Parenting Corner

Kapan Mual Muntah Hilang Saat Hamil? Ini Penjelasannya

17 June 2026

7 Solusi Mengatasi Muntah saat Hamil di Trimester Pertama

Waktu baca: 2 menit

 

Fenomena muntah saat hamil, terutama pada awal kehamilan, merupakan hal yang normal.

Perasaan mual tersebut biasanya sering terjadi pada pagi hari sehingga disebut morning sickness. Namun, kondisi ini bisa terjadi kapan saja, bahkan seharian penuh.

Bagi Moms yang sedang hamil muda, yuk simak cara mengatasinya dan kapan mual muntah hilang saat hamil berikut!

 

Penyebab Umum Muntah Saat Hamil

Hingga kini penyebab pasti morning sickness belum diketahui. Namun, fenomena ini berkaitan dengan perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan, salah satunya kadar progesteron yang tinggi.

Mual saat hamil diperkirakan berkaitan dengan perubahan hormonal, terutama peningkatan hormon hCG dan estrogen. Beberapa faktor lain seperti sensitivitas terhadap bau, lambung yang lebih sensitif, serta perubahan metabolisme juga dapat berperan.

Morning sickness umumnya terjadi selama trimester pertama, khususnya antara minggu 6 dan 14 kehamilan.

Lalu, kapan mual muntah hilang saat hamil? Sebagian ibu hamil akan membaik atau berhenti total mengalami mual saat hamil pada minggu 12 sampai 20, sebagian lainnya bisa lebih lama dari itu.

Pada umumnya, mual muntah ringan hingga sedang tidak berdampak signifikan terhadap kondisi bayi. Namun, pada kasus yang lebih berat seperti hyperemesis gravidarum, kondisi ini dapat memengaruhi status hidrasi dan nutrisi ibu sehingga perlu penanganan medis. Salah satu solusinya adalah mengonsumsi makanan sehat. Makanan sehat yang kaya vitamin dan mineral sangat penting untuk menjaga tubuh tetap fit selama hamil, Moms.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Meski secara umum muntah saat hamil tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang sebaiknya perlu dikonsultasikan dengan dokter.

Beberapa gejala itu, antara lain mual yang berlangsung sepanjang hari sehingga tidak bisa makan atau minum, pusing berat seperti mau pingsan, dan muntah berwarna kecokelatan atau muntah dengan darah atau bercak darah di dalamnya.

Moms juga perlu berkonsultasi dengan dokter jika mengalami penurunan berat badan, pingsan atau pusing, buang air kecil lebih sedikit dari biasanya, detak jantung yang cepat, hingga kelelahan yang ekstrim.

 

7 Solusi Mengatasi Morning Sickness

Berikut tujuh cara mengatasi muntah saat hamil muda yang Moms bisa coba.

 

1. Mengubah Pola Makan

Pola makan yang tepat bisa membantu menangani mual dan muntah sebelum kondisi menjadi lebih parah atau membuat perasaan lebih lega saat morning sickness melanda.

Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, termasuk makanan yang mengandung protein, dapat membantu mengurangi rasa mual pada sebagian ibu hamil.

Makanan berprotein tinggi bisa membantu meredakan rasa mual dengan menstabilkan kadar gula darah. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa jahe aman untuk mengatasi mual dan muntah selama kehamilan.

Tidak ketinggalan, Moms juga perlu makan dan minum setelah muntah untuk mengganti cairan, elektrolit, dan kalori yang hilang.

 

2. Penuhi Kebutuhan Cairan

Kondisi morning sickness bisa membuat tubuh kekurangan cairan. Ibu hamil dianjurkan untuk menjaga kecukupan cairan dengan minum secara teratur sepanjang hari, menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan kondisi masing-masing.

Moms bisa mencicilnya dengan minum air putih sedikit demi sedikit sepanjang hari. Jika air putih tidak enak di perut, Moms bisa mencoba jus encer atau es lilin.

Beberapa ibu hamil merasa minuman dingin lebih nyaman dikonsumsi karena aromanya lebih ringan, namun preferensi ini dapat berbeda pada setiap individu.

Sementara itu, minuman panas cenderung lebih beraroma sehingga dapat memicu gag reflex atau respons tubuh untuk menolak menelan sesuatu.

 

3. Hindari Makanan Beraroma Kuat

Selain minuman panas, Moms juga dianjurkan untuk menghindari makanan beraroma kuat lainnya. Jika Moms memasak makanan sendiri, usahakan buatlah makanan yang mudah dibuat dan gunakan masker.

Beberapa rekomendasi makanan dengan bau tidak menyengat, antara lain roti panggang, mashed potatoes, buah-buahan, nasi, sereal, pasta, hingga crackers. Selain itu, makan di tempat terbuka juga disarankan.

 

4. Berkumur atau Basuh Mulut

Berkumur atau membasuh mulut juga direkomendasikan untuk mengurangi rasa mual dan muntah di awal kehamilan. Moms bisa mencoba berkumur dengan air dengan campuran soda kue. Campuran tersebut dapat menetralkan asam.

 

5. Beristirahat

Cara mengatasi muntah saat hamil muda lainnya adalah berbaring dan beristirahat. Sebab, kelelahan pada ibu hamil dapat memperburuk rasa mual.

Moms juga dapat mencoba menenangkan diri terlebih dahulu dengan berbaring, menutup mata, dan mengambil napas panjang. Moms juga dapat tidur terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas kembali untuk meredakan rasa mual.

 

6. Akupuntur dan Akupresur

Beberapa metode seperti akupuntur atau akupresur telah diteliti dan pada sebagian ibu dapat membantu mengurangi gejala mual, meskipun efektivitasnya dapat berbeda pada setiap individu.

Moms juga bisa mencoba sendiri dengan menekan tiga ujung jari dengan kuat di telapak tangan, tepat di atas pergelangan tangan yang segaris dengan jempol. Tarik napas dalam-dalam dan terus tekan titik itu selama semenit.

 

7. Berolahraga

Berolahraga dengan perut mual mungkin terdengar berat. Namun, berjalan ringan selama 20 menit dapat membantu tubuh melepaskan endorfin yang menangkal rasa lelah dan mual.

Berenang di tempat yang sejuk juga membantu menenangkan tubuh untuk sementara sehingga meredakan gejala muntah saat hamil.

Dari beberapa rekomendasi daftar aktivitas di atas, manakah yang cocok menurut Moms untuk mengurangi gejala muntah saat hamil? Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter apabila gejala mual muntah tidak mereda.

Baca Juga: Kalender Mingguan Kehamilan

 

Perbedaan Mual Kehamilan Normal vs Hyperemesis Gravidarum

Mual pada awal masa kehamilan memang hal yang wajar. Namun, ada kondisi yang lebih berat bernama hyperemesis gravidarum (HG). HG merupakan kondisi mual dan muntah berat pada kehamilan yang ditandai dengan muntah berulang, dehidrasi, penurunan berat badan, serta ketidakseimbangan elektrolit, sehingga sering memerlukan penanganan medis.

Perbedaan HG dengan normal biasa adalah gejalanya yang sangat ekstrem. Pada mual biasa, Moms masih bisa makan dan mengkonsumsi cairan. Sementara itu, HG membuat Moms muntah beberapa kali sehari sehingga memicu dehidrasi dan kehilangan berat badan. Bahkan, dalam kondisi yang parah, Moms yang mengalami HG perlu mendapatkan infus untuk mengatasi dehidrasi.

 

Kapan Mual Muntah Hilang Saat Hamil?

Kemudian, untuk yang bertanya kapan mual muntah hilang saat hamil, pada umumnya, gejala mual mulai berkurang setelah trimester pertama, meskipun pada sebagian ibu dapat berlangsung lebih lama hingga trimester kedua.

Meski begitu, pada ibu hamil yang mengalami HG, kondisi ini bisa bertahan lebih lama. Pada beberapa kasus, bahkan rasa mual dan muntah akibat HG bertahan hingga beberapa jam setelah melahirkan.

Berkonsultasi dengan dokter penting untuk memastikan kondisi ibu tetap terjaga, termasuk kecukupan cairan dan nutrisi selama kehamilan.

 

Makanan yang Aman Dikonsumsi Saat Mual

Ketika gejala mual trimester 2 sesekali masih datang melanda, Moms butuh strategi makan yang modern dan praktis. Simak tips memilih asupan yang sangat bersahabat untuk pencernaan sehat berikut ini:

  • Makanan bertekstur lembut dan mudah dicerna, seperti pisang, nasi, saus apel (applesauce), dan roti panggang.
  • Makanan tinggi protein, seperti daging ayam, selai kacang, dan aneka kacang-kacangan.
  • Minuman dan camilan dingin, seperti smoothies
  • Jahe hangat
  • Minuman berkarbonasi, seperti soda bening
  • Teh herbal dan kaldu
  • Buah dan sayuran kaya kandungan air, seperti semangka dan mentimun
  • Buah sitrus, seperti jeruk atau lemon
  • Peppermint (daun mint)
  • Makanan tinggi vitamin B6, seperti ikan salmon dan alpukat.

Tak perlu khawatir berlebihan atau terus bertanya-tanya kapan mual muntah hilang saat hamil ya, Moms. Rasa mual mungkin menyapa di sela-sela aktivitas harian. Ini adalah hal yang alami dan istimewa dari perjalanan kehamilan. Tetaplah positif dan optimis, sembari terus menjaga cairan dan asupan makanan bergizi. Pada banyak kasus, keluhan ini akan berangsur membaik seiring bertambahnya usia kehamilan, meskipun lamanya dapat berbeda pada setiap ibu.

 

Pertanyaan Seputar Mual saat Hamil

1. Di usia kehamilan berapa mual muntah biasanya berhenti?

Kapan mual muntah hilang saat hamil umumnya akan berangsur-angsur mereda pada akhir trimester pertama (sekitar minggu ke-12), meskipun pada sebagian ibu dapat berlangsung lebih lama.

 

2. Apakah bahaya jika mual berlanjut hingga trimester ketiga?

Kondisi ini lebih jarang, tetapi tetap wajar selama berat badan Moms naik stabil. Sebaliknya, Moms perlu waspada bila mual menghalangi gizi masuk dan segera berkonsultasi dengan dokter.

 

Referensi:




Bagikan : Facebook WhatsApp


Artikel Terkait

Lihat Artikel Lainnya