Parenting Corner

Infeksi Pencernaan pada Bayi: Gejala, Penyebab, dan Penanganan

17 June 2026

Masalah Pencernaan Bayi dan Cara Mengatasinya

Waktu baca: 2 menit

 

Masalah pencernaan bayi biasanya disertai sejumlah gejala seperti perut kembung, mual, rewel, diare, hingga dehidrasi. Kondisi itu  dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan fungsional pencernaan hingga infeksi saluran cerna

Sejumlah gangguan pencernaan perlu penanganan medis apabila sudah mengganggu kesehatan dan tumbuh kembang bayi. Berikut ini bahasan yang perlu Moms ketahui terkait masalah pencernaan Si Kecil dan cara mengatasinya.

 

Penyebab dan Gejala Infeksi Pencernaan pada Bayi 

Infeksi dapat menyebabkan masalah pada sistem pencernaan bayi. Organ pencernaan Si Kecil yang masih berkembang membuatnya lebih rentan terhadap serangan infeksi oleh bakteri, virus, atau parasit. Salah satu bentuk infeksi pencernaan pada bayi adalah muntaber atau gastroenteritis. Gejala infeksi pencernaan pada bayi dapat berupa muntah, diare, demam, dan rewel, dan tidak selalu dapat dibedakan penyebabnya tanpa pemeriksaan medis.

Muntaber pada bayi bisa disebabkan oleh virus seperti Rotavirus dan Norovirus, atau bakteri E.coli dan Salmonella, maupun parasit, seperti giardia.

Penanganan pertama untuk infeksi pencernaan pada bayi adalah memastikan asupan cairan terjaga agar mencegah bayi mengalami dehidrasi karena banyak mengeluarkan cairan lewat muntah dan diare. Selain ASI, pada kondisi tertentu dapat diberikan oralit sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Pada bayi usia di bawah 6 bulan disarankan untuk diperiksakan ke dokter. Pastikan bayi tetap mendapat asupan ASI atau susu formula.

 

Tahap Perkembangan Saluran Cerna Bayi

Saat lahir sistem pencernaan bayi sudah terbentuk sempurna namun belum berfungsi secara optimal. Sistem pencernaan bayi berkembang secara bertahap selama tahun pertama kehidupan, sehingga pada awal kehidupan masih belum berfungsi secara optimal. Karenanya, penting bagi Moms untuk mengetahui perkembangan saluran cerna Si Kecil dan memberikan asupan yang sesuai.

Usia 0-3 hari

Sistem pencernaan sudah lengkap namun belum berfungsi dengan optimal. Mengeluarkan feses pertama yang berwarna hijau kehitaman dan kental seperti aspal yang disebut meconium.

 

Usia 0-3 bulan

Pada tahap ini sistem pencernaan bayi masih dalam proses pematangan dan adaptasi sehingga hanya bisa menerima asupan cair berupa ASI maupun susu formula.

 

Usia 4-6 bulan

Pada usia ini bayi masih direkomendasikan mendapat ASI eksklusif hingga usia 6 bulan sebelum mulai MPASI. Feses masih berupa cairan kental berwarna hijau, kecoklatan, atau kekuningan, dengan butiran kecil mirip biji.

 

Usia 6-9 bulan

Usus mulai dapat beradaptasi dengan protein yang lebih kompleks dan serat. Mulai dapat menerima makanan padat berupa MPASI dengan tekstur dinaikkan bertingkat, mulai dari lembut atau puree. Feses akan mulai terlihat menggumpal dan lebih padat.

 

Usia 9-12 bulan

Pada usia ini, kemampuan pencernaan semakin berkembang dan bayi mulai mampu menerima variasi makanan keluarga dengan tekstur yang disesuaikan.

 

Contoh Masalah Pencernaan Bayi

Ada sejumlah gangguan pencernaan yang umum dialami bayi. Berikut ulasannya.

1. Perut Kembung

Saluran cerna yang belum berfungsi sempurna membuat bayi biasa mengalami perut kembung. Gangguan itu bisa dipicu makan atau minum terlalu cepat, intoleransi laktosa juga bisa memicu gangguan ini.

 

2. Gumoh

Gumoh biasanya terjadi saat bayi terlalu banyak makan atau menelan udara saat menyusui. Gumoh terjadi karena kerongkongan bayi belum berkembang sempurna. Ukuran lambungnya pun masih sangat kecil. Gumoh pada bayi tidak termasuk kondisi mengkhawatirkan selama tidak muncul berkepanjangan atau berlebihan.

 

3. Sembelit

Pada bayi berusia di atas enam bulan yang sudah menerima MPASI, susah buang air besar atau sembelit dapat dipengaruhi oleh perubahan pola makan, termasuk asupan serat dan cairan yang kurang, serta factor lain.  Sembelit pada bayi lebih dinilai dari konsistensi feses yang keras dan kesulitan saat BAB, bukan hanya frekuensi.

Beberapa gejala lain seperti perut anak terasa tegang, nafsu makan menurun, dan menangis tiap kali diajak ke toilet.

 

4. Diare

Masalah pencernaan bayi lain yang umum terjadi yakni diare. Moms perlu waspada jika si Kecil terlalu sering BAB, tekstur tinja cair atau berjumlah banyak.  Diare pada bayi paling sering disebabkan oleh infeksi, meskipun dalam beberapa kasus dapat berkaitan dengan intoleransi atau alergi makanan.

 

5. Kolik

Kolik adalah kondisi ketika bayi menangis secara berlebihan, biasanya lebih dari 3 jam per hari dan terjadi beberapa hari dalam seminggu, tanpa penyebab medis yang jelas. . Penyebab kolik masih belum diketahui pasti hingga kini. Namun, kondisi tersebut diduga terjadi saat bayi merasa tidak nyaman dengan perutnya akibat lapar, terlalu banyak gas dalam saluran cerna, atau terlalu kenyang.

 

Jika masalah pencernaan pada bayi menimbulkan gejala demam tinggi, muntah berlebihan, atau penurunan berat badan yang signifikan, Moms sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapat tindakan medis.

 

Baca Juga: Susu untuk Pencernaan Anak

 

Cara Mengatasi Masalah Pencernaan pada Bayi

Anak yang kerap mengalami gangguan pencernaan lebih berisiko mengalami kekurangan nutrisi. Gangguan pencernaan yang berlangsung lama dapat memengaruhi kenyamanan dan asupan makan anak.  Oleh karena itu, penting mengetahui cara mengatasi masalah pencernaan pada bayi.

 

1. Memperhatikan Posisi Menyusui

Moms perlu membiasakan diri menyusui atau menyuapi anak dalam keadaan lebih tegak. Pertahankan posisi itu sekitar 20 menit setelah pemberian susu atau makanan. Hal ini untuk mencegah susu dan makanan naik kembali ke kerongkongan.

 

2. Beri Asupan Serat Cukup

Pada bayi di atas 6 bulan, pemberian makanan pendamping yang seimbang sesuai usia  dianjurkan. Lengkapi dengan asupan serat yang cukup. 

 

3. Pijat Lembut Perut Bayi

Moms dapat memijat perut si Kecil dengan lembut agar bayi merasa nyaman. Moms juga bisa mengusap punggung bayi untuk tujuan serupa. Moms juga bisa menerapkan tummy time secara rutin. Tummy time atau membaringkan bayi dengan posisi tengkurap , hal ini penting untuk perkembangan motorik bayi, dan pada beberap bayi dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman di perut.

 

4. Cek Susu Formula

Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi baru lahir, baik bayi yang dilahirkan cukup bulan (matur) maupun kurang bulan (prematur). World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian ASI secara eksklusif sekurang-kurangnya selama usia 6 bulan pertama, dan disarankan untuk dilanjutkan hingga 2 tahun. Bila karena indikasi medis bayi harus mendapatkan susu formula atas anjuran tenaga kesehatan, Moms dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memastikan tidak ada masalah dengan pemberian susu formula tersebut.

 

5. Hindari Makanan Tertentu

Hindari makanan yang berpotensi membuat diare semakin memburuk seperti makanan berminyak, makanan manis dan produk olahan susu. Itu dia sejumlah masalah pencernaan pada bayi berikut cara mengatasinya. Beri pola makan yang sehat ya Moms untuk menjaga kesehatan pencernaan Si Kecil. Pada Sebagian kasus, pola makan ibu dapat memengaruhi kenyamanan bayi, namun respons ini bervariasi dan tidak terjadi pada semua bayi. 

 

6. Hindari Overfeeding

Pemberian makan atau susu dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan perut kembung karena sistem pencernaan bayi belum sepenuhnya matang. 

 

Bolehkah Bayi Mendapat Probiotik?

Probiotik merupakan bakteri hidup yang baik dan bermanfaat untuk kesehatan pencernaan dan tubuh. Namun bolehkah bayi diberi asupan probiotik?

Probiotik dapat ditemukan secara alami dalam ASI, namun pemberian suplemen probiotik pada bayi sebaiknya dilakukan dengan rekomendasi tenaga kesehatan. 

Demikian Moms, penjelasan lengkap seputar infeksi pencernaan pada bayi dan masalah pencernaan bayi lainnya, serta cara mengatasinya. Bila masalah pencernaan bayi tidak kunjung membaik, sementara kondisi Si Kecil semakin menurun hingga pertumbuhannya terganggu, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter spesialis anak atau ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan yang tepat. Jangan lupa juga untuk gabung LACTOCLUB Community untuk sharing parenting tanpa judging bareng Moms dan Expert!

 

Pertanyaan Seputar Infeksi Pencernaan pada Bayi

1. Apa ciri bayi terkena infeksi pencernaan?

Ciri bayi terkena infeksi pencernaan yang paling umum adalah muntah dan diare. Selain itu juga bisa disertai dengan nyeri atau sakit di bagian perut dan juga demam. Infeksi pencernaan pada bayi biasanya disebabkan virus seperti Rotavirus atau Norovirus, tetapi bisa juga akibat infeksi bakteri (E.coli atau Salmonella) dan parasit (Giardia).

 

2. Bagaimana penanganan pertama saat bayi muntaber?

Penanganan pertama saat bayi muntaber atau gastroenteritis adalah menjaga asupan cairan agar anak tidak mengalami dehidrasi. Pada bayi usia kurang dari 6 bulan, tetap berikan ASI agar anak tidak kekurangan cairan. Lalu bawa ke dokter untuk penanganan medis lebih lanjut.

 

Referensi:




Bagikan : Facebook WhatsApp


Artikel Terkait

Lihat Artikel Lainnya