Moms, dalam beberapa tahun terakhir, probiotik semakin sering dibicarakan sebagai salah satu pendukung kesehatan pencernaan bayi.
Pada dasarnya, probiotik adalah mikroorganisme hidup atau bakteri baik yang dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri di dalam usus jika dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai. Pada bayi, perannya lebih banyak dikaitkan dengan dukungan terhadap perkembangan sistem pencernaan yang masih matang secara bertahap.
Di fase awal kehidupan, sistem pencernaan bayi masih beradaptasi dengan berbagai faktor seperti ASI, lingkungan, hingga proses pembentukan mikrobiota usus. Oleh karena itu, banyak orang tua mulai mencari tahu kapan bayi perlu probiotik agar tidak salah langkah dalam memberikan tambahan nutrisi.
Apakah Bayi Perlu Probiotik Sejak Dini?
Bayi sebenarnya sudah mulai mendapatkan paparan bakteri baik sejak lahir. Proses persalinan, kontak dengan lingkungan sekitar, hingga pemberian ASI membantu membentuk mikrobiota usus bayi secara alami.
ASI sendiri mengandung berbagai komponen yang membantu mendukung pertumbuhan bakteri baik di saluran cerna. Oleh karena itu, bayi yang mendapatkan ASI eksklusif umumnya sudah memiliki dukungan alami untuk kesehatan pencernaannya.
Artinya, tidak semua bayi membutuhkan tambahan probiotik sejak dini. Pada kondisi normal, keseimbangan mikrobiota usus bayi dapat berkembang secara alami seiring pertumbuhan dan pemberian nutrisi yang tepat.
Namun, dalam kondisi tertentu, pemberian probiotik dapat dipertimbangkan untuk membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus bayi.
Usia Berapa Bayi Boleh Diberikan Probiotik?
Secara umum, probiotik dapat diberikan sejak bayi baru lahir. Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi bayi dan rekomendasi tenaga kesehatan. Pemberian probiotik bayi 6 bulan mungkin memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan bayi usia 1 tahun, karena tahap perkembangan sistem pencernaan dan kebutuhan nutrisinya juga tidak sama.
Pada masa awal kehidupan, pemberian biasanya dilakukan lebih selektif dan tidak diberikan secara rutin tanpa indikasi tertentu. Hal ini karena sistem pencernaan dan sistem imun bayi masih berkembang sehingga pemilihan jenis probiotik dan dosisnya perlu diperhatikan dengan baik.
Setelah usia 6 bulan, terutama ketika bayi mulai mendapatkan MPASI, paparan terhadap makanan dan lingkungan juga meningkat. Pada fase ini, keseimbangan mikrobiota usus menjadi semakin penting untuk membantu mendukung kesehatan pencernaan bayi.
Saat bayi mulai MPASI, jenis makanan yang dikonsumsi menjadi lebih beragam. Perubahan ini juga memengaruhi komposisi bakteri baik di dalam usus. Oleh sebab itu, pemberian probiotik pada bayi perlu mempertimbangkan usia, kondisi kesehatan, dan kebutuhan masing-masing anak.
Kapan Bayi Perlu Probiotik?
Tidak semua bayi memerlukan tambahan probiotik. Namun, ada beberapa kondisi yang dapat menjadi pertimbangan:
1. Kolik pada bayi
Kolik biasanya ditandai dengan bayi menangis berlebihan tanpa sebab yang jelas, terutama pada usia awal kehidupan. Dalam beberapa penelitian, penggunaan L. reuteri untuk bayi kolik dikaitkan dengan potensinya untuk membantu mengurangi durasi menangis.
2. Diare
Beberapa jenis probiotik dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus selama bayi mengalami diare. Pada strain tertentu, suplementasi probiotik juga terbukti bisa memperpendek durasi diare pada anak sehingga membantu proses pemulihan pencernaan
3. Sembelit atau Konstipasi
Beberapa jenis probiotik diketahui dapat membantu mendukung kenyamanan saluran cerna dan membantu menjaga pola BAB bayi tetap lebih teratur.
4. Setelah Konsumsi Antibiotik
Antibiotik tidak hanya bekerja melawan bakteri penyebab penyakit, tetapi juga dapat mengganggu keseimbangan mikrobiota usus dengan menurunkan jumlah bakteri baik.
Dalam kondisi ini, penggunaan probiotik kerap dipertimbangkan sebagai salah satu upaya untuk mendukung pemulihan keseimbangan mikrobiota usus meskipun efektivitasnya dapat bervariasi tergantung pada jenis probiotik, kondisi individu, serta kemampuan alami usus untuk kembali stabil seiring waktu.
3 Peran L. reuteri untuk Kesehatan Pencernaan Bayi
Salah satu jenis probiotik yang cukup sering diteliti adalah L. reuteri. Berikut ini manfaat L. reuteri pada pencernaan bayi.
1. Membantu Mengurangi Gejala Kolik pada Bayi
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa L. reuteri dapat membantu mengurangi durasi menangis pada bayi dengan kolik. Hal ini diduga karena kemampuannya memperbaiki keseimbangan mikrobiota usus dan mengurangi ketidaknyamanan pada saluran cerna.
2. Menjaga Keseimbangan Mikrobiota Usus
L. reuteri mampu bertahan hidup di saluran pencernaan dan berperan dalam menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Keseimbangan ini penting untuk mendukung fungsi pencernaan dan kesehatan usus secara menyeluruh.
3. Mendukung Pemulihan saat Gangguan Pencernaan
Probiotik ini juga dikaitkan dengan kemampuannya membantu menjaga kondisi usus saat terjadi gangguan pencernaan seperti diare atau konstipasi. Dengan keseimbangan mikrobiota yang lebih baik, proses pemulihan pencernaan dapat berlangsung lebih optimal.
Meski demikian, manfaat probiotik dapat berbeda pada setiap bayi tergantung kondisi kesehatan, pola makan, dan faktor lainnya. Itulah sebabnya penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bayi.
Berapa Dosis Probiotik yang Aman untuk Bayi?
Dosis probiotik biasanya diukur dalam CFU (Colony Forming Units), yaitu jumlah mikroorganisme hidup dalam satu produk. Besarnya dosis probiotik dapat berbeda tergantung jenis strain dan tujuan penggunaannya.
Dalam berbagai penelitian, dosis probiotik untuk bayi umumnya sekitar 10⁸ CFU per hari. Namun, kebutuhan setiap bayi dapat berbeda sehingga penting untuk mengikuti petunjuk pada produk maupun anjuran tenaga kesehatan.
Setiap jenis probiotik juga dapat memiliki rekomendasi dosis yang berbeda. Oleh sebab itu, Moms tidak disarankan memberikan produk probiotik secara sembarangan tanpa memperhatikan petunjuk penggunaan maupun rekomendasi tenaga kesehatan.
Pemberian dosis probiotik yang tepat membantu memastikan manfaat bakteri baik dapat dirasakan secara optimal tanpa mengganggu kenyamanan pencernaan bayi.
Apakah Bayi ASI Eksklusif Perlu Probiotik Tambahan?
Dalam kondisi normal, bayi ASI eksklusif tidak selalu memerlukan tambahan probiotik. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif umumnya sudah memperoleh dukungan alami untuk kesehatan pencernaan dari kandungan ASI.
ASI mengandung berbagai komponen yang membantu mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus, termasuk prebiotik alami yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus bayi. Namun, pada kondisi tertentu seperti kolik, diare, atau gangguan pencernaan lainnya, probiotik dapat dipertimbangkan sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
5 Cara Memilih Probiotik untuk Bayi
Jika Moms mempertimbangkan pemberian probiotik untuk Si Kecil, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar penggunaannya lebih aman dan sesuai kebutuhan.
1. Pilih Strain Probiotik yang Jelas
Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah jenis strain yang digunakan. Pastikan produk mencantumkan strain secara spesifik, bukan hanya tertulis “probiotik” secara umum. Misalnya seperti L. reuteri, karena setiap strain memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda dalam mendukung kesehatan pencernaan bayi.
2. Perhatikan Jumlah CFU
Selanjutnya, perhatikan informasi jumlah bakteri baik atau dosis probiotik yang biasanya ditulis dalam satuan CFU (Colony Forming Units). Angka ini menunjukkan jumlah mikroorganisme hidup dalam satu produk. Pemilihan jumlah CFU perlu disesuaikan dengan usia dan kebutuhan bayi.
3. Sesuaikan Bentuk Produk
Probiotik untuk bayi tersedia dalam berbagai bentuk, seperti tetes, bubuk, hingga cairan. Setiap bentuk memiliki keunggulannya masing-masing, terutama dalam hal kemudahan pemberian.
Untuk bayi yang masih kecil, bentuk tetes sering lebih praktis karena mudah diberikan langsung. Sementara itu, bentuk bubuk bisa dicampurkan ke makanan atau minuman saat bayi sudah memasuki masa MPASI.
4. Perhatikan Cara Penyimpanan
Hal yang sering terlewat adalah penyimpanan. Beberapa produk probiotik memerlukan suhu tertentu, seperti disimpan di kulkas atau jauh dari paparan panas, agar bakteri baik tetap aktif. Jika penyimpanan tidak sesuai, kualitas probiotik bisa menurun sehingga manfaatnya tidak optimal.
5. Konsultasikan dengan Tenaga Kesehatan
Terakhir, sebelum memberikan probiotik untuk Si Kecil, pastikan Moms sudah berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan. Hal ini penting karena setiap bayi memiliki kondisi yang berbeda.
Jika Si Kecil memiliki riwayat kesehatan tertentu, lahir prematur, atau sering mengalami gangguan pencernaan, evaluasi medis akan membantu menentukan apakah probiotik memang dibutuhkan serta jenis yang paling sesuai
Jika Moms ingin mendapatkan lebih banyak insight seputar tumbuh kembang Si Kecil sekaligus berbagi pengalaman dengan sesama orang tua, Moms bisa bergabung bersama komunitas yang suportif. Yuk, gabung LACTOCLUB Community untuk sharing tips parenting bareng sesama Moms dan Expert!
Pertanyaan Seputar Kapan Bayi Perlu Probiotik
- Usia berapa bayi boleh mulai diberikan probiotik tambahan?
Probiotik sebenarnya dapat diberikan sejak bayi baru lahir, tetapi tidak selalu diperlukan dalam kondisi normal. Pemberiannya biasanya lebih dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan dan kondisi kesehatan bayi, serta sebaiknya mengikuti rekomendasi tenaga kesehatan.
- Apakah bayi ASI eksklusif memerlukan suplemen bakteri baik?
Bayi ASI eksklusif umumnya tidak memerlukan tambahan probiotik karena ASI sudah mengandung komponen yang membantu mendukung keseimbangan bakteri baik di usus. Namun, pada kondisi tertentu seperti gangguan pencernaan, dokter dapat mempertimbangkan pemberian probiotik sesuai kebutuhan bayi.
Referensi:
Milani C, Duranti S, Bottacini F, Casey E, Turroni F, Mahony J, et al. The first microbial colonizers of the human gut: Composition, activities, and health implications of the infant gut microbiota. Microbiol Mol Biol Rev. 2017;81(4):e00036-17. doi:10.1128/MMBR.00036-17
Bode L. Human milk oligosaccharides: Every baby needs a sugar mama. Glycobiology. 2012;22(9):1147-62. doi:10.1093/glycob/cws074
Shirazinia, R., Golabchifar, A. A., & Fazeli, M. R. (2021). Efficacy of probiotics for managing infantile colic due to their anti-inflammatory properties: a meta-analysis and systematic review. Clinical and experimental pediatrics, 64(12), 642–651. https://doi.org/10.3345/cep.2020.01676
Li, Y.-T., Xu, H., Ye, J.-Z., Wu, W.-R., Shi, D., Fang, D.-Q., Deng, Y.-Y., & Li, L.-J. (2019). Efficacy of Lactobacillus rhamnosus GG in treatment of acute pediatric diarrhea: A systematic review with meta-analysis. World Journal of Gastroenterology, 25(33), 4999-5016. https://doi.org/10.3748/wjg.v25.i33.4999
He, Y., Zhu, L., Chen, J., Tang, X., Pan, M., Yuan, W., & Wang, H. (2022). Efficacy of Probiotic Compounds in Relieving Constipation and Their Colonization in Gut Microbiota. Molecules (Basel, Switzerland), 27(3), 666. https://doi.org/10.3390/molecules27030666
Łukasik J, Szajewska H. Systematic review: effect of probiotics on antibiotic-induced microbiome disruption. Aliment Pharmacol Ther. 2024;60(2):107-120. doi:10.1111/apt.18120.
Banik SK, et al. Efficacy of Lactobacillus reuteri in improving gut barrier function & management of infantile colic. Am J Pediatr. 2023;9(3):140–149. Available from: https://sciencepublishinggroup.com/article/10.11648/j.ajp.20230903.17
Hojsak, I., Fabiano, V., Pop, T. L., Goulet, O., Zuccotti, G. V., Çokuğraş, F. C., Pettoello-Mantovani, M., & Kolaček, S. (2018). Guidance on the use of probiotics in clinical practice in children with selected clinical conditions and in specific vulnerable groups. Acta paediatrica (Oslo, Norway : 1992), 107(6), 927–937. https://doi.org/10.1111/apa.14270
Australian Breastfeeding Association. (n.d.). Breastfeeding, bacteria and your baby's gut. https://www.breastfeeding.asn.au/resources/breastfeeding-bacteria-and-your-babys-gut