Parenting Corner

Apa Penyebab ASI Sedikit: Apakah Bayi Kenyang?

05 August 2023

asi sedikit apakah bayi kenyang

Waktu Baca: 2 Menit

Setelah melahirkan, hal yang diharapkan para Moms adalah memberikan ASI untuk si Kecil. Sebab, ASI dapat membantu mendukung sistem kekebalan, perkembangan otak, dan kebutuhan nutrisi bayi Moms.

Namun tak dipungkiri, dalam perjalanan menyusui, produksi ASI Moms bisa berkurang atau sedikit.

Ada beberapa penyebab ASI sedikit, mulai dari masalah hormonal, pelekatan, hingga durasi menyusui.

Dalam artikel ini, kita akan membahas soal produksi ASI kurang, mulai dari penyebab ASI keluar sedikit hingga cara mengatasinya.

Penyebab ASI Sedikit

Berikut beberapa penyebab ASI seret paling umum yang perlu Moms ketahui:

1. Jaringan kelenjar ASI yang tidak mencukupi

Stres bisa menjadi salah satu penyebab ASI keluar sedikit. Hal tersebut dipicu oleh adrenalin yang dilepaskan pada saat Moms stres akan menghambat pelepasan hormon oksitosin, yakni hormon yang berperan dalam kelancaran produksi ASI.

2. Dehidrasi

Untuk menghindari penyebab ASI berkurang, Ibu menyusui perlu memastikan asupan air putih yang cukup dan tidak dehidrasi agar produksi ASI lancar.

3. Masalah hormonal atau endokrin

Moms yang memiliki sindrom ovarium polikistik (PCOS), tiroid rendah atau tinggi, diabetes, hipertensi (tekanan darah tinggi) atau masalah hormonal yang membuat sulit hamil juga bisa menjadi penyebab produksi ASI sedikit.

Pemakaian kontrasepsi hormonal juga dapat menyebabkan penurunan suplai ASI karena kandungan estrogen dalam kontrasepsi ini dapat mengganggu kelancaran produksi ASI. Masalah hormonal dapat membuat ASI kurang karena produksi ASI bergantung pada sinyal hormonal yang dikirim ke payudara.

Dalam beberapa kasus, pengobatan masalah hormonal dapat membantu Moms meningkatkan produksi ASI. Kunjungi konsultan laktasi untuk menemukan solusi dari kondisi spesifik Moms.

4. Pelekatan yang buruk

Salah satu penyebab paling umum pasokan ASI sedikit adalah pelekatan yang buruk. Jika bayi tidak menempel pada payudara dengan benar atau salah posisi pelekatan, ASI cenderung keluar lebih sedikit. Perubahan posisi menyusui dapat membuat perbedaan besar dalam efisiensi pelekatan dan kenyamanan menyusui.

5. Jarang Menyusui

Jarang memberikan ASI kepada bayi juga menjadi alasan umum penyebab ASI keluar sedikit saat dipompa. Sebagian besar bayi baru lahir menyusu setiap 2 hingga 3 jam sekali. Semakin sering Moms menyusui si Kecil, semakin payudara akan terangsang untuk memproduksi lebih banyak ASI.

6. Durasi menyusui yang singkat

Jika Moms menyusui bayi dalam waktu singkat, kurang dari 5 menit di setiap sisi, itu akan membuat payudara tidak memproduksi ASI maksimal. Inilah yang menjadi penyebab ASI tiba-tiba sedikit. Semakin sering menyusui dapat membantu meningkatkan suplai ASI dan melatih bayi mengisap serta menelan.

Baca Juga: Cara Mengatasi Kembung pada Bayi

ASI Sedikit Apakah Bayi Kenyang? 

Sebenarnya, Moms bisa memastikannya dengan memperhatikan beberapa tanda alami berikut:

1. Kenaikan Berat Badan 

Wajar jika berat badan Si Kecil turun sekitar 8%–10% di awal kelahiran. Namun ia harus kembali ke berat lahir semula dalam 10–14 hari dan terus meningkat konsisten setelahnya.

2. Pantau Popok Basah (Buang Air Kecil)

Memasuki usia 5–7 hari, idealnya Si Kecil memiliki minimal 6 popok basah dalam 24 jam dengan urin berwarna jernih atau kuning pucat.

3. Perubahan pada Popok Kotor (Buang Air Besar)

Warna dan frekuensi buang air besar Si Kecil akan berubah di minggu pertama. Biasanya dimulai dari hitam (hari 1–2), kehijauan (hari 3–4), hingga akhirnya menjadi kuning cerah dengan tekstur lembek (hari 5 ke atas). 

4. Perilaku dan Pola Menyusu

Untuk memahami apa ciri-ciri bayi kenyang ASI, perhatikanlah sikapnya. Jika Si Kecil tampak tenang, rileks, dan merasa puas selama 1–3 jam di antara waktu menyusui, serta payudara Moms terasa lebih lunak, itu tandanya ia sudah mendapatkan cukup asupan.

Cara Meningkatkan Produksi ASI

Jika Moms mulai merasa cemas dan melihat adanya tanda bayi kurang ASI, seperti berat badan tidak kunjung naik atau popok yang jarang basah, Moms bisa mencoba tiga strategi kunci untuk memicu kembali hormon produksi:

1. Menyusui On-Demand

Cobalah menyusui Si Kecil sesering mungkin, terutama saat fase cluster feeding (menyusu terus-menerus dalam waktu singkat). 

2. Teknik Power Pumping

Luangkan waktu satu jam untuk pola pompa intensif (20 menit pompa, 10 menit istirahat, 10 menit pompa, 10 menit istirahat, dan 10 menit pompa) selama 3–7 hari secara konsisten.

3. Kontak Skin-to-Skin

Dekapan langsung antara kulit Moms dan Si Kecil akan memicu hormon oksitosin yang melancarkan aliran ASI.

4. Penuhi Kebutuhan Gizi

Cukupi asupan cairan dan gizi dengan rutin minum air putih serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk membantu menjaga produksi ASI tetap optimal.

5. Istirahat yang Cukup

Manfaatkan waktu istirahat dengan tidur atau relaksasi saat Si Kecil tidur agar tubuh Moms bisa pulih dengan baik.

6. Libatkan Keluarga

Libatkan dukungan orang terdekat, seperti pasangan atau keluarga, dalam pekerjaan rumah tangga supaya Moms bisa lebih fokus pada pemulihan fisik dan momen bonding bersama Si Kecil.

Tips Manajemen Sesi Menyusu 

Agar Si Kecil mendapatkan zat gizi yang lengkap, pastikan Moms menuntaskan sesi menyusui di satu sisi payudara hingga terasa kosong sebelum menawarkan sisi lainnya. Cara ini membantu Si Kecil mendapatkan hindmilk (ASI kaya lemak) yang membuatnya kenyang lebih lama. 

Jika payudara pertama sudah tuntas, Moms tetap bisa menawarkan sisi kedua. Namun jangan khawatir jika Si Kecil menolak, karena mungkin ia sudah merasa cukup atau hanya sekadar mencari kenyamanan saat didekap.

Kapan Moms Perlu Mengunjungi Konselor Laktasi?

Moms perlu waspada dan segera berkonsultasi dengan konselor laktasi atau dokter jika menemui kondisi tertentu pada Si Kecil.

Perhatikanlah apabila Si Kecil tampak mengantuk terus (lethargic), karena hal ini bisa menjadi indikasi kurangnya asupan ASI atau gejala kondisi kesehatan lain seperti penyakit kuning (jaundice).

Selain itu, bantuan profesional sangat dibutuhkan jika Si Kecil mengalami hambatan pertumbuhan (growth faltering) dengan kenaikan berat badan di bawah standar normal, atau apabila Moms merasakan nyeri yang hebat saat menyusui yang biasanya dipicu oleh posisi pelekatan yang kurang tepat.

ASI (Air Susu Ibu) adalah nutrisi terbaik, namun artikel/konten terkait ASI bertujuan untuk edukasi dan tidak menggantikan saran medis profesional. Hasil menyusui dapat bervariasi. Selalu konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi untuk kondisi kesehatan spesifik, teknik menyusui, atau masalah gizi.

Moms bisa bergabung dengan Lactoclub Community, komunitas eksklusif yang menyediakan berbagai informasi seputar nutrisi, kesehatan, termasuk tips dari para ahli serta panduan yang relevan untuk Moms dan kebutuhan Si Kecil.

Peranyaan Seputar ASI

  1. Bagaimana mengetahui bayi kenyang meski ASI sedikit?
    Bayi tampak puas setelah menyusu, tidur nyenyak, dan buang air kecil 6–8 kali sehari.
     
  2. Apa tanda ASI benar-benar kurang?
    Berat badan bayi tidak naik sesuai grafik pertumbuhan dan frekuensi BAK sangat sedikit.
     
  3. Bagaimana meningkatkan produksi ASI secara bertahap?
    Susui lebih sering, lakukan skin-to-skin, cukup istirahat, dan konsumsi makanan bergizi.

Referensi:

  1. Meek, J. Y. (2025). How to Tell if Your Breastfed Baby is Getting Enough Milk. Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/breastfeeding/Pages/How-to-Tell-if-Baby-is-Getting-Enough-Milk.aspx
  2. Pelly, J. (2020). What Is Hindmilk and How Can You Make Sure Your Baby Gets Enough? Healthline. https://www.healthline.com/health/breastfeeding/hindmilk 
  3. Wisner, W. (2021). What to Do If Your Baby Falls Asleep While Nursing. Healthline. https://www.healthline.com/health/breastfeeding/baby-falls-asleep-while-nursing  
  4. Iftikhar, N. (2020). How to Recognize the Signs Your Baby Is Hungry. Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/signs-baby-is-hungry



Bagikan : Facebook WhatsApp