Si kecil dan teknologi

Anak zaman sekarang lebih sering terpapar TV, media digital, dan video game dibandingkan sebelumnya. Studi menunjukkan terlalu banyak waktu layar bisa menghambat perkembangan kemampuan berbahasa. Wah, hati-hati!

Tapi tenang aja, Mom. Panduan WHO tentang waktu layar pasif menurut usia bisa jadi acuan yang bagus. Yuk, kita cek bareng-bareng!

LAPAR

1 dari 6

Hindari penggunaan layar dan media sosial (kecuali untuk mengobrol dengan teman atau keluarga).

2 dari 6

Batasi waktu menonton TV maksimal satu jam per hari.

3 dari 6

Nikmati menonton acara anak sesekali bersama.

4 dari 6

Perhatikan acara TV yang menarik bagi si Kecil dan ajukan pertanyaan.

5 dari 6

Batasi waktu layar pasif atau penggunaan aplikasi maksimal satu jam per hari.

6 dari 6

Lihat aplikasi bersama si Kecil.

KENYANG

Pilihan Mom sudah benar!

Belum tepat ya, Mom!

Diingat ya, Mom

Mom, saat aku di bawah 18 bulan:

Aku sebaiknya tidak menggunakan layar atau media sosial (kecuali untuk ngobrol dengan teman dan keluarga)

Pros : Mom, saat aku 18–24 bulan:

Aku boleh menonton TV maksimal satu jam per hari

Kalau menonton, sebaiknya hanya acara anak-anak

Kalau menonton, lebih baik kita tonton bersama

Pros : Mom, saat aku 2–5 tahun:

Aku bisa menonton acara anak dan menggunakan aplikasi

Aku punya waktu layar maksimal satu jam per hari

Saat pakai aplikasi, kita sebaiknya lihat bareng, ya!

Diingat ya, Mom

Diingat ya, Mom

Mom, saat aku di bawah 18 bulan:

Aku sebaiknya tidak menggunakan layar atau media sosial (kecuali untuk ngobrol dengan teman dan keluarga)

Pros : Mom, saat aku 18–24 bulan:

Aku boleh menonton TV maksimal satu jam per hari

Kalau menonton, sebaiknya hanya acara anak-anak

Kalau menonton, lebih baik kita tonton bersama

Pros : Mom, saat aku 2–5 tahun:

Aku bisa menonton acara anak dan menggunakan aplikasi

Aku punya waktu layar maksimal satu jam per hari

Saat pakai aplikasi, kita sebaiknya lihat bareng, ya!