Parenting Corner

Gejala Batuk Alergi pada Anak dan Cara Mengatasinya

26 April 2024

Gejala Batuk Alergi pada Anak dan Cara Mengatasinya

Sakit batuk tampaknya umum terjadi pada Si Kecil, terlebih pada musim pancaroba. Perlu Moms ketahui, pemicu ada bermacam-macam, salah satunya adalah karena faktor alergi pada anak. Batuk alergi pada Si Kecil umumnya disebabkan oleh reaksi alergi terhadap zat tertentu yang masuk ke dalam tubuh. 

Untuk memahami penyebab, ciri batuk alergi pada anak, dan cara mengatasinya, berikut penjelasan yang perlu Moms simak. 

5 Gejala Batuk Alergi pada Anak

Pertanyaan yang sering diajukan adalah apakah gejala batuk biasa dan batuk alergi berbeda? Nah, berikut beberapa ciri-ciri batuk alergi pada anak yang perlu Moms ketahui. 

  1. Durasi batuk lama

    Batuk akibat alergi cenderung berlangsung lebih dari satu minggu. Batuk ini sering kali lebih parah pada malam hari atau pagi hari, dan dapat mengganggu tidur dan aktivitas Si Kecil sehari-hari.1 

  2. Hidung berair atau tersumbat

    Ciri lain dari batuk alergi adalah mengalami hidung berair, bersin-bersin, dan hidung tersumbat karena terjadi peradangan pada saluran pernapasan pada hidung.1

  3. Mata berair

    Alergi juga dapat menyebabkan mata menjadi merah, gatal, dan berair. Gejala alergi pada mata ini seringkali muncul bersamaan dengan batuk.1 

  4. Iritasi tenggorokan

    Aliran ingus dari hidung ke tenggorokan dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan Si Kecil, yang kemudian berujung pada batuk yang berkelanjutan.2 

  5. Kesulitan bernapas

    Pada beberapa kasus, alergi dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan mengi. Hal ini terjadi akibat penyempitan saluran pernapasan yang membuat anak sulit bernapas.2 

4 Faktor Pemicu Batuk Alergi pada Anak

Berbagai faktor dapat menjadi pemicu batuk alergi pada anak. Untuk itu Moms perlu lebih cermat dalam mengidentifikasi apa saja yang biasanya menyebabkan reaksi batuk alergi pada Si Kecil. 

  1. Alergen seperti serbuk sari, tungau debu, bulu hewan peliharaan, dan spora jamur dapat memicu reaksi alergi pada anak. Partikel-partikel kecil ini dapat masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan iritasi yang akhirnya berujung pada batuk. 1
  2. Asap rokok, bau yang kuat, dan polusi udara dapat memperburuk batuk alergi pada anak. Zat-zat iritan ini dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan, sehingga anak menjadi batuk saat tubuh mencoba membersihkan zat tersebut. 
  3. Pemicu lain juga dapat disebabkan oleh jenis makanan tertentu, seperti telur dan kacang dapat memicu reaksi alergi pada Si Kecil dan memengaruhi saluran pernapasan sehingga menyebabkan batuk, dan sesak napas.2, 
  4. Rinitis alergi, yang sering disebut sebagai pilek alergi bisa menimbulkan reaksi hidung tersumbat, bersin-bersin, dan ingus, sehingga bisa mengakibatkan Si Kecil mengalami iritasi tenggorokan dan batuk yang berkelanjutan.3

Perlukah Tes Alergi pada Anak? 

Untuk memastikan pemicu batuk alergi pada anak, Moms bisa membawanya ke dokter ahli untuk dilakukan tes alergi guna melengkapi diagnosis.  Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah tes kulit yang relatif cepat dan akurat dalam mendeteksi alergi. Dalam beberapa kasus, dokter spesialis alergi juga dapat melakukan tes tambahan untuk mendukung diagnosa terkait dengan asma.3

Salah satunya adalah dengan tes pada kulit yang relatif cepat prosesnya dan juga hasilnya akurat. Dalam keadaan tertentu, dokter spesialis alergi juga bisa melakukan tes tambahan untuk mendukung diagnosam misa terkait dengan asma. 3

Baca Juga: Kenali Penyebab Bayi Batuk Pilek dan Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi dan Mencegah Batuk Alergi pada Anak

Moms bisa melakukan beberapa langkah untuk mengatasi problem batuk alergi pada anak. 

  1. Menghindari alergen. Lakukan identifikasi alergen yang memicu batuk alergi pada anak dan pastikan untuk menghindarinya. Misalnya, menjaga kebersihan dalam rumah, menggunakan pembersih debu, pelindung kasur, mengurangi kontak dengan hewan peliharaan, serta menghindari makanan pemicu alergi.3 
  2. Penggunaan humidifier: Menggunakan alat pelembap udara (humidifier) di kamar anak dapat membantu menjaga kelembapan saluran pernapasan dan mengurangi iritasi yang dapat memicu batuk. 
  3. Moms juga bisa memberikan beberapa jenis obat tertentu untuk mengurangi gejala alergi dengan berkonsultasi dan sesuai dengan resep dari dokter.4
  4. Jika alergi menyebabkan hidung tersumbat yang parah, dokter mungkin akan meresepkan kortikosteroid hidung untuk meredakan peradangan pada saluran hidung.3 
  5. Menjaga kesehatan dan imunitas Si Kecil sangat penting, dan salah satu caranya adalah dengan memenuhi kebutuhan nutrisi, baik makronutrisi maupun mikronutrisi, secara seimbang. Nutrisi yang seimbang dapat membantu mencegah dan mengurangi gejala alergi, termasuk rhinitis alergi. Salah satunya nutrisi yang berperan dalam mengurangi risiko alergi adalah makanan yang ramah bakteri usus seperti probiotik dan prebiotik. 

Untuk melengkapi asupan nutrisi, Moms bisa menyediakan asupan susu bagi Si Kecil untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi hariannya. 

Moms bisa memberikan susu pertumbuhan, seperti susu LACTOGROW 3 untuk anak usia 1–3 tahun atau LACTOGROW 4 untuk usia 4–5 tahun. 

LACTOGROW 3 Activgro, merupakan satu-satunya susu pertumbuhan dengan Lactobacillus Reuteri yang diperkaya dengan Omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral yang dapat mendukung pencernaan baik, bantu akal cerdas, dan tubuh aktif.   

Demikian bahasan batuk alergi pada anak yang perlu Moms ketahui. Tidak lupa, ketika Si Kecil mengalami batuk atau sebelum Moms memberikan obat apapun untuk mengatasi batuk untuk Si Kecil, berkonsultasilah terlebih dahulu kepada dokter untuk evaluasi dan pengobatan yang lebih lanjut.




Bagikan : Facebook WhatsApp