Parenting Corner

Ini Penyebab Diare Saat Hamil dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

21 July 2026

Ini Penyebab Diare Saat Hamil dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Diare pada ibu hamil trimester 2 umumnya disebabkan oleh perubahan hormon, pola makan, atau infeksi ringan, dan di kebanyakan kasus tidak berbahaya bagi kehamilan. Namun, jika gejala cukup parah dan disertai dehidrasi, Moms bisa mengalami komplikasi yang membahayakan keselamatan ibu dan janin, sehingga perlu penanganan segera.

Diare adalah kondisi saat buang air besar berupa cairan sebanyak tiga kali atau lebih dalam rentang waktu 24 jam. Gangguan pencernaan ini cukup umum dialami sebagian Moms yang tengah mengandung buah hatinya.

Berikut penjelasan lengkap penyebab diare saat hamil, ciri-cirinya, dan cara mengatasinya:

kehamilan

6 Penyebab Diare Saat Hamil

Ada banyak kemungkinan penyebab diare yang terjadi pada ibu hamil. Berikut di antaranya:

1. Perubahan Hormon

Perubahan hormon selama kehamilan, termasuk peningkatan prostaglandin menjelang persalinan, dapat memengaruhi pergerakan usus. Namun, peran hormon ini sebagai penyebab utama diare pada ibu hamil masih terbatas dibandingkan faktor lain seperti infeksi atau pola makan.

2. Perubahan Pola Makan

Saat masa kehamilan, sebagian besar Moms tampaknya akrab dengan istilah ngidam atau menginginkan jenis makanan tertentu. Terkadang perubahan pola makan seperti ini bisa menjadi penyebab mencret saat hamil. Misalnya, ketika Moms mengidam mangga muda atau makanan pedas sepanjang hari. Asupan seperti ini bisa meningkatkan risiko diare pada ibu hamil.

3. Perut Lebih Sensitif

Sebagian ibu hamil mengalami perut lebih sensitif terhadap makanan atau minuman tertentu. Padahal, asupan tersebut biasanya tidak apa-apa dikonsumsi sebelum hamil. Intoleransi terhadap beberapa makanan dan minuman ini ada kalanya menyebabkan sakit perut hingga diare.

4. Efek Samping Vitamin

Untuk menunjang kehamilan sehat, dokter biasanya menganjurkan Moms mengonsumsi suplemen vitamin. Sayangnya, beberapa suplemen memiliki efek samping memicu diare. Jika terjadi hal ini, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat suplemen lain yang minim efek samping.

5. Infeksi Saluran Pencernaan

Infeksi bakteri, virus, sampai parasit yang menyerang saluran pencernaan bisa menimbulkan gejala diare. Infeksi ini bisa terjadi ketika ibu hamil mengonsumsi makanan atau air yang tercemar kuman atau virus.

6. Gangguan Pencernaan

Beberapa penyakit di antaranya kolitis ulserativa, penyakit Crohn, sindrom iritasi usus, sampai penyakit celiac, merupakan penyebab gangguan pencernaan kronis dan bisa menyebabkan diare pada ibu hamil.

Baca Juga: Perut Kembung saat Hamil? Ini Tips yang Tepat!

3 Cara Mengatasi Diare pada Ibu Hamil

Mengingat ada banyak kemungkinan penyebab diare pada ibu hamil trimester 3, 2, dan 1, maka cara mengatasinya perlu disesuaikan dengan penyebabnya.

Namun, untuk diare ringan yang ditandai dengan feses encer tapi tidak terlalu sering BAB, warna urine tidak terlalu gelap, serta detak jantung dan suhu tubuh normal, ibu hamil bisa mencoba langkah sederhana untuk meredakan gejalanya. Catat beberapa hal yang perlu dilakukan saat Moms mengalami diare saat hamil:

Catat beberapa hal yang perlu dilakukan saat Moms mengalami diare ketika hamil:

1. Banyak Minum

Salah satu bahaya diare bagi janin dan kehamilan adalah dehidrasi atau kekurangan cairan. Karenanya, rehidrasi penting untuk menjaga kadar cairan dalam tubuh. Bila diare cukup parah, tanyakan kepada dokter perlu tidaknya minum cairan elektrolit.

Menjaga asupan cairan selama diare sangat penting bagi ibu hamil karena dehidrasi berat dapat membahayakan ibu dan juga janin di dalam kandungan.  Dehidrasi pada ibu hamil perlu diwaspadai karena dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh dan berpotensi memicu komplikasi, termasuk peningkatan risiko kontraksi dini pada kondisi tertentu. Oleh karena itu, menjaga hidrasi yang adekuat sangat penting selama diare.

Dehidrasi juga dapat mengganggu proses penyerapan nutrisi dalam tubuh ibu hamil sehingga turut menghambat perkembangan bayi dalam kandungan. Meskipun sangat jarang, dehidrasi berat juga dapat mengancam keselamatan jiwa ibu hamil dan janin.

2. Hindari Makanan Tertentu

Beberapa makanan bisa memperparah diare, seperti makanan pedas, terlalu asam, dan susu pada orang yang sensitif terhadap laktosa.

Makanan pedas dan terlalu asam dapat mengiritasi lapisan dinding lambung dan usus yang lebih sensitif saat diare. Sedangkan, susu yang mengandung laktosa akan lebih sulit dicerna ketika diare karena berkurangnya produksi enzim laktase. Akibatnya, minum susu saat diare dapat menyebabkan kembung dan diare akan semakin parah.

Moms juga perlu menghindari gorengan dan makanan tinggi lemak maupun bersantan karena kandungan minyak dan lemak tinggi justru dapat mempercepat pergerakan usus yang membuat diare semakin parah.

Makanan yang memicu gas, seperti kubis dan brokoli juga tidak tepat dikonsumsi saat diare karena akan membuat perut tidak nyaman.  Minuman berkafein seperti kopi dapat merangsang pergerakan usus dan memiliki efek diuretik ringan, sehingga pada beberapa orang dapat memperburuk gejala diare atau meningkatkan risiko kekurangan cairan.

Untuk membantu mengurangi gejala diare, Moms bisa mengonsumsi makanan yang lembut untuk pencernaan dan membantu  membantu meredakan gejala diare karena lebih mudah dicerna, seperti pisang, nasi, dan roti tawar.

3. Minum Obat Sesuai Anjuran Dokter

Moms perlu hati-hati minum obat saat hamil, termasuk obat diare. Konsultasikan dengan dokter jika ingin minum obat diare tertentu.

Beberapa obat diare, seperti yang mengandung bismuth subsalicylate atau diphenoxylate, tidak direkomendasikan selama kehamilan tanpa pengawasan dokter karena keterbatasan data keamanan. Oleh karena itu, penggunaan obat harus selalu dikonsultasikan dengan tenaga medis.

Kapan Ibu Hamil Perlu Waspada Saat Diare?

Jika beragam cara mengatasi diare saat hamil di atas sudah dicoba, tapi tak kunjung membaik atau bertambah parah, sudah saatnya bumil segera mencari pertolongan medis. Terutama jika ibu hamil mengalami:

  • Diare lebih dari dua hari
  • Feses berdarah, berlendir, atau terus-menerus cair
  • Merasa tertular infeksi saluran pencernaan
  • Diare berdekatan dengan hari perkiraan lahir
  • Mengalami tanda-tanda dehidrasi seperti lemas, pucat, jantung berdebar, sangat haus, tidak bisa atau susah kencing, urine warna kuning tua atau gelap.

Diare selama beberapa hari, meskipun cenderung ringan, juga perlu diperiksakan ke dokter. Diare selama masa kehamilan tak hanya menyebabkan sakit di perut dan punggung terasa tidak nyaman, tapi juga bisa menyebabkan  dehidrasi yang pada kondisi tertentu dapat memicu kontraksi dan meningkatkan risiko persalinan prematur.

Moms juga perlu menghubungi dokter kandungan apabila selama diare berhari-hari pergerakan janin mengalami perubahan, baik berkurang maupun semakin aktif dari biasanya. Waspadai juga pertanda persalinan prematur seperti kontraksi yang teratur, kram dan nyeri di bagian panggul dan perut, atau keputihan yang lebih banyak, encer, disertai darah atau lendir.

Demikian ulasan seputar diare saat hamil yang mungkin perlu Moms ketahui. Setelah menyimak penyebab dan cara mengatasi diare pada ibu hamil trimester 3, 2, dan 1, jangan menyepelekan masalah kesehatan yang umum ini ya, Moms. Jangan lupa gabung LACTOCLUB Community untuk sharing parenting tanpa judging bareng Moms dan Expert!

Pertanyaan Seputar Diare Saat Hamil 

1. Apakah diare saat hamil berbahaya bagi bayi?

Diare saat hamil berbahaya bagi bayi apabila gejala yang muncul cukup parah, di antaranya berlangsung selama lebih dari dua hari, feses berdarah, berlendir, dan cair terus menerus, atau terjadi infeksi saluran pencernaan. Ibu hamil juga perlu waspada jika diare terjadi berdekatan dengan hari perkiraan lahir atau menyebabkan dehidrasi parah yang dapat meningkatkan risiko persalinan prematur.

2. Bagaimana cara mengatasi diare pada ibu hamil? 

Cara mengatasi diare pada ibu hamil yang tepat adalah disesuaikan dengan penyebabnya. Namun untuk diare ringan dapat diatasi dengan banyak minum air, menghindari makanan pedas, asam, dan susu jika sensitif terhadap laktosa, serta mengonsumsi obat diare sesuai anjuran dokter kandungan. Hindari minum obat diare tanpa berkonsultasi dengan dokter karena beberapa obat diare mengandung zat yang berisiko pada kehamilan.


Referensi:

  1. Can dehydration affect pregnancy? - Medical News Today. Retrieved on May 7rd 2026 from https://www.medicalnewstoday.com/articles/322230
  2. Diarrhea During Pregnancy? Here’s What's Normal — and How to Ease It - What to Expect. Retrieved on May 7rd 2026 from https://www.whattoexpect.com/pregnancy/symptoms-and-solutions/pregnancy-diarrhea.aspx
  3. Diarrhea during pregnancy - Baby Center. Retrieved on May 7rd 2026 from https://www.babycenter.com/pregnancy/your-body/diarrhea-during-pregnancy_20000032

Kehamilan



Bagikan : Facebook WhatsApp


Artikel Terkait

Lihat Artikel Lainnya