Wactu Baca: 3 menit
Susu menjadi salah satu asupan penting bagi anak-anak karena kaya akan kandungan nutrisi untuk masa pertumbuhan Si Kecil, seperti kalsium dan protein. Tetapi, ada sebagian anak yang tidak dapat mengonsumsinya karena memiliki intoleransi terhadap laktosa, yakni kandungan gula alami yang ada di dalam susu.
Lalu bagaimana anak dengan intoleransi laktosa dapat mencukupi kebutuhan nutrisi yang terkandung dalam susu? Anak alergi susu sapi sebaiknya minum susu apa? Salah satu solusinya yakni dengan memilih Lactose Free Milk atau susu rendah laktosa atau susu bebas laktosa.
Apa Itu Susu Bebas Laktosa?
Apa itu Lactose Free Milk dan apakah laktosa sehat? Susu bebas laktosa artinya produk susu sapi dengan tambahan enzim laktase.
Dalam usus halus anak, laktosa akan dicerna dan dipecah menjadi glukosa dan galaktosa untuk kemudian diserap dan masuk ke dalam aliran darah sebagai nutrisi sumber energi. Proses pemecahan laktosa tersebut membutuhkan enzim laktase. Namun pada anak yang mengalami intoleransi laktosa, produksi enzim laktase dalam tubuhnya mengalami gangguan. Sehingga, tidak dapat mencerna laktosa dengan sempurna dan berakibat pada terjadinya gangguan pencernaan, termasuk diare, mual, dan nyeri perut.
Maka dari itu, susu bebas laktosa diproduksi dengan menambahkan enzim laktase ke dalam susu untuk memecah laktosa dari bahan baku susu yang digunakan. Atau bisa juga dengan mengeluarkan laktosa dari susu. Kedua cara tersebut dilakukan sehingga susu dapat diminum oleh anak yang memiliki intoleransi laktosa.
Kapan Anak Perlu Minum Susu Bebas Laktosa?
Susu bebas laktosa dikhususkan untuk anak yang mengalami intoleransi laktosa agar tetap dapat mendapat manfaat susu. Karenanya, Moms perlu mengetahui ciri-ciri anak yang mengalami intoleransi laktosa.
Intoleransi laktosa kerap dianggap sama dengan alergi susu karena menunjukkan gejala yang mirip. Alergi susu terjadi akibat gangguan pada sistem imun sehingga tubuh memberi respons tidak normal setelah mengonsumsi susu.
Kondisi alergi susu membuat tubuh mengenali protein dalam susu, maupun produk olahan susu lainnya sebagai zat berbahaya yang mengancam tubuh, sehingga tubuh melepaskan histamin, senyawa kimia sebagai mekanisme pertahanan yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh.
Efek dari histamin tersebut adalah muncul reaksi alergi seperti ruam kemerahan di kulit, pembengkakan, bersin dan hidung tersumbat hingga sesak napas, serta gangguan pencernaan seperti kram perut dan diare.
Sedangkan intoleransi laktosa, seperti yang telah dijelaskan, adalah gangguan pada sistem pencernaan, di mana produksi enzim laktase dalam tubuh tidak mencukupi untuk mencerna laktosa dalam susu.
Saat laktosa tidak dapat dicerna dengan sempurna di dalam lambung dan usus kecil, laktosa akan masuk ke dalam usus besar dan dicerna oleh bakteri di usus sehingga menghasilkan gas dan menyebabkan perut kembung. Gejala intoleransi laktosa lainnya seperti nyeri perut, mual dan muntah, hingga diare, yang dapat muncul beberapa saat setelah mengonsumsi susu. 1
Baca Juga: Anak Sakit Perut? Ini Susu yang Baik untuk Pencernaan
Penyebab Anak Mengalami Intoleransi Laktosa
Faktor penyebab seorang anak mengalami intoleransi laktosa dapat berbeda tergantung jenisnya:
1. Intoleransi Laktosa Primer, disebabkan faktor genetik yang membuat produksi laktase dalam tubuh menurun seiring bertambahnya usia. Gejalanya dapat muncul pada usia 2 tahun atau lebih dewasa.
2. Intoleransi Laktosa Sekunder, disebabkan penyakit seperti Celiac, Crohn, infeksi atau radang usus yang membuat produksi laktase dalam tubuh menurun.
3. Intoleransi Laktosa Masa Perkembangan, disebabkan belum sempurnanya organ usus dan sistem pencernaan bayi. Intoleransi laktosa jenis ini dapat hilang seiring bertambahnya usia.
4. Intoleransi Laktosa Bawaan, disebabkan kelainan genetik yang menyebabkan bayi lahir dengan sedikit atau tanpa enzim laktase.
Jika Moms melihat tanda-tanda intoleransi laktosa pada Si Kecil, segera periksakan ke dokter mendapatkan diagnosis dan saran nutrisi yang tepat.
3 Cara Tahu Anak Mengalami Intoleransi Laktosa
Moms bisa mengetahui Si Kecil yang mengalami intoleransi laktosa jika muncul gejala di antaranya sering buang angin, perut kembung, nyeri perut, diare, mual, hingga muntah, sekitar 30 menit hingga 2 jam setelah mengonsumsi susu.
Namun, untuk lebih memastikan Si Kecil mengalami intoleransi laktosa atau tidak, Moms bisa membawanya ke dokter untuk dilakukan tes berikut:
1. Tes toleransi laktosa
Dengan mengukur peningkatan kadar gula darah setelah mengonsumsi laktosa. Jika tidak terjadi peningkatan kadar gula darah yang signifikan maka tubuh tidak dapat mencerna dan menyerap laktosa.
2. Tes napas laktosa
Mengukur kandungan hidrogen dalam napas yang dihembuskan setelah mengonsumsi laktosa dengan dosis 20-50 gram dan diberikan setelah 8-12 jam puasa. Jika kadar hidrogen tinggi menunjukkan intoleransi laktosa.
3. Tes keasaman feses
Biasanya digunakan untuk menguji intoleransi laktosa pada bayi dan anak yang tidak dapat melakukan tes napas maupun tes kadar gula darah. Menguji feses untuk mengetahui kadar asam laktat yang disebabkan pemecahan laktosa di usus besar 23
Manfaat Susu Bebas Laktosa untuk Si Kecil
Ketika anak mengalami intoleransi laktosa dan Moms harus memberinya susu bebas laktosa atau yang dikenal pula dengan lactose free, mungkin muncul pertanyaan, apakah nutrisinya sama dengan susu biasa?
Susu yang bagus untuk anak intoleran terhadap laktosa dapat tetap mengandung nutrisi penting yang sama dengan susu biasa, seperti kalsium, protein, hingga kandungan vitamin dan mineral. Sehingga Moms tidak perlu khawatir Si Kecil akan kehilangan manfaat nutrisi dari susu akibat mengalami intoleransi laktosa.
Sedikit perbedaan mungkin ada pada rasa yang lebih manis dibandingkan susu biasa karena zat laktosa yang telah dipecah menggunakan enzim laktase. Selebihnya, susu bebas laktosa sebagai pengganti susu sapi tidak berbeda dengan produk olahan susu lainnya.
Meski demikian, tidak ada salahnya jika Moms tetap memperhatikan tabel nutrisi pada kemasan sebagai cara memilih susu bebas laktosa atau Lactose Free Milk. Pastikan kandungan nutrisinya lengkap dan dapat memenuhi kebutuhan Si Kecil.
Jika Si Kecil tidak memiliki intoleransi laktosa, Moms dapat memberikan asupan LACTOGROW PRO 1+ untuk anak usia 1–3 tahun. Susu pertumbuhan ini mengandung L. reuteri yang telah teruji secara klinis dan berperan dalam mendukung kesehatan pencernaan anak, serta dilengkapi dengan prebiotik inulin.
Selain itu, LACTOGROW PRO 1+ juga diperkaya dengan Omega 3 & 6, serta 13 vitamin dan 7 mineral untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian dan mendukung tumbuh kembang Si Kecil secara optimal.
Namun, jika Si Kecil mengalami intoleransi laktosa, Moms tetap dapat mempertimbangkan susu bebas laktosa sebagai alternatif. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter anak agar mendapatkan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi Si Kecil.
Pertanyaan Seputar Susu Bebas Laktosa
1. Kapan anak membutuhkan susu bebas laktosa?
Anak membutuhkan susu bebas laktosa ketika mengalami intoleransi laktosa, yakni kondisi yang membuat produksi enzim laktase dalam tubuhnya terganggu sehingga tidak dapat mencerna laktosa dengan sempurna dan dapat mengalami gangguan pencernaan jika mengonsumsi susu biasa.
2. Apa beda alergi susu sapi dan intoleransi laktosa?
Perbedaan alergi susu sapi dan intoleransi laktosa ada pada penyebabnya. Alergi susu sapi berkaitan dengan kesalahan fungsi sistem imun yang membuat tubuh mengenali protein dalam susu sebagai zat berbahaya sehingga melepaskan histamin untuk melawannya, menyebabkan reaksi alergi seperti ruam hingga sesak napas. Sedangkan intoleransi laktosa disebabkan gangguan sistem pencernaan yang membuat tubuh kekurangan enzim laktase, sehingga kesulitan mencerna laktosa dalam susu sapi dan menyebabkan kembung, muntah, hingga diare setelah mengonsumsi susu sapi.
Referensi:
1. Dairy Allergy vs. Lactose Intolerance - Web MD. Retrieved on May 3rd 2026 from https://www.webmd.com/digestive-disorders/lactose-intolerance-or-dairy-allergy
2. Dairy Allergy vs. Lactose Intolerance: What's the Difference? - Healthline. Retrieved on May 3rd 2026 from https://www.healthline.com/nutrition/dairy-allergy-vs-lactose-intolerance
Artikel Terkait