Makanan untuk anak infeksi pencernaan sebaiknya yang mudah dicerna dan tidak membebani usus yang masih sensitif, namun tetap memenuhi kebutuhan nutrisi agar tubuh punya energi untuk pulih. Pemilihan makanan yang tepat dapat membantu usus bekerja lebih ringan selama masa penyembuhan.
Saat Si Kecil mengalami infeksi saluran cerna, memilih makanan memang sering jadi tantangan tersendiri, mengingat di satu sisi anak tetap butuh nutrisi, sementara di sisi lain kondisi ususnya masih sensitif.
3 Makanan untuk Anak Infeksi Pencernaan
Saat Si Kecil mengalami infeksi pencernaan, pemilihan makanan yang tepat dapat membantu usus pulih lebih cepat dan membuat pencernaan terasa lebih nyaman. Berikut beberapa jenis makanan untuk membantu memenuhi nutrisi pemulihan saluran cerna anak:
1. Makanan Tinggi Serat
Serat membantu menjaga kesehatan saluran cerna dan mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Setelah diare atau infeksi pencernaan, keseimbangan bakteri baik di saluran cerna biasanya ikut terganggu sehingga usus menjadi lebih sensitif.
Asupan serat membantu menjaga pergerakan usus tetap baik dan mendukung proses pemulihan pencernaan secara bertahap. Moms bisa memberikan sumber serat yang lebih lembut seperti pisang, oatmeal, apel kukus, kentang, atau bubur sayur.
Namun, pemberian serat tetap perlu dilakukan secara bertahap agar usus anak tidak “kaget”, terutama jika sebelumnya anak masih sering diare atau muntah.
2. Protein Rendah Lemak
Tubuh anak tetap membutuhkan protein selama sakit untuk membantu memperbaiki jaringan tubuh dan menjaga energi. Namun, pilih sumber protein yang lebih ringan agar pencernaan tidak bekerja terlalu berat.
Beberapa sumber protein rendah lemak yang lebih nyaman untuk usus sensitif antara lain ayam tanpa kulit, ikan, tahu, tempe, dan telur.
3. Buah Rendah Fruktosa
Saat sistem pencernaan sedang sensitif, beberapa jenis buah dengan kadar gula tinggi dapat memicu produksi gas dan membuat perut semakin kembung. Sebagai gantinya, Moms bisa memilih buah rendah fruktosa seperti pisang atau buah beri.
Pisang menjadi salah satu buah yang cukup sering direkomendasikan karena teksturnya lembut, mudah dicerna, dan membantu memberikan energi tambahan saat anak sedang diare atau nafsu makan menurun. Buah beri juga mengandung antioksidan yang membantu mendukung proses pemulihan tubuh setelah sakit.
Baca Juga: Anak Mengeluh Sakit Perut? Ini Pertolongan Tepat!
Bolehkah Anak Makan Telur Saat Infeksi Pencernaan?
Telur umumnya tetap boleh dikonsumsi saat Si Kecil mengalami infeksi pencernaan, termasuk saat diare atau gastroenteritis ringan. Telur mengandung protein, vitamin B, dan selenium yang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa pemulihan.
Selain bergizi, telur juga relatif mudah dicerna bila diolah secara sederhana. Moms bisa menyajikannya dalam bentuk telur rebus, telur kukus, atau campuran nasi tim agar lebih nyaman di perut anak.
Namun, sebaiknya hindari telur yang digoreng terlalu berminyak atau menggunakan banyak bumbu karena dapat membuat saluran cerna bekerja lebih berat. Pada sebagian anak, makanan yang terlalu berminyak juga bisa memperparah diare atau membuat perut terasa semakin tidak nyaman.
Jika setelah makan telur Si Kecil terlihat semakin mual, muntah, atau diare bertambah sering, hentikan sementara dan konsultasikan dengan dokter bila diperlukan.
Pilih Makanan Rendah Lemak untuk Usus yang Sensitif
Saat pencernaan anak sedang sensitif, makanan tinggi lemak cenderung lebih sulit dicerna dan dapat membuat perut terasa penuh atau begah. Lemak juga membutuhkan waktu lebih lama untuk diproses tubuh sehingga dapat membuat saluran cerna bekerja lebih berat.
Oleh karena itu, selama masa pemulihan, Moms disarankan memilih makanan rendah lemak yang lebih nyaman untuk sistem pencernaan anak. Beberapa pilihan yang bisa diberikan antara lain:
- Ikan
- Ayam tanpa kulit
- Tahu dan tempe
- Susu rendah lemak
- Makanan yang direbus, dikukus, atau dipanggang
Pola makan yang lebih ringan dapat membantu usus terasa lebih nyaman selama masa pemulihan.
Rekomendasi Makanan Saat Anak Infeksi Usus
Saat Si Kecil mengalami diare atau infeksi pencernaan, makanan seperti sup ayam dan nasi tim sering menjadi pilihan.
Sup ayam termasuk makanan berkuah yang hangat dan mudah diterima, sementara nasi tim memiliki tekstur lembut sehingga lebih ramah untuk pencernaan anak yang sedang sensitif. Keduanya biasanya lebih mudah dikonsumsi saat nafsu makan menurun.
Beberapa manfaat makanan lembut dan berkuah saat anak sakit, antara lain:
- Membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh
- Mengandung elektrolit dari kuah untuk membantu rehidrasi
- Memberikan asupan nutrisi dengan tekstur yang lebih mudah dicerna
- Membantu menenangkan perut yang tidak nyaman
- Memberikan energi tanpa membuat saluran cerna bekerja terlalu berat
Selain itu, sup ayam dan nasi tim juga dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak dari protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang berasal dari ayam, nasi, serta sayuran yang dimasak hingga lunak.
Makanan yang Sebaiknya Dihindari Selama Pemulihan
Saat Si Kecil masih diare atau ususnya belum pulih sepenuhnya, beberapa makanan dapat membuat saluran cerna semakin sensitif dan memperparah keluhan. Moms sebaiknya membatasi sementara makanan berikut:
- Makanan pedas
- Gorengan dan makanan tinggi lemak
- Makanan terlalu manis
- Makanan olahan atau fast food
- Sayuran mentah dan makanan yang mudah memicu gas, seperti kol dan brokoli
- Kacang-kacangan dalam jumlah berlebihan
Selain makanan, beberapa minuman juga dapat memperburuk diare, seperti minuman bersoda, berkafein, atau terlalu manis karena memicu kembung atau merangsang kerja usus terlalu aktif.
3 Tips Kembali ke Pola Makan Normal Setelah Infeksi Usus
Setelah diare mulai membaik, pola makan Si Kecil sebaiknya tidak langsung kembali seperti biasa. Sistem pencernaan yang sebelumnya terganggu masih membutuhkan waktu untuk pulih, sehingga perubahan makanan perlu dilakukan secara bertahap agar usus tidak “kaget” dan gejala tidak muncul kembali.
Berikut langkah yang bisa Moms lakukan:
1. Berikan Makanan Mudah Dicerna
Pada tahap awal pemulihan, pilih makanan dengan tekstur lembut seperti roti tawar, biskuit, sereal, bubur, atau nasi lembek dalam porsi kecil. Tujuannya agar kerja usus tidak terlalu berat sehingga tubuh Si Kecil bisa beradaptasi perlahan setelah sakit.
2. Berikan Porsi Kecil Tapi Lebih Sering
Makan dalam porsi Kecil tapi sering membantu menjaga energi tetap stabil tanpa membebani pencernaan. Cara ini juga bisa membantu mengurangi risiko perut terasa penuh atau kembung.
Setelah makanan ringan sudah bisa diterima dengan baik, Moms bisa mulai menambah variasi menu sedikit demi sedikit, hingga akhirnya kembali ke pola makan normal. Hal ini dilakukan agar sistem pencernaan tidak “kaget” saat menerima makanan yang lebih kompleks..
3. Pastikan Asupan Cairan Cukup
Setelah diare atau muntah, tubuh anak kehilangan banyak cairan. Air putih, sup hangat, atau cairan elektrolit dapat membantu menggantikan cairan yang hilang dan menjaga fungsi pencernaan tetap optimal.
Dukung Kesehatan Pencernaan Anak Selama Masa Pemulihan
Masa pemulihan setelah infeksi saluran cerna membutuhkan perhatian khusus terhadap pola makan dan pemenuhan nutrisi harian anak. Selain memastikan Si Kecil mendapatkan cukup cairan, makanan yang mudah dicerna, serta waktu istirahat yang cukup, Moms juga dapat membantu mendukung kesehatan saluran cernanya melalui asupan nutrisi yang tepat.
Sebagai pelengkap asupan nutrisi harian Si Kecil, Moms dapat memilih LACTOGROW. LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri* dan 0g sukrosa. Selain itu, LACTOGROW juga diperkaya dengan inulin, omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk membantu perut Si Kecil jadi lebih nyaman dan nutrisi terserap optimal. Yuk, dukung kesehatan pencernaan Si Kecil dengan LACTOGROW!
Pertanyaan Seputar Makanan untuk Anak Infeksi Pencernaan
- Makanan apa yang mempercepat pemulihan infeksi pencernaan?
Makanan yang lembut dan mudah dicerna seperti sup ayam, nasi tim, pisang, protein rendah lemak.
- Apakah anak boleh makan telur saat usus sedang meradang?
Ya, telur umumnya tetap boleh dikonsumsi saat anak mengalami infeksi pencernaan karena mengandung protein dan nutrisi penting untuk pemulihan tubuh. Namun, pilih pengolahan yang tidak terlalu berminyak agar lebih nyaman untuk pencernaan anak.
Referensi:
Johns Hopkins Medicine. 5 Foods to Improve Your Digestion. Retrieved May 2026, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/5-foods-to-improve-your-digestion
Meixner, Makayla. (2024). 17 Foods and Drinks for When You Have the Stomach Flu. Retrieved May 2026, from https://www.healthline.com/nutrition/what-to-eat-when-you-have-the-stomach-flu#eggs
National Health Service UK. (2026). Good foods to help your digestion. Retrieved May 2026, from
https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/digestive-health/good-foods-to-help-your-digestion/
Cresthill Academy. (2026). The Best Kid-Friendly Soups for Healing & Hydration. Retrieved May 2026, from https://cresthillacademy.com/post/kid-friendly-soups-broths/
Johnson, Jon. (2025). What foods and drinks to have and avoid if you have diarrhea. Retrieved May 2026, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/320124#drinks-to-avoid
Seattle Children’s Hospital. (2025). Diarrhea. Retrieved May 2026, from https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/diarrhea/