Parenting Corner

Penyebab Anak Muntah dan Mencret yang Perlu Diwaspadai

29 September 2026

Muntah dan Diare pada Anak

Muntah dan diare adalah gangguan kesehatan yang membuat keluarnya banyak cairan dari dalam tubuh. Diare adalah ketika buang air besar berkali-kali dengan feses encer sedangkan muntah memaksa keluar isi lambung melalui mulut yang umumnya didahului rasa mual. 

Jika anak-anak mengalami muntah dan diare, orang tua pasti merasa cemas. Terlebih jika muntah dan diare pada anak berlangsung berhari-hari. 

Meski biasanya diare dan muntah dapat sembuh dengan sendirinya, tapi kondisi yang parah dapat berujung fatal bagi anak-anak. WHO mencatat diare sebagai penyebab utama kedua kematian pada anak usia di bawah lima tahun.1 

Lantas, apa saja penyebab muntah dan diare pada anak dan bagaimana cara menanganinya? Yuk, pelajari lebih lanjut di sini!

Penyebab Diare dan Muntah pada Anak 

Ada beberapa penyebab anak muntah dan mencret. Beberapa yang paling umum adalah gastroenteritis, norovirus, atau keracunan makanan. Namun penyebab bayi muntah dan mencret bisa juga disebabkan oleh obat-obatan, alergi makanan, sindrom iritasi usus (IBS), radang usus, penyakit celiac/seliak, atau penyakit divertikular.2 

Gastroenteritis atau flu perut adalah penyakit muntah dan diare pada anak yang sering disebut radang usus yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit.3 

Kenapa bayi mencret dan muntah? Diare juga kadang disebabkan oleh obat antibiotik yang memicu ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat di usus.

1 Year Old

Cara Menangani Muntah dan Diare pada Anak 

Muntah menjadi salah satu gejala yang kadang menyertai diare pada anak. Dehidrasi menjadi gejala muntah dan diare pada anak yang wajib diwaspadai. 

Karena itu, langkah penanganan utama adalah menjaga asupan cairan si Kecil. Lakukan langkah-langkah penanganan diare pada anak berikut ini4: 

Berikan cairan oralit untuk menggganti cairan yang hilang 

Anak yang mengalami diare sangat rentan dehidrasi. Bila si Kecil muntah setelah minum oralit, tunda dulu sebentar lalu berikan kembali sedikit demi sedikit. 

Berikan makanan yang banyak mengandung cairan 

Ketika si Kecil sudah kembali bersemangat makan, Moms bisa memberikan makanan yang banyak mengandung air, seperti sup atau air kelapa. Pemberian buah tidak disarankan. Hindari juga memberikan minuman manis atau soda. 

Berikan makanan dalam porsi kecil dan sering 

Saat diare nafsu makan si Kecil mungkin menurun, namun asupan makanannya tetap harus diperhatikan. Berikan anak makanan dalam porsi kecil tapi sering untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. 

Berikan makanan tinggi kalori setelah sembuh 

Bila kondisi si Kecil mulai membaik, Moms bisa mulai memberi asupan makanan berkalori tinggi agar pertumbuhannya tetap terjaga. 

Baca Juga: Perut Anak Sakit Disertai Muntah dan Demam? Simak di Sini! 

Waspadai Dehidrasi saat Anak Muntah dan Diare 

Muntah dengan diare berair menjadi penyebab paling umum dehidrasi pada anak.5 

Anak-anak lebih rentan mengalami dehidrasi saat diare dan itu menyebabkan kondisi mereka memburuk lebih cepat. Tanda-tanda anak sering diare dan muntah, antara lain mulut, lidah, dan bibir kering, mata cekung, dan lesu. 

Gejala lainnya meliputi anak menolak minum, air kencing sedikit, kulit dingin dan pucat, serta pernapasan yang lebih cepat. Ketika kondisi si Kecil tidak kunjung membaik, segera bawa ke rumah sakit.

Cara Mencegah Muntaber pada Anak

  1. Imunisasi rotavirus. Vaksin rotavirus melindungi dari diare berat akibat rotavirus dan kini termasuk dalam program imunisasi rutin Kemenkes.² ⁵
  2. Cuci tangan dengan sabun, terutama sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, dan setelah dari toilet.¹
  3. Air minum dan makanan yang bersih. Masak air hingga mendidih, simpan makanan dengan benar, dan cuci bersih bahan makanan.¹
  4. ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, karena ASI membantu melindungi bayi dari infeksi saluran cerna.¹

    Sanitasi yang baik, termasuk jamban yang bersih dan pembuangan popok yang tepat.

Moms juga bisa memberi asupan probiotik yang baik untuk pencernaan si Kecil. Riset menunjukkan probiotik meredakan diare pada anak dengan lebih cepat terutama pada diare yang disebabkan antibiotik.8

Apakah Probiotik Membantu Saat Muntaber?

Probiotik dapat dipertimbangkan sebagai pelengkap oralit, bukan pengganti. Menurut ESPGHAN, beberapa strain probiotik tertentu dapat membantu mempersingkat lama diare akut pada anak, antara lain Lactobacillus rhamnosus GG (LGG), Saccharomyces boulardii, dan Lactobacillus reuteri DSM 17938.⁶ Manfaat probiotik bergantung pada jenis strainnya, jadi konsultasikan penggunaannya dengan dokter.

Moms juga bisa bergabung dengan Lactoclub Community untuk mendapatkan informasi seputar kesehatan pencernaan dan tumbuh kembang Si Kecil dari para ahli.

Salah satu probiotik yang baik bagi pencernaan si Kecil adalah Lactobacillus reuteri. LACTOGROW adalah susu yang dilengkapi dengan probiotikf baik untuk si Kecil. 

Dalam segelas susu LACTOGROW 3, terdapat nutrisi seperti serat pangan (inulin) dan L. reuteri, 13 vitamin & 7 mineral yang diantaranya sumber zat besi dan tinggi vitamin C, kalsium, vitamin D, sumber protein, serta minyak ikan dan Omega 3 & 6. 

LACTOGROW 3 untuk anak berusia 1-3 tahun tersedia dalam rasa Original, Madu, dan Vanilla. Sementara LACTOGROW 4 tersedia dalam rasa Madu dan Vanilla. 

Jadi, sudah tahu ‘kan Moms, cara mengatasi dan mencegah muntah dan diare pada anak. Semoga Moms dan si Kecil selalu diberikan kesehatan, ya! Moms juga bisa quality time bersama anak dengan mainkan game LactoGo untuk dapatkan poin terbaik.

Pertanyaan Seputar Muntaber pada Anak

  1. Apakah muntaber pada anak menular?
    Ya, muntaber akibat infeksi virus dan bakteri sangat mudah menular melalui tangan, mainan, serta makanan dan minuman yang tercemar. Mencuci tangan dengan sabun dan menjaga kebersihan makanan adalah cara pencegahan utamanya.
  2. Berapa lama muntaber pada anak sembuh?
    Muntaber akibat virus umumnya membaik dalam 5 sampai 7 hari. Muntah biasanya berhenti dalam 1 sampai 2 hari.⁷ Periksakan ke dokter jika diare berlangsung 14 hari atau lebih.
  3. Apakah anak muntah dan mencret boleh minum susu?
    Boleh. ASI harus tetap diberikan, dan susu formula dapat dilanjutkan dengan takaran biasa tanpa diencerkan. Penggantian ke susu khusus hanya dilakukan atas saran dokter.

Referensi:

  1. World Health Organization. Diarrhoeal disease. Fact sheet, 7 March 2024.
  2. World Health Organization. Rotavirus vaccines: WHO position paper, July 2021. Weekly Epidemiological Record. 2021;96(28):301-320.
  3. Kementerian Kesehatan RI. Buku Saku Petugas Kesehatan: Lintas Diare (Lima Langkah Tuntas Diare).
  4. World Health Organization. The treatment of diarrhoea: a manual for physicians and other senior health workers. 4th rev. Geneva: WHO; 2005.
  5. Kementerian Kesehatan RI. Program Imunisasi Rutin Lengkap, termasuk imunisasi rotavirus.
  6. Szajewska H, et al. Use of Probiotics for the Management of Acute Gastroenteritis in Children: An Update. J Pediatr Gastroenterol Nutr. 2020;71(2):261-269.
  7. NHS. Diarrhoea and vomiting.

“Special



Disclaimer

Penggunaan madu pada setiap produk LACTOGROW untuk anak diatas satu tahun telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Kecil.

Bagikan : Facebook WhatsApp