Wactu Baca: 3 menit
Saat bayi tidak mau menyusu tentu membuat Moms panik bukan main. Bayi menolak menyusu, atau nursing strike, bisa terjadi selama 2-4 hari, namun dalam beberapa kasus bisa mencapai 10 hari. Jika dibiarkan terus menerus, Si Kecil bisa saja kekurangan nutrisi.
Karena itu, Moms tidak boleh membiarkan begitu saja jika Si Kecil tidak mau menyusu. Ada banyak penyebab yang membuat bayi mendadak tidak mau menyusu. Penyebabnya bisa tergantung pada tahap perkembangan atau kesehatan bayi, Moms.
Kenapa Bayi Tidak Mau Menyusu?
Ketika Si Kecil mendadak tidak mau menyusu, Moms jangan buru-buru panik. Hal yang perlu dilakukan saat bayi menolak menyusu adalah mencari tahu penyebabnya. Berikut beberapa hal yang bisa menjadi penyebab bayi tidak mau menyusu:
1. Sakit di mulut
Rasa sakit atau tidak nyaman di mulut bayi bisa menjadi penyebab nursing strike yang dilakukan Si Kecil. Hal ini bisa terjadi karena ia sedang tumbuh gigi, sariawan, atau luka dapat menyebabkan area mulut bayi terasa perih. Selain itu, infeksi telinga juga bisa menimbulkan rasa sakit saat bayi menghisap atau menyusu dalam posisi miring. Bahkan, cedera atau nyeri akibat vaksinasi bisa membuat bayi tidak nyaman dalam posisi menyusui tertentu.
2. Perubahan Aroma Ibu dan rasa ASI
Perubahan aroma atau rasa juga bisa membuat bayi rewel dan menolak menyusu. Wangi baru dari sabun, parfum, lotion, atau deodoran yang Moms pakai bisa membuat bayi tidak mengenali ibunya lagi dan kehilangan minat menyusu. Selain itu, perubahan rasa ASI yang dipengaruhi makanan yang Moms konsumsi, obat-obatan, menstruasi, atau bahkan kehamilan baru juga bisa membuat bayi mogok menyusu.
3. Bayi sedang sakit
Tidak hanya rasa sakit di mulut, penyakit yang membuat bayi tidak merasa nyaman juga bisa menyebabkan mereka menolak menyusu. Penyakit tangan, kaki, dan mulut atau cacar air bisa membuat bayi rewel karena tidak nyaman. Selain itu, efek samping vaksinasi juga terkadang membuat bayi tidak mau menyusu, terutama jika posisi menyusui menekan area bekas suntikan.
4. Persediaan ASI Berkurang
Berkurangnya suplai ASI bisa menjadi penyebab bayi tidak mau menyusu. Hal ini bisa terjadi saat Moms sedang berada di masa ovulasi atau hamil. Stres dalam kehidupan juga bisa mempengaruhi bayi Moms serta menyebabkan penurunan suplai ASI. Persediaan ASI Moms juga bisa menurun jika Moms jarang memompa ASI.
Tanda-tanda Bayi yang Menolak Menyusu
Nursing strike atau mogok menyusu dapat terjadi secara tiba-tiba. Saat sebelumnya Si Kecil menyusu dengan tenang dan nyaman seperti biasa, pada jadwal menyusu berikutnya mendadak menolak menyusu. Tanda bayi mengalami nursing strike, di antaranya:
- Bayi menolak payudara ibu saat disusui, namun tetap rewel karena tidak dapat menyusu.
- Terjadi tiba-tiba, bukan mengurangi durasi menyusu secara perlahan.
- Berbeda dengan bayi terdistraksi karena benar-benar menolak saat disodorkan puting ibu.
Moms juga perlu membedakan nursing strike dengan bayi yang siap disapih. Bayi siap disapih (weaning) biasanya akan perlahan mengurangi durasi menyusunya. Selain itu, bayi di bawah usia 2 tahun belum siap disapih dan masih membutuhkan nutrisi dari ASI untuk tumbuh kembangnya
Baca Juga: Cara Mengatasi Bayi Diare
Cara Mengatasi Bayi Tidak Mau Menyusu
Menghadapi bayi yang menolak menyusu tentu membuat para Moms panik dan cemas. Tenang, ada beberapa cara yang bisa Moms coba untuk mengatasi situasi ini. Berikut cara yang bisa Moms lakukan ketika bayi tidak mau menyusu:
1. Jaga suplai ASI
Memompa atau memerah ASI dengan tangan dapat membantu menjaga suplai ASI Moms dan mencegah payudara menjadi terlalu penuh dan tidak nyaman. Selain itu, memerah sedikit ASI sebelum menyusui bayi membantu memperlancar aliran ASI sehingga bayi bisa langsung menghisap ASI yang sudah tersedia dengan mudah.
Jika bayi tiba-tiba berhenti menyusu, frekuensi memerah ASI bisa disesuaikan dengan jadwal menyusu bayi sebelumnya. Hal ini penting untuk menjaga produksi ASI Moms tetap lancar.
2. Bantu bayi rileks sebelum menyusu
Luangkan waktu sekitar lima menit untuk memijat lembut seluruh bagian tubuh bayi dalam keadaan tanpa busana. Cara ini dapat membantu bayi merasa lebih rileks dan nyaman sebelum menyusui. Cobalah bernyanyi untuk bayi Moms, meskipun itu hanya beberapa baris lagu yang sama berulang-ulang. Moms juga dapat mencoba memutar musik yang menenangkan untuk menciptakan suasana yang damai dan mendukung proses menyusui.
3. Lakukan interaksi dengan bayi
Interaksi dengan bayi Moms adalah kunci penting. Tetaplah tenang dan bersabar. Mencoba memaksa bayi menyusu saat mereka tidak mau justru bisa memperburuk keadaan. Lakukan kontak kulit-dengan-kulit antara Moms dengan Si Kecil. Ini dapat memicu naluri menyusui bayi. Moms juga bisa sambil bernyanyi lembut dan berjalan-jalan menggendong bayi Moms. Kedekatan dan suasana tenang akan membuat bayi merasa nyaman dan lebih siap untuk menyusui.
4. Fokus pada proses menyusu yang nyaman untuk bayi
Coba biarkan bayi mencari sendiri dan menempel pada payudara Moms. Ini akan membuat bayi merasa lebih kontrol dan rileks. Moms juga bisa mencoba berbagai posisi menyusui sesuai dengan kenyamanan Moms dan Si Kecil. Jika perlu, coba keluarkan sedikit ASI dengan tangan dan teteskan ke mulut bayi. Sensasi aliran ASI ini terkadang bisa memicu refleks menghisap bayi dan membuatnya mau menyusui lebih semangat.
Saat Si Kecil menolak menyusu, Moms perlu cara agar dapat tetap memenuhi kebutuhan nutrisinya. Salah satunya, Moms bisa memberikan ASI menggunakan botol. Namun yang perlu diperhatikan, jangan sampai terlalu lama menyusui bayi menggunakan botol karena dapat membuat Si Kecil mengalami bingung puting saat kembali menyusu secara langsung di payudara Moms.
Setelah berhasil kembali membuat Si Kecil mau menyusu dengan cara mengatasi bayi susah nenen, selanjutnya Moms perlu mendorong agar Si Kecil mau terus menyusu secara langsung. Berikut beberapa tips agar menyusui tetap lancar:
- Pilih tempat yang tenang dan minim gangguan saat menyusui.
- Menyusui dalam posisi berbaring dan bayi diletakkan di atas dada ibu, sehingga tidak dapat mendorong untuk menolak payudara.
- Perbanyak interaksi dengan Si Kecil, bisa dengan memeluk langsung kulit-dengan-kulit, atau mandi bersama.
- Cobalah menyusui Si Kecil saat malam ketika bayi mengantuk, atau sesaat setelah bangun tidur
Demikian ulasan mengenai beberapa penyebab bayi tidak mau menyusu dan cara mengatasinya, Moms. Saat bayi menolak untuk menyusu, Moms jangan buru-buru panik. Hal yang perlu dilakukan hanyalah mencari penyebabnya. Setelah itu, Moms bisa mengetahui bagaimana cara mengatasinya. Selamat mencoba, Moms! Jangan lupa gabung LACTOCLUB Community untuk sharing parenting tanpa judging bareng Moms dan Expert!
Pertanyaan Seputar Bayi Tidak Mau Menyusu
1. Apa penyebab bayi tiba-tiba menolak menyusu?
Penyebab bayi tiba-tiba menolak menyusu di antaranya karena bayi sedang sakit, seperti setelah vaksinasi yang membuat luka bekas suntikan terasa nyeri. Kemudian karena merasa tak nyaman di mulut, bisa akibat tumbuh gigi, sariawan, atau luka. Penyebab lainnya adalah ada perubahan pada aroma tubuh atau rasa ASI ibu. Produksi ASI yang berkurang juga bisa membuat bayi menolak menyusu. Penting untuk mengetahui penyebab bayi menolak menyusu agar dapat diatasi dengan cara yang sesuai.
2. Bagaimana cara mengatasi nursing strike pada bayi?
Cara mengatasi nursing strike pada bayi di antaranya dengan menjaga suplai ASI, membuat bayi merasa rileks dan nyaman sebelum menyusu, meningkatkan interaksi antara ibu dengan bayi, atau fokus para proses menyusui yang nyaman untuk bayi. Ibu bisa mencoba berbagai posisi menyusui untuk mendapatkan posisi yang paling nyaman, baik untuk bayi maupun ibu.
Referensi:
1. Is This a Nursing Strike? How to Get Your Baby Back to Breastfeeding - Healthline. Retrieved on May 3rd 2026 from https://www.healthline.com/health/breastfeeding/nursing-strike-2
2. Refusing breastfeeding or nursing strike - NCT. Retrieved on May 3rd 2026 from https://www.nct.org.uk/information/baby-toddler/feeding-your-baby-or-toddler/refusing-breastfeeding-or-nursing-strike
Artikel Terkait