Parenting Corner

Milestone Tumbuh Kembang Anak: Apa yang Harus Moms Pantau?

17 March 2023

milestone bayi

Waktu baca: 2 menit

Milestones bayi adalah kemampuan atau kebiasan-kebiasaan yang akan dipelajari atau dikuasai dalam usia tertentu. Beberapa contoh milestone tumbuh kembang anak, seperti berat badan, tinggi badan, serta kemampuan berbicara, berjalan, dan bermain.

Dengan mengetahui milestone tumbuh kembang anak, orangtua dapat memperkirakan apa saja yang akan dikuasai bayi, kemudian berkonsultasi dengan dokter jika ada tahapan yang belum dikuasai dan perlu menjadi perhatian. Untuk lebih lengkapnya, berikut penjelasan terkait perkembangan bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan.

Perkembangan dan Milestones Bayi 6 Bulan

Setiap bayi memiliki tahapan perkembangan yang berbeda-beda. Salah satu cara yang bisa dipakai untuk mengukur status gizi bayi adalah kurva WHO atau Kemenkes RI seperti berikut:

Menurut Standar Antropometri Anak Kemenkes RI, perkembangan BB bayi baru lahir adalah 2,4 sampai 3,7 kg untuk bayi perempuan dan 2,5 sampai 3,9 kg. Pada usia 6 bulan, bayi perempuan idealnya memiliki BB/U 5,7 sampai 8,2 kg, sedangkan bayi bayi laki-laki idealnya memiliki BB/U. 

Namun, tidak hanya berdasarkan angka ideal, Moms juga harus rutin mengukur berat badan bayi selama 6 bulan yang lalu setiap bulannya. Perubahan berat badan yang melampaui kurva juga perlu dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan ya, Moms

Selain berat badan, berikut tahapan perkembangan bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan yang perlu diketahui.

1. Perkembangan Sosial dan Emosional

Pada usia 1 bulan, bayi mulai tahu keberadaan orang tuanya dan tersenyum pada usia 2 bulan. Saat berusia 3 bulan, bayi akan menangis dengan tujuan tertentu, seperti lapar atau sakit. Pada usia 4 bulan, bayi akan mengenali ibunya dan tersenyum secara spontan saat berusia 5 bulan. 

Menginjak usia 6 bulan, bayi umumnya sudah bisa membedakan wajah orang yang dikenal dengan orang asing. Bayi senang merespons emosi dari orang lain, bermain dengan orang lain, dan melihat dirinya di dalam cermin.

2. Perkembangan Komunikasi

Pada usia 1 bulan, bayi waspada terhadap suara. Pada usia 2 bulan, bayi bisa membuat suara merdu dan mulai melihat orang saat berbicara. Pada usia 3 bulan, bayi sudah bisa terkekeh dan mulai mendengungkan suara orang yang berbicara. 

Bayi bisa tertawa keras dan bergerak mengikuti sumber bunyi pada usia 4 bulan. Lalu, pada usia 5 bulan, bayi meniru suara orang dengan huruf vokal. Kemudian, bayi akan berceloteh dan bisa mengenali namanya saat berusia 6 bulan. Bayi sudah bisa membuat suara vokal dan menirukan orang lain, terkadang juga sudah bisa membuat suara konsonan, seperti “ba”, “ma”, atau “da”.

3. Perkembangan Fisik

Pada usia 1 bulan, bayi bisa menggerakkan kepalanya, lalu menggerakkan dadanya ketika dibaringkan saat berusia 2 bulan. Bayi bisa mengontrol gerak kepalanya dengan baik dan memukul benda saat berusia 3 bulan.

Pada usia 4 bulan, bayi bisa mengangkat kepalanya ketika digendong atau didudukkan serta mencengkeram benda-benda. Kemudian, bayi usia 5 bulan bisa berguling dari terlentang menjadi tengkurap dan menggerakkan benda dari tangan satu ke tangan lain.

Pada usia 6 bulan, bayi sudah bisa duduk tanpa bantuan, berguling ke arah kanan dan kirinya, menekan kakinya ketika berada di permukaan yang keras, mengangkat tubuhnya dengan tangan (push up) ketika tengkurap, dan menggunakan tangannya untuk bersandar saat duduk.

4. Perkembangan Kognitif

Pada usia 1 bulan, bayi akan terpaku pada benda yang terang dan mengikuti dengan matanya. Lalu, bayi bisa melihat sesuatu yang bergerak dengan matanya saat berusia 2 bulan. Saat berusia 3 bulan, bayi bisa bisa melihat objek dari jarak dekat yang dipegang di depannya. 

Kemudian, bayi berusia 4 bulan akan menjangkau objek dan melihatnya saat memegangnya. Bayi bisa menjangkau dan menggenggam benda yang menggantung serta melihat benda-benda kecil dengan penuh minat pada usia 5 bulan.

Bayi berusia 6 bulan suka memasukkan benda ke mulutnya untuk mempelajari sesuatu, meraih mainan yang diinginkan, menutup mulutnya ketika sudah tidak ingin makan, dan memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya dengan mudah.

Stimulasi Bayi Usia 0 sampai 6 Bulan

Setelah memahami milestones bayi di atas, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menstimulasi kemampuan-kemampuan bayi pada usia 0 sampai 6 bulan.

1. Kemampuan Berbahasa

Moms bisa melatih pendengaran bayi dengan berbicara, menyanyi, atau membaca buku keras-keras dengan nada yang dilebih-lebihkan. Lihat ekspresi wajahnya setiap mendengar nada-nada yang berbeda.

2. Kemampuan Melihat

Moms bisa menarik perhatian bayi saat dengan memainkan mainan di depan wajahnya. Goyang sedemikian rupa agar mata mereka bergerak mengikuti mainan.

3. Kemampuan Mendengarkan

Moms bisa menggendong bayi sambil menari mengikuti alunan musik. Latihan ini juga bisa meningkatkan bonding antara ibu dan anak yang bagus untuk perkembangan emosionalnya.

4. Kemampuan Mengatur Emosi

Saat bayi tampak sedang sedih atau menolak ketika diajak tidur, nyanyikan lagu yang ceria untuk membangkitkan suasana hatinya atau menyanyikan lagu Nina Bobo.

5. Kemampuan Bergerak

Moms bisa melatih bayi berganti posisi dengan membuatnya tengkurap. Setelah itu, pancing anak agar bergerak mengikuti permainannya. Selain itu, mainkan atau pijat punggungnya agar dia bisa berguling telentang dengan sendiri. 

Cara Memantau Perkembangan Anak

Memantau milestone tumbuh kembang anak tidak harus rumit. Moms bisa melakukannya dengan cara sederhana namun konsisten seperti berikut ini:

1. Perhatikan Aktivitas Sehari-hari 

Amati kemampuan baru yang mulai ditunjukkan Si Kecil, seperti mencoba duduk, merangkak, atau mengucapkan kata baru. Catat perubahan kecil karena itu adalah bagian dari perkembangan.

2. Gunakan Buku atau Aplikasi Tumbuh Kembang

Moms bisa mencatat milestone tumbuh kembang anak dalam buku harian atau menggunakan aplikasi khusus untuk tracking milestone. Ini membantu melihat pola perkembangan dari waktu ke waktu.

3. Lakukan Stimulasi Rutin

Berikan stimulasi sesuai dengan usia Si Kecil, seperti:

  • Mengajak bicara
  • Bermain interaktif
  • Membacakan buku
  • Memberikan mainan edukatif


Stimulasi yang tepat dapat bantu mencapai milestone tumbuh kembang anak dengan optimal.

4. Rutin ke Posyandu atau Dokter Anak

Pemeriksaan rutin penting untuk memantau pertumbuhan (berat badan, tinggi badan) sekaligus perkembangan. Tenaga medis biasanya juga melakukan skrining perkembangan.

Pentingnya Deteksi Dini

Semakin cepat keterlambatan milestone tumbuh kembang anak terdeteksi, semakin besar peluang untuk dilakukan intervensi yang efektif. Penanganan sejak dini dapat membantu Si Kecil mengejar ketertinggalan dan berkembang lebih optimal.

Perlu diingat, keterlambatan bukan berarti sesuatu yang permanen. Dengan stimulasi yang tepat dan dukungan dari lingkungan, banyak anak mampu berkembang dengan baik.

Itulah penjelasan milestones bayi pada tahapan usia 0 sampai 6 bulan dan cara menstimulasi pergerakannya. Jangan lupa, Setelah Si Kecil lahir, berikan ASI eksklusif dari bayi lahir sampai usia enam bulan, lalu diikuti dengan pemberian MPASI yang aman dan tepat saat bayi berusia enam bulan. 

Agar Moms tidak merasa bingung atau sendirian dalam mengoptimalkan tumbuh kembang Si Kecil, yuk, bergabung dengan Lactoclub Community. Di sana, Moms bisa mendapatkan informasi terpercaya seputar kehamilan dan tumbuh kembang anak, sekaligus berbagi pengalaman dengan sesama Moms. Dukungan dan edukasi yang tepat akan membantu Moms menjalani kehamilan dengan lebih tenang dan percaya diri.

Selamat mencoba, Moms!

Pertanyaan Seputar Milestone Anak


1. Apa saja milestone penting pada anak sesuai usia?

Milestone perkembangan anak mencakup beberapa aspek, seperti kemampuan motorik (gerakan), bahasa, kognitif (cara berpikir), serta sosial-emosional. Setiap anak berkembang secara bertahap, dengan pencapaian yang dapat berbeda pada tiap usia sesuai tahapan perkembangannya.

2. Bagaimana memantau apakah anak mencapai milestone dengan baik?

Pemantauan dapat dilakukan melalui observasi sehari-hari, misalnya dengan melihat kemampuan baru yang mulai muncul. Orang tua juga dapat menggunakan Buku KIA sebagai panduan, serta melakukan pemeriksaan rutin ke tenaga kesehatan untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan sesuai harapan.

3. Kapan orang tua perlu lebih waspada terhadap keterlambatan milestone?

Kewaspadaan diperlukan jika terdapat keterlambatan yang cukup jelas dibandingkan anak seusianya, atau jika anak tampak kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai. Dalam kondisi tersebut, sebaiknya orang tua berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.

Referensi:
[1] Lewsley J. Baby milestones: one to six months. BabyCentre UK [Internet].
Available from: https://www.babycentre.co.uk/a6476/baby-milestones-one-to-six-months

[2] Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak [Internet]. 2020.
Available from: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__2_Th_2020_ttg_Standar_Antropometri_Anak.pdf

[3] Alodokter. Bayi 2 Bulan: Merespons dengan Senyuman. (2022, August 15).
Available from: https://www.alodokter.com/bayi-2-bulan-merespons-dengan-senyuman

[4] UNICEF Parenting. Your baby’s developmental milestones at 6 months [Internet].
Available from: https://www.unicef.org/parenting/child-development/your-babys-developmental-milestones-6-months

[5] Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Important milestones: Your baby by six months [Internet]. 2018.
Available from:   https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/milestones-6mo.html

[6] Niz ES. Activities for Babies: 0 to 6 Months [Internet]. Parents. 2022.
Available from: https://www.parents.com/baby/development/growth/11-simple-activities-for-babies-0-to-6-months/

[7] Mayo Clinic. Infant development: Milestones from 4 to 6 months [Internet]. 2017.
Available from: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/infant-development/art-20048178
 


“Tumbuh



Bagikan : Facebook WhatsApp