Ditulis Oleh: Tim Penulis
Ditinjau Oleh: Mifta Novikasari S.P. M.K.M
Wactu Baca: 2 Menit
Kadang, tangisan bayi bukan selalu tentang lapar atau popok yang basah. Ada kalanya semua kebutuhan dasar sudah dipenuhi, tetapi si Kecil tetap rewel dan sulit ditenangkan. Saat diperiksa, perutnya terasa keras dan sering mengeluarkan gas. Hal ini dapat menjadi salah satu tanda adanya penumpukan gas di saluran pencernaan bayi (perut kembung).
Bayi belum bisa menyampaikan rasa tidak nyamannya secara langsung, sehingga mereka mengandalkan tangisan dan ekspresi tubuh untuk memberi tahu bahwa ada sesuatu yang mengganggu. Maka dari itu, Moms perlu memahami apa saja penyebab, gejala, cara mengatasi, hinggacara mengatasi kembung bayi secara alami.
Penyebab Bayi Kembung
Perut kembung terjadi karena gas menumpuk di saluran pencernaan bayi, sehingga menyebabkan rasa penuh di perut dan tidak nyaman. Kondisi ini bisa terjadi karena sistem pencernaan bayi yang masih berkembang sehingga lebih rentan mengalami penumpukan gas.
Penyebab bayi kembung juga bisa berawal dari hal sederhana, seperti menelan udara berlebih saat Si Kecil makan atau menangis. Udara yang masuk di perut bisa memicu kembung. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa penyebab bayi kembung yang sering dialami:
1. Menelan Udara saat Menyusu
Posisi menyusui yang kurang tepat, seperti menyusui sambil tiduran, bisa membuat bayi menelan lebih banyak udara.
2. Saluran Pencernaan Belum Matang
Sistem pencernaan bayi yang masih dalam tahap perkembangan membuatnya lebih rentan menumpuk gas.
3. Konsumsi Makanan Pemicu Gas
Pada bayi yang sudah MPASI, beberapa jenis makanan tertentu dapat dikaitkan dengan peningkatan produksi gas pada sebagian anak, meskipun responsnya dapat berbeda-beda pada tiap individu.
4. Tidak Cocok dengan Susu
Pada beberapa kondisi, kembung dapat berkaitan dengan intoleransi laktosa atau alergi protein susu sapi, yang perlu dikonfirmasi oleh tenaga kesehatan.
5. Perubahan Pola Makan
Masa transisi dari ASI ke MPASI atau perubahan jenis makanan bisa memicu produksi gas berlebih.
Baca Juga: Susu untuk Dukung Pencernaan Anak
Ciri-ciri Perut Kembung pada Bayi
Setelah mengenali berbagai penyebab perut kembung, langkah selanjutnya adalah memperhatikan tanda-tanda yang muncul pada tubuh si Kecil. Beberapa ciri berikut ini bisa membantu Moms mengenali apakah si Kecil sedang mengalami kembung atau tidak.
- Perut si Kecil terasa keras atau membuncit saat disentuh.
- si Kecil sering kentut atau bersendawa.
- si Kecil menjadi sering menangis atau rewel yang mungkin berkaitan dengan rasa tidak nyaman pada perut.
Cara Mengatasi dan Kembung pada Bayi
Jika beberapa tanda di atas mulai terlihat pada si Kecil, jangan panik dulu, Moms. cara alami membantu meredakan kembung untuk bayi terkadang tidak mahal, tetapi cukup perhatian dari Moms. Berikut beberapa cara alami mengatasi perut bayi kembung yang bisa Moms lakukan di rumah:
1. Pijat Perut dengan Gerakan Lembut
Pijat ringan di area perut bayi bisa membantu merangsang pergerakan usus sehingga membantu pengeluaran gas. Gunakan minyak telon atau minyak khusus bayi, lalu pijat perut si Kecil dengan gerakan memutar searah jarum jam. Gerakan ini mengikuti arah kerja usus sehingga bisa merangsang pengeluaran gas.
2. Sendawakan Bayi Setelah Menyusu
Udara yang ikut tertelan saat menyusu bisa menyebabkan perut bayi kembung. Oleh karena itu, Moms bisa menyendawakan bayi setiap kali selesai menyusu. Caranya, gendong bayi dalam posisi tegak dan tepuk perlahan punggungnya sampai ia bersendawa. Ini akan membantu mengeluarkan udara yang tertelan dari saluran cerna bagian atas.
3. Beri Kompres Hangat pada Perut si Kecil
Menempelkan handuk hangat di perut bayi dapat memberikan rasa nyaman pada bayi membantu meredakan ketegangan pada perut. Kompres hangat ini juga bisa membantu melancarkan pergerakan gas dalam usus. Pastikan suhu tidak terlalu panas agar aman untuk kulit bayi.
4. Atur Posisi Menyusui
Posisi menyusui yang tidak tepat bisa membuat udara masuk ke perut bayi. Selalu pastikan kepala si Kecil lebih tinggi dari perut saat menyusu, baik saat menyusui langsung dari payudara maupun dari botol. Ini akan membantu mengurangi jumlah udara yang tertelan selama menyusu
5. Hindari Makanan Pemicu Gas (Jika Sudah MPASI)
Bayi yang sudah mulai makan makanan padat bisa mengalami kembung karena jenis makanan tertentu. Makanan seperti brokoli, kol, bawang, lobak, atau kacang-kacangan bisa meningkatkan produksi gas di saluran cerna. perhatikan respons masing-masing bayi terhadap makanan baru
6. Teknik Menyusui untuk Mengurangi Gas pada Bayi
Pelekatan atau pemosisian yang buruk, baik saat menyusui dengan ASI maupun botol, dapat membuat udara masuk. Cara atasi perut kembung untuk kasus ini adalah memastikan pelekatan yang pas agar dapat membantu mengurangi masuknya udara ke saluran cerna.
Perbedaan Kembung Normal dan yang Perlu Diwaspadai
Moms, perut kembung mungkin sedikit mencemaskan. Kembung ringan umumnya sering terjadi pada bayi dan biasanya bersifat sementara.. Kembung yang ringan biasanya tidak disertai gangguan kondisi umum bayi, seperti tetap aktif dan mau menyusu. Kemudian, jika Si Kecil masih makan dengan normal dan bisa bersendawa, mereka baik-baik saja.
Lalu, kapan perlu konsultasi ke dokter atau kembung bayi tergolong tidak normal? Pastikan Si Kecil apakah susah buang air besar, tinja berdarah, hingga muntah. Jika iya, bawa ke dokter untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.
Kemudian, jika Si Kecil merengek atau tantrum dan Moms tidak bisa menenangkannya, ada baiknya ke dokter untuk mencari penyebabnya. Selain itu, jika Si Kecil mengalami demam hingga 38 derajat Celsius atau lebih, terlebih jika ia kurang dari tiga bulan, segera bawa ke dokter.
Apakah kualitas ASI bisa menyebabkan perut kembung? Pada sebagian kecil kasus, komponen dalam makanan ibu dapat memengaruhi bayi, namun hal ini tidak selalu menjadi penyebab utama kembung dan tidak terjadi pada semua bayi. Jika Si Kecil mengalami eksim, diare, konstipasi, hingga perut kembung, itu menjadi tanda diet Moms memengaruhi kesehatannya.
Beberapa jenis makanan tertentu dilaporkan dapat dikaitkan dengan perubahan pada kondisi bayi, namun bukti ilmiahnya terbatas dan responsnya sangat individual.
Namun, tidak ada garansi bahwa meninggalkan makanan tersebut bisa menghilangkan kembung di perut Si Kecil. Kuncinya adalah mencatat makanan yang dikonsumsi saat Si Kecil kembung.Jika dicurigai berkaitan dengan makanan tertentu, dapat dilakukan pemantauan secara bertahap dengan tetap menjaga asupan nutrisi ibu.
Mengetahui lebih awal penyebab dan gejalanya bisa membantu Moms membuat si Kecil merasa lebih nyaman. Jika keluhan tidak membaik atau disertai gejala lain seperti demam dan muntah, segera konsultasikan ke dokter, ya!
Moms juga bisa bergabung di LACTOCLUB Community untuk berbagi cerita, mencari solusi, atau sekadar mendengarkan pengalaman ibu lain yang mungkin sedang mengalami hal serupa.
Pertanyaan Seputar Cara Ampuh Mengatasi Perut Kembung si Kecil
1. Apa yang harus dilakukan ketika bayi perutnya kembung?
Jika si Kecil mengalami perut kembung, coba bantu ia merasa lebih nyaman. Moms bisa menggendong bayi dengan posisi tegak setelah menyusu agar udara keluar dari perut. Jangan lupa sendawakan bayi setiap selesai menyusu. Selain itu, pijat lembut perutnya dengan gerakan memutar searah jarum jam untuk membantu mengeluarkan gas. Pastikan posisi menyusu sudah benar agar bayi tidak banyak menelan udara. Jika bayi tampak rewel terus-menerus, muntah, atau perutnya terasa sangat keras, segera konsultasikan ke dokter.
2. Perut kembung dipijat bagian apa?
Pijat perut bayi dilakukan di sekitar pusar dengan gerakan memutar searah jarum jam. Gerakan ini mengikuti arah usus besar sehingga gas lebih mudah keluar. Moms juga bisa menggerakkan kaki bayi seperti gerakan "mengayuh sepeda" untuk merangsang pergerakan usus. Pastikan pijatan dilakukan dengan tangan hangat dan tekanan yang lembut agar si kecil merasa nyaman.
3. Apa ciri-ciri perut kembung pada si Kecil?
Perut kembung pada anak biasanya ditandai dengan perut yang tampak lebih besar atau keras saat disentuh. Anak mungkin terlihat rewel, sering menangis, atau menarik-narik kakinya ke arah perut karena merasa tidak nyaman. Selain itu, anak bisa sering buang angin, muntah, atau kehilangan nafsu makan. Jika perut kembung disertai demam, muntah berulang, atau tidak BAB lebih dari 24 jam, segera bawa anak ke dokter ya, Moms.
4. Apa cara alami paling efektif untuk perut kembung bayi?
Pola makan ibu yang seimbang penting untuk kesehatan ibu dan bayi hingga sentuhan fisik yang menenangkan merupakan beberapa cara yang dapat membantu meredakan kembung
5. Bagaimana teknik pijat untuk mengeluarkan gas di perut bayi?
Usap perut Si Kecil secara perlahan dengan gerakan memutar searah jarum jam. Bisa juga memutar-mutar kaki seperti gerakan mengayuh sepeda untuk mendorong gas keluar.
Itu tadi beberapa penjelasan seputar penyebab, gejala, cara mengatasi, hingga cara alami menyembuhkan kembung pada bayi. Semoga informasinya membantu ya, Moms!
Referensi:
- How to Help Newborns with Gas – Children’s Health. Retrieved on May 12th 2026 from https://www.childrens.com/health-wellness/how-to-help-newborns-with-gas
- Gassy baby: How to get rid of baby gas fast - BabyCenter. Retrieved on May 12th 2026 from https://www.babycenter.com/health/conditions/gassy-tummy_10393850
- What to Do When Your Baby Has Gas - WebMD. Retrieved on May 12th 2026 from https://www.webmd.com/parenting/baby/features/infant-gas
- 5 Foods to Limit or Avoid While Breastfeeding - Healthline. Retrieved on May 12th 2026 from https://www.healthline.com/nutrition/breastfeeding-foods-to-avoid#How-to-tell-if-your-diet-is-affecting-your-baby
- Foods that may cause gas in breastfed babies - BabyCenter. Retrieved on May 12th 2026 from https://www.babycenter.com/baby/breastfeeding/will-my-breastfed-baby-get-gas-if-i-eat-certain-foods_9233