Parenting Corner

Diare Anak Warna Hijau: Penyebab dan Kapan Waspada

20 October 2026

Diare Anak Warna Hijau: Penyebab dan Kapan Waspada

Diare anak warna hijau umumnya terjadi karena isi saluran cerna bergerak lebih cepat, sehingga empedu belum sepenuhnya berubah warna dan feses terlihat lebih hijau dari biasanya. Warna hijau juga bisa dipengaruhi makanan, pewarna, atau suplemen zat besi.

Feses anak dapat berubah warna menjadi hijau karena berbagai hal, mulai dari makanan yang dikonsumsi, hingga kondisi tertentu pada saluran pencernaan. Namun, warna feses saja tidak dapat menentukan apakah Si Kecil mengalami diare atau gangguan pencernaan tertentu. Karena itu, Moms juga perlu memperhatikan bentuk, frekuensi, dan perubahan lain yang menyertai buang air besar (BAB) Si Kecil.

Penyebab BAB Anak Warna Hijau

Warna feses dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi serta lamanya makanan berada di dalam saluran cerna. Empedu yang awalnya berwarna hijau akan mengalami perubahan selama proses pencernaan hingga feses biasanya menjadi kuning kecoklatan atau coklat.

Ketika anak mengalami diare, makanan dan cairan dapat melewati usus lebih cepat. Akibatnya, empedu mungkin belum mengalami perubahan warna secara sempurna sehingga feses terlihat lebih hijau.

Selain diare, beberapa hal lain juga dapat menjadi penyebab BAB anak warna hijau antara lain:

  • konsumsi sayuran hijau atau makanan tertentu,
  • makanan atau minuman yang mengandung pewarna,
  • konsumsi suplemen zat besi,
  • perubahan pola makan, dan
  • pergerakan isi saluran cerna yang lebih cepat dari biasanya.

Jadi, feses berwarna hijau tidak selalu menunjukkan adanya masalah kesehatan. Warna tersebut perlu dilihat bersama pola BAB dan kondisi Si Kecil secara menyeluruh.

Apakah Feses Hijau Berarti Anak Mengalami Diare?

Belum tentu. Warna feses bukan penentu utama diare. Diare dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, salah satunya infeksi saluran cerna. Namun, diare juga dapat berkaitan dengan perubahan pola makan, intoleransi makanan tertentu, atau kondisi lainnya.

Jika anak mengalami diare dengan feses berwarna hijau, warna tersebut tidak dapat digunakan untuk memastikan penyebab diare. Moms juga perlu memperhatikan beberapa hal berikut.

  • Frekuensi BAB: apakah Si Kecil BAB lebih sering dari biasanya?
  • Konsistensi feses: apakah feses menjadi lebih encer atau berair?
  • Durasi: sudah berapa lama perubahan BAB berlangsung?
  • Asupan cairan: apakah Si Kecil masih mau minum?
  • Kondisi umum: apakah Si Kecil tetap aktif atau terlihat lebih lemas?
  • Gejala penyerta: apakah terdapat muntah, demam, nyeri perut, atau darah pada feses?

Baca Juga: Flu Perut pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Kapan Diare Anak Masih Bisa Dipantau di Rumah?

Jika diare anak warna hijau tetapi Si Kecil masih terlihat aktif, mau minum, tidak menunjukkan tanda dehidrasi, dan tidak mengalami gejala yang mengkhawatirkan, kondisinya dapat dipantau di rumah. Moms dapat melakukan beberapa hal berikut.

Penuhi kebutuhan cairan

Berikan cairan sedikit demi sedikit, tetapi lebih sering. Oralit dapat diberikan untuk membantu mengganti cairan dan elektrolit yang hilang selama diare.

Tetap lanjutkan ASI

Jika Si Kecil masih menyusu, ASI tetap dapat diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisinya.

Tetap berikan makanan

Berikan makanan yang biasa dikonsumsi Si Kecil sesuai usia dan toleransinya. Jika nafsu makan menurun, berikan dalam porsi kecil tetapi lebih sering.

Kembalikan pola makan secara bertahap

Setelah kondisi dan nafsu makan Si Kecil membaik, Moms dapat kembali memberikan makanan yang beragam dan bergizi seimbang sesuai kebutuhannya.

Selama masa pemulihan, Moms dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil dengan memberikan LACTOGROW.

Sebagai pelengkap asupan nutrisi harian Si Kecil, LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri dan 0g sukrosa, serta diperkaya dengan inulin, DHA, ARA, omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk melengkapi kebutuhan nutrisi Si Kecil.

Inulin merupakan serat prebiotik yang dapat membantu mendukung keseimbangan mikrobiota usus dan kesehatan saluran cerna. Pencernaan yang sehat berperan penting dalam penyerapan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Yuk dukung kesehatan pencernaan Si Kecil dengan LACTOGROW!*

Tanda Diare Anak yang Perlu Diwaspadai

Diare hijau pada anak perlu mendapat perhatian lebih jika disertai perubahan kondisi umum atau gejala yang mengarah pada dehidrasi maupun masalah kesehatan lainnya.

Segera konsultasikan Si Kecil kepada dokter atau fasilitas kesehatan jika ia mengalami kondisi berikut.

  • Tanda dehidrasi, seperti sangat haus, mulut atau lidah kering, mata cekung, atau buang air kecil jauh lebih sedikit dari biasanya.
  • Sulit minum atau tidak mampu mempertahankan asupan cairan karena muntah berulang.
  • Tampak sangat lemas, mengantuk, atau sulit dibangunkan.
  • Terdapat darah pada feses.
  • Demam tinggi atau kondisi Si Kecil semakin memburuk.
  • Diare berlangsung terus-menerus atau tidak menunjukkan perbaikan.

Pada bayi dan anak kecil, kehilangan cairan akibat diare dapat terjadi lebih cepat. Oleh karena itu, jangan hanya menunggu perubahan warna feses jika kondisi kesehatan Si Kecil terlihat menurun.

*Nestle adalah satu-satunya pemegang lisensi L. reuteri DSM 17938 untuk produk susu pertumbuhan

FAQ Tentang Diare Anak Berwarna Hijau

Apa penyebab diare anak berwarna hijau?

Diare pada anak dapat terlihat berwarna hijau karena isi saluran cerna bergerak lebih cepat dari biasanya. Akibatnya, empedu yang awalnya berwarna hijau belum sempat mengalami perubahan warna secara sempurna sebelum dikeluarkan bersama feses. Selain itu, warna hijau juga dapat dipengaruhi oleh makanan, pewarna makanan, suplemen zat besi, atau perubahan pola makan Si Kecil.

Apakah diare warna hijau selalu tanda infeksi?

Tidak. Warna hijau pada feses saja tidak dapat digunakan untuk menentukan penyebab diare. Selain infeksi saluran cerna, diare juga dapat berkaitan dengan perubahan pola makan, intoleransi terhadap makanan tertentu, atau kondisi lainnya. Moms perlu memperhatikan frekuensi dan konsistensi BAB serta gejala lain yang menyertai untuk menilai kondisi Si Kecil secara menyeluruh.

Apakah diare warna hijau pada anak memerlukan pemeriksaan dokter?

Tidak selalu. Jika Si Kecil masih aktif, mau minum, dan tidak menunjukkan tanda dehidrasi atau gejala yang mengkhawatirkan, kondisinya dapat dipantau di rumah. Namun, segera konsultasikan ke dokter jika diare disertai darah pada feses, muntah berulang, demam tinggi, sulit minum, tanda dehidrasi, Si Kecil tampak sangat lemas atau sulit dibangunkan, atau diare terus berlangsung tanpa menunjukkan perbaikan.

Sumber:




Bagikan : Facebook WhatsApp