Parenting Corner

7 Tips Memilih Susu Pertumbuhan Anak untuk Dukung Pencernaan

29 September 2026

Tips Memilih Susu Pertumbuhan untuk Pencernaan Si Kecil

Susu pertumbuhan adalah susu yang diformulasikan khusus untuk anak usia 1 sampai 3 tahun sebagai bagian dari menu gizi seimbang. Cara memilih susu pertumbuhan yang tepat adalah dengan memperhatikan tujuh hal: kesesuaian usia, kandungan gizi utama, kandungan pendukung pencernaan (prebiotik dan probiotik), kadar gula tambahan, reaksi tubuh Si Kecil, jumlah konsumsi harian, serta label dan izin edar BPOM.

Susu merupakan pelengkap, bukan pengganti makanan utama. Kebutuhan gizi anak tetap dipenuhi terutama dari makanan yang beragam, dan ASI dianjurkan tetap diberikan hingga usia 2 tahun atau lebih.¹

Apa Itu Susu Pertumbuhan?

Susu pertumbuhan (growing-up milk) adalah minuman berbahan dasar susu untuk anak usia 12 sampai 36 bulan. Susu ini umumnya diperkaya vitamin, mineral, dan zat gizi lain yang sering kurang dalam menu harian anak, seperti zat besi, vitamin D, dan asam lemak omega.² Susu pertumbuhan berbeda dengan susu formula bayi (0 sampai 12 bulan), yang komposisinya disesuaikan untuk bayi.

7 Tips Memilih Susu Pertumbuhan untuk Si Kecil

1. Pilih sesuai usia

Pilih susu dengan keterangan usia yang sesuai di kemasan, misalnya 1+ untuk anak 1 sampai 3 tahun dan 3+ untuk anak 3 tahun ke atas. Kandungan gizinya disesuaikan dengan kebutuhan di tiap tahap usia. Susu sapi dan susu pertumbuhan tidak dianjurkan sebagai minuman utama sebelum anak berusia 1 tahun.³

2. Cek kandungan gizi utama

Zat gizi

Peran untuk anak

ProteinMembangun dan memperbaiki jaringan tubuh
Kalsium dan vitamin DPembentukan tulang dan gigi; vitamin D membantu penyerapan kalsium
Zat besiPembentukan sel darah merah dan perkembangan otak; mencegah anemia
Vitamin CMembantu penyerapan zat besi
Omega 3 dan 6 (termasuk DHA)Mendukung perkembangan otak
Vitamin A dan zincMendukung daya tahan tubuh

3. Perhatikan kandungan pendukung pencernaan

Pencernaan yang sehat membantu tubuh menyerap nutrisi dengan baik. Dua kandungan yang berperan untuk pencernaan:

  • Prebiotik seperti FOS dan GOS, yaitu serat yang menjadi makanan bakteri baik di usus dan membantu feses tetap lunak.⁴
  • Probiotik, yaitu bakteri baik yang hidup. Manfaat probiotik bergantung pada jenis strainnya, sehingga pilih probiotik dengan strain yang sudah banyak diteliti, misalnya Lactobacillus reuteri DSM 17938.⁵

4. Cek gula tambahan pada komposisi

American Heart Association menganjurkan anak di bawah 2 tahun tidak mengonsumsi gula tambahan.⁶ Baca daftar komposisi dan perhatikan bahan seperti sukrosa, gula pasir, sirup glukosa, atau fruktosa. Pilih susu yang tidak mengandung atau rendah gula tambahan.

Baca juga: Apa Itu Sukrosa pada Susu?

5. Amati reaksi tubuh Si Kecil

Susu yang cocok tidak menimbulkan keluhan. Konsultasikan dengan dokter jika setelah minum susu Si Kecil sering mengalami:

  • diare, perut kembung, atau muntah;
  • ruam kulit, gatal, atau bengkak;
  • BAB keras dan sulit keluar;
  • BAB berdarah atau berlendir.

Keluhan ini bisa menjadi tanda alergi protein susu sapi atau intoleransi laktosa, yang penanganannya perlu diarahkan dokter. Moms juga bisa memantau kondisi BAB Si Kecil dengan Poop Check.

6. Sesuaikan jumlah konsumsi harian

Anak usia 1 sampai 2 tahun cukup minum sekitar 2 sampai 3 gelas susu per hari (sekitar 480 sampai 720 ml).³ Susu yang berlebihan bisa membuat anak kenyang dan malas makan, serta mengganggu asupan zat besi dari makanan. Berikan susu dengan gelas atau cangkir setelah makan, bukan sebagai pengganti makan.

7. Periksa label dan izin edar BPOM

Pastikan kemasan mencantumkan nomor izin edar BPOM (MD atau ML), tanggal kedaluwarsa, anjuran usia, cara penyajian, dan informasi nilai gizi. Kemasan juga harus dalam kondisi baik, tidak penyok, bocor, atau menggembung.

Kenali Jenis Susu Sebelum Memilih

Jenis susu

Proses

Catatan untuk anak

Susu segar mentahTidak dipanaskanTidak dianjurkan karena berisiko mengandung bakteri berbahaya⁷
Susu pasteurisasiDipanaskan untuk membunuh sebagian besar bakteri berbahaya, disimpan di kulkasAman untuk anak 1 tahun ke atas
Susu UHTDipanaskan 135 sampai 145°C selama beberapa detikAman untuk anak 1 tahun ke atas; pilih yang tanpa gula tambahan
Susu bubukDikeringkan hingga berbentuk bubukTermasuk susu pertumbuhan; ikuti takaran penyajian di kemasan
Susu kental manis (SKM)Susu yang diuapkan dan diberi banyak gulaBukan untuk minuman susu anak. BPOM mewajibkan label bahwa SKM tidak untuk menggantikan ASI, tidak cocok untuk bayi hingga 12 bulan, dan tidak dapat menjadi satu-satunya sumber gizi⁸

Susu Pertumbuhan dengan L. reuteri untuk Pencernaan Si Kecil

LACTOGROW PRO 1+ untuk anak usia 1 sampai 3 tahun dan LACTOGROW PRO 3+ untuk anak usia 3 tahun ke atas dilengkapi Lactobacillus reuteri DSM 17938 dan prebiotik FOS:GOS untuk mendukung kesehatan pencernaan Si Kecil. Nestlé adalah satu-satunya pemegang lisensi L. reuteri DSM 17938 untuk produk susu pertumbuhan.*

Lihat LACTOGROW PRO 1+ | Lihat LACTOGROW PRO 3+

Pertanyaan Seputar Susu Pertumbuhan

1. Susu apa yang baik untuk anak?

Susu yang baik untuk anak adalah susu yang sesuai usianya, mengandung protein, kalsium, vitamin D, dan zat besi, rendah atau tanpa gula tambahan, serta tidak menimbulkan keluhan pencernaan. Untuk anak di bawah 1 tahun, ASI tetap menjadi pilihan utama.

2. Kapan anak mulai boleh minum susu pertumbuhan?

Anak mulai boleh minum susu pertumbuhan atau susu sapi sebagai minuman sejak usia 1 tahun. Sebelum usia 1 tahun, bayi diberi ASI, atau susu formula bayi jika ASI tidak memungkinkan, sesuai saran tenaga kesehatan.

3. Berapa banyak anak 1 sampai 3 tahun boleh minum susu per hari?

Anak usia 1 sampai 2 tahun cukup minum sekitar 2 sampai 3 gelas susu per hari (480 sampai 720 ml). Susu yang terlalu banyak dapat mengurangi nafsu makan dan asupan zat besi dari makanan.

4. Bagaimana cara memilih susu pertumbuhan untuk pencernaan anak?

Pilih susu pertumbuhan yang mengandung prebiotik seperti FOS dan GOS serta probiotik dengan strain yang sudah diteliti, misalnya L. reuteri DSM 17938. Pastikan juga Si Kecil tidak mengalami diare, kembung, atau sembelit setelah meminumnya.

5. Bagaimana tanda susu tidak cocok untuk anak?

Tanda susu tidak cocok untuk anak antara lain diare, perut kembung, muntah, ruam kulit, sembelit, atau BAB berdarah setelah minum susu. Konsultasikan ke dokter untuk memastikan apakah Si Kecil mengalami alergi protein susu sapi atau intoleransi laktosa.

6. Apakah susu kental manis boleh untuk anak?

Susu kental manis tidak dianjurkan sebagai minuman susu anak karena kandungan gulanya tinggi. BPOM melarang SKM digunakan sebagai pengganti ASI atau satu-satunya sumber gizi.


Referensi:

  1. World Health Organization. Infant and young child feeding. Fact sheet.
  2. Codex Alimentarius Commission. Standard for Follow-up Formula for Older Infants and Product for Young Children (CXS 156-1987, revisi 2023).
  3. American Academy of Pediatrics, HealthyChildren.org. Recommended Drinks for Young Children Ages 0-5.
  4. Skórka A, et al. Infant formulae supplemented with prebiotics: a systematic review and meta-analysis of randomised controlled trials. Br J Nutr. 2018.
  5. Szajewska H, et al. Use of Probiotics for the Management of Acute Gastroenteritis in Children: An Update. J Pediatr Gastroenterol Nutr. 2020;71(2):261-269.
  6. Vos MB, et al. Added sugars and cardiovascular disease risk in children: a scientific statement from the American Heart Association. Circulation. 2017;135(19):e1048-e1109.
  7. Centers for Disease Control and Prevention. Raw Milk.
  8. Badan Pengawas Obat dan Makanan. Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan.
  9. IDAI. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-makanan-pendamping-air-susu-ibu-mpasi
     



Bagikan : Facebook WhatsApp