Parenting Corner

Ini 3 Ciri Bayi Sakit Perut yang Moms Harus Waspadai

07 September 2026

ciri-ciri bayi sakit perut

Ciri bayi sakit perut yang paling umum adalah rewel dan menangis terus-menerus, karena si Kecil belum bisa mengungkapkan rasa tidak nyaman yang dirasakannya. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh gas berlebih, kolik, atau masalah pencernaan ringan.

Namun, ada juga keadaan tertentu yang memerlukan pemeriksaan dokter. Oleh karena itu, penting bagi Moms memahami tanda-tanda bayi sakit perut agar bisa memberikan penanganan tepat sekaligus mengetahui kapan si Kecil perlu mendapat bantuan medis.

Bagaimana Cara Mengetahui Bayi Sedang Sakit Perut?

Karena belum dapat bicara, bayi biasanya menunjukkan rasa tidak nyaman melalui perubahan perilaku dan gerakan tubuh sebagai berikut: 

  • Menangis lebih lama dari biasanya
  • Bayi lebih rewel dan tampak gelisah 
  • Bayi tampak sulit tidur
  • Menolak menyusu dan makan
  • Bayi muntah
  • Perut bayi kembung dan keras
  • Bayi tampak susah atau lebih sering buang angin
  • Terdapat perubahan pada feses
  • Mengejan saat BAB

3 Ciri Bayi Sakit Perut

Sakit perut pada bayi umumnya disebabkan oleh adanya gas berlebih di saluran cerna, kolik, atau proses adaptasi sistem pencernaan si Kecil yang masih berkembang. Berikut ciri-ciri bayi sakit perut selengkapnya:

1. Menangis Berlebihan dan Tidak Wajar

Tangisan merupakan cara utama bayi berkomunikasi. Namun, tidak semua tangisan memiliki arti yang sama. Salah satu ciri-ciri bayi sakit perut yang perlu diperhatikan adalah pola tangisan yang berbeda dari biasanya.

Tangisan karena lapar umumnya berhenti setelah bayi menyusu. Sementara itu, tangisan karena mengantuk biasanya mereda ketika bayi digendong atau ditenangkan, hingga ia tertidur.

Berbeda dengan kedua kondisi tersebut, tangisan kolik cenderung terjadi secara tiba-tiba, berlangsung lama, dan sulit ditenangkan. Umumnya, kondisi ini terjadi pada bayi baru lahir hingga ia berusia 5 bulan. Bayi bisa menangis dengan suara lebih keras, wajah memerah, serta tubuh tampak tegang.

Tangisan kolik juga sering muncul pada sore atau malam hari serta berlangsung selama kurang lebih 3 jam lamanya dalam sehari. Selain menangis, si Kecil mungkin akan menarik kaki ke arah perut atau menggeliat terus-menerus.

2. Bayi Menarik Kedua Kaki ke Arah Dada

Salah satu ciri-ciri bayi sakit perut juga bisa berupa gerakan kaki bayi menarik kedua kakinya ke arah dada. Gerakan kaki bayi sakit perut ini sering dikaitkan dengan kondisi gas berlebih atau kolik pada bayi.

Saat merasa tidak nyaman di area perut, si Kecil mungkin tampak menendang-nendangkan kaki, menggeliat, atau melengkungkan punggungnya. Pada beberapa kasus, bayi juga terlihat mengejan sambil menangis.

Kondisi ini dapat terjadi karena adanya tekanan gas di saluran cerna yang membuat perut bayi kembung atau nyeri. Biasanya, gejala akan berkurang setelah bayi buang angin atau BAB.

Moms juga mungkin melihat bayi nangis karena perut melilit. Tangisan ini muncul bersamaan dengan tubuh bayi yang tampak menegang dan kaki ditarik ke arah perut. Pada kasus yang jarang terjadi, kondisi tersebut kerap dikenal dengan intususepsi, yakni kondisi serius di mana usus bayi menyusup ke bagian usus lainnya. Kondisi ini paling sering terjaadi pada bayi dan anak usia 3 bulan hingga 3 tahun.

3. Perut Bayi Kembung, Keras, dan Berbunyi

Saat bayi menunjukkan tanda sakit perut, umumnya area perut si Kecil terasa lebih keras ketika disentuh. Beberapa bayi juga tampak lebih sering buang angin atau mengeluarkan suara dari perutnya.

Gas di saluran cerna sebenarnya merupakan hal yang normal. Namun, jika jumlahnya berlebihan, bayi bisa merasa tidak nyaman dan menjadi lebih rewel.

Pada beberapa kondisi, perut bayi kembung dapat terjadi karena bayi terlalu banyak menelan udara saat menyusu, sistem pencernaan yang belum matang, atau sensitivitas terhadap makanan tertentu.

Moms perlu waspada apabila perut bayi tampak sangat membesar, keras, atau disertai muntah dan demam. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pencernaan yang memerlukan pemeriksaan dokter.

Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan Saluran Cerna Si Kecil

5 Cara Menenangkan Bayi Sakit Perut

Jika si Kecil menunjukkan tanda-tanda sakit perut, Moms bisa coba langkah sederhana untuk menenangkannya di rumah berikut ini: 

1. Pijat Lembut Perut Bayi

Pijatan lembut pada area perut dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat gas. Moms dapat memijat perut bayi secara perlahan dengan gerakan memutar searah jarum jam.

Selain membantu bayi merasa lebih rileks, pijatan juga dapat membantu mendorong gas keluar dari saluran cerna.

Pastikan pijatan dilakukan dengan lembut dan hindari menekan perut terlalu kuat.

2. Gerakkan Kaki Bayi Seperti Mengayuh

Untuk meredakan perut bayi yang kembung, Moms bisa coba gerakkan kaki si Kecil seperti mengayuh sepeda. Langkah ini dapat merelaksasi otot-otot perut sehingga memudahkan gas keluar dari perut. 

3. Bantu Bayi Sendawa

Sendawa dapat membantu mengeluarkan udara yang tertelan saat menyusu. Karena itu, Moms dianjurkan membantu si Kecil sendawa setelah selesai menyusu.

Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi perut bayi kembung dan membuat si Kecil lebih nyaman.

4. Perbaiki Proses Pelekatan Saat Menyusui

Proses pelekatan saat menyusui ternyata bisa jadi penyebab sakit perut pada bayi. Apabila Moms mengalami produksi ASI berlebih, bayi bisa menelan banyak udara saat menyusu yang berisiko menyebabkan perut si Kecil kembung. 

Untuk itu, perbaiki proses pelekatan agar si Kecil nyaman dan tidak menelan banyak udara saat menyusu.

5. Perbanyak Asupan Serat

Jika bayi sudah mulai makan makanan padat, Moms bisa berikan lebih banyak makanan tinggi serat. Berikan buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan. Pemberian makanan kaya serat dapat bantu mengatasi sembelit pada bayi. 

Kapan Sakit Perut Bayi Perlu Diperiksa Ke Dokter Anak?

Ada beberapa kondisi yang memerlukan pemeriksaan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dengan lebih jelas. Moms disarankan segera membawa bayi sakit perut ke dokter apabila:

  • Bayi menangis terus-menerus dan sulit ditenangkan
  • Perut bayi tampak sangat keras atau membesar
  • Bayi mengalami muntah berulang
  • Terdapat darah pada BAB
  • Bayi demam
  • Nafsu menyusu menurun
  • Bayi tampak sangat lemas
  • Berat badan sulit naik

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab sakit perut pada bayi dan menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi si Kecil.

Memahami ciri bayi sakit perut sejak dini dapat membantu Moms memberikan penanganan yang tepat dan mencegah kondisi bertambah parah. Ingin mendapatkan lebih banyak insight tumbuh kembang Si Kecil? Yuk, gabung LACTOCLUB Community untuk sharing pengalaman, tips parenting, dan berdiskusi bersama Expert!

Pertanyaan Seputar Ciri-Ciri Bayi Sakit Perut

  1. Bagaimana cara mengetahui bayi sedang sakit perut? 
    Bayi sakit perut biasanya lebih rewel, menangis terus-menerus, sulit tidur, menarik kaki ke dada, perut terasa keras, atau tidak mau saat menyusu.
     
  2. Kenapa bayi menarik kakinya ke dada saat menangis?
    Bayi menarik kaki ke dada saat menangis bisa menjadi tanda gas berlebih, kolik, atau perut kembung yang membuat area perutnya terasa tidak nyaman.

Referensi:

Garone, S. (2021, September 16). How to Soothe Your Baby’s Tummy Troubles. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/baby/baby-upset-stomach#symptoms   

NHS website. (2017, October). Colic. Nhs.Uk. https://www.nhs.uk/conditions/colic/

Sue, W. (2020, February 13). Why Babies Pull Their Legs to Their Chest. Thebump.Com; The Bump. https://www.thebump.com/a/baby-pull-up-legs

Wolfe, D. (2024, November 18). What to Do About Newborn and Infant Tummy Cramps and Abdominal Pains. Thebump.Com; The Bump. https://www.thebump.com/a/tummy-troubles 

Abdominal Pain in Infants: 8 Possible Reasons Your Baby’s Tummy Hurts. (2023, May 8). HealthyChildren.Org. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/abdominal/Pages/Abdominal-Pains-in-Infants.aspx




Bagikan : Facebook WhatsApp


Artikel Terkait

Lihat Artikel Lainnya