Parenting Corner

Tips Menjaga Saluran Pencernaan Si Kecil Tetap Sehat

09 March 2026

Saluran pencernaan anak

Article reviewed by: dr. Aulia Mustamir

Saluran pencernaan anak memiliki peran yang jauh lebih luas dari sekadar mencerna makanan. Organ ini membantu penyerapan nutrisi penting, menjaga daya tahan tubuh, dan bahkan berhubungan langsung dengan perkembangan otak lewat sistem yang dikenal sebagai gut brain axis

Maka dari itu, menjaga kesehatan saluran cerna anak bukan hanya soal menghindari Si Kecil dari sembelit atau sakit perut lainnya. Lebih dari itu, langkah ini menjadi bagian penting untuk dukung pencernaan sehat Si Kecil setiap hari.

Nah, supaya lebih paham cara menjaga sistem cerna Si Kecil tetap sehat, berikut beberapa langkah yang bisa Moms lakukan di rumah:

1. Terapkan Pola Makan Sehat dan Seimbang

Langkah pertama yang bisa Moms lakukan adalah memastikan pola makan Si Kecil sehat dan seimbang. Apa yang dikonsumsi setiap hari akan sangat memengaruhi kesehatan sistem cernanya. Makanan bergizi membantu kerja saluran pencernaan anak menjadi lebih efisien, sehingga penyerapan zat gizi pun bisa berjalan optimal. 

Kenalkan aneka makanan sehat sejak dini agar Si Kecil lebih mudah menerima rasa dan tekstur yang beragam. Upayakan ia makan tiga kali sehari dengan menu yang seimbang dan bervariasi. Hindari memberi makanan olahan secara berlebihan, terutama yang tinggi gula, garam, atau pengawet, karena bisa mengganggu saluran cerna anak jika dikonsumsi terlalu sering.

2. Pastikan Asupan Serat Si Kecil Terpenuhi

Langkah berikutnya setelah menyusun pola makan seimbang adalah memastikan serat hadir dalam menu harian Si Kecil. Asupan serat yang cukup berperan dalam menjaga keseimbangan mikrobiota dalam saluran pencernaan anak. Kehadiran bakteri baik di dalam usus dapat membantu meningkatkan daya serap nutrisi dan mendukung sistem imun Si Kecil dari dalam. 

Prebiotik  membantu mempercepat waktu transit usus dan memperbaiki tekstur feser agar mudah dikeluarkan. Moms bisa mulai memberikan serat dari sumber alami seperti sayur, buah, dan biji-bijian utuh. Jika dibutuhkan, susu pertumbuhan dengan kandungan serat juga bisa Moms jadikan sebagai tambahan asupan yang mendukung kesehatan saluran cerna Si Kecil.

3. Lakukan Aktivitas Fisik

Tak kalah penting dari makanan, aktivitas fisik juga berperan besar dalam menjaga saluran pencernaan anak lebih sehat. Moms tidak perlu menunggu anak tumbuh besar untuk mulai aktif bergerak. Ajak Si Kecil melakukan aktivitas sederhana seperti bermain di taman, berlari kecil, bersepeda, atau menari mengikuti musik kesukaannya.

Studi menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dan menyenangkan sejak usia dini dapat membantu membentuk keseimbangan mikrobiota usus. Aktivitas ini turut merangsang produksi senyawa bermanfaat dalam sistem cerna dan memberi pengaruh positif pada gut brain axis. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada tubuh, tetapi juga untuk dukung perkembangan otak anak.

Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan Perut Anak

4. Rutin Pantau Kebiasaan Buang Air Besar Anak

Langkah terakhir yang tak kalah penting adalah memperhatikan rutinitas BAB Si Kecil. Kebiasaan ini bisa menjadi petunjuk langsung apakah saluran pencernaan anak bekerja dengan baik atau tidak.

Pada anak yang sehat, berikut frekuensi buang air besar yang normal secara umum:

  • Bayi Baru Lahir (0-1 Bulan): BAB normal umumnya 3-4 kali sehari, bahkan bisa setiap selesai menyusu. BAB pertama (mekonium) harus keluar paling lambat 48 jam pertama.
  • Bayi 1-2 Bulan: Frekuensi BAB bisa tinggi, hingga 10 kali dalam sehari karena refleks gastrokolika yang kuat.
  • Bayi 6-12 Bulan: Frekuensi normal berkisar 2-4 kali sehari.
  • Anak Di Atas 3-4 Tahun: Umumnya BAB 1 kali sehari, sama seperti orang dewasa, namun bisa bervariasi dari 3 kali sehari hingga 3 kali seminggu.

frekuensinya, perhatikan juga tekstur dan warna feses. Jika Si Kecil tampak mengejan lama, fesesnya keras dan kering, atau justru terlalu cair dan sering, bisa jadi ada gangguan pada saluran cerna anak.

Moms bisa menjadikan kegiatan memantau BAB ini sebagai bagian dari rutinitas harian. Tak perlu terlalu teknis, cukup lihat apakah Si Kecil nyaman saat BAB, dan apakah ia merasa lega setelahnya.

Nah, itu dia beberapa langkah yang bisa Moms lakukan untuk menjaga saluran pencernaan anak tetap sehat. 

Untuk bantu melengkapinya, Moms bisa memberikan LACTOGROW PRO sebagai bagian dari pola makan sehat dan seimbang. LACTOGROW PRO satu-satunya susu pertumbuhan untuk anak usia 1-3 tahun dengan Lactobacillus reuteri, jenis bakteri probiotik yang terbukti secara klinis mendukung kesehatan pencernaan anak, diperkaya Omega 3 & 6, prebiotik Inulin, 13 vitamin, dan 7 mineral. 


Source:

1. Cataldi, S., Poli, L., Şahin, F. N., Patti, A., Santacroce, L., Bianco, A., Greco, G., Ghinassi, B., Di Baldassarre, A., & Fischetti, F. (2022). The Effects of Physical Activity on the Gut Microbiota and the Gut-Brain Axis in Preclinical and Human Models: A Narrative Review. Nutrients, 14(16), 3293. https://doi.org/10.3390/nu14163293 

2 Ranuh, R., & Hegar, B. (2020). Bifidobakterium dan Kesehatan Saluran Cerna Anak. Sari Pediatri, 22(3), 190. https://doi.org/10.14238/sp22.3.2020.190-6

3 García Contreras, A., Vásquez Garibay, E., Sánchez Ramírez, C., Fafutis Morris, M., & Delgado Rizo, V. (2020). Lactobacillus reuteri DSM 17938 and Agave Inulin in Children with Cerebral Palsy and Chronic Constipation: A Double-Blind Randomized Placebo Controlled Clinical Trial. Nutrients, 12(10), 2971. https://doi.org/10.3390/nu12102971

4 IDAI | Masalah Saluran Cerna Anak: Penyebab dan Mengatasinya. (2019). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/masalah-saluran-cerna-anak-penyebab-dan-mengatasinya




Bagikan : Facebook WhatsApp