Waktu Baca: 3 menit
Apa itu kolik? Kolik adalah kondisi ketika anak menangis terus menerus dengan penyebab yang kurang jelas. Jika Si Kecil menangis terus padahal popoknya kering dan ia juga sudah kenyang, kemungkinan Si Kecil mengalami kolik, Moms. Penyebab kolik pada anak biasanya terjadi di masa awal kehidupannya dan menunjukkan gejala seperti tangisan yang terus menerus tanpa sebab yang jelas, tubuhnya terlihat tegang seperti kaki dan tangan yang kaku, tangan yang menggenggam, dan juga perut yang tegang.
Membedakan Kolik dan Sekadar Rewel Biasa
Moms, anak nangis kejer malam hari memang meresahkan, tetapi mungkin saja itu bukan kolik, lho. Bisa jadi, Si Kecil hanya merasa lapar, mengantuk, atau kelelahan akibat stimulasi berlebih (overstimulated). Namun, jika Si Kecil menangis tanpa henti, bahkan semakin intens dari siang hingga malam, mereka mungkin mengalami kolik
5 Penyebab Kolik pada Anak
Ada beberapa penyebab kolik anak, yang sebagian besar berhubungan dengan saluran pencernaan. Yuk, simak apa saja kemungkinan penyebab kolik pada anak di bawah ini dan apa itu kolik pada anak.
1. Alergi Protein Susu Sapi
Penyakit kolik pada anak bisa disebabkan karena alergi protein pada susu sapi. Apalagi mengingat pada masa usia dini ini saluran pencernaan si Kecil memang belum terbentuk dengan sempurna. Jadi ada baiknya Moms memeriksa riwayat alergi pada keluarga terdekat. Moms juga perlu memperhatikan kondisi tubuh Si Kecil. Jika ada ruam di kulit Si Kecil, terutama di pipi, maka kemungkinan Si Kecil memang memiliki alergi.
2. Intoleransi Laktosa
Hal lain yang dapat menyebabkan penyakit kolik pada anak biasanya berhubungan dengan saluran pencernaan, yaitu intoleransi terhadap laktosa. Dalam saluran pencernaan Si Kecil, laktosa akan dicerna oleh enzim laktase di usus menjadi glukosa dan galaktosa. Tetapi, lagi-lagi karena perkembangan saluran pencernaan Si Kecil belum sempurna, Si Kecil bisa mengalami gejala intoleransi laktosa yang kemudian mengakibatkan kolik. Biasanya, indikasi gangguan cerna akibat intoleransi laktosa juga bisa terlihat dari feses Si Kecil. Anak yang mengalami intoleransi laktosa sering mengalami diare setelah mengkonsumsi susu atau produk olahan susu.
3. Sensivitas terhadap Asupan Tertentu
Secara medis, salah satu faktor penyebab kolik adalah karena Si Kecil sensitif atau tidak dapat menoleransi asupan tertentu. Tangisan yang terus-menerus ini juga bisa menjadi pertanda adanya alergi makanan, contohnya alergi terhadap susu sapi. Bagi Moms yang memberikan ASI, meski belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa mengubah pola makan akan membantu mengatasi kolik, beberapa ibu menyusui mengaku gejala tersebut berkurang setelah mereka membatasi makanan pedas, kafein, dan alkohol.
4. Refluks Gastroesofagus (GER)
Penyebab kolik pada anak adalah refluks gastroesofagus atau GER. Di masa awal kehidupannya ini, katup antara kerongkongan dan lambung Si Kecil belum berfungsi dengan sempurna sehingga saat terisi cairan katupnya tetap terbuka dan cairan mudah mengalir kembali dari lambung ke kerongkongan. Ini yang kemudian Moms kenal sebagai gumoh. Asam lambung yang mengenai selaput lendir di kerongkongan dapat menimbulkan iritasi dan rasa sakit yang mengakibatkan kolik. Karenanya, memastikan Si Kecil sendawa setelah minum adalah hal yang penting.
5. Faktor Hormon dan Stimulasi Berlebihan
Hal lain yang menjadi penyebab anak kolik adalah kondisi hormon, stimulasi berlebihan dari cahaya, suara dan sebagainya, atau sistem syaraf yang masih belum sempurna perkembangannya.
Baca Juga: Anak Mengeluh Sakit Perut? Ini Pertolongan yang Tepat!
Gejala Kolik pada Balita dan Bayi
- Berusia lebih dari 4 bulan
- Saat diangkat tubuh terkulai
- Berat badan sulit bertambah
- Bayi tidak nafsu makan
- Pola buang air besar dan kecil tidak normal
Setelah memahami beberapa penyebab dan gejala kolik pada bayi, Moms bisa mencegah dan mengatasi kolik pada anak 1 tahun dengan beberapa cara berikut.
- Pijat perut dengan minyak hangat
- Mandikan anak dengan air hangat
- Gendong selama ia menangis
- Berikan asupan probiotik
7 Cara Menenangkan Kolik pada Anak
Mungkin Moms sudah sering menerima saran dari keluarga atau teman terkait si Kecil yang tantrum, termasuk kolik pada anak. Kenyataannya, kondisi setiap anak berbeda-beda sehingga Moms disarankan banyak mencoba jika salah satu cara tidak berhasil. Berikut daftar cara menenangkan kolik yang dapat Moms coba:
- Tenangkan dengan gerakan berirama/mengayun
- Ciptakan suasana tenang dan bebas overstimulasi
- Bedong bayi agar hangat dan nyaman
- Gendong atau taruh di stroller untuk berjalan-jalan
- Mainkan suara dengan kebisingan acak (white noise), misalnya suara kipas angin
- Hilangkan semua gangguan yang menarik perhatian Si Kecil, misalnya lampu
Selain itu, perhatikan pula bagaimana cara Moms memberikan makanan. Jika Si Kecil menangis, coba terapkan jadwal makan yang pasti atau berikan makan ketika Si Kecil menangis atau merasa lapar. Setelah makan, coba gendong tegak sembari dipijat agar Si Kecil bersendawa.
Jika cara menenangkan di atas tidak berhasil, tenaga profesional umumnya akan menyarankan penggantian diet. Contohnya, jika menggunakan susu formula, Moms akan disarankan menggunakan susu yang terhidrolisis. Jika Moms menyusui, Moms disarankan mengganti menu makanan yang biasanya menjadi alergen, seperti olahan susu, kacang, atau gandum.
Melihat bahwa kolik pada anak umumnya terjadi karena sistem pencernaan yang belum berkembang sempurna, kondisi ini termasuk hal yang cukup umum dialami Si Kecil. Yang terpenting, Moms memahami penyebab kolik pada anak usia 1–3 tahun, tetap tenang saat menghadapinya, serta terus memperhatikan kondisi Si Kecil dan berkonsultasi dengan dokter jika diperlukan.
Jika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda kolik, Moms dapat mencari cara yang tepat untuk meredakannya, termasuk memperhatikan asupan nutrisi hariannya. Berikan juga susu pertumbuhan yang mendukung kesehatan pencernaan.
Salah satunya, LACTOGROW dengan formula baru yang mengandung L. reuteri untuk membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di saluran cerna, serta dilengkapi serat pangan dan 0 g sukrosa yang membantu mengontrol asupan gula harian.
Pertanyaan Seputar Kolik Pada Anak
1. Apakah anak balita masih bisa terkena kolik?
Perlu dipahami bahwa kolik biasanya terjadi pada bayi di enam bulan pertama kelahirannya. Namun, kolik atau menangis berlebihan bisa terjadi jika ada masalah tertentu, seperti masalah pencernaan, alergi makanan, atau intoleransi.
2. Apa beda kolik dan tantrum pada balita?
Pada umumnya, kolik dipicu oleh rasa tidak nyaman secara fisik pada bayi, khususnya di area pencernaan. Oleh karenanya, Si Kecil akan memperlihatkan gestur kesakitan, seperti mengepal tangan kuat-kuat. Sementara itu, tantrum pada balita dapat dipicu oleh kondisi psikologis, seperti frustrasi ketika keinginannya tidak dipenuhi.
Referensi:
1. Colic relief tips for parents - American Academy of Pediatrics. Retrieved on May 6th 2026 from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/crying-colic/Pages/Colic.aspx
2. Lactose Intolerance - Mayo Clinic. Retrieved on May 6th 2026 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lactose-intolerance/symptoms-causes/syc-20374232
3. Colic - Symptoms and causes - Mayo Clinic. Retrieved on May 6th 2026 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/colic/symptoms-causes/syc-20371074
4. Colic - Breastfeeding - Best Start in Life - NHS. Retrieved on May 6th 2026 from https://www.nhs.uk/best-start-in-life/baby/feeding-your-baby/breastfeeding/breastfeeding-challenges/colic/
5. Colic - Diagnosis and treatment - Mayo Clinic. Retrieved on May 6th 2026 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/colic/diagnosis-treatment/drc-20371081
Artikel Terkait