Waktu Baca: 2 Menit
Perut kembung adalah masalah umum yang sering dialami bayi baru lahir. Ketidaknyamanan yang ditimbulkan dapat membuat bayi rewel dan sulit tidur.
Salah satu penyebab perut kembung Si Kecil terlalu banyak menelan gas saat menyusu. Namun Moms jangan khawatir. Perut kembung pada bayi tidak berbahaya dan biasanya hilang tanpa pengobatan.
Sebelum mengetahui cara mengatasi perut kembung pada bayi, simak penyebab perut kembung dan gejalanya ya.
Penyebab Bayi Kembung
Masalah perut kembung kerap terjadi di hari-hari pertama kehidupan atau pada minggu-minggu pertama. Problem ini biasanya mulai mereda ketika usia si Kecil menginjak 4-6 bulan.
Berikut beberapa penyebab perut kembung pada bayi:
1. Udara yang tertelan
Saat bayi menangis lama atau menyusu dengan posisi yang kurang tepat, udara dapat ikut tertelan dan menumpuk di saluran cerna sehingga memicu perut kembung.
2. Pelekatan yang kurang optimal
Pelekatan menyusu yang tidak tepat membuat udara mudah masuk bersama ASI atau susu formula jika ASI tidak bisa diberikan, sehingga meningkatkan risiko kembung dan gumoh setelah menyusu.
3. Jenis susu yang dikonsumsi
Dalam kondisi ketika ASI tidak bisa diberikan, kandungan tertentu pada susu formula dapat lebih sulit dicerna oleh bayi dengan pencernaan sensitif dan memicu pembentukan gas berlebih di usus.
4. Transisi MPASI
Saat memasuki fase MPASI, pencernaan bayi yang masih beradaptasi dengan makanan baru dapat menghasilkan lebih banyak gas, terutama dari bahan pangan tertentu yang mudah memicu kembung.
Baca Juga: Berapa Kali Bayi BAB Normal?
Gejala Perut Kembung Pada Bayi
Karena bayi belum dapat berbicara, sulit untuk mengetahui apakah perut Si Kecil sakit karena kembung atau hal lain. Tapi Moms bisa mengamati beberapa gejala atau ciri perut bayi kembung berikut ini
- Berwajah merah
- Menangis dan rewel
- Menggeliat setelah menyusui
- Sering gumoh
- Nafsu makan menurun
- Tangan mengepal seperti tinju
- Menarik kaki ke arah perut
- Perut kencang, bengkak atau keras
- Sulit kentut
Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi
Untuk membantu mengatasi masalah ini, berikut sejumlah cara mengatasi perut kembung pada bayi yang bisa Moms lakukan:
1. Tepuk punggung bayi
Salah satu cara tradisional mengatasi bayi kembung adalah dengan menepuk punggung bayi.
Moms dapat menepuk punggung bayi usai selesai menyusu atau di tengah-tengah menyusu. Ini untuk membuang udara yang tertelan saat menyusu, sebelum masuk ke usus dan membuat kembung.
Cara menepuk punggung bayi adalah dengan mengatupkan telapak tangan Moms, bukan membuka jari.
Suara sendawa bayi bisa terdengar dan tidak. Namun saat bayi melepas puting payudara atau dot beberapa menit setelah menyusu, mereka mungkin sedang bersendawa.
Untuk menyendawakan bayi, Moms dapat mencoba tiga posisi ini:
- Gunakan bahu: Gendong bayi tegak dengan kepala bertumpu pada bahu Moms. Tepuk punggung dengan tangan Moms yang lain.
- Duduk di pangkuan: Dudukkan bayi di pangkuan Moms. Topang dagu dan dada bayi dengan satu tangan. Gosok atau tepuk punggung dengan tangan Moms yang lain.
- Baringkan di pangkuan: Letakkan bayi Moms menghadap ke bawah di pangkuan dan gosok atau tepuk punggungnya dengan lembut.
2. Pijatan perut yang lembut
Moms bisa memberikan pijatan lembut pada bagian perut si Kecil untuk mengurangi gas yang terperangkap di perutnya. Gunakan minyak bayi atau lotion yang lembut, lalu pijat perut bayi dengan gerakan memutar searah jarum jam.
Gerakan lain adalah "ILU". Lakukan pertama dari sisi kanan pusar bayi Moms, buat huruf I. Ikuti dengan buat huruf L terbalik, mulai dari sudut kiri atas perut bayi, bergerak ke seberang dan ke bawah di sisi kanan. Akhiri dengan bentuk U terbalik, dimulai dari sudut kiri bawah perut bayi, ke bagian atas perut, dan turun.
3. Ayunkan kaki bayi
Cara lainnya mengatasi perut kembung alami pada bayi yang bisa Moms lakukan adalah dengan mengayunkan kaki Si Kecil. Baringkan bayi Moms telentang dan gerakkan kakinya seperti mengayuh sepeda ke arah perutnya untuk membantu mengeluarkan udara yang terperangkap di perut secara alami.
Moms juga bisa dorong perlahan lutut bayi hingga ke perutnya dan tahan selama 10 detik, lalu lepaskan dan luruskan kakinya. Ulangi beberapa kali.
4. Tummy time
Tummy time dengan pengawasan membantu memberikan tekanan lembut pada area perut sehingga mendorong gas keluar secara alami, sekaligus mendukung perkembangan otot leher, bahu, dan batang tubuh bayi.
5. Mandi hangat
Mandi dengan air hangat dapat membantu merilekskan otot perut dan saluran cerna bayi yang tegang akibat gas. Kondisi tubuh yang lebih rileks membuat pergerakan gas menjadi lebih lancar, sehingga perut terasa lebih nyaman dan bayi cenderung lebih tenang setelahnya.
6. Susui sebelum lapar
Sebisa mungkin, cobalah memberi bayi Moms ASI sebelum mereka lapar dan menangis karenanya.
Sebab, udara yang tertelan saat Si Kecil menangis akan membuat mereka kembung. Selain itu, saat menyusu ketika lapar, biasanya bayi akan mengambil napas dalam-dalam yang memicu udara tertelan.
7. Perbaiki posisi dan ritme menyusui
Moms perlu menjaga kepala si Kecil dalam posisi lebih tinggi dari perut saat sedang menyusu. Teknik ini akan membantu bayi lebih mudah bersendawa. Gunakan posisi cradle hold dan pastikan perut dan dada Si Kecil menempel erat pada tubuh Moms.
Perhatikan juga ritme hisapannya, biasanya ia akan mulai dengan hisapan cepat, lalu berubah menjadi lebih lambat dan lebih dalam saat menelan. Jika Moms menggunakan botol, pilihlah dot beraliran lambat (slow-flow). Ritme ini serupa dengan menyusu langsung, sehingga Si Kecil tidak mudah tersedak.
8. Perhatikan makanan yang dikonsumsi
Jika Moms menyusui, perhatikan asupan harian. Cobalah membuat catatan harian untuk memantau reaksi bayi setelah Moms mengonsumsi makanan tertentu.
Beberapa bayi terlihat lebih nyaman ketika Moms membatasi asupan kafein dari kopi atau teh, serta makanan yang cenderung menghasilkan gas seperti kol, brokoli, dan gorengan, serta waspadai kemungkinan reaksi alergi dari makanan, suplemen, atau obat tertentu.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Meskipun banyak tips alami mengatasi kembung pada bayi yang bisa dilakukan, segera hubungi dokter jika Moms menemui tanda berikut:
- Perut kembung yang disertai dengan muntah hijau
- Demam
- Berat badan tidak naik
- Si Kecil terlihat rewel sepanjang hari karena ketidaknyamanan
Moms bisa bergabung dengan Lactoclub Community, komunitas eksklusif yang menyediakan berbagai informasi seputar nutrisi, kesehatan, dan perawatan anak, termasuk tips dari para ahli serta panduan yang relevan sesuai usia dan kebutuhan Si Kecil.
Pertanyaan Seputar Kembung Pada Bayi
- Apa cara alami yang aman untuk meredakan kembung pada bayi?
Pijat perut lembut, gerakan kaki seperti mengayuh sepeda, dan sendawakan setelah menyusu.
- Posisi seperti apa yang membantu bayi saat kembung?
Posisi tengkurap di dada orang tua (tummy time ringan) atau digendong tegak.
- Kapan kembung dianggap bukan kondisi normal?
Jika disertai muntah hebat, demam, perut sangat keras, atau bayi terus menangis tanpa henti.
Referensi:
- Tanaka, A., Fujii, T., Katami, H., & Shimono, R. (2024). Advantage of multichannel intraluminal impedance in the diagnosis of aerophagia: a case report. BMC pediatrics, 24(1), 602. https://doi.org/10.1186/s12887-024-05081-7
- Putri, D. P., & Fitriani, I. F. (2024). The Relationship Breastfeeding Position with Regurgitation Incidence in Infants 0-6 Months in Area TPMB Ike Fikih Fitriani's Work. Jurnal Kesehatan. https://jurnal.uym.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/377/240
- Brown, J. M., Baran, J. V., Lamos, L., Beacker, J., Florio, J., Oliveros, L. V., Fabbrini, A. L., Farrar, A. A., & Wilsey, M. J. (2025). Infant Colic Symptoms and Amino Acid Formula: Insights from a Prospective Cohort Study. Nutrients, 17(8), 1302. https://doi.org/10.3390/nu17081302
- Noles, D. L., Matzeller, K. L., Frank, D. N., Krebs, N. F., & Tang, M. (2025). Complementary Feeding and Infant Gut Microbiota: A Narrative Review. Nutrients, 17(5), 743. https://doi.org/10.3390/nu17050743
- World Health Organization. (2025). Anatomy and physiology of breastfeeding. In Infant and Young Child Feeding: Model Chapter for Textbooks for Medical Students and Allied Health Professionals, Second Edition. World Health Organization. https://iris.who.int/server/api/core/bitstreams/2966cbcb-d5a0-4ee5-b39f-4dc1bde543ba/content
- Healthy Children. (2022). How to Calm a Fussy Baby: Tips for Parents & Caregivers. Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/crying-colic/Pages/Calming-A-Fussy-Baby.aspx
- Stephens, C. Baby Spit Up: Is Spitting Up This Much Normal? Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/baby-spit-up
Artikel Terkait