Ditulis Oleh: Tim Penulis
Ditinjau Oleh: Mifta Novikasari, S.P, M.K.M
Diare dapat terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak. Namun, perlu dipahami bahwa diare juga dapat menyerang anak-anak dan gejalanya bisa lebih parah.
Diare merupakan kondisi gangguan kesehatan yang menyebabkan seseorang buang air besar lebih sering dan lebih encer. Biasanya setelah buang air besar dan encer terjadi lebih dari tiga kali dalam sehari.
Mengenal Diare Anak
Diare pada anak umumnya disebabkan oleh virus penyebab gastroenteritis yang mudah menular.
Gastroenteritis adalah penyakit radang usus akibat infeksi virus, bakteri, atau parasit. Penyebab gastroenteritis yang paling umum adalah rotavirus, norovirus, adenovirus, dan astrovirus.
Diare yang ditimbulkan radang usus membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh, antara satu minggu hingga 10 hari. Biasanya, diare yang dialami anak disertai dengan muntah dan disertai demam.
Pertolongan Pertama pada Diare Anak
Saat diare disertai muntah, cairan tubuh akan banyak keluar. Kondisi ini berisiko menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi perlu diwaspadai karena jika tidak ditangani dapat berakibat fatal.
Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan saat anak yang menderita diare menunjukkan tanda-tanda dehidrasi? Berikut pertolongan pertama yang bisa Moms lakukan!
1. Jaga asupan cairan si Kecil
Kunci utama menghindarkan anak dari dehidrasi adalah memastikan asupan cairan terpenuhi. Saat dehidrasi, berarti tubuh kehilangan banyak cairan. Dehidrasi saat diare dapat menurunkan berat badan hingga lebih dari 3%.
2. Berikan larutan oralit dan makanan berair
Oralit berfungsi mengganti cairan yang keluar selama diare. Bila si Kecil muntah setelah minum oralit, tunda dulu sebentar lalu berikan kembali sedikit demi sedikit. Selain oralit, Moms dapat memberi makanan berair untuk menambah cairan tubuh. Bisa dengan sup atau sayur berkuah.
3. Hindari teh atau soda
Walaupun anak dianjurkan banyak minum saat diare, namun ada minuman yang sebaiknya dihindari, yaitu teh dan minuman bersoda. Teh mengandung kafein yang membuat feses menjadi lunak. Kafein juga bersifat diuretik atau dapat meningkatkan jumlah cairan yang dikeluarkan dari tubuh bersama urine. Alasan yang sama untuk menghindari minuman bersoda saat diare.
Bahaya Diare pada Anak yang Tidak Tertangani
Jika dibiarkan dan tidak tertangani dengan baik, diare yang berujung dehidrasi bisa berakibat fatal. Padahal, anak-anak lebih rentan mengalami dehidrasi saat diare. Hal itu menyebabkan kondisi mereka memburuk lebih cepat.
WHO mencatat diare sebagai penyebab utama kedua kematian pada anak balita dan bertanggung jawab terhadap kematian sekitar 525.000 anak di seluruh dunia setiap tahunnya. Selain muntah dan dehidrasi, anak-anak yang mengalami diare biasanya juga merasakan sakit perut, demam tinggi, serta kehilangan selera makan.
Si Kecil juga mungkin tampak lemas dan terkadang tidak mau makan dan minum. Hal ini tentu membuat khawatir karena takut si Kecil mengalami kekurangan zat gizi. Maka dari itu, meski nafsu makan si Kecil berkurang, asupan makanan yang masuk ke dalam tubuhnya harus tetap diperhatikan. Berikan makanan dalam porsi kecil tapi lebih sering, misalnya setiap 3-4 jam. Hal itu dilakukan demi tetap memenuhi kebutuhan zat gizi si Kecil selama diare.
Memberikan asupan yang tepat membantu:
- Mencegah dehidrasi
- Mempercepat pemulihan usus
- Menjaga berat badan tetap stabil
- Mendukung sistem imun si Kecil
Nutrisi Masa Pemulihan Diare pada Anak
Tak hanya selama diare, asupan nutrisi anak juga harus diperhatikan saat masa pemulihan. Berikut ini adalah kebutuhan nutrisi untuk anak diare yang harus dipenuhi:
1. Cairan
Cairan adalah prioritas utama. Moms perlu memastikan si Kecil tetap terhidrasi dengan baik. Beberapa pilihan cairan yang dianjurkan antara lain:
- Air putih
- ASI (jika masih menyusui dan tetap diberikan seperti biasa)
- Larutan oralit
- Sup bening
Menurut Mayo Clinic, sebuah institusi medis akademik yang berbasis di Amerika Serikat merekomendasikan rehidrasi oral sebagai langkah utama penanganan diare ringan hingga sedang pada anak.
2. Elektrolit
Elektrolit seperti natrium dan kalium penting untuk menjaga keseimbangan cairan dan fungsi otot. Kekurangan elektrolit dapat menyebabkan tubuh semakin lemas. Sumber elektrolit yang baik antara lain:
- Oralit
- Sup kaldu
- Pisang (mengandung kalium alami)
3. Makanan Lembut dan Mudah Dicerna
Saat usus sedang sensitif, pilih makanan yang ringan dan tidak membebani sistem pencernaan. Contoh makanan yang dianjurkan:
- Nasi putih atau bubur
- Kentang rebus
- Pisang matang
- Roti tawar
- Wortel rebus
- Dada ayam tanpa lemak
Makanan diberikan dalam porsi kecil namun lebih sering, misalnya setiap 3–4 jam. Strategi ini membantu menjaga asupan energi tetap stabil tanpa membuat perut si Kecil terasa penuh.
Pendekatan ini merupakan bagian penting dari nutrisi untuk anak diare agar tubuh tetap mendapat energi untuk proses penyembuhan.
Makanan yang Harus Dihindari
Beberapa makanan dapat memperparah diare karena sulit dicerna atau merangsang usus bekerja lebih aktif. Hindari:
- Makanan berlemak dan digoreng
- Makanan pedas dan berbumbu tajam
- Minuman bersoda
- Jus buah tinggi gula
- Permen dan camilan manis
Menurut Seattle Children’s Hospital, makanan tinggi gula dapat menarik lebih banyak cairan ke dalam usus dan memperburuk diare. Karena itu, pemilihan makanan menjadi kunci penting dalam strategi pemenuhan nutrisi untuk anak diare.
Anak yang susah makan berisiko kekurangan nutrisi untuk pertumbuhan. Maka dari itu susu penambah nutrisi untuk anak 3 tahun yang susah makan dapat diberikan kepada si Kecil. Jika anak masih tidak nafsu makan, tidak ada salahnya memberi susu anak susah makan.
Biasanya si Kecil mulai susah makan ketika usia 3 tahun karena mulai bisa memilih makanan yang disukai dan tidak. Pemberian susu yang bagus untuk anak 3 tahun yang susah makan dapat menjadi alternatif solusi.
LACTOGROW PRO 1+ untuk anak usia 1–3 tahun dan LACTOGROW PRO 3+ untuk anak usia 4–5 tahun adalah satu-satunya susu pertumbuhan dengan Lactobacillus reuteri yang terbukti secara klinis dapat mendukung kesehatan pencernaan anak, diperkaya dengan Omega 3 & 6, prebiotik Inulin, 13 vitamin, dan 7 mineral.
Demikian penjelasan tentang pertolongan pertama yang bisa dilakukan saat terjadi diare pada anak. Semoga informasinya bermanfaat, ya Moms!
Pertanyaan Seputar Nutrisi Saat Diare:
- Makanan apa saja yang aman dikonsumsi anak saat diare?
Makanan yang aman antara lain nasi putih, bubur, kentang rebus, pisang, roti tawar, sup bening, wortel rebus, serta sumber protein ringan seperti ayam tanpa lemak dan telur matang. Pilih makanan yang lembut, mudah dicerna, dan tidak berbumbu tajam.
- Bagaimana memastikan anak tetap mendapat nutrisi cukup saat diare?
Berikan makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering (setiap 3–4 jam). Tetap lanjutkan ASI (jika masih menyusui) atau susu sesuai anjuran dokter, dan jangan menghentikan makan sepenuhnya. Fokus pada makanan bergizi seimbang yang mudah dicerna agar kebutuhan energi dan protein tetap terpenuhi.
- Apa minuman yang membantu menjaga cairan tubuh anak?
Oralit adalah pilihan utama untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang. Selain itu, air putih, ASI, sup berkuah, dan cairan elektrolit khusus anak juga membantu mencegah dehidrasi. Hindari minuman bersoda, teh berkafein, dan jus tinggi gula karena dapat memperparah diare.
Referensi:
- Mayo Clinic Staff. (n.d.). Diarrhea: Symptoms and causes. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diarrhea/symptoms-causes/syc-20352241
- Seattle Children’s Hospital. (n.d.). Vomiting with diarrhea. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/vomiting-with-diarrhea/
- Felman, A. (n.d.). What to drink when you have diarrhea, and what to avoid. Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320124
- World Health Organization. (n.d.). Diarrhoeal disease. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease
- Healthdirect Australia. (n.d.). Diarrhoea in children. https://www.healthdirect.gov.au/diarrhoea-in-children
- Ikatan Dokter Anak Indonesia. (n.d.). Keluhan diare pada anak. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-diare-pada-anak
- Seattle Children’s Hospital. (n.d.). Vomiting with diarrhea. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/vomiting-with-diarrhea/
Artikel Terkait