Bayi prematur umumnya tetap dapat mencapai milestone tumbuh kembang sesuai tahapannya, meski waktunya bisa berbeda dari bayi cukup bulan, asalkan mendapat dukungan nutrisi, stimulasi, dan pemantauan yang tepat. Pemantauan perlu dilakukan lebih intensif karena organ tubuh dan sistem perkembangan bayi prematur masih terus menyesuaikan diri setelah lahir.
Yuk, pahami tumbuh kembang bayi prematur dan cara mengoptimalkannya!
Tahapan Perkembangan Bayi Prematur Berdasarkan Usia Koreksi
Bayi prematur adalah bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu. Umumnya, bayi prematur memiliki berat badan lahir yang rendah, ukuran tubuh yang lebih kecil, sistem pernapasan yang belum sempurna, serta organ-organ tubuh yang masih terus berkembang.
Dalam memantau perkembangan bayi prematur, dokter biasanya menggunakan usia koreksi. Usia koreksi dihitung berdasarkan tanggal perkiraan lahir (HPL), bukan tanggal lahir sebenarnya.
Berikut cara menghitungnya: Usia koreksi = Usia kronologis – Jumlah minggu lahir prematur.
Sebagai contoh, jika bayi lahir dua bulan lebih awal dan saat ini berusia 4 bulan sejak lahir, maka usia koreksinya adalah 2 bulan.
Penggunaan usia koreksi membantu Moms memahami milestone Si Kecil dengan lebih tepat. Berikut penjelasan tahapan tumbuh kembang bayi prematur selengkapnya.
1. Usia 0–3 Bulan
Pada tahap awal, bayi prematur mulai beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Si Kecil biasanya mulai menunjukkan kontak mata singkat, merespons suara, dan tersenyum secara bertahap. Di usia ini, bayi juga mulai belajar mengangkat kepala meski masih memerlukan banyak dukungan.
2. Usia 4–6 Bulan
Memasuki 4–6 bulan, perkembangan bayi prematur mulai terlihat dari kemampuan motorik yang semakin berkembang. Bayi biasanya mulai belajar tengkurap, meraih benda, dan menunjukkan respons lebih aktif saat diajak berinteraksi.
Pada tahap ini, beberapa bayi juga mulai tertawa dan mengenali wajah orang terdekatnya.
3. Usia 7–9 Bulan
Pada usia 7–9 bulan, sebagian bayi prematur mulai belajar duduk tanpa bantuan dan merangkak secara perlahan.
Kemampuan menggenggam benda juga biasanya semakin baik. Selain itu, bayi mulai lebih aktif mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.
4. Usia 10–12 Bulan
Menjelang usia 10–12 bulan, beberapa bayi prematur mulai belajar berdiri sambil berpegangan dan mencoba melangkah.
Kemampuan komunikasi sederhana, seperti meniru suara atau merespons panggilan nama, juga mulai berkembang.
Baca Juga: Berapa Lama Bayi di NICU? Cek di Sini!
Berapa Target Kenaikan Berat Badan Bayi Prematur?
Pada periode awal kehidupannya, bayi prematur yang sudah stabil umumnya diharapkan mengalami kenaikan berat badan sekitar 15–20 gram per kilogram berat badan per hari. Seiring bertambahnya usia, pertumbuhan bayi prematur biasanya dipantau menggunakan usia koreksi untuk memberikan gambaran perkembangan yang lebih sesuai.
Berat badan bayi prematur yang ideal dapat berbeda pada setiap anak, tergantung usia kehamilan saat lahir, kondisi kesehatan, dan asupan nutrisi.
Karena itu, Moms dianjurkan untuk rutin memantau berat badan Si Kecil setiap kali kontrol dokter agar pertumbuhannya dapat dievaluasi secara berkala. Jika pertumbuhan berat badan belum mencapai rentang ideal, dokter dapat membantu menentukan langkah penanganan yang tepat.
5 Cara Mendukung Perkembangan Bayi Prematur agar Optimal
Untuk mendukung tumbuh kembang bayi prematur agar optimal, ada beberapa hal yang bisa Moms lakukan. Berikut penjelasannya.
1. Dukung dengan Nutrisi yang Tepat
ASI tetap menjadi sumber nutrisi utama bagi bayi prematur karena mengandung zat gizi dan antibodi yang bantu mendukung daya tahan tubuh bayi dan menjaga kesehatan saluran cerna Si Kecil.
Apabila Si Kecil belum dapat menyusu langsung, pemberian ASI bisa dilakukan melalui botol susu atau selang dengan pengawasan dari tenaga medis.
2. Berikan Suplemen Kesehatan atau Susu Khusus Prematur
Pada beberapa kondisi, dokter dapat menyarankan fortifikasi ASI atau pemberian susu khusus prematur untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Pemberian fortifikasi dilakukan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing bayi.
Beberapa bayi prematur mungkin membutuhkan tambahan zat besi, kalsium, vitamin D, asam folat, atau suplemen kesehatan lain sesuai anjuran dokter.
3. Berikan Stimulasi Sensorik yang Lembut
Moms dapat memberikan rangsangan sensorik melalui suara lembut, sentuhan perlahan, atau mainan dengan warna kontras.
Namun, hindari stimulasi yang berlebihan atau berkepanjangan karena bayi prematur cenderung lebih sensitif terhadap cahaya dan suara.
4. Tummy Time Secara Bertahap
Tummy time membantu melatih kekuatan otot leher, bahu, dan punggung bayi. Pada bayi prematur, tummy time dapat dilakukan secara bertahap dengan durasi singkat saat bayi dalam kondisi terjaga dan tetap diawasi.
Aktivitas ini juga termasuk bagian dari stimulasi motorik prematur yang membantu melatih kemampuan tengkurap dan duduk.
5. Pantau Perkembangan Bayi Secara Berkala
Pemantauan pertumbuhan fisik juga menjadi bagian penting dalam perkembangan bayi prematur. Dokter biasanya akan memantau lingkar kepala, tinggi, dan berat badan bayi prematur ideal menggunakan grafik pertumbuhan khusus bayi prematur bernama Grafik Fenton.
Grafik Fenton digunakan dengan cara mencocokkan hasil pengukuran tersebut terhadap usia kehamilan bayi (usia gestasional) untuk menilai apakah pertumbuhannya sesuai dengan kurva standar.
Pada beberapa kondisi, dokter juga dapat menyarankan terapi tambahan apabila ditemukan keterlambatan perkembangan tertentu. Moms sebaiknya tidak melewatkan jadwal pemeriksaan rutin agar kondisi Si Kecil dapat dipantau sejak dini.
Jika Moms ingin mendapatkan lebih banyak insight seputar tumbuh kembang Si Kecil sekaligus berbagi pengalaman dengan sesama orang tua, Moms bisa bergabung bersama komunitas yang suportif. Yuk, gabung LACTOCLUB Community untuk sharing tips parenting bareng sesama Moms dan Expert!
Pertanyaan Seputar Diare pada Bayi
- Bagaimana cara mengejar ketertinggalan BB bayi prematur?
Untuk membantu mengejar ketertinggalan BB bayi prematur, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:
- Berikan ASI sesuai kebutuhan bayi
- Ikuti anjuran dokter terkait fortifikasi ASI atau susu khusus prematur
- Pantau jadwal menyusu dan kenaikan berat badan secara rutin
- Pastikan bayi mendapatkan waktu istirahat yang cukup
- Lakukan pemeriksaan dokter secara berkala untuk memantau tumbuh kembang bayi
- Kapan bayi prematur mulai bisa merangkak dan duduk?
Bayi prematur umumnya mulai belajar duduk pada usia koreksi 6–8 bulan dan merangkak sekitar 8–10 bulan. Namun, penting diketahui bahwa setiap bayi bisa memiliki tahapan perkembangan yang berbeda.
Referensi:
Premature Babies. (2024). Medlineplus.gov; National Library of Medicine. https://medlineplus.gov/prematurebabies.html
Corrected age for premature babies. (2025, August 20). Pregnancybirthbaby.Org.Au; Healthdirect Australia. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/corrected-gestational-age-for-premature-babies
Your Preemie’s Growth & Developmental Milestones. (2024, September 24). HealthyChildren.Org. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/preemie/Pages/Preemie-Milestones.aspx
Standard weight chart for preterm infants. (2025). Vinmec International Hospital. https://www.vinmec.com/eng/blog/standard-weight-chart-of-premature-babies-en
Neonatal weight gain and nutrition: MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2025). Medlineplus.Gov. https://medlineplus.gov/ency/article/007302.htm
How can I help my premature baby to catch up with her development? (2025). BabyCenter. https://www.babycentre.co.uk/x1016864/how-can-i-help-my-premature-baby-to-catch-up-with-her-development