Parenting Corner

Kenali Penyakit Pencernaan Anak dan Cara Mengatasinya

22 January 2021

Gangguan Pencernaan Anak

Pencernaan menjadi salah satu proses penting dalam masa tumbuh kembang Si Kecil. Hal itu karena saluran cerna ada organ dengan kekebalan paling besar. Ada 80% sel pada saluran cerna yang menghasilkan antibodi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan seluruh tubuh. 

Akan tetapi, di usia dini saluran pencernaan Si Kecil belum terbentuk dengan sempurna sehingga mudah mengalami penyakit pencernaan anak. Padahal, pencernaan yang sehat menjadi salah satu kunci agar Si Kecil selalu sehat dan mencapai tumbuh kembang yang optimal. 

Karenanya, penting bagi Moms untuk dapat mengenali tanda-tanda gangguan pencernaan pada anak. Sehingga saat Si Kecil mengalaminya, Moms bisa segera mengatasi secara tepat. 

Lantas bagaimana mengenali ciri-ciri penyakit pencernaan anak? Apa saja penyakit pencernaan yang mungkin terjadi pada Si Kecil dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasannya berikut ini. 

Mengenali Ciri Penyakit Pencernaan Anak 

Percaya atau tidak, Moms bisa mengenali apakah Si Kecil sedang mengalami penyakit pencernaan hanya melalui feses atau aktivitas buang air besarnya. Moms cukup memperhatikan beberapa hal berikut: 

1. Frekuensi BAB 

Umumnya anak usia balita bisa BAB sebanyak 1-3 kali sehari. Apabila tiba-tiba Si Kecil BAB lebih dari 3 kali atau tidak BAB sama sekali dalam sehari, Moms patut curiga adanya penyakit pencernaan. 

2. Konsistensi feses 

Moms perlu memahami bentuk feses Si Kecil ketika sehat dan dari konsistensi keras lunaknya feses. Misalnya, jika Moms menemukan feses yang lembek dan tidak beraturan, bisa jadi Si Kecil sedang mengalami diare ringan. Sedangkan, jika Moms menemukan feses Si Kecil dalam bentuk cair tanpa potongan padat, hal ini merupakan tanda bahwa Si Kecil sedang mengalami diare beat. 

Tumbuh Kembang

3. Warna feses 

Moms perlu waspada apabila feses Si Kecil berwarna kemerahan dari darah atau kehitaman karena hal ini bisa jadi tanda Si kecil mengalami alergi atau gangguan di saluran cerna. 

4. Bau kentut 

Selain dari feses, ciri gangguan pencernaan lainnya bisa dilihat dari kentut Si Kecil. Apabila Si Kecil terlihat tidak bisa kentut atau jika bau kentutnya berbeda dan lebih busuk dari biasanya, kemungkinan ada gangguan pada pencernaannya. 

5. Kondisi perut 

Apabila perut Si Kecil membesar atau membuncit dan keras ketika ditekan, maka hal ini adalah ciri gangguan pecernaan pada Si Kecil. 

Baca Juga: 7 Ciri Pencernaan Anak Sehat

Jenis Penyakit Pencernaan pada Anak 

Ada beberapa jenis penyakit pencernaan anak yang mungkin dialami Si Kecil, di antaranya: 

  1. Diare, yakni kondisi saat BAB lebih encer dan sering hingga lebih dari 3 kali dalam sehari. Bisa disertai gejala lain, seperti mual, muntah, dan penurunan berat badan.
  2. Asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), yakni gangguan pencernaan yang terjadi akibat cairan asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan iritasi seperti rasa panas di kerongkongan.
  3. Sembelit atau konstipasi, yakni penyakit pada saluran cerna yang disebabkan terganggunya kerja usus dan ditandai dengan susah BAB hingga kurang dari 3 kali dalam seminggu.

Selain jenis penyakit pencernaan di atas, ada beberapa kondisi yang perlu Moms waspadai sebagai gejala dari penyakit pencernaan pada Si Kecil, yaitu: 

  • Demam. Saat suhu tubuh Si Kecil mendadak meningkat berarti ada yang salah pada kesehatannya. Demam juga bisa menyertai penyakit diare yang disebabkan infeksi virus.
  • Muntah. Ketika Si Kecil memuntahkan kembali makanan yang diberikan, bisa jadi itu karena penyakit asam lambung.5 Mual dan muntah juga bisa menyertai penyakit diare. 
  • Perut kembung. Apabila perut Si Kecil terlihat membesar bisa disebabkan penyakit pencernaan. Jika perut yang membesar terasa keras, kemungkinan karena sembelit.

Mengatasi Penyakit Pencernaan pada Anak 

Penyakit pencernaan pada anak bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, karenanya Moms perlu segera mengambil tindakan untuk mengatasinya. Beberapa tindakan yang bisa dilakukan yakni: 

  • Jaga asupan cairan yang cukup saat Si Kecil diare. Hal ini untuk mencegah dehidrasi. Bisa dengan memberi minuman, sayur berkuah, atau cairan oralit. 
  • Berikan probiotik. Cara lain mengatasi diare adalah dengan memberikan bakteri probiotik yang baik untuk pencernaan. Makanan dan minuman mengandung probiotik di antaranya yogurt dan susu kedelai. 

Selain mengatasi penyakit pencernaan yang dialami Si Kecil, Moms bisa lho mencegahnya dengan menjaga kesehatan pencernaan Si Kecil sejak dini. Salah satunya, Moms bisa memberi Si Kecil LACTOGROW 3 yang diperkaya Lactobacillus reuteri (L. reuteri). 

LACTOGROW 3 juga tinggi protein, kalsium, vitamin, mineral, serta omega 3 & 6, yang baik untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian anak. 

LACTOGROW 3 untuk anak usia 1-3 tahun tersedia dalam varian rasa Original, Madu, dan Vanilla. Sementara LACTOGROW 4 tersedia dalam pilihan rasa Madu dan Vanilla. 

Demikian Moms, ulasan tentang ciri, jenis, hingga cara mengatasi penyebab gangguan sistem pencernaan pada anak yang Moms perlu ketahui. Kini, Moms tidak perlu bingung lagi kan apabila Si Kecil mengalami penyakit pencernaan anak. 


Sources

  • Diarrhea - Mayoclinic. Retrieved on August 18, 2022 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diarrhea/symptoms-causes/syc-20352241  
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD) - Mayoclinic. Retrieved on August 18, 2022 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/symptoms-causes/syc-20361940  
  • Constipation - Medline Plus. Retrieved on August 18, 2022 from https://medlineplus.gov/constipation.html  
  • Diarrhea in Children: What Parents Need to Know - Healthy Children. Retrieved on August 18, 2022 from https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/abdominal/Pages/Diarrhea.aspx  
  • GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) in Children - Johns Hopkins Medicine. Retrieved on August 18, 2022 from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/gerd-gastroesophageal-reflux-disease-in-children  
  • Constipation - Kids Health. Retrieved on August 18, 2022 from https://kidshealth.org/en/parents/constipation.html  

“Tumbuh



Bagikan : Facebook WhatsApp