Ketika anak mulai menolak buang air besar dan justru memilih menahannya, tidak sedikit orang tua yang mengira ia hanya sedang “rewel”. Padahal, perilaku tersebut bisa menjadi salah satu ciri-ciri anak trauma BAB, terutama jika ia terlihat bersembunyi atau menunjukkan tanda-tanda seperti sedang menahan sesuatu.
Mengapa Anak Bisa Trauma BAB?
Pada dasarnya, trauma BAB muncul ketika anak pernah merasakan nyeri saat buang air besar. Pengalaman tersebut tersimpan dalam ingatannya sebagai sesuatu yang menakutkan. Akibatnya, setiap kali muncul dorongan untuk BAB, ia jadi takut ke toilet dan secara tidak sadar muncul kebiasaan anak suka menahan BAB. Sayangnya, rasa cemas ini membuat otot tubuhnya menegang dan feses jadi semakin keras, sehingga saat keluar rasanya justru jauh lebih sakit.
Penyebab Anak Trauma BAB
Beberapa faktor berikut sering menjadi penyebab anak trauma BAB:
1. Konstipasi
Masalah ini biasanya bermula dari konstipasi. Sembelit membuat feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan, sehingga anak merasakan nyeri saat buang air besar. Pengalaman tidak nyaman ini bisa menjadi titik awal munculnya ketakutan.
2. Rasa Sakit yang Membekas
Ketika rasa sakit tersebut membekas dalam ingatan, anak mulai mengasosiasikan kegiatan BAB dengan pengalaman yang menyakitkan.
3. Pengalaman Tidak Menyenangkan
Ketakutan ini bisa semakin kuat jika disertai pengalaman lain yang membuatnya tidak nyaman, seperti proses toilet training yang terlalu dipaksa, dimarahi saat belum berhasil, atau merasa tidak aman dengan kondisi toilet.
Dampak Anak Trauma BAB
Trauma BAB tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga pada kondisi emosional anak.
- Secara fisik, kebiasaan menahan BAB dapat menyebabkan perut kembung, mual, bahkan meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.
- Secara emosional, anak bisa menjadi lebih mudah cemas, rewel, atau sulit tidur karena merasa tidak nyaman.
Cara Mengatasi Anak Trauma BAB
Mengatasi kondisi ini memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Berikut beberapa cara mengatasi anak trauma BAB yang bisa dilakukan secara bertahap:
1. Perbaiki Pola Makan
Pastikan asupan serat dari buah dan sayur tercukupi, serta berikan cukup air putih setiap hari. Feses yang lebih lunak akan mengurangi rasa sakit sehingga anak tidak lagi takut saat BAB.
Asupan nutrisi yang tepat dapat membantu menjaga konsistensi feses tetap lunak. Moms dapat mempertimbangkan susu pertumbuhan seperti Lactogrow Pro yang mengandung Lactobacillus reuteri yang terbukti secara klinis dapat mendukung kesehatan pencernaan anak dan nutrisi esensial lainnya untuk mendukung kesehatan saluran cerna, sehingga Si Kecil bisa merasa lebih nyaman saat buang air besar.
2. Gunakan Pendekatan Bermain
Gunakan buku cerita atau permainan sederhana untuk menjelaskan fungsi tubuh dengan cara yang menyenangkan. Ketika suasana terasa aman dan positif, anak akan lebih mudah membangun kembali rasa percaya dirinya.
3. Berikan Dukungan Emosional
Hindari memarahi atau memaksa anak. Berikan pujian setiap kali ia mau mencoba duduk di toilet, meskipun belum berhasil BAB. Sikap yang tenang dan penuh pengertian membantu mengurangi kecemasan.
Trauma BAB pada anak bukanlah hal sepele karena dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun emosionalnya. Ketika anak pernah mengalami konstipasi, rasa sakit, atau pengalaman yang membuatnya takut, ia bisa menjadi cemas setiap kali ingin ke toilet.
Karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami penyebabnya dan tidak memarahi anak. Dengan memberikan rasa aman, memperbaiki pola makan agar pencernaan lebih lancar, serta menggunakan metode bermain untuk membangun pengalaman yang menyenangkan, perlahan anak akan kembali percaya diri saat BAB.
Pendekatan yang sabar, konsisten, dan penuh empati adalah kunci utama untuk membantu Si Kecil melewati fase ini dengan nyaman.
Tidak lupa, bantu pencernaan sehat Si Kecil dengan memberikannya asupan nutrisi yang tepat. Salah satu cara yang bisa Moms lakukan adalah dengan memberi asupan nutrisi tambahan dari susu yang baik untuk pencernaan, seperti LACTOGROW PRO.
LACTOGROW PRO 1+ untuk anak usia 1–3 tahun dan LACTOGROW PRO 3+ untuk anak usia 4–5 tahun adalah satu-satunya susu pertumbuhan dengan Lactobacillus reuteri yang terbukti secara klinis dapat mendukung kesehatan pencernaan anak, diperkaya dengan Omega 3 & 6, prebiotik Inulin, 13 vitamin, dan 7 mineral.
Pertantanyaan Seputar Trauma BAB pada Anak
1. Mengapa anak bisa mengalami trauma saat BAB?
Biasanya akibat pengalaman BAB yang menyakitkan karena konstipasi.
2. Bagaimana cara membantu anak agar tidak takut BAB?
Pastikan feses lunak dengan cukup cairan dan serat, buat suasana toilet nyaman, dan hindari memarahi anak.
3. Apa kebiasaan yang dapat mencegah trauma BAB kembali?
Rutinitas BAB teratur, pola makan seimbang, cukup minum, dan respons positif saat anak berhasil BAB.
Referensi:
1. Bashir, S. K., & Khan, M. B. (2024). Pediatric Functional Constipation: A New Challenge. Advanced Gut & Microbiome Research. https://doi.org/10.1155/2024/5569563
2. Flankegård, G., Rytterström, P., Gustafsson, B. M., & Mörelius, E. (2026). Children's experiences of functional constipation: A qualitative reflexive thematic analysis. International journal of nursing studies, 174, 105302. https://doi.org/10.1016/j.ijnurstu.2025.105302
3. McCague, Y., et al. (2025). The psychosocial impact of childhood constipation on the children and family: A scoping review. Journal of Pediatric Nursing. https://doi.org/10.1016/j.pedn.2025.04.007
4. Salvatore, S., Battigaglia, M. S., Murone, E., Dozio, E., Pensabene, L., & Agosti, M. (2023). Dietary Fibers in Healthy Children and in Pediatric Gastrointestinal Disorders: A Practical Guide. Nutrients, 15(9), 2208. https://doi.org/10.3390/nu15092208
5. Gupta, N., Chaudhary, R., Gupta, M., Ikehara, L. H., Zubiar, F., & Madabushi, J. S. (2023). Play Therapy As Effective Options for School-Age Children With Emotional and Behavioral Problems: A Case Series. Cureus, 15(6), e40093. https://doi.org/10.7759/cureus.40093
6. Mayo Clinic. (2025). Encopresis - Diagnosis & treatment. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/encopresis/diagnosis-treatment/drc-20354500
Artikel Terkait