sangat lelah dan terus mengantuk atau tidur
Mulut kering
Buang air kecil sedikit (ditandai dengan popok yang kering lebih dari 3 jam)
Menangis tanpa air mata
Mata dan ubun-ubun bayi tampak cekung
Napas cepat
Tangan dan kaki dingin
Moms juga bisa segera ke dokter jika sangat khawatir dengan kondisi si Kecil. Ini juga akan membantu Moms lebih tenang sehingga bisa lebih fokus dalam penanganan si Kecil nantinya sesuai dengan arahan dokter.
Pencegahan Flu Perut pada Anak
Agar si Kecil terhindar dari flu perut (gastroenteritis), Moms bisa melakukan beberapa langkah berikut:
Lengkapi Vaksinasi Anak
Pemberian vaksin rotavirus sesuai anjuran IDAI dapat membantu melindungi anak dari flu perut. Vaksin ini umumnya diberikan saat bayi berusia 2 dan 4 bulan, atau maksimal hingga usia 6 bulan. Meski tidak sepenuhnya mencegah, vaksin rotavirus dapat membantu menurunkan risiko infeksi serta meringankan gejala bila anak tetap terpapar virus.
Jaga Kebersihan Makanan dan Minuman
Pastikan makanan yang dikonsumsi anak sudah matang dengan baik dan air minumnya bersih untuk mencegah masuknya kuman penyebab infeksi.
Biasakan Hidup Bersih pada Anak
Ajarkan si Kecil untuk rajin mencuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah dari toilet, untuk mencegah penularan virus.
Sebagai tambahan, Moms juga dapat memberikannya susu pertumbuhan yang dapat membantu menjaga kesehatan saluran cernanya. Sebab, saluran cerna yang sehat dapat membantu mengoptimalkan penyerapan nutrisi yang berperan dalam sistem imun tubuhnya sehingga tidak mudah terinfeksi penyakit.
Untuk melengkapi asupan Si Kecil, Moms dapat memilih LACTOGROW. LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri* dan 0g sukrosa. Selain itu, LACTOGROW juga diperkaya dengan inulin, DHA, ARA, omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk membantu perut si Kecil jadi lebih nyaman dan nutrisi terserap optimal.
Pertanyaan Seputar Flu Perut pada Anak
Apa itu flu perut atau stomach flu?
Flu perut atau stomach flu pada anak adalah infeksi saluran cerna akibat virus atau bakteri yang menyebabkan anak muntah-muntah dan diare. Rotavirus dan norovirus adalah penyebab paling umum seorang anak mengalami flu perut (gastroenteritis viral).
Berapa lama flu perut pada anak biasanya sembuh?
Flu perut pada anak umumnya merupakan kondisi yang ringan dan dapat sembuh dalam 1-2 hari. Waspadai tanda dehidrasi, seperti buang air kecil sedikit, mulut kering, dan anak tampak lemas, pada anak jika muntaber terus berlangsung lebih dari 2 hari.
*Nestle adalah satu-satunya pemegang lisensi L. reuteri DSM 17938 untuk produk susu pertumbuhan.
Source:
IDAI | Bagaimana Menangani Diare pada Anak. (2019). Idai.Or.Id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bagaimana-menangani-diare-pada-anak
IDAI | Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun, Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2024. (2024). Idai.Or.Id. https://www.idai.or.id/professional-resources/rekomendasi/jadwal-imunisasi-anak-usia-0-18-tahun
IDAI | Melengkapi/ Mengejar Imunisasi (Bagian III). (n.d.). Www.Idai.Or.Id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-iii
Sudah Lengkap? Ini Daftar Imunisasi untuk Bayi yang Baru Lahir. (2024). Kemkes.Go.Id. https://ayosehat.kemkes.go.id/1000-hari-pertama-kehidupan/sudah-lengkap-ini-daftar-imunisasi-untuk-bayi-yang-baru-lahir
Gastroenteritis. (2022). Medlineplus.Gov; National Library of Medicine. https://medlineplus.gov/gastroenteritis.html
CDC. (2025, June 9). Vaccines by Age. Vaccines & Immunizations. https://www.cdc.gov/vaccines/by-age/?CDC_AAref_Val=https://www.cdc.gov/vaccines/parents/by-age/months-1-2.html
Gastroenteritis (Stomach Flu) in Children | Nemours KidsHealth. (2025). Kidshealth.Org. https://kidshealth.org/en/parents/gastroenteritis.html
Viral gastroenteritis (stomach flu)-Viral gastroenteritis (stomach flu) - Symptoms & causes - Mayo Clinic. (2025). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/viral-gastroenteritis/symptoms-causes/syc-20378847
Gastroenteritis. (2026, April 29). Healthdirect.Gov.Au; Healthdirect Australia. https://www.healthdirect.gov.au/gastroenteritis
Fever and high temperature in children and babies - when to see a doctor. (2026, March 24). Healthdirect.Gov.Au; Healthdirect Australia. https://www.healthdirect.gov.au/fever-and-high-temperature-in-children