Kami percaya bahwa ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi dan kami sepenuhnya mendukung rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia genap enam bulan. Nutrisi maternal yang sehat merupakan kunci untuk memulai dan melanjutkan pemberian ASI.
Lihat Selengkapnya
Perbedaan serat pangan dan serat kasar terletak pada cakupannya. Serat pangan adalah berbagai komponen makanan yang tidak dicerna atau diserap secara sempurna oleh tubuh, sedangkan serat kasar hanya mencakup sebagian dari komponen tersebut berdasarkan hasil pengukuran di laboratorium.
Kedua istilah ini cukup umum dalam pembahasan tentang serat makanan. Meskipun sama-sama berkaitan dengan kandungan serat dalam makanan, keduanya bukan istilah yang sama, dan perbedaannya mungkin belum banyak diketahui.
Moms mungkin juga pernah mendengar jenis serat larut dan tidak larut. Keduanya merupakan jenis serat pangan yang memiliki karakteristik dan manfaat berbeda bagi tubuh. Lalu, apa bedanya dan mana yang perlu diperhatikan dalam menu Si Kecil?
Perbedaan Serat Pangan, Serat Larut, Serat Tidak Larut, dan Serat Kasar
Serat pangan adalah bagian dari makanan yang tidak dicerna atau diserap secara sempurna di saluran pencernaan. Salah satu cara untuk mengelompokkan serat pangan adalah berdasarkan kelarutannya dalam air, yaitu serat larut dan serat tidak larut.
Serat larut dapat larut dalam air dan beberapa jenisnya dapat membentuk tekstur seperti gel. Sebagian serat larut juga dapat difermentasi oleh bakteri di usus besar. Sementara itu, serat tidak larut tidak dapat larut dalam air. Fungsinya membantu menambah massa feses serta mendukung pergerakan isi saluran pencernaan.
Serat kasar berbeda dari serat pangan. Serat kasar merupakan nilai yang diperoleh dari metode analisis laboratorium tertentu untuk mengukur bagian serat yang masih tersisa setelah bahan pangan melalui proses analisis tertentu. Proses ini hanya mempertahankan sebagian komponen serat, sedangkan komponen serat lainnya dapat ikut terurai.
Itulah sebabnya, nilai serat kasar tidak dapat menggambarkan seluruh kandungan serat pangan dalam suatu makanan. Manfaat serat kasar juga tidak dapat digunakan untuk menggambarkan seluruh manfaat serat pangan yang terdapat dalam makanan.
Baca Juga: Simak Perbedaan Probiotik dan Prebiotik Berikut, Moms
Fungsi Serat Pangan
Setiap jenis serat dapat bekerja dengan cara yang berbeda, tetapi semuanya saling melengkapi untuk mendukung kesehatan pencernaan.
1. Membantu menjaga konsistensi feses
Serat, terutama serat tidak larut, dapat membantu menambah volume feses dan mendukung pergerakannya melalui saluran pencernaan. Dengan begitu, feses dapat lebih mudah dikeluarkan dan membantu menjaga buang air besar (BAB) tetap teratur.
Sementara itu, beberapa jenis serat larut dapat menyerap dan menahan air sehingga membentuk tekstur seperti gel. Hal ini dapat membantu menjaga konsistensi feses agar tidak terlalu keras maupun terlalu encer.
2. Membantu merasa kenyang lebih lama
Serat dapat membantu Si Kecil merasa kenyang lebih lama setelah makan. Beberapa jenis serat, terutama yang dapat membentuk gel, dapat memperlambat proses pencernaan sehingga makanan lebih lama berada di saluran pencernaan.
Meski begitu, kebutuhan serat tetap perlu disesuaikan dengan usia dan kebutuhan energi Si Kecil. Jangan sampai Moms berlebihan memberikan makanan tinggi serat yang membuat anak cepat kenyang sehingga asupan makanan bergizi lainnya justru berkurang.
3. Mendukung lingkungan mikrobiota usus
Tidak semua serat langsung dicerna di saluran pencernaan. Beberapa jenis serat dapat mencapai usus besar, kemudian difermentasi oleh bakteri yang hidup di dalamnya. Proses ini menghasilkan senyawa yang dapat dimanfaatkan oleh sel-sel di usus dan turut mendukung lingkungan saluran pencernaan.
Sumber Serat untuk Anak
Mencukupi serat Si Kecil tidak harus dari makanan khusus atau sulit ditemukan. Banyak bahan makanan sehari-hari yang dapat menjadi sumber serat. Berikut beberapa contohnya.
- Buah: apel, pir, jeruk, pisang, stroberi, dan buah beri lainnya.
- Sayuran: wortel, brokoli, buncis, bayam, kembang kol, ubi, dan kentang.
- Kacang-kacangan dan polong-polongan: kacang merah, kacang tanah, lentil, kacang Arab, dan jenis kacang-kacangan lainnya.
- Serealia utuh: oatmeal, roti gandum utuh, beras merah, dan barley.
Moms dapat memasukkan berbagai sumber serat tersebut ke dalam makanan utama maupun memberikannya sebagai camilan.
Tips Mencukupi Kebutuhan Serat Anak
Agar Si Kecil dapat menerima asupan serat secara optimal, Moms dapat menerapkan beberapa tips berikut.
Sesuaikan jumlah serat dengan kebutuhan
Serat dapat membantu memberikan rasa kenyang, tetapi terlalu banyak makanan berserat dapat membuat Si Kecil cepat kenyang sebelum kebutuhan energi dan zat gizinya terpenuhi. Tetap lengkapi menu hariannya dengan sumber karbohidrat, protein, dan lemak.
Tambahkan serat secara bertahap
Jika Si Kecil belum terbiasa mengonsumsi banyak serat, tingkatkan asupannya secara perlahan agar pencernaannya dapat beradaptasi dan perutnya tidak kembung maupun terlalu bergas.
Berikan serat dari berbagai sumber
Moms dapat mengombinasikan buah, sayuran, kacang-kacangan, dan serealia utuh agar Si Kecil mendapatkan beragam jenis serat serta zat gizi lainnya.
Pastikan Si Kecil cukup minum
Cairan membantu serat bekerja dengan baik di saluran pencernaan dan membantu menjaga feses tetap lebih mudah dikeluarkan. Karena itu, pastikan Si Kecil mendapatkan cukup cairan sepanjang hari, terutama saat asupan serat mulai ditingkatkan.
Selain memastikan Si Kecil mendapatkan serat dari beragam makanan, Moms juga perlu memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya secara menyeluruh. Sebagai pelengkap asupan nutrisi harian Si Kecil, Moms dapat memilih LACTOGROW.
LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri dan 0g sukrosa. Selain itu, LACTOGROW juga diperkaya dengan inulin, DHA, ARA, omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk membantu menjaga kenyamanan pencernaan Si Kecil.
Inulin merupakan serat prebiotik yang dapat membantu mendukung keseimbangan mikrobiota usus dan kesehatan saluran cerna. Pencernaan yang sehat berperan penting dalam penyerapan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Yuk dukung kesehatan pencernaan Si Kecil dengan LACTOGROW!*
*Nestle adalah satu-satunya pemegang lisensi L. reuteri DSM 17938 untuk produk susu pertumbuhan.
FAQ Tentang Perbedaan Serat Pangan dan Serat Kasar
Apa perbedaan utama serat pangan dan serat kasar?
Serat pangan mencakup berbagai komponen makanan yang tidak dicerna atau diserap secara sempurna oleh tubuh, termasuk serat larut dan tidak larut. Sementara itu, serat kasar adalah nilai yang diperoleh melalui metode analisis laboratorium tertentu dan hanya menggambarkan sebagian komponen serat. Karena itu, nilai serat kasar tidak dapat digunakan untuk menggambarkan keseluruhan kandungan serat pangan dalam makanan.
Jenis serat mana yang lebih penting untuk pencernaan anak?
Serat larut dan tidak larut sama-sama dapat menjadi bagian penting dari pola makan Si Kecil karena memiliki fungsi yang berbeda dan saling melengkapi. Serat tidak larut membantu menambah massa feses dan mendukung pergerakan saluran pencernaan, sedangkan beberapa jenis serat larut dapat membantu menjaga konsistensi feses serta difermentasi oleh bakteri di usus besar. Oleh karena itu, Si Kecil sebaiknya mendapatkan serat dari berbagai jenis makanan sesuai kebutuhan usianya.
Sumber makanan apa yang mengandung serat pangan dan serat kasar sekaligus?
Makanan nabati seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, dan serealia utuh mengandung berbagai komponen serat pangan. Jika makanan tersebut dianalisis menggunakan metode pengukuran serat kasar, sebagian komponen seratnya juga dapat terukur sebagai serat kasar. Namun, serat kasar bukan jenis serat yang terpisah dalam makanan, melainkan nilai yang diperoleh dari metode analisis tertentu.
Sumber:
- Fiber – The Nutrition Source, Harvard. Retrieved August 31, 2026, from https://nutritionsource.hsph.harvard.edu/carbohydrates/fiber/
- Annex three: The scientific basis for diet, nutrition and health relationships – Food and Agriculture Organization. Retrieved August 31, 2026, from https://www.fao.org/4/x0243e/x0243e09.htm
- What’s the difference between soluble and insoluble fiber? – Cleveland Clinic. Retrieved August 31, 2026, from https://health.clevelandclinic.org/whats-the-difference-between-soluble-and-insoluble-fiber
- What’s the difference between soluble and insoluble fiber? – Healthline. Retrieved August 31, 2026, from https://www.healthline.com/health/soluble-vs-insoluble-fiber
- Beat the bloat: 4 tips for increasing your fiber intake – UCLA Health. Retrieved August 31, 2026, from https://www.uclahealth.org/news/article/beat-bloat-4-tips-increasing-your-fiber-intake
Artikel Terkait