Kami percaya bahwa ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi dan kami sepenuhnya mendukung rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia genap enam bulan. Nutrisi maternal yang sehat merupakan kunci untuk memulai dan melanjutkan pemberian ASI.
Lihat Selengkapnya
Diare pada anak 2 tahun perlu ditangani dengan memastikan kebutuhan cairan dan nutrisinya tetap terpenuhi. Cara mengatasi diare pada anak 2 tahun yang utama adalah memberikan oralit untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang, tetap melanjutkan pemberian ASI jika anak masih menyusu, serta memberikan makanan sesuai toleransi Si Kecil.
Pemberian obat, termasuk antibiotik atau obat penghenti diare, tidak boleh dilakukan sembarangan karena tidak semua kasus diare membutuhkan obat tersebut.
Lantas, apa saja pertolongan pertama diare anak yang dapat dilakukan di rumah dan kapan Si Kecil perlu dibawa ke dokter? Simak jawabannya di sini.
Pertolongan Pertama Diare pada Anak
Saat Si Kecil mengalami diare, Moms dapat melakukan beberapa cara berikut untuk memastikan Si Kecil tetap terhidrasi dan mendapatkan asupan nutrisi yang cukup selama masa pemulihan.
1. Berikan Oralit
Oralit merupakan larutan yang mengandung air dan elektrolit untuk membantu mengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare. Berikan oralit sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan.
2. Tetap Lanjutkan ASI
Jika Si Kecil masih mendapatkan ASI, lanjutkan pemberian ASI selama diare dan tawarkan lebih sering sesuai keinginan Si Kecil. ASI membantu memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi selama sakit.
3. Pastikan Anak Tetap Makan
Diare bukan alasan untuk menghentikan pemberian makanan, sebab Si Kecil tetap membutuhkan energi dan zat gizi selama sakit. Moms dapat tetap memberikan makanan sesuai usia dan kemampuan Si Kecil, terutama makanan yang dapat diterima dan ditoleransi dengan baik.
Moms dapat memberikan Si Kecil nasi atau bubur, kentang, telur, tahu, tempe, ayam, ikan, pisang, dan sayuran yang dimasak hingga lunak. Jika nafsu makannya menurun, berikan makanan dalam jumlah kecil dan lebih sering agar Si Kecil tetap mendapatkan asupan selama masa pemulihan.
4. Gunakan Obat Sesuai Anjuran Tenaga Kesehatan
Sebagian anak yang mengalami diare mungkin memerlukan obat tertentu atau suplemen seperti zinc sebagai bagian dari penanganan. Namun, pemberiannya perlu disesuaikan dengan kondisi Si Kecil dan mengikuti anjuran dokter atau tenaga kesehatan.
Moms sebaiknya tidak memberikan antibiotik atau obat penghenti diare secara sembarangan. Tidak semua diare perlu ditangani dengan antibiotik dan obat tertentu yang digunakan pada orang dewasa belum tentu aman atau sesuai untuk anak.
Kalau Moms ingin memberikan obat atau suplemen untuk membantu mengatasi diare, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan agar jenis dan penggunaannya sesuai dengan kebutuhan Si Kecil.
Baca Juga: Flu Perut pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
5. Pertimbangkan probiotik sesuai anjuran tenaga kesehatan
Beberapa jenis probiotik telah diteliti sebagai pendamping terapi rehidrasi pada anak yang mengalami diare akut. Salah satunya adalah L. reuteri DSM 17938.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pemberian L. reuteri DSM 17938 sebagai pendamping terapi rehidrasi berpotensi membantu memperpendek durasi diare akut pada anak. Namun, manfaat probiotik bersifat spesifik terhadap strain dan hasil penelitian yang tersedia masih bervariasi.
Oleh karena itu, probiotik tidak menggantikan pemberian oralit dan pemenuhan cairan yang tetap menjadi bagian utama penanganan diare. Jika Moms ingin memberikan probiotik saat Si Kecil diare, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan untuk menentukan jenis dan penggunaannya yang sesuai.
Kapan Harus ke Dokter?
Tidak semua kasus diare memerlukan pemeriksaan segera, tetapi Moms tetap perlu mengenali tanda-tanda bahaya yang membutuhkan penanganan medis.
Segera bawa anak ke dokter atau fasilitas kesehatan jika terdapat darah pada feses, anak tidak mampu minum, muntah berulang sehingga cairan sulit masuk, mengalami demam tinggi, nyeri perut berat, maupun menunjukkan tanda dehidrasi.
Dehidrasi merupakan salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai saat anak mengalami diare, terutama jika Si Kecil juga muntah atau sulit minum. Moms dapat mengenali tanda-tanda dehidrasi dengan memperhatikan beberapa perubahan pada kondisi Si Kecil, seperti:
- sangat haus,
- mulut atau lidah terlihat kering,
- buang air kecil menjadi jauh lebih sedikit,
- mata terlihat cekung,
- tampak lemas atau kurang aktif, atau
- sulit minum.
Setelah kondisi anak membaik, Moms dapat kembali memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya melalui pola makan yang beragam dan bergizi seimbang. Sebagai pelengkap asupan nutrisi harian Si Kecil, Moms juga dapat memberikan susu pertumbuhan seperti LACTOGROW.
LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri dan 0g sukrosa. Selain itu, LACTOGROW juga diperkaya dengan inulin, DHA, ARA, omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk membantu menjaga kenyamanan pencernaan Si Kecil.
Inulin merupakan serat prebiotik yang dapat membantu mendukung keseimbangan mikrobiota usus dan kesehatan saluran cerna. Pencernaan yang sehat berperan penting dalam penyerapan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Yuk dukung kesehatan pencernaan Si Kecil dengan LACTOGROW!*
*Nestle adalah satu-satunya pemegang lisensi L. reuteri DSM 17938 untuk produk susu pertumbuhan.
FAQ Mengenai Cara Mengatasi Diare pada Anak 2 Tahun
Apa langkah pertolongan pertama saat anak usia 2 tahun mengalami diare?
Pertolongan pertama yang utama adalah mencegah dehidrasi dengan memberikan oralit sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan. Jika Si Kecil masih menyusu, lanjutkan pemberian ASI dan tawarkan lebih sering. Moms juga tetap perlu memberikan makanan sesuai usia dan toleransi Si Kecil dalam porsi kecil tetapi lebih sering. Hindari memberikan antibiotik atau obat penghenti diare tanpa anjuran tenaga kesehatan.
Kapan diare pada anak 2 tahun perlu dibawa ke dokter?
Segera bawa Si Kecil ke dokter atau fasilitas kesehatan jika diare disertai darah pada feses, demam tinggi, nyeri perut berat, muntah berulang sehingga cairan sulit masuk, tidak mampu minum, atau menunjukkan tanda-tanda dehidrasi. Diare yang menetap atau kondisi Si Kecil yang semakin memburuk juga perlu diperiksakan ke tenaga kesehatan.
Apa tanda dehidrasi pada anak 2 tahun yang perlu segera ditangani?
Tanda dehidrasi yang perlu diperhatikan antara lain Si Kecil sangat haus, mulut atau lidah terlihat kering, buang air kecil jauh lebih sedikit dari biasanya, mata terlihat cekung, serta tubuh tampak lemas atau kurang aktif. Jika Si Kecil sulit minum atau menunjukkan tanda dehidrasi yang semakin berat, segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan.
Sumber:
- World Health Organization. (2024). Guideline on management of pneumonia and diarrhoea in children up to 10 years of age. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240103412
- Cleveland Clinic. (2026, August 4). Diarrhea: Causes & treatment. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4108-diarrhea
- Gotter, A. (2026, April 13). Foods to eat and avoid with diarrhea. Healthline. https://www.healthline.com/health/what-to-eat-when-you-have-diarrhea
- Mayo Clinic Staff. (2025, May 2). Dehydration: Symptoms & causes. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dehydration/symptoms-causes/syc-20354086
Artikel Terkait