Parenting Corner

12 Pilihan Makanan Yang Aman untuk Si Kecil Saat Diare

26 November 2025

Makanan untuk anak diare

Ditulis Oleh: Tim Penulis

Ditinjau Oleh: Mifta Novikasari S.P. M.K.M

Makanan untuk anak diare sebaiknya yang lembut dan mudah dicerna agar tidak membebani pencernaannya, sehingga si Kecil bisa lebih cepat pulih dan tetap nyaman selama masa pemulihan.

Saat si Kecil mengalami diare, memilih makanan yang tepat menjadi salah satu langkah penting yang bisa Moms lakukan di rumah. Simak pilihan makanan yang membantu mendukung pemulihan sekaligus tips pemberiannya agar anak tetap nyaman dan nutrisinya tercukupi.

12 Pilihan Makanan yang Aman Dikonsumsi untuk Anak Diare

Menurut IDAI, makanan untuk anak yang sedang diare pilih makanan bertekstur lembut, rendah serat, dan mudah dicerna agar tidak membebani sistem pencernaan. Untuk mendukung pemulihan, Moms juga bisa memberikan makanan yang mengandung kalium dan probiotik karena bermanfaat menjaga keseimbangan cairan tubuh serta kesehatan usus Si Kecil.

Berikut beberapa contoh makanan yang aman untuk anak diare:

1. Nasi Putih

Nasi putih polos merupakan pilihan makanan yang aman saat anak diare karena rendah serat dan mudah dicerna oleh perut.

Teksturnya yang lembut membantu memadatkan feses sekaligus memperlambat frekuensi buang air besar. 

Selain itu, nasi juga menjadi sumber energi sederhana yang dibutuhkan tubuh anak agar tetap bertenaga selama masa pemulihan.

2. Pisang

Pisang adalah salah satu pilihan buah yang aman untuk anak diare. Pasalnya, pisang tinggi kalium, mineral penting yang membantu menggantikan elektrolit yang hilang dari tubuh. 

Selain itu, pisang juga mengandung pektin (serat larut air) yang berfungsi menyerap kelebihan cairan di usus, sehingga membantu memadatkan feses dan mengurangi frekuensi diare pada anak.

3. Apel

Apel dikenal sebagai salah satu buah yang bagus untuk dikonsumsi saat anak diare. Buah ini mengandung pektin, yaitu sejenis pati yang dapat membentuk gel di dalam usus. 

Pektin membantu memperlambat pergerakan usus dan membuat feses lebih padat, sehingga gejala diare bisa lebih cepat mereda.

Menariknya, jus apel yang sudah diencerkan dengan air juga bisa menjadi pilihan aman untuk membantu mengatasi dehidrasi ringan pada anak diare akibat gastroenteritis. 

Sebaiknya hindari memberikan 100% jus buah segar (yang tidak diencerkan) atau jus apel kemasan saat anak sedang diare, karena kandungan gulanya dapat memperparah kondisi.

4. Telur Rebus

Pada sebagian besar kasus, telur termasuk makanan yang aman untuk anak diare karena dapat membantu memperlambat frekuensi buang air besar dan membuat anak lebih cepat pulih. 

Telur rebus juga lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan yang sedang sensitif, selama anak tidak memiliki alergi terhadap telur. Hindari memberikan telur goreng karena kandungan lemak dari minyak atau mentega dapat membuat pencernaan bekerja lebih berat.

Namun, ada kondisi tertentu yang perlu diperhatikan. Jika diare terjadi karena gangguan seperti Irritable Bowel Syndrome dan telur menjadi pemicunya, konsumsi telur justru bisa memperparah gejala si Kecil. Dalam situasi ini, sebaiknya Moms konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memberi telur pada anak.

5. Sup Kaldu

Sup kaldu dari ayam, daging sapi, atau sayuran bisa menjadi pilihan tepat saat anak mengalami diare. Kandungannya membantu menggantikan cairan, elektrolit seperti natrium dan kalium, serta mineral yang hilang akibat sering buang air besar.

Terlebih lagi, kaldu tulang mengandung gelatin yang dapat membantu melapisi dan meredakan iritasi pada saluran cerna. Nutrisi seperti asam amino dan sedikit protein di dalamnya juga bermanfaat untuk menjaga energi anak selama masa pemulihan.

Kaldu juga mudah dikonsumsi ketika anak merasa mual atau kehilangan nafsu makan karena tidak membutuhkan proses pencernaan yang rumit.

6. Daging Ayam Tanpa Lemak

Khusus untuk anak yang sedang diare, ayam panggang tanpa kulit, tanpa bumbu, dan tidak digoreng menjadi pilihan yang aman sekaligus dianjurkan. 

Daging ayam termasuk sumber protein rendah lemak yang lebih ringan bagi sistem pencernaan, sehingga tidak memperparah kondisi usus yang sedang sensitif.

Menu sederhana seperti ini juga termasuk dalam pola makan hambar (bland diet) yang membantu memperbaiki lapisan usus tanpa memicu iritasi tambahan. Pastikan ayam dimasak hingga matang sempurna, namun tidak berminyak, agar tetap aman dan nyaman dikonsumsi oleh si Kecil.

Baca Juga: Apa Saja Nutrisi Penting untuk Diare? Cek di Sini!

7. Kentang Rebus

Kentang rebus tanpa tambahan mentega atau bumbu bisa menjadi pilihan makanan yang aman untuk anak diare.

Teksturnya yang lembut dan kandungan karbohidratnya membantu melapisi dinding lambung, sehingga dapat meredakan rasa tidak nyaman atau iritasi.

Selain mudah dicerna, kentang rebus juga memberikan energi yang dibutuhkan tubuh tanpa membebani sistem pencernaan. 

Makanan ini cocok diberikan saat anak mengalami masalah pencernaan seperti gastritis, alergi makanan, atau sebagai alternatif makanan pasca diare.

8. Roti Tawar

Saat anak diare, Moms bisa coba memberikan makanan yang cenderung hambar, rendah serat, dan mudah dicerna, seperti roti tawar putih.

Untuk variasi, Moms juga bisa berikan roti tawar panggang untuk si Kecil dipanggang dulu agar rasanya sedikit lebih gurih. Namun, jangan berikan topping atau selai apa pun. 

Sebaiknya hindari roti berbahan gandum utuh (whole grain), karena lebih sulit dicerna dan bisa membebani sistem pencernaan anak yang sedang sensitif.

9. Biskuit Asin

Jika si Kecil tidak suka roti tawar, coba berikan camilan yang mengandung sedikit garam, seperti crackers asin. 

Garam mengandung natrium yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, terutama saat anak sedang mengalami diare. 

Karena itu, memberikan camilan ringan seperti biskuit asin atau pretzel bisa menjadi pilihan praktis untuk membantu menambah asupan natrium sekaligus tetap ramah di perut si kecil.

Selain mudah dikonsumsi, biskuit juga cenderung tidak membebani sistem pencernaan yang sedang sensitif.

10. Yoghurt

Saat anak mengalami diare, asupan probiotik dapat membantu menyeimbangkan bakteri baik di usus dan mempercepat pemulihan agar pencernaan si Kecil bisa kembali bekerja dengan normal

Salah satu pilihan makanan untuk anak diare yang tinggi probiotik adalah yogurt. Namun, pilih yogurt plain tanpa tambahan gula dan perisa agar tidak memperburuk kondisi anak. Pastikan juga yogurt yang Moms pilih berlabel “live and active cultures” sebagai tanda mengandung bakteri hidup.

Jika si Kecil sensitif terhadap laktosa atau memiliki intoleransi laktosa, Moms bisa memilih yogurt bebas laktosa atau alternatif non-susu agar tetap aman dikonsumsi. Yogurt juga bagus dikonsumsi sebagai makanan pasca diare untuk menjaga kesehatan pencernaan si Kecil

11. Tempe

Tempe aman dikonsumsi saat anak diare karena merupakan sumber probiotik alami.

Kandungan bakteri baik di dalamnya membantu menjaga keseimbangan mikroflora usus, terutama bakteri baik Bifidobacterium yang hidup di saluran pencernaan.

Keseimbangan ini berperan penting dalam mendukung kesehatan lambung dan sistem pencernaan secara menyeluruh.

12. Air Kelapa Muda

Air kelapa mengandung banyak elektrolit untuk membantu mengganti cairan tubuh dengan lebih cepat saat anak diare. 

Kandungan natrium di dalamnya berfungsi memperlambat kehilangan cairan sekaligus membantu tubuh menahannya lebih lama, sedangkan gula alaminya membantu penyerapan natrium menjadi lebih efektif.

Kombinasi keduanya membuat tubuh lebih cepat terhidrasi kembali. Menariknya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa manfaat air kelapa dinilai sebanding dengan minuman isotonik dalam membantu proses rehidrasi saat diare.

Pastikan memilih air kelapa murni tanpa pemanis tambahan dan jangan biarkan si Kecil minum air kelapa secara berlebihan agar kondisi tidak semakin memburuk.

Pantangan Makanan dan Minuman Saat Anak Diare

Moms tidak perlu menghentikan atau membatasi makan saat si Kecil diare. Justru, tetap memberikan makanan dengan variasi yang tepat dapat membantu mempercepat pemulihannya. 

Namun, beberapa jenis makanan mungkin perlu dihindari untuk sementara waktu agar kondisi anak tidak semakin parah. Beberapa contoh makanan yang perlu dihindari sampai diare anak sembuh adalah:

  • Makanan gorengan dan berlemak.
  • Makanan pedas, bersantan, dan berbumbu kuat.
  • Makanan tinggi gula (permen, minuman manis, kue, pastry, cake, donat).
  • Susu tinggi laktosa (jika memperparah gejala).
  • Minuman bersoda.
  • Buah-buahan tinggi serat atau asam, seperti jeruk dan buah sitrus; nanas; mangga muda aatu yang terlalu matang; serta buah dengan banyak air dan serat kasar.
  • Sayuran dapat memicu produksi gas berlebih di perut, seperti brokoli, paprika, kacang-kacangan, buncis, beri, plum kering (prunes), kacang arab, sayuran hijau, dan jagung.
  • Makanan olahan/ultra-proses seperti sosis, kornet, nugget, bakso, dll.

Kandungan Makanan yang Cocok untuk Anak Diare

1. Probiotik

Membantu menyeimbangkan bakteri baik di usus dan mempercepat pemulihan.

Contoh:

  • Tempe
  • Yoghurt tanpa gula
  • Susu dengan probiotik

2. Tinggi Kalium

Menggantikan elektrolit yang hilang saat diare.

Contoh:

  • Pisang
  • Kentang rebus
  • Air kelapa

3. Rendah Serat

Tidak membebani sistem pencernaan dan membantu menenangkan usus.

Contoh:

  • Nasi putih
  • Kentang rebus tanpa kulit
  • Apel kukus

7 Tips Memberikan Makan saat Anak Diare

Memberikan makan saat anak diare memang membutuhkan perhatian ekstra. Selain perlu memastikan jenis makanan dan cairannya, berikut beberapa cara yang bisa Moms terapkan agar proses pemulihan si Kecil berjalan lebih optimal:

  1. Pastikan kebutuhan cairan tercukupi dengan oralit
    Berikan sekitar 10 ml/kg berat badan setiap kali diare. Jika anak muntah, hentikan sementara lalu lanjutkan sedikit demi sedikit.
     
  2. Hindari jus buah dan minuman manis 
    Minuman manis dapat memperparah diare karena menarik lebih banyak cairan ke usus. Sebaiknya pilih minuman yang lebih aman seperti air putih atau oralit.
     
  3. Pilih makanan yang lembut dan mudah dicerna
    Berikan makanan dengan tekstur lembut agar pencernaan tidak bekerja terlalu berat. Sajikan dalam kondisi hangat supaya lebih nyaman dikonsumsi.
     
  4. Berikan porsi kecil tetapi lebih sering
    Kamu bisa memberi makan setiap 3–4 jam dengan porsi kecil. Cara ini membantu menjaga asupan nutrisi tanpa membebani sistem pencernaan.
     
  5. Kejar asupan nutrisi setelah anak pulih
    Setelah diare membaik, berikan makanan tinggi energi untuk membantu pemulihan berat badan.
     
  6. Pastikan si Kecil cukup istirahat
    Istirahat membantu tubuh memulihkan diri lebih optimal. Batasi aktivitas fisik berat agar tidak memicu dehidrasi.
     
  7. Kebersihan makanan dan minuman wajib dijaga
    Pastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi anak bersih dan higienis. Ini penting untuk mencegah infeksi berulang yang bisa memperparah kondisi.

Panduan Menu Makan Setelah Diare

Setelah kondisi diare mulai membaik, pemulihan anak perlu dilakukan secara bertahap melalui pengaturan pola makan. 

Memberikan makanan yang tepat penting untuk menjaga energi kembali stabil dan membantu sistem pencernaan kembali bekerja normal tanpa membuatnya bekerja terlalu berat. Asupan makanan pasca diare yang bergizi juga membantu mencegah malnutrisi dan memastikan kebutuhan vitamin serta mineral tetap terpenuhi.

Berikut panduan menu makan yang bisa diterapkan orang tua di rumah.

Hari 1–2 (Pemulihan Awal)

Pada fase ini, pilih makanan yang paling ringan dan mudah dicerna untuk membantu usus beradaptasi kembali setelah kondisi diare tanpa memberikan beban berlebih pada pencernaan, seperti:

  • Nasi putih
  • Sup bening
  • Pisang

Hari 3–4

Jika kondisi anak mulai stabil, variasi makanan pasca diare bisa mulai ditambah secara perlahan.

  • Nasi dengan lauk protein ringan seperti ayam atau ikan yang direbus atau dikukus (jangan digoreng)
  • Sayuran yang dimasak hingga lembut
  • Buah rendah serat

Tahap ini membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak sekaligus memperkuat kembali energi yang sempat berkurang.

Hari 5 ke atas

Pada fase ini, anak sudah bisa mulai kembali ke pola makan normal secara bertahap. Namun, tetap perhatikan jenis makanan yang diberikan. 

Hindari makanan terlalu berminyak, pedas, atau berat yang bisa mengganggu kembali sistem pencernaan.

Moms juga perlu memperhatikan respons tubuh anak terhadap setiap makanan yang diberikan. Jika gejala tidak membaik atau justru memburuk, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. 

Dukung Pemulihan Pencernaan si Kecil dengan Nutrisi yang Tepat

Pemilihan makanan pasca diare yang tepat, pemberian cairan yang cukup, serta pengaturan pola makan yang baik sangat berperan dalam mempercepat pemulihan anak dari diare.

Untuk melengkapi asupan Si Kecil, Moms dapat memilih LACTOGROW. LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri* dan 0g sukrosa. Selain itu, LACTOGROW juga diperkaya dengan inulin, DHA, ARA, omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk membantu perut si kecil jadi lebih nyaman dan nutrisi terserap optimal. Yuk, dukung kesehatan pencernaan Si Kecil dengan LACTOGROW!

Pertanyaan Seputar Makanan untuk Anak Diare

  1. Apa saja makanan yang aman dikonsumsi anak saat diare?
    Makanan yang aman saat anak diare adalah makanan yang lembut, rendah serat, dan mudah dicerna seperti nasi putih, sup bening, pisang, kentang rebus, roti tawar, serta yogurt tanpa gula. Makanan ini membantu menjaga energi dan lebih ringan untuk pencernaan anak.
     
  2. Bolehkah anak makan buah serat tinggi saat mencret?
    Sebaiknya hindari buah berserat tinggi saat anak mencret, seperti apel dengan kulit, pir, atau buah-buahan tinggi serat lainnya. Buah berserat tinggi bisa mempercepat pergerakan usus dan membuat diare semakin sering. Pilih buah yang lebih lembut seperti pisang atau apel kukus.

*Nestle adalah satu-satunya pemegang lisensi L. reuteri DSM 17938 untuk produk susu pertumbuhan.


Referensi:

Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2022). Kemkes.Go.Id. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/493/hal-penting-tentang-diare-pada-anak-yang-patut-orangtua-ketahui

IDAI | Saluran Cerna, Benteng Kesehatan Anak (Bagian 2). (2016). Idai.Or.Id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/saluran-cerna-benteng-kesehatan-anak-2

Bay Area Gastroenterology Associates. 5 Foods to Eat for Less Diarrhea. (2025). Baygastro.Com. https://www.baygastro.com/post/5-foods-to-eat-for-less-diarrhea

Ho, V. (2023). Opinion: Got gastro? Here’s why eating bananas helps but drinking flat lemonade might not. Westernsydney.Edu.Au. https://www.westernsydney.edu.au/news-centre/stories/2023/opinion-got-gastro-heres-why-eating-bananas-helps-but-drinking-flat-lemonade-might-not

IDAI | Bagaimana Memberi Makan Anak Saat Sedang Diare. (2017). Idai.Or.Id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bagaimana-memberi-makan-anak-saat-sedang-diare

When your child has diarrhea: MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2022). Medlineplus.Gov. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000693.htm

Shaikh, J. (2025, October 29). Can You Eat Eggs When You Have Diarrhea? MedicineNet. https://www.medicinenet.com/can_you_eat_eggs_when_you_have_diarrhea/article.htm and, D. (2024). Treatment of Diarrhea. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases; NIDDK - National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/diarrhea/treatment

Treating Diarrhea in Children – Is the BRAT Diet Best? (2019, October 15). Pediatric Specialists of Plano. https://www.psopkids.com/treating-diarrhea-in-children-is-the-brat-diet-best/

Pantenburg, B., Ochoa, T. J., Ecker, L., & Ruiz, J. (2014). Feeding of Young Children During Diarrhea: Caregivers” Intended Practices and Perceptions. The American Society of Tropical Medicine and Hygiene, 91(3), 555–562. https://doi.org/10.4269/ajtmh.13-0235

Clinic, C. (2023, June 16). What To Eat When You Have Diarrhea. Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/what-to-eat-when-you-have-diarrhea

Streit, L. (2021, May 21). Does Coconut Water Cause or Prevent Diarrhea? Plus Other Options. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/nutrition/coconut-water-diarrhea#rehydration




Bagikan : Facebook WhatsApp


Artikel Terkait

Lihat Artikel Lainnya