Diare pada anak adalah kondisi ketika Si Kecil buang air besar lebih sering dengan feses yang lebih encer atau berair dibandingkan pola BAB normalnya. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit maupun faktor lain seperti makanan atau minuman yang terkontaminasi dan efek obat tertentu.
Saat anak diare, hal yang paling penting diperhatikan adalah menjaga kecukupan cairan karena diare dapat menyebabkan dehidrasi. Yuk, kenali penyebab diare pada anak, cara menanganinya, serta cara mencegah diare anak dalam pembahasan berikut!
Penyebab Diare pada Anak
Diare pada anak dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari infeksi hingga pola makan atau gangguan pada saluran pencernaan. Berikut adalah beberapa penyebab diare pada anak yang paling umum.
Infeksi Virus, Bakteri, atau Parasit
Mikroorganisme penyebab infeksi dapat masuk ke saluran pencernaan dan mengganggu proses penyerapan cairan serta elektrolit di dalam usus. Penularannya dapat terjadi melalui makanan, minuman, tangan, atau benda yang telah terkontaminasi.
Makanan atau Minuman yang Terkontaminasi
Pengolahan, penyimpanan, atau penyajian makanan yang kurang higienis dapat meningkatkan risiko kontaminasi mikroorganisme. Ketika dikonsumsi, makanan atau minuman yang terkontaminasi dapat memicu infeksi saluran cerna, yang salah satu gejalanya adalah diare.
Efek Samping Obat Tertentu
Beberapa jenis obat, terutama antibiotik, dapat memengaruhi keseimbangan mikroorganisme di dalam usus. Perubahan ini dapat membuat konsistensi atau frekuensi BAB anak berubah selama atau setelah penggunaan obat.
Perubahan Pola Makan atau Intoleransi Makanan
Sebagian anak dapat mengalami kesulitan mencerna komponen makanan tertentu. Misalnya, pada anak dengan intoleransi laktosa, laktosa yang tidak tercerna dengan baik dapat menarik lebih banyak cairan ke dalam usus sehingga memicu BAB yang lebih encer.
Gangguan pada Saluran Pencernaan
Diare yang berlangsung lama atau berulang juga dapat berkaitan dengan kondisi tertentu pada saluran pencernaan. Jika diare tidak kunjung membaik atau disertai gejala lain, seperti darah pada feses, penurunan berat badan, atau nyeri perut yang berat, kondisi anak perlu diperiksakan lebih lanjut.
Baca Juga: Cara Mengatasi Diare pada Anak
Perbedaan Diare Akibat Bakteri dan Virus
Diare akibat infeksi virus maupun bakteri dapat menimbulkan gejala yang serupa. Namun, pada infeksi virus, diare biasanya disertai gejala berupa mual, muntah, dan demam ringan, serta dapat berlangsung dalam waktu yang relatif singkat.
Sementara itu, diare pada anak akibat infeksi bakteri pada beberapa kasus dapat menyebabkan keluhan yang lebih berat, seperti demam tinggi atau diare yang disertai darah.
Waktu munculnya gejala juga dapat memberikan gambaran mengenai kemungkinan penyebab diare. Pada beberapa kasus infeksi bakteri, gejala dapat muncul dalam beberapa jam setelah anak terpapar, sedangkan pada infeksi virus, gejala dapat muncul setelah beberapa hari.
Meski begitu, gejala tersebut tidak selalu dapat digunakan untuk memastikan apakah diare disebabkan oleh virus atau bakteri.
Cara Menangani Diare pada Anak
Berikut beberapa langkah penanganan diare pada anak.
Berikan Cairan Oralit untuk Mengganti Cairan yang Hilang
Anak yang mengalami diare sangat rentan mengalami dehidrasi. Bila si Kecil muntah setelah minum oralit, tunda dulu pemberiannya sejenak, lalu berikan kembali sedikit demi sedikit.
Tetap Berikan ASI dan Makanan
Jika Si Kecil masih menyusu, tetap berikan air susu ibu (ASI) seperti biasa. Anak yang sudah mengonsumsi makanan padat juga tetap perlu makan sesuai toleransinya
Pilih Makanan dan Minuman yang Sesuai
Berikan makanan yang biasa dikonsumsi Si Kecil dan mudah diterima selama diare, seperti nasi, kentang, roti, pisang, telur, atau sup. Untuk minuman, utamakan oralit dan air putih untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan.
Hindari minuman manis atau bersoda karena kandungan gulanya dapat memperburuk gejala diare pada sebagian anak.
Berikan Makanan dalam Porsi Kecil dan Sering
Saat Si Kecil diare, nafsu makannya mungkin menurun, tetapi asupan makanannya tetap harus diperhatikan. Berikan anak makanan dalam porsi kecil tapi sering untuk memenuhi kebutuhan gizinya.
Berikan Zinc Sesuai Arahan Tenaga Kesehatan
Pemberian suplemen zinc dapat menjadi bagian dari penanganan diare pada anak. Namun, pastikan pemberian zinc mengikuti anjuran tenaga kesehatan agar dosisnya sesuai dengan usia dan kondisi Si Kecil.
Jangan Memberikan Obat Diare Sembarangan
Tidak semua diare perlu ditangani dengan antibiotik. Antibiotik hanya digunakan pada kondisi tertentu sesuai penyebab dan indikasi medis. Jangan berikan obat tanpa arahan dokter.
Tips Mencegah Diare pada Anak
Sebagian cara mencegah diare anak dapat dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari di rumah. Langkah sederhana yang dapat Moms terapkan adalah sebagai berikut.
Biasakan Cuci Tangan dengan Sabun
Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir membantu menghilangkan kotoran serta kuman yang dapat berpindah dari tangan ke mulut. Biasakan Si Kecil mencuci tangan terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain di luar rumah.
Pastikan Makanan dan Air Bersih
Makanan atau air yang terkontaminasi bisa menjadi media masuknya virus, bakteri, atau parasit ke saluran pencernaan. Karena itu, perhatikan kebersihan bahan makanan, proses memasak, cara penyimpanan, serta keamanan air minum yang diberikan kepada Si Kecil.
Jaga Kebersihan dan Sanitasi
Mikroorganisme penyebab diare juga dapat menyebar melalui permukaan atau benda yang terkontaminasi. Membersihkan area yang sering digunakan Si Kecil, terutama toilet, area makan, dan benda yang sering disentuh, dapat membantu mengurangi risiko penularannya.
Lengkapi Imunisasi Sesuai Anjuran
Vaksin rotavirus dapat membantu melindungi anak dari gastroenteritis akibat infeksi rotavirus, salah satu penyebab diare pada anak. Pastikan imunisasi Si Kecil diberikan sesuai jadwal dan rekomendasi tenaga kesehatan.
Setelah kondisi Si Kecil membaik, lanjutkan kembali pola makan yang beragam dan bergizi untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan mendukung proses pemulihan. Sebagai pelengkap asupan nutrisi harian Si Kecil, Moms dapat memberikan susu pertumbuhan, seperti LACTOGROW.
LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri * dan 0g sukrosa. LACTOGROW juga diperkaya dengan inulin, DHA, ARA, omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk membantu menjaga kenyamanan pencernaan Si Kecil. Pencernaan yang sehat berperan penting dalam proses penyerapan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya. Yuk, dukung kesehatan pencernaan Si Kecil dengan LACTOGROW!
*Nestle adalah satu-satunya pemegang lisensi L. reuteri DSM 17938 untuk produk susu pertumbuhan.
FAQ Tentang Diare pada Anak
Apa saja penyebab paling umum diare pada anak?
Diare pada anak dapat disebabkan oleh infeksi (virus, bakteri, atau parasit), makanan dan minuman yang terkontaminasi, efek obat tertentu, perubahan pola makan, intoleransi makanan, atau gangguan pada saluran pencernaan.
Bagaimana cara mencegah diare berulang pada anak?
Biasakan anak mencuci tangan dengan sabun, konsumsi makanan dan air yang bersih, jaga kebersihan dan sanitasi lingkungan, serta lengkapi imunisasi sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Bagaimana cara membedakan diare karena virus dan karena bakteri pada anak?
Diare akibat virus lebih sering disertai mual, muntah, dan demam, sedangkan infeksi bakteri pada beberapa kasus dapat menyebabkan demam tinggi atau diare berdarah. Namun, tetap periksakan Si Kecil ke dokter karena gejala saja tidak selalu dapat menentukan penyebab diare.