Parenting Corner

BAB Anak Keras seperti Batu: Penyebab dan Cara Melunakkannya

28 October 2026

BAB Anak Keras seperti Batu

Artikel ini ditinjau oleh dr. Aulia Afriani Mustamir

Melihat Si Kecil menangis kesakitan saat buang air besar (BAB) tentu membuat Moms cemas, terlebih jika BAB anak keras seperti batu kerikil. Kondisi ini merupakan salah satu tanda utama sembelit atau konstipasi pada anak.

Sembelit fungsional atau sembelit yang tidak disebabkan oleh penyakit organik merupakan kasus yang paling umum, terhitung sekitar 90–95% dari total kejadian pada anak. Untuk mengatasinya dengan tepat, Moms perlu memahami bagaimana feses keras terbentuk serta cara aman melunakkannya.

Bagaimana BAB Anak Keras seperti Batu?

Proses ini bermula ketika sisa makanan bergerak ke usus besar (kolon). Di sini, sebagian air dan elektrolit akan diserap kembali oleh tubuh. Namun, jika feses berada di dalam usus besar terlalu lama karena pergerakan usus yang lambat, dinding usus akan terus menyerap cairan dari feses.

Akibatnya, feses kehilangan banyak cairan, mengeras, menjadi kering, dan semakin sulit untuk dikeluarkan. Inilah yang kemudian menjadi penyebab feses anak keras.

Mengenali Bentuk Feses dengan Bristol Stool Chart

Moms juga dapat memperhatikan bentuk dan konsistensi feses Si Kecil menggunakan Bristol Stool Chart. Bagan ini mengelompokkan bentuk feses menjadi tujuh tipe berdasarkan konsistensinya.

Pada anak yang mengalami sembelit, feses dapat menyerupai tipe 1, yaitu bulatan-bulatan kecil dan keras seperti kerikil, atau tipe 2, yaitu berbentuk seperti sosis tetapi keras dan bergumpal. Sementara itu, feses tipe 3 dan 4 umumnya lebih lunak dan lebih mudah dikeluarkan.

Faktor Pemicu Sembelit pada Si Kecil

Beberapa kebiasaan dan faktor sehari-hari dapat menjadi penyebab BAB anak keras seperti batu. Berikut beberapa di antaranya.

  • Kebiasaan menahan BAB. Jika Si Kecil pernah merasakan sakit saat BAB, ia mungkin akan menahan BAB berikutnya karena takut. Feses yang tertahan di rektum ini terus mengalami penyerapan air sehingga makin keras dan membesar. Anak mungkin juga sering menahan BAB karena terlalu asyik bermain atau fobia menggunakan toilet umum.
  • Kurang minum. Jika Si Kecil kurang minum, tubuh akan menyerap lebih banyak air dari usus sehingga feses menjadi kering.
  • Kurang asupan serat. Serat bertugas mengikat air agar feses tetap padat dan lunak. Pola makan rendah serat atau terlalu banyak mengonsumsi makanan olahan (processed foods) bisa membuat feses mengeras.
  • Toilet training yang tidak tepat. Memulai toilet training terlalu dini atau dengan paksaan dapat membuat Si Kecil cemas dan memilih menahan BAB.
  • Efek samping obat. Beberapa suplemen zat besi atau obat tertentu dapat memperlambat gerak usus Si Kecil.

Cara Membantu Melunakkan BAB Si Kecil

Berikut adalah beberapa cara melunakkan BAB anak secara alami yang dapat Moms coba di rumah.

Cukupi kebutuhan cairannya

Pastikan Si Kecil mendapatkan asupan cairan yang cukup untuk membantu menjaga konsistensi feses. Moms juga dapat memberikan jus buah yang kaya sorbitol alami (seperti jus pir, apel, atau plum) untuk menarik air ke dalam usus.

Namun, hindari pemberian jus plum bagi bayi di bawah usia 2 bulan dan batasi 59-118 ml dua kali sehari. Pastikan pula untuk berkonsultasi ke dokter sebelum pemberian jus plum terutama ke bayi di bawah usia 6 bulan.

Berikan makanan berserat secara bertahap

Tambahkan asupan serat secara bertahap melalui sayuran dan buah-buahan seperti pepaya, mangga, pir, atau apel dengan kulitnya. Anak usia 1–3 tahun membutuhkan sekitar 19 gram serat per hari, sedangkan anak usia 4–6 tahun membutuhkan 20 gram.

Bangun rutinitas toilet tanpa paksaan

Biasakan Si Kecil duduk di toilet selama 5–10 menit setelah makan untuk memicu refleks gastrokolik alami tubuh. Gunakan pijakan kaki (step stool) agar kakinya tidak menggantung sehingga badannya nyaman dan otot panggulnya rileks. Berikan pujian dan jangan memaksa atau menghukum anak.

Tingkatkan aktivitas fisik

Ajak Si Kecil untuk aktif bergerak, seperti bermain di luar rumah atau bersepeda, guna membantu merangsang kontraksi alami usus.

Risiko Komplikasi

Sembelit jangka panjang yang tidak diatasi berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti luka pada anus dan penyumbatan rektum.

Pada kasus luka anus, gesekan dari feses yang keras dan besar dapat merobek kulit sensitif di sekitar anus. Luka pada anus merupakan salah satu penyebab tersering BAB berdarah pada anak yang mengalami sembelit.

Sembelit berkepanjangan juga dapat memicu impaksi feses (fecal impaction), yaitu pengerasan feses yang menyumbat rektum dengan sangat erat. Akibatnya, feses encer dari bagian atas merembes keluar tanpa disadari dan mengotori celana dalam anak, yang sering keliru dianggap diare.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera bawa Si Kecil ke dokter jika sembelit berlangsung lebih dari dua minggu, atau bila disertai tanda bahaya seperti:

  • demam,
  • perut kembung atau membengkak secara ekstrem,
  • muntah,
  • berat badan turun atau sulit naik, atau
  • adanya darah segar yang banyak di feses.

Jika Si Kecil mengalami sembelit, Moms tidak perlu panik. Dengan mencukupi kebutuhan cairan, memberikan makanan berserat, dan menerapkan kebiasaan BAB yang baik, Moms dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan Si Kecil. Bila keluhan menetap atau muncul tanda bahaya, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

—-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Selain memastikan kecukupan cairan dan serat, Moms dapat memilih susu pertumbuhan yang mendukung kesehatan pencernaan sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.

LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri* dan juga 0gr sukrosa. Selain itu, LACTOGROW mengandung serat inulin serta diperkaya dengan omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil.

LACTOGROW dukung pencernaan sehat Si Kecil agar nutrisinya terserap optimal. Yuk, dukung tumbuh kembang Si Kecil bersama LACTOGROW!

FAQ Tentang Penyebab BAB Anak Keras Seperti Batu

Kenapa feses anak bisa mengeras seperti batu?

Feses anak bisa mengeras seperti batu karena tertahan terlalu lama di dalam usus besar akibat pergerakan usus yang lambat. Hal ini menyebabkan dinding usus terus-menerus menyerap cairan dari feses tersebut. Akibatnya, feses kehilangan banyak air sehingga berubah menjadi kering, keras, dan sulit untuk dikeluarkan.

Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat anak mengejan keras?

Hal yang dianjurkan saat anak di toilet adalah menggunakan pijakan kaki (step stool) agar otot panggulnya rileks dan posisinya nyaman, serta senantiasa memberikan pujian. Sebaliknya, hal yang tidak boleh dilakukan adalah memaksa atau menghukum anak, karena tekanan tersebut justru bisa membuatnya cemas dan semakin menahan BAB.

Makanan apa yang membantu melunakkan BAB anak yang keras?

Makanan yang membantu melunakkan BAB anak adalah sayuran dan buah-buahan tinggi serat seperti pepaya, mangga, pir, serta apel beserta kulitnya. Selain itu, Anda juga dapat memberikan jus buah yang kaya akan sorbitol alami seperti jus pir, apel, atau plum (prune).

Sumber:




Bagikan : Facebook WhatsApp