Seorang bayi hadir ke dunia ini bisa dengan dua cara, lahir normal ataupun melalui operasi sesar. Karena ada dua cara berbeda, maka terdapat juga perbedaan melahirkan normal dan caesar. Banyak ibu yang akhirnya melahirkan secara sesar karena berbagai pertimbangan, meskipun awalnya berharap melahirkan secara normal atau per vaginam.
Alasan Lahir Sesar
Dalam beberapa kasus, dokter akan menyarankan operasi sesar. Ada alasan medis tertentu yang membuat dokter membuat keputusan kelahiran sesar, misalnya karena kondisi medis ibu, infeksi yang bisa ditularkan ke bayi, atau ada masalah dengan plasenta.
Operasi sesar juga mungkin diperlukan jika bayi sangat besar dan ibu memiliki panggul kecil, atau jika bayi sungsang.
Mengapa Moms Perlu Tahu Perbedaan Melahirkan Normal dan Caesar?
Mengetahui perbedaan antara perbedaan melahirkan normal dan caesar bukan sekadar soal preferensi, tetapi juga berkaitan dengan kesiapan fisik, mental, dan medis. Berikut alasan kenapa pemahaman ini penting:
- Membantu pengambilan keputusan yang lebih matang
- Mengurangi rasa cemas menjelang persalinan
- Menyesuaikan dengan kondisi kesehatan
- Mempersiapkan proses pemulihan. Pasalnya, baik persalinan normal maupun caesar memiliki masa pemulihan yang berbeda
Dengan bekal informasi yang cukup tentang perbedaan melahirkan normal dan caesar, Moms bisa lebih percaya diri dalam menghadapi proses persalinan.
Perbedaan Bayi Lahir Sesar Dan Normal
Meskipun Moms berencana melahirkan secara normal, tak ada salahnya mengetahui soal operasi sesar. Seperti soal risiko, pemulihan jangka pendek dan jangka panjang, kemungkinan adanya komplikasi pasca persalinan, dan perbedaan karakteristik bayi.
Ada sejumlah perbedaan kondisi bayi yang dilahirkan secara normal dan sesar. Berikut ini sejumlah perbedaan bayi lahir sesar dan normal:
Bakteri yang Membantu Sistem Imun
Perbedaan utama pada bayi yang dilahirkan per vaginam dibandingkan bayi yang lahir secara sesar adalah paparan terhadap mikroorganisme dari ibu dan lingkungan sekitar, sering dikenal dengan mikrobiota.
Pada bayi lahir normal, ia terekspos dengan berbagai mikroorganisme dari ibu dan lingkungan sekitar. Mikroorganisme itu membantu meningkatkan sistem imun bayi dan mikrobiota, yakni kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan, kulit, dan vagina.
Bayi yang lahir sesar tidak melewati jalan lahir dan tidak terkena bakteri yang sama seperti bayi yang lahir per vagina. Mikrobiomenya berkembang berbeda dan memiliki strain bakteri yang berbeda.
Perbedaan ini bisa membuat bayi yang dilahirkan dengan operasi sesar berisiko lebih besar terhadap penyakit imun dan kondisi kesehatan mereka, dikarenakan ketidakseimbangan bakteri baik dan bakteri pathogen (penyebab penyakit) di dalam tubuh bayi.1
Baca Juga: Berapa Biaya Melahirkan Caesar? Simak Lengkapnya di Sini!
Berisiko Terkena Asma
Ada dua kemungkinan kenapa bayi yang dilahirkan lewat operasi sesar berisiko lebih besar terkena asma.
Pertama, bayi tidak terpapar bakteri pada vagina dan feses ibu. Bakteri ini penting untuk perkembangan sistem imun dan pencegahan asma.
Alasan kedua, selama persalinan per vagina, bayi melewati jalan lahir dan mengosongkan cairan amnion di paru-paru, persiapan untuk bernafas.
Bayi yang dilahirkan lewat operasi sesar memiliki cairan ekstra di paru-paru, yang membuat mereka lebih berpotensi memiliki masalah dengan pernafasan. 2 Selain itu, perlu dipahami juga bahwa asma dan risiko alergi tidak hanya dikarenakan jalur persalinan, tapi juga diperbesar oleh faktor keturunan (riwayat alergi/asma pada orang tua/saudara kandung).
Berisiko Obesitas dan Diabetes Saat Dewasa
Anak yang dilahirkan lewat operasi sesar berpotensi mengalami obesitas dan diabetes tipe II saat dewasa.
Berdasarkan riset, bayi yang dilahirkan lewat operasi sesar memiliki perbedaan dalam bakteri usus, yakni memiliki kandungan bakteri baik yang mencegah terjadinya obesitas.3
Bonding Ibu-Bayi yang terlambat
Salah satu perbedaan bayi lahir sesar dan normal yang bisa dirasakan adalah kontak kulit ibu dengan kulit bayi (skin to skin) yang terlambat.
Padahal, kontak kulit dengan kulit antara ibu dan bayi yang baru dilahirkan sangat penting, salah satunya adalah untuk menjaga suhu tubuh bayi,serta inisiasi menyusui dini.
Proses Menyusui Tertunda
Melahirkan dengan proses sesar membuat ibu kesulitan melakukan inisiasi menyusui dini (IMD).
Penggunaan obat-obatan saat operasi sesar memberi efek negatif pada kemampuan menyusu bayi. Apalagi, bayi tidak langsung melakukan kontak kulit dengan ibunya.4
Faktor Penentu Pilihan Persalinan
Menentukan metode persalinan bukan hanya soal preferensi, tapi keputusan medis yang dipengaruhi banyak faktor. Berikut hal-hal utama yang benar-benar menentukan apakah Moms lebih disarankan melahirkan normal atau caesar:
1. Kondisi Medis Moms
Beberapa kondisi kesehatan bisa membuat persalinan normal berisiko, seperti:
- Tekanan darah tinggi (preeklamsia)
- Diabetes gestasional
- Infeksi tertentu (misalnya herpes aktif)
- Kondisi panggul yang sempit
Dalam situasi ini, operasi caesar sering menjadi pilihan yang lebih aman untuk Moms dan Si Kecil.
2. Posisi dan Kondisi Janin
Posisi bayi sangat menentukan proses persalinan:
- Kepala di bawah (normal): umumnya memungkinkan persalinan normal
- Sungsang atau melintang: lebih berisiko jika dipaksakan normal
- Bayi terlalu besar (makrosomia): bisa menyulitkan proses lahiran
Selain itu, kondisi seperti detak jantung janin yang tidak stabil juga bisa membuat dokter menyarankan caesar.
Bagaimanapun juga, pilihan melahirkan secara normal ataupun sesar sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu agar anak dan ibu selamat.
Walau perbedaan melahirkan normal dan caesar itu nyata adanya, idealnya, Moms wajib berkonsultasi dengan dokter terkait pilihan jenis proses kelahiran. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter untuk kebaikan bersama ya, Moms!
Jadi, jangan lupa untuk konsultasi dengan dokter sebelum memilih jalur persalinan yang diinginkan ya. Persalinan sesar dapat dilakukan dengan indikasi/alasan medis.
Agar Moms tidak merasa bingung atau sendirian dalam menyambut kehadiran Si Kecil, yuk, bergabung dengan Lactoclub Community. Di sana, Moms bisa mendapatkan informasi terpercaya seputar kehamilan dan tumbuh kembang anak, sekaligus berbagi pengalaman dengan sesama Moms. Dukungan dan edukasi yang tepat akan membantu Moms menjalani kehamilan dengan lebih tenang dan percaya diri.
Pertanyaan Seputar Metode Melahirkan:
1. Apa perbedaan proses melahirkan normal dan operasi caesar?
Persalinan normal melalui jalan lahir, sedangkan operasi caesar melalui pembedahan di perut dan rahim.
2. Bagaimana masa pemulihan keduanya berbeda?
Pemulihan persalinan normal umumnya lebih cepat, sementara caesar membutuhkan waktu pemulihan lebih lama karena luka operasi.
3. Apa faktor yang menentukan pilihan metode persalinan?
Kondisi ibu dan janin, posisi bayi, riwayat kehamilan, serta pertimbangan medis dari dokter.
Referensi:
1. Terreri C. What to Know About Babies Born by C-section - And What You Can Do [Internet]. Lamaze International. 2018. Available from: https://www.lamaze.org/Giving-Birth-with-Confidence/GBWC-Post/what-to-know-about-babies-born-by-c-section-and-what-you-can-do
2. Darabi B, Rahmati S, HafeziAhmadi MR, Badfar G, Azami M. The association between sesarean section and childhood asthma: an updated systematic review and meta-analysis. Allergy, Asthma & Clinical Immunology. 2019 Oct 29;15(1)
3. Wong S. Sesarean babies are more likely to become overweight as adults | Imperial News | Imperial College London [Internet]. Imperial News. 2014 [cited 2023 Feb 9]. Available from: https://www.imperial.ac.uk/news/143569/sesarean-babies-more-likely-become-overweight/
4. VBAC.COM. How Does a Cesarean Affect the Baby? | VBAC.com [Internet]. Vbac.com. 2010. Available from: https://www.vbac.com/how-does-a-cesarean-affect-the-baby
Artikel Terkait