Parenting Corner

Panduan Milestone dan Cara Mendukung Perkembangan Bayi Prematur

08 September 2026

perkembangan bayi prematur

Ditulis Oleh: Tim Penulis

Ditinjau oleh: dr. Dhian Endarwati, Sp.A(K)

Waktu Baca: 2 Menit

Perkembangan bayi prematur dinilai menggunakan usia koreksi, yaitu usia sejak lahir dikurangi jumlah minggu ia lahir lebih awal. Dengan nutrisi yang sesuai, interaksi yang responsif, dan pemantauan berkala, bayi prematur dapat tumbuh, berkembang, dan mencapai berbagai kemampuan sesuai tahapannya, meski waktunya bisa berbeda dari bayi yang lahir cukup bulan.

Karena lahir lebih awal, bayi prematur masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan melanjutkan proses pematangan berbagai organ setelah lahir. Yuk, pahami bagaimana memantau tumbuh kembang bayi prematur dan apa yang dapat dilakukan orang tua untuk mendukungnya!

Mengapa Bayi Prematur Menggunakan Usia Koreksi?

Salah satu hal penting dalam memantau perkembangan bayi prematur adalah memahami usia koreksi.

Pada bayi yang lahir cukup bulan, perkembangan biasanya dinilai berdasarkan usia sejak lahir. Sementara itu, pada bayi prematur, dokter dapat menggunakan usia koreksi untuk membantu menilai perkembangan dengan mempertimbangkan bahwa bayi lahir lebih awal.

Bagaimana Menghitung Usia Koreksi?

Usia koreksi = usia kronologis – jumlah minggu bayi lahir lebih awal

Sebagai contoh, bayi lahir pada usia kehamilan 32 minggu. Artinya, bayi lahir sekitar 8 minggu atau 2 bulan lebih awal dari perkiraan 40 minggu. Jika saat ini bayi sudah berusia 4 bulan sejak lahir, maka usia koreksinya sekitar 2 bulan.

Dengan menggunakan usia koreksi, orang tua tidak perlu membandingkan bayi prematur secara langsung dengan bayi cukup bulan yang memiliki usia kalender sama.

Usia koreksi umumnya digunakan dalam membantu menilai perkembangan bayi prematur sampai sekitar usia 2 tahun, meskipun penerapannya dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.

Baca Juga: Berat dan Panjang Bayi Normal Baru Lahir

Bagaimana Perkembangan Bayi Prematur?

Setiap bayi memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda. Pada bayi prematur, yang paling penting bukan hanya apakah satu kemampuan sudah muncul, tetapi apakah bayi menunjukkan kemajuan dari waktu ke waktu.

1. Usia Koreksi 0–3 Bulan

Pada tahap ini, bayi mulai semakin mengenali lingkungan di sekitarnya.

  • memperhatikan wajah orang yang mengasuhnya;
  • melakukan kontak mata;
  • merespons suara.

Pada bayi prematur, kemampuan tersebut mungkin muncul secara bertahap. Orang tua tidak perlu khawatir bila perkembangannya tidak persis sama dengan bayi lainnya. Yang penting, bayi menunjukkan kemajuan dan semakin aktif berinteraksi dari waktu ke waktu.

2. Usia Koreksi 4–6 Bulan

Memasuki usia ini, interaksi bayi dengan lingkungan biasanya semakin aktif.

  • meraih atau mencoba mengambil benda;
  • membawa tangan ke mulut;
  • mulai mengeluarkan suara ocehan (babbling).

Ajak bayi berbicara, tersenyum, bernyanyi, dan bermain sederhana. Respons orang tua terhadap suara dan ekspresi bayi merupakan bagian penting dari perkembangan komunikasi.

3. Usia Koreksi 7–9 Bulan

Bayi mulai semakin aktif mengeksplorasi lingkungan.

  • duduk dengan semakin stabil;
  • berpindah posisi;
  • merespons interaksi dengan orang di sekitarnya.

Sebagian bayi mulai merangkak pada periode ini, tetapi tidak semua bayi harus merangkak dengan pola yang sama. Ada bayi yang menggunakan cara bergerak yang berbeda sebelum akhirnya mampu berdiri dan berjalan.

4. Usia Koreksi 10–12 Bulan

Menjelang usia satu tahun, bayi biasanya semakin aktif bergerak dan berkomunikasi.

  • menarik tubuh untuk berdiri;
  • berdiri sambil berpegangan;
  • mulai menggunakan suara atau kata sederhana untuk berkomunikasi.

Sekali lagi, perkembangan setiap anak tidak harus sama persis. Yang perlu diperhatikan adalah pola kemajuan perkembangan secara keseluruhan.

5 Cara Mendukung Perkembangan Bayi Prematur

1. Penuhi Kebutuhan Nutrisi Sesuai Kondisi Bayi

ASI merupakan sumber nutrisi yang sangat penting bagi bayi prematur. ASI memberikan zat gizi dan berbagai komponen bioaktif yang mendukung kesehatan dan perkembangan bayi. Namun, kebutuhan setiap bayi prematur dapat berbeda. Pada sebagian bayi, terutama yang lahir sangat prematur atau memiliki kebutuhan nutrisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan fortifikasi ASI atau formula khusus prematur.

2. Penuhi Kebutuhan Nutrisi Tambahan Bila Diperlukan

Tidak semua bayi prematur membutuhkan jenis atau jumlah suplemen yang sama.

Pada kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan tambahan zat besi, vitamin D, atau zat gizi lainnya. Fortifikasi ASI maupun formula khusus prematur juga dapat diberikan bila diperlukan.

Jangan memberikan suplemen tambahan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

3. Bangun Interaksi yang Hangat dan Responsif

Stimulasi bayi tidak harus selalu berupa permainan atau alat khusus. Hal-hal sederhana yang dilakukan setiap hari justru sangat bermakna.

  • mengajak bayi berbicara;
  • melakukan kontak mata;
  • tersenyum ketika bayi melihat orang tua.

Perhatikan juga tanda-tanda bahwa bayi membutuhkan istirahat, misalnya memalingkan wajah, menguap, menjadi rewel, atau terlihat terlalu lelah.

4. Lakukan Tummy Time Secara Bertahap

Pada bayi prematur, tummy time dapat dimulai secara bertahap sesuai kemampuan dan kenyamanan bayi.

Tidak perlu memaksakan durasi yang panjang. Jika bayi tampak lelah atau tidak nyaman, berikan waktu untuk beristirahat dan coba kembali di kesempatan berikutnya.

Untuk tidur, bayi tetap diletakkan dalam posisi telentang dan mengikuti prinsip tidur yang aman.

5. Pantau Pertumbuhan dan Perkembangan Secara Berkala

Pemantauan bayi prematur mencakup pertumbuhan sekaligus perkembangan.

Pertumbuhan meliputi:

  • berat badan;
  • panjang badan;
  • lingkar kepala.

Sementara perkembangan mencakup berbagai aspek, seperti:

  • motorik kasar;
  • motorik halus;
  • bahasa dan komunikasi;
  • sosial-emosional;
  • kemampuan berinteraksi;
  • kemampuan makan dan minum.

Pada masa awal, pertumbuhan bayi prematur dapat dinilai menggunakan kurva khusus bayi prematur, seperti Fenton Growth Chart. Setelah mendekati atau melewati usia cukup bulan, dokter akan melanjutkan pemantauan dengan kurva pertumbuhan anak, dengan mempertimbangkan usia koreksi dan kondisi masing-masing bayi.

Karena itu, pemeriksaan rutin penting dilakukan agar perubahan pertumbuhan maupun perkembangan dapat dikenali sedini mungkin.

Kapan Orang Tua Perlu Membawa Bayi Berkonsultasi?

Orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak bila memiliki kekhawatiran terhadap perkembangan Si Kecil.

  • perkembangan bayi tampak tidak mengalami kemajuan;
  • bayi kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki;
  • bayi sangat sulit melakukan kontak mata atau merespons suara.

Orang tua tidak perlu menunggu sampai bayi mencapai usia tertentu jika sudah memiliki kekhawatiran.

 

Pertanyaan Seputar Bayi Prematur

  • Bagaimana membantu pertumbuhan bayi prematur agar optimal?

    Memastikan bayi mendapatkan asupan yang sesuai kebutuhannya dan pertumbuhannya dipantau secara berkala.

  • Apakah bayi prematur pasti mengalami keterlambatan perkembangan?

    Tidak. Sebagian bayi prematur memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah perkembangan tertentu dibandingkan bayi yang lahir cukup bulan. Karena itu, pemantauan perkembangan menjadi penting.


Referensi:

World Health Organization. (2023). Preterm birth. Diakses 5 Oktober 2026, dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/preterm-birth

American Academy of Pediatrics. Corrected Age for Preemies. HealthyChildren.org. Diakses 5 Oktober 2026, dari https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/preemie/Pages/Corrected-Age-For-Preemies.aspx

American Academy of Pediatrics. (2024). Your Preemie’s Growth & Developmental Milestones. HealthyChildren.org. Diakses 5 Oktober 2026, dari https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/preemie/Pages/Preemie-Milestones.aspx

Zubler, J. M., Wiggins, L. D., Macias, M. M., et al. (2022). Evidence-informed milestones for developmental surveillance tools. Pediatrics, 149(3), e2021052138.

World Health Organization. (2022). WHO recommendations for care of the preterm or low-birth-weight infant. Geneva: WHO. Diakses 5 Oktober 2026, dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK586704/

Embleton, N. D., Moltu, S. J., Lapillonne, A., et al. (2023). Enteral nutrition in preterm infants (2022): A position paper from the ESPGHAN Committee on Nutrition and invited experts. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition, 76(2), 248–268.

Fenton, T. R., & Kim, J. H. (2013). A systematic review and meta-analysis to revise the Fenton growth chart for preterm infants. BMC Pediatrics, 13, 59.

Moon, R. Y., Carlin, R. F., Hand, I., et al. (2022). Sleep-related infant deaths: Updated 2022 recommendations for reducing infant deaths in the sleep environment. Pediatrics, 150(1), e2022057990.

MedlinePlus. (2024). Premature Babies. National Library of Medicine. Diakses 5 Oktober 2026, dari https://medlineplus.gov/prematurebabies.html

Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2016). Konsensus asuhan nutrisi pada bayi prematur.




Bagikan : Facebook WhatsApp